Thursday, 23 June 2016

INOVASI PEMBELAJARAN

INOVASI PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN INOVASI 

Inovasi menurut Schumpeter memiliki arti, usaha mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi sehingga, dengan inovasi seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, dan kebijakan pendidikan tidak hanya bagi lembaga pendidikan tapi juga Stakeholder dan masyarakat.           
Wina Sanjaya dalam bukunya kurikulum dan pembelajaran, inovasi diartikan sebagai sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu dan digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan.
Secara harfiah inovasi / innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru, inovasi kadang diartikan sebagai penemuan namun, maknanya berbeda dengan penemuan dalam arti discovery atau Invention . Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sudah ada sebelumnya, misalnya penggunaan model pembelajaran inkuiri dalam matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, untuk meningkatka kualitas pembelajaran tersebut di Indonesia baru – baru ini dikembangkan, sebenarnya model pembelajaran tersebut sudah dilaksanakan di
negara – negara lain, atau model pembelajaran melalui jaringan internet. Sedangkan Invantion ,memiliki pengertian penemuan yang benar – benar baru belum tercipta sebelumnya.
         Penerapan metode atau pendekatan pembelajaran yang benar- benar baru di daerah tersebut , tetapi pada dasarnya sudah pernah diterapkan di daerah ataupun Negara lain dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Misalnya, seiring dengan kemajuan teknologi kita dapat mendesain pembelajaran melalui hand phone atau melalui Games yang belum ada sebelumnya.
Dari beberapa pengertian tersebut inovasi dapat diartikan sebagai wujud baru berupa ide, gagasan, atau tindakan . Sedangkan dilihat dari maknanya, sesuatu yang baru itu bisa benar – benar baru, belum tercipta sebelumnya yang disebut invention, atau dapat juga tidak benar – benar baru sebab, sebelumnya sudah ada dalam konteks sosial yang berbeda, kemudian dikenal dengan istilah discovery.
Jadi inovasi bisa terjadi dalam segala bidang termasuk di dalamnya pendidikan. Inovasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Khususnya dalam bidang pendidikan, inovasi biasanya muncul dari adanya keresahan dan keinginan dari pihak –pihak tertentu tentang penyelenggaraan pendidikan. Misalnya, keresahanguru tentang proses belajar mengajar yang dianggap kurang berhasil, keresahan pihak administrator pendidikan tentang kinerja guru, atau mungkin keresahan masyarakat terhadap kinerja dan hasil, bahkan sistem pendidikan. Keresahan – keresahan itu pada akhirnya membentuk permasalahan – permasalahan yang menuntut penanganan dengan segera. Upaya untuk memecahkan masalah tersebut maka, munculah ide – ide baru atau gagasan sebagai suatu inovasi. Begitu juga dengan keinginan dari Guru, dan administrator sekolah akan adanya sekolah yang lebih maju dan bermutu, sehingga menarik minat masyarakat untuk memilihnya sebagai tujuan anaknya bersekolah.
            Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa inovasi akan ada karena adanya masalah
yang dirasakan, hampir tidak mungkin inovasi muncul tanpa adanya masalah.


Menurut Hera Lestari Mikarsa ( 2007 : 73 ), ada dua istilah yang berkaitan erat dengan pembelajaran, yaitu pendidikan dan pelatihan.Pendidikan lebih menitik beratkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian, jadi mengandung pengertian yang lebih luas. Sedangkan pelatihan lebih menekankan pada pembentukan keterampilan. Pendidikan
dilaksanakan dalam lingkungan sekolah, sedangkan pelatihan umumnya dilaksanakan dalam lingkungan industri.Namun demikian, pendidikan kepribadian saja kurang lengkap. Para siswa perlu juga memiliki keterampilan agardapat bekerja, berproduksi, dan menghasilkan berbagai hal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Olehkarena itu, kedua istilah tersebut hendaknya tidak dipertentangkan melainkan perlu dipadukan dalam suatu sistemproses yang lazim disebut pengajaran.
Menurut Oemar Hamalik, 1999 (dalam Hera Lestari Mikarsa, 2007 : 73 ) dalam pengajaran, perumusan tujuan pembelajaran merupakan hal yang utama dan setiap proses pengajaran senantiasa diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu, proses pengajaran harus direncanakan agar dapat dikontrol sejauh mana tingkat pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Itulah sebabnya, suatu sistem pengajaran selalu mengalami dan mengikutitiga tahap, yakni : a) Tahap analisis untuk menentukan dan merumuskan tujuan, b) Tahap sintesis, yaitu tahap
perencanaan proses yang akan ditempuh, c) Tahap evaluasi untuk menilai tahap pertama dan kedua.
Makna pembelajaran merupakan suatu sistem yang tersusun dari unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Manusia yang terlibatdalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material yangmeliputi buku-buku, papan tulis dan kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape, serta material lainnya.(Oemar Hamalik, 1999, dalam Hera Lestari Mikarsa 2007 : 7.3 )
Rumusan makna pembelajaran tersebut mengandung isyarat bahwa proses pembelajaran adalah sebuah kegiatan penyampaian ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didiknya, tidak terbatasdilaksanakan dalam ruangan saja, melainkan dapat dilaksanakan disembarang tempat dengan cara membacabuku, informasi melalui film, surat kabar, televisi, internet tergantung kepada organisasi dan interaksi berbagaikomponen yang saling berkaitan, untuk membelajarkan siswa.

C. PENGERTIAN INOVASI PEMBELAJARAN

Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi batasan, inovasi sebagai pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik berupa gagasan,metode atau alat (KBBI, 1990 : 330). Dari pengertian ini nampak bahwa inovasi itu identik dengan sesuatu yangbaru, baik berupa alat, gagasan maupun metode.
Dari uraian di atas, maka inovasi pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu upaya baru dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan, sarana dan suasana yang mendukung untuktercapainya tujuan pembelajaran. Hasbullah, 2001 berpendapat bahwa “baru”dalam inovasi itu merupakan apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi.
Dapat juga dikatakan bahwa inovasi pembelajaran merupakan sebuah upaya pembaharuan terhadapberbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran berupa ilmu pengetahuandari tenaga pendidik kepada para peserta didik dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikanyang berlangsung.

D.  PENTINGNYA PEMBELAJARAN INOVATIF

Daya kreativitas dan inovasi secara alamiah telah dimiliki oleh setiap orang. Namun tumbuh danberkembangnya pada setiap orang ini akan berbeda tergantung dari kesempatan masing-masing untukmengembangkannya. Pengembangan atau tumbuhnya dengan subur kreativitas dan inovasi pada setiaporang atau sehubungan dengan pekerjaan guru adalah dengan adanya latihan yang berkesinambungan.Latihan ini harus dibarengi pula dengan penanaman sikap dan nilai yang luhur, yaitu sikap seorang ilmuwan dan nilai yang berlandaskan pada IMTAQ.
Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan mesti dilakukan oleh guru.
Dengan adanya inovasi pembelajaran maka kita sebagai calon guru sebaiknya dapat belajar menciptakansuasana belajar yang menyenangkan, menggairahkan, dinamis, penuh semangat, dan penuhtantangan. Suasana pembelajaran seperti itu dapat mempermudah peserta didik dalam memperoleh ilmudan guru juga dapat menanamkan nilai-nilai luhur yang hakiki pada peserta didik untuk menuju tercapainyatujuan pembelajaran.
Contoh inovasi pembelajaran yang sederhana yaitu membuka dan menutup pelajaran dengannyanyian, membuat materi pelajaran menjadi syair lagu untuk mempermudah menghafal dan mengingatyang didukung dengan media, juga dapat memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekitardalam melakukan inovasi pembelajaran.
Mendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi juga membuka pola pikirmereka bahwa ilmu yang mereka pelajari memiliki kebermaknaan untuk hidup mereka sehingga dari ilmutersebut, mampu merubah sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka menjadi lebih baik.
Penguasaan terhadap materi yang dikelola dan ditampilkan secara profesioal, dari hati dan tanpapaksaan, logis, dan menyenangkan, serta dipadukan dengan pendekatan personal-emosional terhadappeserta didik akan menjadikan proses pembelajaran yang ingin dicapai terwujud. Selain itu, pembelajaranjuga harus dibuat bervariasi dengan menciptakan suatu metode pembelajaran yang baru atau dengan katalain inovasi.
Berbicara tentang inovasi, sebenarnya kata ini seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidaksetiap perubahan dikatakan sebagai inovasi. Inovasi adalah suatu ide, penemuan atau metode yangdirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang benar-benar baru bagi seseorang yang bersifat relatif.Sedangkan inovasi pembelajaran yang dimaksud disini adalah metode atau kiat seorang guru dalammembelajarkan siswa dengan berbagai tujuan tertentu.
Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki atau dilakukan oleh guru.Hal ini disebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Kemauan guru untuk mencobamenemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru.
Tanpa didukung kemauan dari guru untuk selalu berinovasi dalam pembelajarannya, makapembelajaran akan menjenuhkan bagi siswa. Di samping itu, guru tidak dapat mengembangkan potensiyang dimilikinya secara optimal. Mengingat sangat pentingnya inovasi, maka inovasi menjadi sesuatu yangharus dicoba untuk dilakukan oleh setiap guru. Oleh karena itu, seorang guru harus selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Langkah yang dapat dilakukan yakni perbaikan cara mengajar guru denganmenggunakan metode baru yang inovatif.

E. Faktor-Faktor yang mesti diperhatikan dalam Inovasi pembelajaran antara lain :
1. Guru           

Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guruharus betul-betul membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan karena dapat memberikan suatu kekuatan yang dapat memberikan kesan danpengaruh. Dengan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa untuk mengadakan pembaharuan dalampendidikan, kita harus meningkatkan profesionalisme guru.        
2. Siswa

Siswa merupakan objek utama dalam proses belajar mengajar. Siswa dididik oleh pengalamanbelajar mereka, dan kualitas pendidikannya bergantung pada pengalamannya, kualitas pengalamanpengalaman,sikap-sikap, temasuk sikap-sikapnya pada pendidikan. Dan belajar dipengaruhi olehorang yang dikaguminya. Oleh karena itu, dalam mengadakan pembaharuan pendidikan, kita harusmemperhatikannya dari segi murid karena murid merupakan objek yang akan diarahkan.
3. Materi ajar

Materi ajar adalah segala bentuk materi yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalammelaksanakan kegiatan belajar mengajar. Materi yang dimaksud bisa berupa materi tertulis, maupunmateri tidak tertulis. Materi ajar disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensiyang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran.Isi materi ajar pada hakikatnya merupakanilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu dipelajari siswa agar memiliki komptensiyang diharapkan. Dengan materi ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensiatau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis, sehingga secara akumulatif mampu menguasaisemua kompetensi secara utuh dan terpadu. Materi ajar merupakan informasi, alat, dan teks yangdiperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
4. Lingkungan

Proses pembelajaran berlangsung dalam banyak lingkungan berbeda. Lingkungan belajar merupakan lingkungan atau situasi fisik yang ada di dalamnya pembelajaran diharapkanberlangsung. Selain ruang kelas, pembelajaran juga berlangsung dalam laboratorium(lab komputer,lab sains atau lab bahasa), perpustakaan, pusat media, taman bermain, kunjungan lapangan, teater,aula belajar dan dirumah. Agar suasana belajar tidak membosan, guru bisa menyelenggarakanproses belajar tidak hanya diruang kelas tetapi guru bisa mengadakannya di luar. Misalnya prosesbelajar di ditaman sekolah.

F. PERAN GURU DALAM MELAKSANAKAN INOVASI PEMBELAJARAN

            Secara umum banyak sekali peranan guru yang mesti dilakukan dalam melaksanakan inovasi pembelajaran,namun secara profesional meliputi tugas:
1. Sebagai pengajar                 

Mengajar berarti memberikan pengajaran dalam bentuk penyampaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif)dan keterampilan (psikomotor) pada diri siswa agar dapat menguasai dan mengembangkan ilmu dan teknologi.
2. Sebagai pendidik

Mendidik berarti pemberian bimbingan kepada siswa (anak didik) agar potensi yang dimilikinya berkembangseoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai kehidupan

Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dansikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secaraterperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur),keterampilan, dan sikap atau nilai. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi: (a) prinsiprelevansi, (b) konsistensi, dan (c) kecukupan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya,jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya. Secaragaris besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi : (a) mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapatdalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar, (b)mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standarkompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi., dan (d) memilih sumber bahan ajar. Dalammenentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus diperhatikan apakah jenis materinyaberupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik.
Seorang guru sebagai pengembang bahan ajar harus tahu bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat
digunakan dalam untuk mendukung inovasi program pembelajaran antara lain :
a. Bahan ajar seperti apa yang harus di beli untuk dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran
b. Bahan ajar seperti apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik dan spesifik
c. Bahan ajar seperti apa yang perlu dibeli dan dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa.
4. Sebagai pengembang metode pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan
atau kompetensi. Beberapa metode yang dilakukan oleh guru di ruang kelas antara lain :
a. Presentasi

Dalam sebuah persentasi, guru menyajikan, mendramatisa atau menyebarkan informasi kepada siswa. Komunikasi dikendalikan oleh guru dengan interaksi dengan pembelajar. Guru bisa menyelipkan pertanyaan
dimana siswa dapat langsung menjawabnya. Sumber informasi bisa berupa buku ajar, situs internet, audio, video.
b. Demostrasi

Dalam sebuah demostrasi para siswa melihat contoh nyata atau aktual dari sebuah keterampilan atau prosedur untuk dipelajari. Demostrasi mungkin direkam dan diputar ulang melalui sarana media seperti video. Jika ingin interaksi dua arah atau praktik siswa dengan umpan balik diperlukan instruktur atau tutor yang hadir secara langsung. Belajar langsung di tempat sering kali menggunakan demostrasi satu-persatu dimana siswa yang berpengalaman memperlihatkan kepada siswa lainnya bagaimana menjalankan sebuah prosedur.
c. Latihan dan Praktek

Dalam latihan dan praktek para pembelajar di bimbing melewati serangkaian latihan dan pratek yang dirancang untuk menyegarkan kembali atau meningkatkan penguasaan pengetahuan konten spesifik atau sebuah keterampilan baru. Agar efektif latihan dan pratek harus menyertakan umpan balik untuk memperkuat respon yang benar dan memperbaik kesalahan yang mungkin dibuat oleh siswa .
d. Tutorial

Dalam tutorial, guru menyajikan konten, mengajukan pertanyaan atau persoalan, meminta respon para siswa, menganalisis tepat dan menyediakan praktik hingga para siswa menunjukan level dasar kompeten. Pmberian tutorial paling sering dilakukan satu lawan satu dan sering digunkan untuk mengajarkan keterampilan dasar, seperti membaca, dan matematika. Perbedaan antara toturial dan latihan dan praktik adalah tutorial memperkenalkan dan mengajarkan materi baru sementara latihan dan praktik fokus pada konten yang diajarkan dalam format lainnya.
e. Diskusi

Diskusi adalah pertukaran gagasan dan opini di antara para siswa dan guru. Strategi ini digunakan dalam tahap pengajaran dan pembelajaran apa pun dan dalam kelompok kecil atau besar. Diskusi merupakan cara yang bermanfaat dalam menakar pengetahuan, keterampilan dan sikap dari kelompok siswa sebelum mengakhiri tujuan pengajaran. Diskusi bisa dipimpin oleh guru dengan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan respon dari siswa dimana pertanyaannya harus membuat siswa memikirkan topik atau masalah yang mereka ketahui dan menerapkan pengetahuan tersebut. Pertanyaannya dimulai dengan bagaimana atau kenapa.
f. Penemuan

Strategi penemuan menggunakan pendekatan induktif atau penyelidikan,, untuk belajar. Strategi ini menyajikan masalah untuk diselesaikan melalui percobaan dan kesalahan (trial and error). Tujuan strategi penemuan adalah untuk memacu pemahaman konten yang lebih mendalam melalui keterlibatan dengan konten tersebut. Aturan atau prosedur yang ditemukan para siswa mungkin berasal dari percobaan sebelumya, berdasarkan informasi dari buku referensi atau dari situs internet.
g. Belajar Kooperatif

Belajar kooperatif merupakan strategi pengelompokan di mana para siswa bekerja sama untuk saling mendapatkan keuntungan dari potensi belajar dari anggota siswa lainnya. Guru bisa menciptakan kelompok kooperatif formal yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan belajar sfesifik akan tercapai. Kelompok formal ini sebaiknya tidak berlangsung lebih lama dari tugas belajar. Pengalaman belajar kooperatif bisa bersifat informal pula. Para siswa mungkin dapat menentukan kebutuhan belajar mereka sendiri dan bekerja sama dengan siswa lain untuk meningkatkan pengalaman belajar mereka.
h. Permainan

Permainan memberikan lingkungan kompetitif yang di dalamnya para siswa mengikuti aturan yang telah ditetapkan saat mereka berusaha mencapai tujuan pendidikan yang menantang. Ini merupakan teknik yang sangat memotivasi, terutama untuk konten yang membosankan dan repetitif. Permainan mungkin melibatkan satu siswa atau satu kelompok siswa. Dengan melakukan permainan, para siswa mulai mengenali pola yangada dalam situasi tertentu. Permainan bisa menantang dan menyenangkan untuk dimainkan. Permainan bisamemberikan pengalaman belajar yang beraneka ragam.
i.Simulasi                                                                                                                                     

Simulasi melibatkan para siswa menghadapi situasi kehidupan nyata dalam versi di perkecil. Simulasimemungkinkan praktik realistik tampa mengeluarkan biaya dan resiko. Simulasi mungkin melibatkan dialogpeserta, manipulasi materi dan perlengkapan atau interaksi dengan komputer. Simulasi dapat digunakan untukseluruh kelas atau kelompok kecil yang bekerja sama. Misal kita ingin menjelasakan tentang prosespembakaran pada mobil kita bisa membawa model mobil mainan dan menjelaskan pada siswa tentangsimulasi mesin mobil dan siswa dapat memahami konsep yang sedang disajikan dan melindungi mereka daribahaya menyalakan mesin yang sesungguhnya.
5. Sebagai pengembang strategi-strategi pembelajaran

Startegi pembelajaran yaitu cara-cara spesifik yang dapat dilakukan oleh indidu untuk membuat siswamencapai tujuan pembelajaran atau standar kompetensi. Guru perlu melakukan upaya kreaktif dalammenggunakan strategi pembelajaran. Sebagai pengembang strategi-strategi pembelajaran, guru harus tahuupaya atau strategi apa yang harus dilakukan untuk menarik dan memelihara minat siswa agar tetap mampumemusatkan perhatian terhadap penyampaian materi atau substansi pembelajaran yang disampaikan. Ketikamengindetifikasi strategi pembelajaran, guru harus memilih dua jenis :
a. Strategi yang berpusat pada guru dan strategi yang berpusat pada siswa. Strategi guru adalah kegiatanmengajar mata pelajaran, misal menyajikan sebuah konsep dengan menampilkan sebuah video atau membacaatau menunjukan bagaimana menkonjugasi sebuah kata kerja.
b. Startegi yang berpusat pada siswa merupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam belajar aktif, seperti membahas kelebihan dan kekurangan sebuah topik, melaksanakan pencarian internet, membacasebuah artikel koran. Pertimbangan utama ketika memilih startegi pembelajaran adalah bahwa strategi tersebut sebaiknya menyebabkan siswa mencapai standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu, pertimbangkan pulagaya belajar dan motivasi siswa saat guru dalam memilih startegi untuk memastikan dengan lebih baik,bahawa seorang guru dapat memenuhi kebutuhan yang beragam dari pada siswa
6. " Sebagai pengembang media pembelajaran"

Media adalah sarana pembelajaran yang dapat digunakan untuk memfasilitasi aktivitas belajar. Ragammedia yang dapat digunakan dapat diklasifikasi sebagai teks, audio, video, komputer dan jaringan intenet.Pemilihan media pembelajaran perlu dilakukan secara cermat. Setiap jenis media pembelajaran memilikikekuatan dan juga kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum diplih dan diimplementasikan dalamaktivitas pembelajaran. Guru sebagai pengembang media pembelajaran harus tahu mengombinasikan mediayang diperlukan dalam menyelenggarakan program pembelajaran(kombinasi media yang dipilih tentunya harusdapat menunjang efektifitas pada sekolah tempat aktivitas pembelajaran berlangsung.
7. Sebagai penilai pembelajaran atau evaluasi

Evaluasi adalah proses yang dilakukan oleh seorang untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu.Evaluasi ada dua yaitu evaluasi hasil belajar dan evaluasi program. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dapatdinilai dengan menggunakan tes dan penilaian. Ada dua kategori tes yang dapat digunakan yaitu tes obejektifdan essai. Tes Evaluasi program adalah sebagai proses pengumpulan dan analisis data yang hasilnya dapatdigunakan untuk membuat sebuah keputusan. Evaluasi program ada 2 yaitu evaluasi sumatif bertujuan untukmenilai efisiensi dan daya tarik program setelah program tersebut dimplementasikan dalam situasi yang telahditentukan serta evaluasi formatif yang bertujuan untuk mengembangkan program pembelajaran agar dapatdigunakan secara efektif dan efisien untuk menunjang atau memfasilitasi berlangsungnya prosespembelajaran. Seorang guru sebagai pengembang evaluasi, melakukan evaluasi program pembelajaranbertujuan untuk mengetahu beberapa hal yaitu :
a. Sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan
b. Peningkatan kompetensi dalam diri siswa yang merupakan dampak dari keikutsertaan dalam programpembelajaran
c. Keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat adanya peningkatan kompetensi siswa setelahmengikuti program pembelajaran.
Beberapa pertanyaan yang dikemukan oleh guru sebagai perancang program pembelajaran dalam melakukan
langkah-langkah evaluasi yaitu :
a. Apakah siswa menyukai program pembelajaran
b. Seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh siswa dalam mengikuti program pembelajaran
c. Seberapa jauh siswa dapat belajar tentang materi pembelajaran
d. Seberapa besar siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dipelajari
e. Seberapa kontribusi program pembelajaran yang dilaksanakan terhadap prestasi belajar siswa.
Pada tahap evaluasi seorang guru memperbaiki program pembelajaran berdasarkan kesimpulan data
yang diperoleh sewaktu uji coba. Istilah lain merevisi program pembelajaran. Dalam hal ini evaluasi dilakukansecara terus-menerus selama proses pengembangan berlangsung demi kesempurnaan hasil yang diharapkan

F. STRATEGI MENGIMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INOVATIF

Adapun strategi mengimplementasi pembelajaran inovatifsebagai berikut:  
1. Kuasai teori pembelajaran
2. Perkaya pemahaman pada metode pembelajaran
3. Pelajari kembali materi yang akan diajarkan
4. Kenali kondisi kelas dan peserta didiknya
5. Lakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya
6. Evaluasi pada pembelajaran sebelumnya
7. Mengadakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya

KESIMPULAN
Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan mesti dimiliki atau dilakukan oleh guru. Hal inidisebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapatmemberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat dan senang belajar.Seperti yang telah dipaparkan, pada hakekatnya sifat inovasi itu amat relatif, dalam arti inovasi yang kita lakukansebenarnya barangkali sudah tidak asing bagi orang lain. Tetapi sebagai seorang guru yang setiap hari berinteraksidengan anak, maka tidaklah salah apabila terus-menerus melakkukan inovasi dalam pembelajaran. Kemauan guru untuk mencoba menemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode danstrategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru yang segardan mencerahkan.       
Tanpa didukung kemauan dari guru untuk selalu berinovasi dalam pembelajarannya, maka pembelajaran akan menjenuhkan bagi siswa. Di samping itu, guru tidak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secaraoptimal. Inovasi akhirnya menjadi sesuatu yang harus dicoba untuk dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran (Teoritik dan Praktik Kurikulum KTSP ). Jakarta: Prenada MediaGroup

artikel: INOVASI PEMBELAJARAN

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon