Thursday, 29 November 2018

12 Asas-asas Dalam Bimbingan Konseling

12 Asas-asas Dalam Bimbingan Konseling_Keberhasilan konseling sangat di tentukan oleh diwujudkannya asas-asas dalam melakukan bimbingan dan konseling, lantas apa saja asas-asas yang mesti diperhatikan dalam melakukan bimbingan dan konseling? berikut Asas-asas Bimbingan Konseling


12 Asas-asas Dalam Bimbingan Konseling

1. Rahasia
yaitu menuntut di harasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keteranggan yang tidak boleh dan tidak layak di ketahui orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban umum memelihara dan menjaga semua data dan tekerangan itu sehingga kerahasiaannya benar -benar terjamin.

2.sukarela
yaitu menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ mejalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangakan kesukarelaan tersebut.

3.terbuka
yaitu menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan meteri dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.

Dalam hal ini asu pembimbing konseling berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien). keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasian dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. Agar peserta didik dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersifat terbuka dan tidak berpura pura.

4.kegiatan
yaitu menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peseta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan pembimbing dan konseling yang di peruntukan baginya.

5.Mandiri
yaitu menunjuk pada tujuan umum bimbingan konseling, yaitu: peserta didik (klien) sebagai sasaran bimbingan konseling diharapkan menjadi individu individu yang mandiri dengan ciri ciri mengenal dan menerima diri sendiri dengan lingkungannya mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan
bimbingan dan konseling yang di selenggarakanya bagi berkembangnya kemandirian
peserta didik.

6.kini
yaitu menghendaki agar objek sasaran bimbingan dan konseling iyalah permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisnya sekarang layanan yang berkenaan dengan "masa depan atau kondisi masa lampau pun" dilihan dampak dan /atau kaitanya dengan kondisi yang ada dan apa yang di perbuat sekarang.

7. Dinamis
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (klien) yang masa kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.

8.Terpadu, 
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. Baik yang dilakukan guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan tepadu.untuk ini kerjasama guru pembimbing dan pihak pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu di kembangkan.

9. Harmonis 
yaitu menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling di dasarkan pada nilai dan moral yang ada, tidak boleh ada pertentangan dengan nilai dan moral yang ada, yaitu nilai dan moral agama, hukum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku.

Bukanlah pelaksanaan layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat di pertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaanya tidak berdasarkan nilai dan moral yang di maksud itu. lebih jauh, layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) memahami, menghayati dan mengamalkan nilai dan moral tersebut.

10. Ahli
yaitu menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling di selenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru bimbingan harus berwujud baik dalam peyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling
maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.

11. Ahli tangan kasus
yaitu menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tuntas dan tepat atas suatu permasalahan peserta didik (klien) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima ahli tangan kasusu dari orang tua,guru-guru lain, atau ahli lain; dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.

12.tut wuri handayani
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberi rasa aman), mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan serta kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. Demikian juga segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan hendaknya di sertain dan sekaligus dapat
membangun suasanan pengayoman, keteledanan, dan mendorong seperti itu.

Selain asas-asas tersebut berkaitan satu sama lain, segenap asas itu perlu di selenggarakan secara terpadu dan tepat waktu, yang satu tidak perlu di dahulukan atau di kemudiankan dari yang lain.

Begitu pentingnya asas-asas tersebut, sehingga dapat di katakan bahwa asas-asas merupakan jiwa dan nafas dari seluruh proses kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.

Apabila asas-asas itu tidak di jalankan dengan baik peyelenggaraan bimbingan dan konseling akan tersendat sendat atau berhenti sama sekali.


Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon