Sunday, 18 November 2018

Download Modul Pengembangan Profesi Calon Pengawas Sekolah dan Pengawas Sekolah 2018

Tags

Download Modul Pengembangan Profesi Calon Pengawas Sekolah dan Pengawas Sekolah_ Pengembangan profesi pengawas sekolah terdiri atas Karya Tulis/Karya Ilmiah (hasil penelitian di bidang pendidikan formal/pengawasan, gagasan/tinjauan ilmiah/best practice, dan
penerjemahan/saduran bidang pendidikan formal/pengawasan) dan Karya Inovatif (karya sains/teknologi tepat guna, karya seni, dan penyusunan pedoman standar/pedoman). Secara khusus modul pendidikan dan pelatihan fungsional peserta diklat ini berisi tentang penjelasan tentang berbagai hal terkait Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Penjelasan isi modul dimaksud antara lain:
  1. unsur-unsur pengembangan profesi terkait penulisan KaryaTulis/Karya Ilmiah dan pembuatan Karya Inovatif; 
  2. konsep dan implementasi pendekatan penelitian, jenis penelitian, metode penelitian dalam pendidikan formal dan pengawasan; 
  3. penyusunan proposal penelitian tindakan sekolah; 
  4. prinsip danprosedur penerjemahan/penyaduran buku; 
  5. prinsip dan prosedur pembuatan karya inovatif; 
  6. penyusunan proposal penelitian tindakan sekolah. 

Selanjutnya secara khusus terkait Karya Tulis/Karya Ilmiah, modul ini memberikan penekanan pada
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) maupun penulisan best practice. Karena pengawas utama mempunyai tugas membina guru dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maka pada
modul ini juga disajikan tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Apabila pengawas sekolah menghendaki melakukan penelitian deskriptif ataupun penelitian eksperimen, diharapkan tetap ada
tindakan yang dapat memecahkan masalah di sekolah binaannya.

Modul ini juga mengintegrasikankan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas, yang merupakan
kristalisasi dari 18 nilai karakter yang terintegrasi dalam kurikulum.

Adapun nilai-nilai karakter dimaksud mencakup nilai karakter religiusitas yang mencerminkan keimanan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut; menghargai perbedaan agama; menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain; hidup rukun dan damai denganpemeluk agama lain. Nilai karakter religius mencakup 3 (tiga) dimensi relasi, yaitu: relasi individu dengan Tuhan, relasi individu
dengan sesama, dan relasi individu dengan alam semesta (lingkungan).

Nilai karakter religiusitas ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai karakter religiusitas antara lain: cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama lintas agama, anti perundungan (antibullying) dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan tersisih.

Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa; menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai karakter nasionalisme, antara lain: menghargai/apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah
air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku dan agama.

Nilai karakter kemandirianmerupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan
mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai karakter kemandirian, antara lain: etos kerja (kerja keras), tangguh, tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, berani, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama; memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bersahabat dengan orang lain; dan memberi bantuan pada mereka yang miskin, tersingkir, dan membutuhkan pertolongan. Subnilai karakter gotong royong antara lain: menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, sikap kerelawanan.

Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kesetiaan dan moral (integritas moral).

Nilai karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam
kehidupan sosial melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai karakter integritas antara lain: kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Dengan berbekal pemahaman isi modul Pengembang Profesi Pengawas Sekolah yang terintegrasi dengan lima nilai utama PPK diharapkan dapat memberi pemahaman dan melengkapi kompetensi
pengembangan profesi pengawas sekolah sehingga lebih mampu melakukan pengembangan dalam hal menghasilkan Karya Tulis/Karya Ilmiah maupun Karya Inovatif serta memiliki kemampuan dalam membimbing kepala sekolah dan guru dalam melakukan penelitian tindakan.

Untuk lebih lengkapnya tentang Modul Pengembangan Profesi Calon Pengawas Sekolah dan Pengawas Sekolah 2018, silahkan baca melalui file di bawah ini:



Untuk mendownload modul Pengembangan Profesi Calon Pengawas Sekolah dan Pengawas Sekolah 2018, silahkan klik link berikut ini: DOWNLOAD

Demikianlah artikel tentang Modul Pengembangan Profesi Calon Pengawas Sekolah dan Pengawas Sekolah 2018, semoga bermanfaat untuk anda

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon