Sunday, 8 January 2017

4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK

Tags

4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK_ Bagi ibu guru, orang tua maupun para pelajar yang masih belum terlalu memahami apa sih manfaat dari belajar secara mandiri, sebaiknya anda membaca artikel ini sampai selesai agar anda bisa mengetahui manfaat belajar secara mandiri. sebelum kita membahas manfaat belajar secara mandiri bagi siswa alangkah baiknya jika pertama-tama kita memahami apa sih pengertian dari belajar

4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK


Belajar didefinisikan oleh banyak ahli dengan rumusan yang berbeda, namun hakekatnya prinsip dan tujuannya sama. Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang dan dilandasi dengan adanya perubahan tingkah laku yang lebih baik. Perubahan yang ingin dicapai melalui belajar pada dasarnya adalah perubahan yang diperhatikan oleh individu dalam bentuk tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi individu dengan lingkungannya dengan melalui sesuatu yang mengarah kepada tujuan.
 

Baca juga:
6 Cara Memilih Sekolah Yang Tepat Untuk Anak

Nagh setelah mengetahui pengertian dari belajar selanjutnya kita akan sedikit mengulas pengertian dari mandiri. Mandiri secara etimologi diartikan sebagai keadaan dapat berdiri sendiri atau tidak tergantung pada orang lain. Sedang secara terminologi, mandiri dimaknai sebagai kecenderungan untuk melakukan sesuatu tanpa minta tolong kepada orang lain, bebas dan dapat melakukan sendiri. Kata ini sering kali diterapkan untuk pengertian dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda. Belajar mandiri merupakan kemampuan yang tidak banyak berkaitan dengan pembelajaran apa, tetapi lebih berkaitan dengan bagaimana proses belajar tersebut dilaksanakan.

Kegiatan belajar mandiri merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar yang lebih menitikberatkan pada kesadaran belajar seseorang atau lebih banyak menyerahkan kendali pembelajaran kepada diri peserta didik sendiri. Belajar mandiri bukan berarti harus belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Peserta didik sering kali menyalahartikan konsep belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Sebagai seorang yang mandiri, peserta didik tidak harus mengetahui semua hal, tetapi tidak juga diharapkan menjadi peserta didik yang jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Seperti yang dijelaskan oleh Rusman (2010) sesuai dengan konsep belajar mandiri, bahwa seorang peserta didik diharapkan dapat:

1. Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar;
2. Mengetahui konsep belajar mandiri;
3. Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan atau dukungan;
4. Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat atau harus memperoleh bantuan atau dukungan.

Belajar mandiri disebut juga sebagai self-directed learning. Knowles  (Bangun, 2012) mengatakan bahwa self-directed learning adalah sebuah proses dimana sebuah individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dan proses dalam self-directed learning ini dilakukan dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengatur tujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar dan menilai hasil.

Belajar mandiri dikembangkan untuk meningkatkan tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab peserta didik dalam proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi (intrinsik). Motivasi intrinsik dibangun dengan pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan sekarang adalah dalam rangka mempersiapkan masa yang akan datang, sehingga peserta didik mempunyai keyakinan dan dorongan kuat untuk mengembangkan dirinya. Motivasi intrinsik membantu peserta didik membuat pilihan informasi dan mengambil tanggung jawab untuk memutuskan apa yang perlu lakukan dalam rangka untuk belajar.

Tugas guru dalam proses belajar mandiri ialah menjadi fasilitator, yaitu menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada peserta didik bila diperlukan. Bentuknya terutama bantuan dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak dapat dipecahkan peserta didik sendiri.

Kemandirian pada manusia bersifat psikologis dan bukan merupakan suatu bakat yang dimiliki individu tapi dapat dikembangkan dengan baik pada diri seseorang melalui latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Manfaat belajar secara mandiri bagi anak adalah sebagai berikut:

"4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK"  


1. Memunculkan Inisiatif atau dorongan internal 
Konsep belajar mandiri lebih kepada kondisi inisiatif atau motivasi yang ada pada diri peserta didik. Belajar mandiri bukan dalam artian seseorang belajar sendiri. Proses belajar dapat dilakukan sendiri (seorang diri), atau dalam kelompok. Peserta didik mandiri selalu memiliki inisiatif atau dorongan dari dalam dirinya untuk memulai suatu proses pembelajaran.


2. Mampu Menetapkan tujuan 
Peserta didik mandiri selalu memiliki tujuan yang ditetapkan sendiri. Tujuan dari peserta didik mandiri, peserta didik di sekolah misalnya, bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban sebagai peserta didik, yang harus mengikuti proses belajar mengajar, menyelesaikan tugas-tugas dari pendidik. Tujuan peserta didik mandiri sudah lebih komprehensif.

3. Aktif dan kreatif mencari sumber belajar

Ketersediaan sumber belajar sering menjadi persoalan bagi penguasaan kompetensi yang dituntut. Sekolah seringkali hanya menyediakan sumber belajar yang sangat terbatas, dan sifatnya sektoral. Pada umumnya sumber belajar hanya tiga, dan seringkali tidak lengkap, yaitu perpustakaan, buku pelajaran pegangan peserta didik, dan lembar kerja peserta didik. Penekanan sumber-sumber belajar ini sektoral, memenuhi tuntutan materi semata. Berbentuk penguasaan secara kognitif dan terpisah-pisah. 


Bagi peserta didik mandiri, sumber belajar yang demikian akan selalu dirasakan kurang. Proses penguasaan kompetensi dilakukan dengan memperbanyak sumber belajar. Peserta didik aktif dan kreatif mencari dan memanfaatkan sumber belajar. Baik sumber belajar yang berbentuk cetak, elektronik, maupun langsung dari masyarakat. Sumber belajar cetak dapat berupa buku-buku di perpustakaan yang secara langsung merujuk pada materi ajar tertentu, maupun dari tempat lain yang secara luas memberikan informasi yang terkait, langsung maupun tidak langsung, dengan materi ajar. Sumber elektronik dapat berupa multimedia pembelajaran, sumber internet, atau sumber-sumber lain. Langsung kepada masyarakat, dapat kepada orang-orang yang memang mempunyai kompetensi tertentu, maupun dalam mengamati, menyelidiki dan menemukan kaitan materi ajar dengan kehidupan riil, dan menjadi sumber untuk memahami dan menguasai kompetensi tertentu.

4. Sadar siapa dirinya

Kesadaran dan pengenalan diri sendiri berdampak pada motivasi belajar pada peserta didik. Kesadaran diri berkaitan dengan kemampuan, bakat, dan minat diri atas ilmu dan pengetahuan, juga terkait dengan tipe belajar yang paling efektif. Peserta didik dikenalkan pada tipe belajar visual, auditori atau kinestetik. Peserta didik yang memahami kemampuan, bakat dan minatnya akan termotivasi mempelajari materi ajar dengan tanpa menghiraukan hasilnya. Proses belajar menjadi sesuatu yang sangat bermakna.

Nagh demikianlah 4 manfaat belajar secara mandiri bagi anak selain itu untuk meningkatkan efektivitas belajar mandiri diperlukan lingkungan yang mendukung antara lain: sumber belajar yang mudah diakses, sarana prasarana yang memadai, kesiapan pendidik dalam memfasilitasi.

2 komentar

Artikel mas MOTIVASI makin kenceng saja. Mantap!

hahahaha biasa aja mas riyan pedia...

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon