Friday, 8 April 2016

PENGERTIAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

PENGERTIAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Pengembangan media pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. Media yang dimaksud adalah media pembelajaran sehingga teori pengembangan yang digunakan adalah teori pengembangan pembelajaran. Selain media, dalam suatu proses belajar mengajar guru juga di tuntut untuk menggunakan RPP yang merupakan suatu acuan rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Alat penilaian juga perlu untuk melihat sejauh mana pencapaian tujuan oleh siswa. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran juga dilengkapi dengan  RPP dan tes hasil belajar sebagai syarat dalam suatu proses pembelajaran.

1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: “perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa (Eka, 2009).

RPP yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan atau lapangan untuk setiap kompetensi dasar.  Skenario kegiatan pembelajaran dikembangkan dari rumusan tujuan pembelajaran yang mengacu dari indikator untuk mencapai hasil belajar sesuai kurikulum yang  berlaku. Langkah-langkah pembelajaran (sintaks) yang dikembangkan difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, yaitu untuk memenuhi ketuntasan pembelajaran melalui pencapaian indikator hasil pembelajaran sesuai kurikulum.

Komponen-komponen penting yang ada dalam RPP meliputi: standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator pencapaian hasil belajar, strategi pembelajaran, alat dan bahan, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan evaluasi (Trianto, 2010).

2.Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium  batasan  mengenai  pengertian  media  sangat  luas,  namun dalam tulisan ini 
dibatasi pada media pendidikan yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran yang terencana. Media pembelajaran tidak hanya meliputi media elektronik yang kompleks, tetapi juga bentuk sederhana seperti slide, foto, diagram buatan guru, objek nyata dan kunjungan ke luar kelas (Sigit, 2008).

Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata. Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti bagi siswa (Sumiati, 2008).

Media pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran. Banyak macam media pembelajaran dapat digunakan. Penggunaan media pembelajaran harus didasarkan pada pemilihan yang tepat. Sehingga dapat memperbesar arti dan fungsi dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Media pembelajaran diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain (Sumiati, 2008):

1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis;
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra;
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid  dengan sumber belajar;
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya;
5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

Media pembelajaran yang beraneka ragam dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih media pembelajaran antara lain:

1. Jenis kemampuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan;
2. Kegunaan dari berbagai jenis media pembelajaran itu sendiri;
3. Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media pembelajaran;
4. Fleksibilitas, tahan lama, dan kenyamanan media pembelajaran.

Keefektifan suatu media pembelajaran dibandingkan dengan jenis media pembelajaran lain untuk digunakan dalam pembelajaran suatu materi pembelajaran tertentu. Menurut Sigit (2008), aneka ragam media pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri tertentu sebagaimana pada Tabel 2.1.
 
Tabel 2.1 Jenis media
Kelompok Media
Media Instruksional
Audio
-     pita audio (rol atau kaset)
-     piringan audio
-     radio (rekaman siaran
Cetak
-     buku teks terprogram
-     buku pegangan/manual
-     buku tugas
Audio-Cetak
-     buku latihan dilengkapi kaset
-     gambar/poster (dilengkapi audio)
Proyeksi visual diam
-     film bingkai (slide)
-     film rangkai (berisi pesan verbal)
Proyeksi visual diam dengan audio
-     film bingkai (slide) suara
-     film rangkai suara
Visual gerak
film bisu dengan judul (caption)
Visual gerak dengan audio
-     film suara
-     video/vcd/dvd
Benda
-     benda nyata
-     model tirual (mock up)
Komputer
Media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructional)

3. Perangkat penilaianSetiap kegiatan yang berlangsung pada akhirnya ingin diketahui hasilnya, demikian pula dalam pembelajaran untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang yang belajar, harus dilakukan pengukuran dan penilaian. Dengan mengukur hasil belajar, maka akan dapat diketahui tingkat penguasaan tentang materi yang telah dipelajari. Jadi hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar di mana hasil tersebut merupakan gambaran penguasaan pengetahuan dan keterampilan dari siswa yang berwujud angka dari tes standar yang digunakan sebagai pengukur keberhasilan. Angka atau skor sebagai hasil pengukuran mempunyai makna jika dibandingkan dengan patokan sebagai batas yang menyatakan bahwa siswa telah menguasai secara tuntas materi pelajaran tersebut (Haling, 2004).

Abdurrrahman (1999) menyatakan bahwa: “Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar, belajar itu sendiri merupakan suatu proses seseorang yang berusaha memperoleh suatu bentuk perubahan tingkah laku yang menetap.”

Sahabuddin (1994) mengatakan bahwa untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa, guru harus memiliki informasi mengenai siswa yang diperoleh melalui evaluasi. Evaluasi memberikan informasi mengenai hasil belajar yang telah dimiliki oleh siswa. Dengan informasi tersebut guru dapat menentukan apakah tujuan yang telah ditetapkan itu telah tercapai atau belum. Untuk memperoleh informasi yang memberikan kemungkinan pemberian nilai, harus dipilih alat pengumpul informasi berupa tes yang paling cocok atau sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Tes hasil belajar dibuat mengacu pada kompetensi dasar yang ingin dicapai, dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar dan disusun berdasarkan kisi-kisi penulisan butir soal lengkap dengan kunci jawabannya serta lembar observasi penilaian psikomotor kinerja siswa. Tes hasil belajar yang dikembangkan disesuaikan dengan jenjang kemampuan kognitif siswa.

Beberapa pernyataan di atas dapat menjelaskan bahwa hasil yang dicapai oleh seorang siswa dalam belajar diukur melalui suatu tes. Siswa yang mampu mendapatkan nilai yang tinggi dari hasil tes dapat dikatakan telah menguasai materi pelajaran dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika siswa kurang mampu menyelesaikan soal tes dengan baik, dapat dikatakan kurang menguasai materi pelajaran.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon