Saturday, 17 December 2016

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

A. Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Make a Match 
Model pembelajaran perlu dipahami guru agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Dalam penerapannya, model pembelajaran harus dilakukan sesuai dengan kebuuhan siswa karena msing-masing model pembelajaran memiliki tujuan, prinsip, dan tekanan yang berbeda-beda.

Diantara model-model pembelajaran, model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang unik, karena model pembelajaran kooperatif suatu struktur tugas dan penghargaan yang berbeda dalam mengupayakan pembelajaran siswa. Struktur tugas itu menghendaki siswa untuk bekerja bersama dalam kelompok-kelompok kecil. Model pembelajaran kooperatif tumbuh dari suatu tradisi pendidikan yang menekankan berfikir dan latihan bertindak demokratis, pembelajaran aktif, perilaku kooperatif, dan menghormati perbedaan dalam masyarakat multibudaya.

Panitz (Thobroni, 2015) mengemukakan ada dua pembelajaran berbasis sosial, yaitu pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning), yang selanjutnya disingkat CL dan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas, meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.

Menurut Poppy, K.D. (2007) ada beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam pembelajaran kooperatif agar lebih menjamin para siswa bekerja secara kooperatif, hal-hal tersebut meliputi: 
1. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. 
2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya, seperti milik mereka sendiri. 
3. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota  di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 
4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. 
5. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. 
6. Siswa dalam berbagai kepemimpinan dan mereka butuh keterampilan untuk belajar bekerjasama selama proses belajar berlangsung. 
7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok.

Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah tipe Make a Match yang dikembangkan oleh Lorna Curran pada tahun 1994. Salah satu keunggulan model ini  menurut Rusman, (2014) adalah “Siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan”. Teknik ini biasa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan.

 

B. Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
Model pembelajaran kooperatif  tipe Make a Match bertujuan untuk memperluas wawasan serta kecermatan siswa dalam menyelami suatu konsep. Sebelum permainan dimulai, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, motivasi belajar, pokok bahasan, mengorganisasikan siswa, menyampaikan langkah-langkah permainan, membimbing siswa, dan mengevaluasi hasil serta memberikan penghargaan. Rusman (2014) menuliskan penggunaan model pembelajaran Kooperatif  Tipe Make a Match mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review (satu sisi kartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban).
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang
3. Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban)
4. Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
6. Proses terakhir model pembelajaran ini adalah dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.


Fase-fase dalam model pembelajaran tipe make a match

Adapun fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match adalah sebagai berikut:
Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
Fase
Model Kooperatif Make a Match
Fase 1   
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Fase 2
Menyajikan informasi
Fase 3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar
Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
a. Menyiapkan kartu soal dan  kartu jawaban
b. Setiap siswa mendapat satu kartu
c. Berpikir individu
d. Mencari kartu yang cocok dengan kartunya
e. Membuat klarifikasi dan kesimpulan
Fase 5
Evaluasi
Fase 6   
Memberikan penghargaan
Sumber: Lie (2008)

C. Kelebihan dan kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Make a Match
Model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah dapat melatih ketelitian, kecermatan, dan ketepatan serta kecepatan dalam menyelesaikan soal. Sedangkan, kelemahannya adalah waktu yang cepat, kurang konsentrasi, dan dapat menimbulkan kegaduhan bagi kelas yang lain.
#Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Make a Match

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon