Saturday, 5 November 2016

Perbedaan Kurikulum 2013 (K-13) dengan Konsep Living Kurikulum

Perbedaan Kurukulum 2013 (K13) dengan Konsep Living Kurikulum_ Wacana perubahan kurikulum 2013 menjadi living kurikulum sebenarnya bisa dikatakan sebagai bukan pergantian kurikulum, melainkan penyempurnaan dari kurikullum 2013 (k-13). kurikulum 2013 yang memunculkan permasalahan baru dalam penerapannya mulai dari proses penilain dalam kurikulum 2013 yang menyulitkan guru serta beberapa aspek di kurikulum 2013 yang masih butuh pembenahan. maka dari itu living kurikulum hadir sebagai solusi dari permasalahan penerapan kurikulum 2013. jadi apa perbedaan kurikulum 2013 (k-13) dengan living kurikulum? berikut ulasan Perbedaan Kurikulum 2013  (K13) dengan Konsep Living Kurikulum.
 Perbedaan Kurikulum 2013  (K-13) dengan Konsep Living Kurikulum
Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Materi pelajaran tersebut (terutamaa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Konsep kurikulum 2013
Proses pembelajaran intra-kurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah dan masyarakat.

Proses pembelajaran di SD/MI berdasarkan tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru. 

Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmental dilaksanakan berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya, dan saling memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.  

Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan belajar yanng terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak langsung bukan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) karena sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tidak langsung harus tercantum dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru.


Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulisan), menganalisis (menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun cerita/konsep), mengkomunikasikan (lisan, tulisan, gambar, grafik, tabel, chart dan lain-lain). 

Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kelemahan yang ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan dan tugas setiap peserta didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok atau kelas sesuai dangan hasil analisis jawaban peserta didik.

Penilaian hasi belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastiksn penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan.




Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Terkait dengan pengembangan kurikulum 2013, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu: 1. Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan daftar mata pelajaran. 2. Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program pendidikan. 3. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. 4. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kemampuan Dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik (mastery learning) sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Terkait dengan pengembangan kurikulum 2013, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu: 1. Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan daftar mata pelajaran. 2. Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program pendidikan. 3. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. 4. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kemampuan Dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik (mastery learning) sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Pengertian Konsep Living Curriculum  
adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang dinamis dengan melibatkan peserta didik, guru, staf dan masyarakat untuk memperoleh ide-ide dan pemikiran baru dalam proses belajar mengajar. Living Curriculum lebih dari isi kurikulum atau silabus namun lebih mengarah kepada proses pembelajaran holistik yang secara utuh atau menyeluruh dengan melibatkan sesama manusia, lingkungan maupun dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Pengertian living curriculum atau kurikulum hidup adalah tentang keaktifan, proses dinamis pembelajaran yang dimiliki bersama oleh peserta didik dan guru, yang memberi gagasan hidup kepada hubungan timbal balik antara belajar dan mengajar.

Konsep Living Curriculum

Konsep Living Curriculum banyak diterapkan pada lembaga pendidikan dengan lingkungan terbuka dan mendukung pembelajaran untuk semua peserta didik, staf dan masyarakat.
Living Curriculum atau kurikulum hidup memiliki beberapa karakteristik yang ada dalam setiap program, seperti: 

Melibatkan perbahasan kompleks antara guru, peserta didik, masyarakat dan mitra terkait lainnya dalam pembahasan yang menantang munculnya ide-ide baru maupun memprovokasi pemikiran baru. 

Memunculkan rasa ingin tahu atau penyelidikan oleh pelajar untuk membentuk dasar dari pengalaman belajar. 

Terintegrasi pembelajaran dengan pekerjaan. Pengetahuan dan praktek dari tempat kerja merupakan bagian implisit dari pengalaman belajar yang dapat terjadi dalam konteks apapun. 

Proses pembelajaran bersifat campuran antara tatap muka dan pembelajaran lainnya yang menawarkan kontribusi berharga untuk proses belajar. 

Mengadakan penelitian informasi dan mendorong keterlibatan penelitian dimana ada hubungan timbal balik antara penelitian dan pembelajaran. 

Memiliki basis disiplin, interdisipliner dan juga transdisiplinaritas yang diperlukan sebagai kemampuan untuk bekerja di dalam dan melintasi batas-batas disiplin ilmu. 

Mengembangkan kemahiran untuk selalu belajar seumur hidup termasuk yang mencakup isu-isu keberlanjutan lingkungan, sosial, ekonomi dan lainnya yang relevan.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon