Monday, 4 April 2016

6 PEMUDA MELAWAN TAKDIR DIPUNCAK GUNUNG BAWAKARAENG

6 PEMUDA MELAWAN TAKDIR DIPUNCAK GUNUNG BAWAKARAENG_ Mereka telah menentukan titik pertemuan yaitu di kabupaten sinjai tepatnya di rumah A. Muh ali, hari pendakian pun telah di sepakati yaitu hari jumat. Sehari sebelum hari H mereka berangkat ke lokasi pertemuan. Rijal berangkat dari makassar bersama A.Muh ali dan Adil, Ely agus, Yusrifandi berangkat dari kabupaten bone dan Akmal hidayat yang notabene orang sinjai telah menanti kedatangan teman-temannya di sinjai.

Rijal dan Ali tiba lebih awal dan disusul adil, ely dan yusrifandi. Perjalanan yang cukup jauh mereka lalui untuk bisa sampai ke sinjai namun karena sebuah komitmen dan persahabatan hal tersebut tak menjadi rintangan yang berarti.



6 PEMUDA MELAWAN TAKDIR DIPUNCAK GUNUNG BAWAKARAENG
6 pemuda melawan takdir di puncak gunung bawakaraeng
Tepat hari keberangkatan menuju gunung bawakaraeng mereka baru mempersiapkan komsumsi namum peralatan pendakian yang akan di bawah ke lokasi memang telah jauh-jauh hari dipersiapkan. Akhirnya mereka berfoto untuk mengabadikan moment yang begitu istimewa. Ketika meraka telah siap berangkat tiba-tiba turun hujan disertai gemuruh dan petir sebuah pertanda yang kurang baik, orang tua Ali pun menyarankan agar pendakian ditunda saja dulu. Namun karena tekad yang sudah begitu kuat dan ambisi yang telah membuncah akhirnya merekapun tetap melanjutkan niat untuk mendaki gunung bawakaraeng yang pada saat itu menunjukan jam 1 siang lewat...

Sepanjang perjalanan hujan terus turun dan membasahi tekad yang membara dari ke 6 pemuda tersebut, perjalanan ditempuh dengan waktu yang tidak normal mengingat hujan terus mengguyur. Di tengah perjalanan tangkai pohon jatuh dan hampir menimpa Akmal dan yusrifandi yang berboncengan saat itu, entah apa maksud dari rentetan kejadian tersebut seolah-olah alam tak mengisinkan perjalanan itu untuk dilanjutkan.

Setelah melewati berbagai rintangan serta sulitnya medan yang harus dilalui ditambah kontur jalan yang melewati jalan pegunungan dan jurang yang terjal akhirnya mereka sampai dilokasi Transit (rumah warga) sekitar jam 6 sore lewat. Tempat tersebut biasanya memang dijadikan tempat istirahat sebelum mendaki gunung Bawakaraeng.

Mereka memutuskan bermalam 1 malam di rumah warga namun tidak diduga suhu di tempat tersebut sangat dingin. Makanan yang baru masak dan disajikan pemilik rumah seolah tidak panas karena begitu dinginya suhu di tempat tersebut tak bisa dibayangkan bagaimana dinginnya jika sudah berada dipuncak gunung bawakaraeng.

Waktu yang dinanti telah tiba...pagi telah menyapa dan mereka mulai memastikan kondisi pelengkapan dan kesiapan fisik sebelum berangkat namun lagi-lagi hujan turun disertai angin kencang. Pemilik rumahpun menyarankan agar pendakian ditunda karena mengingat cuaca yang kurang bersahabat.

Tapi karena tekad sudah bulat mereka memilih untuk memulai perjalanan mendaki gunung bawakaraeng,...kira-kira jam 8 pagi mereka memulai pendakian. Akmal yang sudah pernah mendaki satu kali gunung bawakaraeng sebelumnya  ditunjuk sebagai leader memimpin tim pendakian, setelah beberapa langkah pendakian akmal yang selaku leader tiba-tiba lupa dengan jalur pendakian..entah ini suatu kebetulan atau sebuah pertanda  akan terjadi sesuatu...

Akhirnya mereka kembali ke lokasi awal dan memperbaiki niat dan akhirnya memutuskan melewati jalur yang biasa dilewati oleh pendaki yang lain. Langkah terus berpacu menyusuri aspal kasar dan ketika sudah mendekati jalur pendakian seorang warga menegur “ hai mau kemana?

Mereka menjawab kami ingin mendaki!!

Lebih baik anda tidak melanjutkan rencana pendakian “sahut warga tersebut” karena biasanya suhu dipuncak gunung jika dalam kedaan badai bisa mendekati titik beku kata warga tersebut,,,tapi entah karena mereka bodoh atau memang mereka memiliki tekad yang tak bisa dihentikan akhirnya mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Hujan tiba-tiba semakin deras mereka singgah berteduh dan setelah reda mereka melanjutkan perjalanan dengan semangat menggebu-gebu, akhirnya setelah telah jauh meninggalkan perkampungan dan telah berbada di kaki gunung bawakaraeng mereka baru tersadar lupa mengambil jeregen air ketika mereka singgah bertedu...kejadian-kejadian aneh pun terus terjadi mengisyaratkan ada hal yang besar yang akan mereka saksikan jikalau tetap melanjutkan perjalanan.


Akhirnya mereka sampai di pos 1 di pinggir sungai...mereka istirahat sejenak melepas lelah kemudian melanjutkan lagi perjalanan pos demi pos mereka lalui dan sampailah mereka di pos 7. Hal yang mereka sadari semua adalah mereka telah sama-sama kelelahan dari pos 7 menuju pos delapan jalur yang dilewati begitu terjal ditambah hujan yang terus membasahi dan yang paling menegangakan adalah mereka harus melewati jalan yang di apit oleh jurang kesalahan dan ketidakonsentrasian akan berakibat fatal bagi mereka ber 6 Serta disepanjang jalan lintah hutan tak henti-hentinya menggerogoti kaki mereka.

Setelah mereka sampai di pos 8 dibukalah bekal, roti dan susu sachet menjadi pilihan mereka namun karena begitu dinginya cuaca bahkan untuk memencet susu keluar dari pembukusnya mereka harus lalui dengan susah payah...gelombang awan putih yang terbawa angin begitu menusuk kulit seperti jarum yang ditusukkan kebadan.

Ely mulai Hipotermia dan menggigil kedinginan jantungnya pun sudah mulai tak teratur nafasnya mulai sesak dan bibirnya mulai membiru. “iyya Ely mengalami hipotermia entah apa yang harus mereka lakukan mau kembali namun sudah terlanjur jauh perjalanan dan mau lanjut namun Ely menggigil terkena hipotermia. 

Akhirnya diputuskanlah bahwa perjalanan harus tetap dilanjutkan dengan langkah tergopo-gopoh Ely terus mmelanjutkan perjalanan karena begitu terjalnya jalanan Ely bahkan mengatakan Tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan.

Mendekati pos 9 badai semakin berkecamuk seperti sebuah murka. Dalam hati rasa takut mulai muncul..harap-harap cemas telah menghantui ke 6 sosok pemuda tersebut. Jalan yang semakin terjal disetai badai yang setiap saat bisa menggoyahkan langkah dan membuat mereka terjatuh kejurang... Ya allah dalam hati tolonglah hambamu ini.

Pos 9 telah terlihat dari kejauhan dan mereka berharap ada pendakian lain yang bisa mereka temui namun diluar dugaan tak ada satupun tenda yang berdiri dan tak satupun pendaki yang terlihat.

Sampai di pos 9 sekitar jam 6 sore pemandangan yang begitu indah yang biasanya terlihat dari pos 9 tidak nampak karena tertutup kabut tebal..dalam keadaan hujan deras dan badai mereka memutuskan untuk mendirikan tenda sebelum malam karena kondisi tidak memungkinkan lagi melanjutkan perjalanan ke pos 10 atau pos terakhir.

Dalam kondisi mengigil dan kedinginan mereka mendirikan tenda. jari jemari seolah tak mau lagi bergerak badan mereka mulai kaku akibat kedinginan. Malam telah tiba namun badai tak kunjung berhenti peralatan untuk tidurpun kebasahan entah harus berbuat apalagi. Malampun menyelimuti gunung bawakaraeng  hanya ada mereka ber 6 di gunung bawakaraeng tidak ada pendaki yang lain dan yang tak bisa masuk dalam nalar logika mereka ber 6 adalah pendaki pemula namun berani mendaki gunung bawakaraeng dalam kondisi badai bahkan para pendaki yang sudah berpengalaman tidak ada satupun yang berani mendaki.

Badai berkecamuk seperti tornado, Angin setiap saat bisa menerbangkan tenda mereka, Hujan semakin deras dan pohon tua setiap saat bisa tumbang dan menimpa mereka.

Hanya untaian doa-doa yang terus terucap dari Qalbu 6 pemuda_ Apakah mereka telah melawan takdirnya sehingga diperlihatkan kejadian tersebut sudah begitu banyak rentetan kejadian yang seolah tak merestui perjalanan mereka dan begitu banyak orang tak mengizinkan mereka berangkat. Namun mereka tetap berkeras hati melanjutkan pendakiannya. 1 detik seperti satu menit, satu menit seperti satu jam malam begitu panjang bagi mereka hanya pertolongan allah yang bisa mengeluarkan mereka dari kesulitan tersebut.

Tidak ada yang bisa tidur nyenyak takut kalau-kalau pohon tumbang dan menerpa mereka ditambah suara-suara mistis serta seolah-olah ada sosok lain yang berjalan diluar tenda maka bertambahlah rasa takut dalam dada mereka. seperti berada di dunia lain dunia yang dipenuhi makhluk halus. Mereka akhirnya shalat berjamaah didalam tenda sembari meminta perlindungan kepada allah.

Akhirnya pagi tiba dan allah masih mengijinkan ke 6 pemuda tersebut untuk tetap dalam sadarnya.  4 dari mereka bersikeras untuk melanjutkan perjalanan entah apa yang motivasi mereka sehingga punya tekad sejadi-jadinya. Akmal dan rijal memutuskan untuk tetap tinggal sementara ali, adil, ely dan yusrifandi melanjutkan perjalanan menerobos badai dan derasnya hujan menuju puncak bawakaraeng.

Namun badai lebih dahsyat menerjang mereka dalam perjalanan menuju puncak gunung bawakaraeng tapi karena darah orang bugis telah mengalir dalam darah mereka maka tak ada yang terasa lebih menakutkan kecuali kata “Menyerah”.

Akhirnya pos 10 2867 MDPL,Namun apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyatan mereka berharap bisa melihat samudra di atas awan namun kabut telah menyelimuti puncak gunung bawakaraeng serta angin yang bertiup sangat kencang bisa-bisa mereka terdorong dan jatuh kejurang. TAPI Inilah pencapaian mereka, mereka telah berhasil dan sampai dipuncak gunung BAWAKARAENG!

disaat hari biasanya pos 10  ramai dengan tenda namun kali ini tak satupun tenda yang berdiri hanya mereka “yah” hanya mereka. Disaat orang lain merasa itu tidak mungkin mereka tetap memelihara semangatnya tetap menjaga nyala tekad yang ada dalam hatinya sehingga mereka bisa MELAWAN TAKDIR, Yah Melawan takdir! Mereka telah melawan takdir yang telah dibuatkan orang lain untuk mereka, mereka membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin ketika teman yang mereka temani mendaki tak sanggup lagi dan memutuskan untuk berhenti mereka memilih untuk terus berjalan berjalan menuju mimpi yang telah mereka tetapkan dalam hati mereka.  Dan percayalah tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki.

Mereka kira itulah klimaks dalam perjalanan pendakian mereka padahal itu hanya awal ketakutan yang lebih besar telah menunngu mereka...BERSAMBUNG

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon