Friday, 19 May 2017

11 Dampak Negatif Kecanduan Bermain Game Bagi Anak

Tags
11 Dampak Negatif Kecanduan Bermain Game Bagi Anak _ Game adalah salah satu produk hasil dari kemajuan teknologi, bermain game adalah hal yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang,tidak hanya orang dewasa yang menyukai bermain game akan tetapi anak-anak juga memperlihatkan ekspresi senang dan bahagia saat bermain game.

source: Home - FC2

Bermain game terkadang dilakukan oleh sebagian orang untuk mengisi waktu yang luang/senggang, selain itu bermain game juga bisa menghilangkan kejenuhan, meredam perasaan stress dalam diri seseorang. Bagi anak-anak sendiri, bermain gam merupakan sarana untuk bisa membuat daya imajinasi semakin bertambah, langkah awal dalam mengenal teknologi dan lain-lain.

Namun seperti telah menjadi sebuah hal yang mutlak, bahwa dibalik berbagai manfaat suatu teknologi bagi seseorang termasuk anak-anak, hal yang tak bisa dipungkiri bahwa teknologi tersebut akan selalu menghadirkan dampak negatif jika anak-anak tidak bijak dalam menggunakannya.

Anak-anak yang masih belum memiliki filter yang kuat dalam menyaring informasi yang baik dan buruk, akan mudah terpengaruh akibat terlalu sering memainkan permainan/game baik melalui gagdet (smartphone), PC (komputer) maupun media bermain game lainnya (playstation).

Dampak dari bermain game yang berlebihan pada anak-anak bisa berefek pada kesehatan, psikologis dan kecerdasan anak. Lalu dampak seperti apa yang bisa timbul akibat kecanduan bermain game bagi anak-anak? berikut ulasannya:

11 Dampak Negatif Kecanduan Bermain Game Bagi Anak

1. Prestasi belajar anak bisa menurun
Bermain game jangka waktu yang normal memang tidak terlalu memberi dampak negatif pada anak. Namun bermian game dilakukan dalam rentang waktu yang lama dan dilakukan rutin setiap hari, jelas akan berdampak bagi kemampuan akademik anak.

Hal nyata yang bisa anda amati langsung pada diri anak yang sudah mengalami masalah kecanduan game yakni prestasi belajar yang kemungkinan mengalami penurunan di sekolah. Sehingga jika tidak dilakukan penanganan yang tepat hal tersebut akan membuat prestasi anak semakin menurun, dan hal terburuk yang bisa terjadi adalah anak bisa tinggal kelas (tidak naik kelas) akibat prestasi yang tidak masuk dalam satandar untuk bisa naik kelas.

2. Anak menjadi malas belajar
Selanjutnya dampak negatif anak yang mengalami kecanduan game adalah anak tersebut akan mulai malas belajar, karena yang biasanya akan muncul dibenaknya adalah keinginan untuk bermain game lagi dan lagi.

Alhasil jangankan mau belajar untuk sekedar membuka buku pelajaran atau mengulang pelajaran yang telah dipelajari di sekolah anak sudah kurang bersemangat. Pikiran untuk bermain game membuat motivasi anak untuk belajar semakin menurun.

3. Bahaya pxrnxgrafi
Selanjutnya bahaya lain yang mengintai anak-anak yang suka bermain game (kecanduan game) adalah bahaya pxrnxgrafi. Saat ini ada begitu banyak jenis game yang beredar baik dalam bentuk online maupun offline dan tak sedikit permainan game dibumbuhi dengan tampilan yang kurang pantas untuk dilihat oleh usia anak-anak.

Bahkan beberapa game memang memiliki tipe permainan yang menyajikan jenis permainan yang berbau pxrnx. Terlalu intens melihat adegan yang belum pantas dapat memicu munculnya perilaku kekerasan seksual pada diri anak.

4. Bahaya radiasi dari perangkat elektronik
Hal lainnya yang juga cukup berbahaya bagi anak-anak yang rutin bermain game dalam jangka waktu lama adalah bahaya radiasi yang dipancarkan oleh perangkat elektronik yang digunakan untuk bermain game.

Efek yang bisa ditimbulkan dari radiasi dari perlatan elektronik yang digunakan anak untuk bermain game adalah, menurunnnya konsentrasi anak, masalah pada jaringan otak anak dan masih banyak efek buruk lainnya yang bisa ditimbulkan dari radiasi perangkat elktronik yang berlebihan.

5. Berbahaya bagi mata (penglihatan) anak
Ketika bermain game anak akan menfokuskan pandangannya pada layar dalam jangka waktu yang lama, kondisi tersebut jelas bisa menganggu pandangan anak dan bukan tidak mungkin membuat anak mengalami masalah penglihatan; misalnya rabun jauh, rabut dekat, kerusakan pada saraf mata.

Maka dari itu sebaiknya orangtuu mengontrol atau memberi tenggak waktu bagi anaknya dalam bermain game misalnya saja hanya memberi izin pada anak, bermain game hanya 1-2 jam dalam sehari, dengan begitu bahaya gangguan penglihatan bisa dihindari.

6. Membuat anak menjadi kurang cakap dalam bermasyarakat
Waktu sehari-hari yang kebanyakan digunakan untuk bermain game, membuat anak menjadi jarang melakukan interasksi dan bersosialisasi dengan anggota masyrakat, dampaknya anak akan menjadi pribadi yang kurang cakap dalam melakukan sosialisasi.

Padahal bersosialisasi merupakan kebutuhan dasar seseorang untuk menunjukan eksistensinya dalam suatu lingkungan masyarakat, dampak lainnya bisa membuat anak menjadi kurang pekan dengan kondisi yang ada dimasyarkat (apatis).

7. Berpotensi membuat anak menjadi sosok yang individualis
Sikap individual atau mementingkan diri sendiri juga berpotensi muncul pada karakter anak yang kecanduan bermain game, waktu yang kebanyakan dihabiskan menyendiri sambil bermain game, membuat anak kurang belajar makna kebersamaan, kerja sama, tolong menolong, gotong-royong.

Alhasil asalkan anak tersebut bisa memenuhi hasratnya untuk bermain game, merasa senang dan bahagia maka hal tersebut sudah cukup baginya, bermula dari pola pikir demikian, akan memicu tumbuhnya bibit-bibit individualis dalam diri anak.

8. Kurang baik dalam bagi proses tumbuh kembang anak
Efek main game terlalu lama bagi anak baik melalui komputer, playstation dan android, membuat anak menghabiskan banyak waktu dengan tidak melakukan/terlibat aktivitas fisik. Padahal usia kanak-kanak adalah fase dimana anak anak mengalami proses tumbuh kembang baik dalam segi fisik, psikis dan keterampilan anak.

Hal ini bisa berpengaruh kepada kemapuan atau daya motorik anak-anak. Apalagi jika hendak memaksimalkan kemmapuan motorik, anak dituntut melakukan banyaka ativitas yang melibatkan fisik; misalnya berlari, berjalan, bermain dan berbagai kegiatan lainnya.

9. Daya konsentrasi anak menurun
Bahaya main game terlalu lama dan rutin dilakukan setiap hari adalah menurunnya kemampuan atau daya konsentarsi anak, sehingga dalam aktivitas lainnya anak akan sering gagal fokus, teledor mudah lupa dan daya ingat yang bisa menjadi lemah.

Misalnya saja dalam proses belajar di sekolah anak akan kesulitan dalam menangkap dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, alhasil nilai/prestasi belajar anak di sekolah menjadi menurun.

10. Bahaya adegan kekerasan
TIdak sdikti game yang bertemakan tentang perkelahian, peperangan dan berbagai adegan lainnya yang sarat dengan berbagai bentuk kekerasan fisik, sehingga anak yang notabene tidak memiliki filter yang baik dalam menyaring hal negatif dari permainan gamae yang sering dia mainkan bis aterpengaruh dengan adegan-adegan tidak baik dalam game tersebut.

Alhasil dalam dunia nyata anak dengan mudah menunjukan perilkau keras dan memperagakan adegan kekerasan; mislanya berkelahi, saling ejek dengan teman lain.

11. Pekerjaan lain menjadi terbenkalai.
Orangtua yang memiliki anak yang terindikasi mengalami masalah kecanduan bermain game, sebaiknya segera mencari informasi cara mengatasi anak yang mengalami kecanduan game, karena anak yang kecanduan game dapat membuat pola hidupnya menjadi tidak teratur dan terbengkalai.

Tugas sekolah, waktu makan, bermain, belajar dan beribadah semuanya bisa terabaikan (tidak teratur) demi memenuhi hasrat dan keinginan seorang anak untuk bermain game. Jika hal demikian sudah terjadi maka akan berdampak sistemik/buruk bagi masa depan anak.

Demikianlah 11 Dampak Negatif Kecanduan Bermain Game Bagi Anak yang mesti para orangtua sadari dan dicarikan solusi atau cara untuk bisa meminimalisir perilaku kecanduna bermain game pada anak. Semoga bermanfaat

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon