Monday, 4 December 2017

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa_ Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif dan terlibat dalam pembelajaran, pembelajaran yang baik harus mampu memberi stimulus yang tepat guna membuat siswa benar-benar ingin melibatkan diri dalam pembelajaran dengan begitu potensi ketercapaian indikator-indikator yang direncanakan dalam setiap pembelajaran bisa tercapai.

Keberagaman karakter siswa dalam suatu kelas membuat guru harus mampu membaca dan memahami karakter siswa tersebut agar perencanaan pembelajaran bisa disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi seluruh karakter yang dimiliki siswa agar bisa berhasil dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:
10 Cara Membangun Motivasi Belajar Peserta Didik
18 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Salah satu metode yang bisa dilakukan oleh seorang guna membangkitkan semangat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memberikan motivasi atau penguatan dalam proses pembelajaran.

Motivasi sendiri dalam pemahamannya dibagi dalam dua ranah yakni motivasi intrinsik atau biasa juga dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dalam diri siswa, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah suatu bentuk penguatan atau motivasi yang bersumber dari luar diri siswa.

Pada dasarnya motivasi yang mampu diberikan oleh guru adalah motivasi yang bersifat ekstrinsik namun bukan tidak mungkin motivasi yang bersifat ekstrinsik tersebut diakumulasi oleh siswa menjadi suatu bentuk motivasi yang bersifat intrinsik.

Berbicara mengenai manfaat motivasi dan penguatan ada beberapa manfaat pemberian motivasi bagi siswa baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun di kegiatan luar pembelajaran. apa saja manfaat motivasi/penguatan bagi siswa berikut ulasannya:

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

1. Membuat siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran
Motivasi sangat berkaitan dengan stimulus yang membuat siswa menjadi terpacu, terdorong untuk melakukan sesuatu, bentuk motivasi yang bisa diberikan agar siswa semangat dalam mengikuti pembelajarn misalnya,  menjanjikan siswa hadiah jika berhasil menjawab semua soal dengan benar.

Selain itu motivasi yang terkadang sebagian menganggap hal tersebut sebagai hal sepele juga bisa membuat semangat belajar siswa menjadi bertambah; misalnya saja dengan memberi pujian seperti kamu pintar, kamu berbakat, kamu hebat dan lain sebagainya.

Intinya hal-hal sederhana yang jika disampaikan dengan benar pada saat yang tepat bisa menjadi titik awal munculnya tumbuhnya semangat belajar siswa.

2.Meminimalisir perasaan jenuh
Belajar pada akhirnya bisa mengantarkan siswa pada titik jenuh/bosan dalam mengikuti pelajaran, misalnya saja perasaan jenuh tersebut mudah muncul dalam diri siswa jika jam-jam pelajaran sudah agak siang/akhir-akhir pembelajaran.

Hal tersebut tak lepas dari berkurangnya stamina dan energi siswa sehingga membuat siswa menjadi kurang fokus dalam pembelajaran alhasil karena gagal dalam memahami suatu pelajaran siswa seterusnya akan merasa jenuh dan bosan dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan.

Apalagi jika diakhir pembelajaran yang diajarkan pada siswa adalah mata pelajaran yang
membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi seperti mata pelajaran matematika, sudah pasti jika tidak disertai dengan kemampuan memberi penguatan/motivasi pada siswa, akan membuat siswa mudah jenuh dalam pembelajaran.

Cara memotivasi siswa dalam belajar agar bisa menghilangkan kejenuhan yakni dengan melaksanakan pembelajaran yang menantang, misalnya kompetisi (lomba) antara siswa/antara kelompok, menerapkan model pembelajaran yang bersifat games edukatif.

3. Membantu siswa dalam menemukan mimpinya
Motivasi yang disampaikan dengan baik akan membuat siswa terpicu untuk mengeksplorasi bakat dan potensi yang ada dalam dirinya, dengan arahan atau penerapan keterampilan bertanya yang dilakukan guru akan membuat siswa menemukan gambaran tentang mimpi yang ingin mereka wujudkan yang sudah pasti hampir sesuai dengan bakat siswa tersebut

Misalnya saja bentuk motivasi pada siswa yang bisa membantu siswa tersebut dalam menemukan mimpinya yakni dengan bertanya pada siswa “kalian cita-citanya mau jadi apa?” siapa tokoh favorit kalian?, bagaimana cara agar mimpi kalian bisa terwujud dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa memicu seorang siswa dalam menemukan cita-citanya.

4. Menumbuhkan sikap optimisme dalam diri siswa
Motivasi mampu memberi stimulasi positif bagi cara berpikir siswa, motivasi/penguatan yang tepat akan membuat siswa menjadi lebih visioner dan optimis dalam mewujudkan mimpinya. Misalnya saja motivasi sederhana seperti kata “kamu pasti bisa, kamu pasti menang, kamu pasti bisa juara.

Akumulasi dari perkataan-perkataan positif yang terus menerus didengar oleh siswa akan membuat mindset berpikirnya menjadi lebih positif dan yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, sehingga perasaan pesimis dan rendah diri yang selama ini dia rasakan bisa berubah menjadi optimisme yang kuat.

5. Siswa akan menjadi eksploratif
Akumulasi dari penguatan/motivasi yang biasa diberikan oleh guru membuat siswa menjadi semangat dan termotivasi untuk bisa menjadi pribadi yang sukses, imbasnya yakni siswa akan menjadi lebih ekploratif atau dengan kata lain siswa akan berusaha untuk menggali dan memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya.

Sikap eksploratif yang ditunjukan siswa akan membuat siswa menjadi lebih kompeten dan berusaha mencari tantangan guna menguji/mengukur bakat dan minat yang dimilikinya. Siswa kemungkinan akan memiliki kemampuan berpikir kritis namun tetap realistis.

6. Mengajarkan siswa untuk tidak mudah menyerah
“Jangan takut gagal, harus berani dan melihat suatu masalah sebagai tantangan bukan rintangan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya” adalah beberapa kata motivasi yang bisa mebangkitkan semangat juang siswa sehingga dia tidak akan mudah menyerah dengan berbagai permasalahan yang dia hadapi.

Karena seperti yang kita ketahui bahwasanya musuh terbesar dalam diri adalah rasa takut/mudah  menyerah, dengan motivasi yang baik siswa tidak akan mudah putus asa jika dihadapkan dengan berbagai hal, misalnya saja pelajaran yang menurutnya susah, kompetisi dll

Demikianlah 6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa, tulisan di atas merupakan hasil buah pemikiran penulis dan tidak bermaksud untuk medistorsi pendapat dari ahli, semogaartikelnya bermanfaat untuk anda.

Tuesday, 28 November 2017

Download Buku Panduan Penulisan Soal SMP Tahun 2017 Terbitan Balitbang Kemendikbud

Download Buku Panduan Penulisan Soal SMP Tahun 2017 Terbitan Balitbang Kemendikbud_ Menyusun soal yang valid dan realiabel adalah suatu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru, namun beberapa guru juga terkadang masih bingung bagaimana sih cara menyusun soal yang baik dan benar, dalam artikel ini penulis akan sedikit berbagi tentang buku elektronik pedoman/panduan penulisan soal untuk jenjang pendidikan SMP terbitan tahun 2017


Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik merupakan salah satu kegiatan rutin dalam dunia pendidikan. Penilaian hasil belajar dilakukan antara lain untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan peserta didik, memonitor perkembangan belajar peserta didik, menilai ketercapaian kurikulum, memberi nilai peserta didik dan menentukan efektivitas pembelajaran. Untuk tujuan-tujuan tersebut dapat digunakan berbagai bentuk dan instrumen penilaian. Namun tes tertulis sampai saat ini masih merupakan instrumen yang dominan digunakan dalam menilai hasil belajar peserta didik.

A. Tahapan pengembangan bank soal
Tahapan pengembangan bank soal meliputi:


1. Penyusunan kisi-kisi Kisi-kisi digunakan sebagai pedoman bagi penulis soal agar diperoleh soal yang sesuai dengan tujuan.

2. Penulisan soal Soal ditulis oleh beberapa penulis soal berdasarkan kisi-kisi. Soal-soal yang dihasilkan merupakan soal-soal mentah.

3. Review dan Revisi (Telaah dan Perbaikan) Review adalah menelaah soal mentah secara kualitatif berdasarkan kaidah penulisan soal oleh penelaah soal. Hasil review soal diklasifikasikan menjadi soal baik, soal kurang baik, dan soal ditolak. Soal baik langsung diterima, soal kurang baik perlu diperbaiki sehingga diperoleh soal yang baik, dan soal yang ditolak dikembalikan ke penulis.

4. Perakitan soal Soal-soal baik selanjutnya dirakit menjadi beberapa paket soal untuk diujicobakan. Pada saat perakitan, dimasukkan beberapa soal yang berfungsi sebagai soal linking antarpaket. Soal-soal linking tersebut diambil dari bank soal yang telah memiliki karakteristik soal.

5. Ujicoba soal Paket-paket soal diujicobakan kepada peserta didik yang sedang menempuh jenjang pendidikan yang sesuai dengan jenjang pendidikan pada tes tersebut. Misalnya, soal-soal Bahasa Indonesia kelas VIII diujikan kepada peserta didik kelas VIII di akhir tahun pelajaran atau kepada peserta didik kelas IX di awal tahun pelajaran. Peserta didik dalam menjawab soal-soal tes tersebut harus serius seolah-olah ujian yang sebenarnya walaupun pada ujicoba ini yang akan dilihat adalah kualitas soalnya bukan kompetensi peserta didik. Ujicoba soal digunakan untuk mengumpulkan data empirik tentang soal berupa jawaban-jawaban peserta didik terhadap soal.

6. Analisis kuantitatif Data empirik dari hasil ujicoba dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program analisis, baik klasik maupun modern. Program analisis secara klasik menggunakan iteman. Hasil iteman meliputi daya beda, tingkat kesukaran, penyebaran option, dan cek kunci. Selanjutnya, soal-soal tersebut dianalisis menggunakan teori tes modern (Item Response Theory). Program yang dapat digunakan antara lain Bigsteps, Winsteps, Quest, Conquestuest, RUMM. Dengan menggunakan analisis teori tes modern dapat diperoleh informasi kesesuaian soal dengan model (fit terhadap model), disamping tingkat kesukaran soal.

7. Seleksi soal Berdasarkan hasil analisis soal, soal-soal dikelompokkan menjadi soal baik, soal perlu revisi, dan soal ditolak. Berdasarkan teori tes klasik soal-soal baik adalah soal yang memiliki daya beda tinggi, ditunjukkan dengan korelasi point biserial di atas 0,2 dan semua distraktor berfungsi. Berdasarkan teori tes modern, soal yang baik adalah soal yang sesuai (fit) dengan model, ditunjukan oleh statistik fit, seperti infit atau outfit. Soal-soal baik dimasukkan ke dalam bank soal. Soal dengan daya beda rendah dan terdapat distraktor yang tidak berfungsi perlu direvisi. Soal yang tidak mempunyai daya beda dan sebagian distraktor tidak berfungsi ditolak.

B. Penyusunan Kisi-kisi

1. Pengertian kisi-kisi 
Kisi-kisi adalah suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Bila beberapa penulis soal menggunakan satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang ditanyakan.

2. Syarat kisi-kisi 
Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut: 1) Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan. 2) Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami. 3) Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

3. Komponen kisi-kisi 
Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

Indikator dijadikan acuan dalam membuat soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator: 1) Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur. 2) Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian). 3) Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih. 4) Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

C. Penulisan Soal
Pengertian tes tertulis
Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk tulisan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar. Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian). Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

Untuk file yang lebih lengkapnya silahkan anda Download Buku Panduan Penulisan Soal SMP Tahun 2017 Terbitan Balitbang Kemendikbud melalui link download di bawah ini

Download Buku Panduan Penulisan Soal SMP Tahun 2017 Terbitan Balitbang Kemendikbud: (DOWNLOAD)

Download Panduan Singkat Cara Mengelola Komunitas GTK

Download Panduan Singkat Cara Mengelola Komunitas GTK_ Sahabat guru yang budiman kali ini saya akan berbagi pedoman/panduan singkat tata kelola komunitas GTK, dengan adanya panduan ini semoga memudahkan anda dalam mengelola komunitas anda.

A. Registrasi Komunitas
Registrasi Komunitas dilakukan oleh Admin Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten Kota sesuai dengan kewenangannya. Adapun Prosedurnya dapat dilihat pada Gambar 1.1.


Dengan keterangan alur sebagai berikut :
1. Admin Dinas menerima usulan Komunitas Pokja
2. Dinas menerima ajuan dan melakukan mempersiapkan kelengkapan administratif.
3. Melakukan Login ke SIM PKB dan melakukan registrasi Pokja dengan mengisi kelengkapan data.
4. Melakukan cetak hasil registrasi dan memberikan kepada ketua Pokja.
5. Proses registrasi Pokja Selesai

B. Pemutakhiran Profil Satminkal Guru 
Prosedur untuk melakukan pemutakhiran Sekolah Satminkal guru dapat diilustrasikan pada gambar 1.2.


Dengan prosedur sebagai berikut:
1. Guru login ke SIM PKB
2. Melakukan pemutakhiran Sekolah Satminkal
3. Jika Guru pindah sekolah diluar wilayah kerja Dinas Pendidikan (pindah ke dinas Pendidikan lain) dan terdaftar di sebuah Pokja di wilayah lama. Maka Guru diwajibkan untuk meminta kepada ketua pokja untuk dikeluarkan dari status anggota pokja tersebut
4. Jika Guru pindah sekolah ke jenjang yang berbeda dan terdaftar di sebuah Pokja di wilayah lama. Maka Guru diwajibkan untuk meminta kepada ketua pokja untuk dikeluarkan dari status anggota pokja tersebut
5. Guru memilih sekolah yang berkesuaian.
6. Sistem akan mendeteksi apabila terjadi perubahan jenjang, dan meminta guru untuk melakukan prosedur untuk melakukan pemutakhiran Mapel
7. Proses pemutakhiran data Sekolah Satminkal selesai.

CATATAN : Jika keluar dari wilayah (mutasi antar wilayah) dan atau pindah jenjang, proses pemutakhiran data harus mendapatkan persetujuan dari Dinas.

C. Pemutakhiran Profil Mata Pelajaran Guru
Prosedur untuk melakukan pemutakhiran Sekolah Satminkal guru dapat diilustrasikan pada gambar 1.3.

Dengan prosedur sebagai berikut :
1. Guru login ke SIM PKB
2. Melakukan Edit MAPEL
3. Jika pada pemutakhiran MAPEL guru tercatat aktif dalam sebuah Pokja, maka Guru diwajibkan untuk meminta kepada ketua pokja untuk dikeluarkan dari status anggota pokja tersebut
4. Guru memilih jenjang dan mapel yang berkesuaian.
5. Proses pemutakhiran data Mapel selesai.

CATATAN : Setiap perubahan mapel harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan

D. Registrasi Komunitas
Pendataan dan Monitoring Komunitas
Komunitas Guru merupakan kumpulan yang dibentuk sebagai sarana
peningkatan profesionalitas dan kompetensi bagi Guru dan berada di bawah
naungan Dinas Pendidikan.


Monitoring Komunitas Guru dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Berikut
langkah singkat monitoring Komunitas Guru :
1. Login sebagai Admin /Opertator Dinas Pendidikan pada layanan
http://sim.gurupembelajar.id/
2. Setelah berhasil login, akan ditampilkan halaman beranda Admin Dinas
Pendidikan.

Untuk panduan atau pedoman cara mengelola komunitas GTK secara lengkap, filenya bisa anda download melalui link di bawah ini:

Download Panduan Singkat Tata Kelola Komunitas GTK: DOWNLOAD

Sunday, 12 November 2017

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa_ Mencontek adalah hal yang sudah cukup lumrah kita dengar yang dilakukan oleh para siswa/pelajar, apalagi jika siswa dihadapkan pada kegiatan ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian semester maka perilaku mencontek biasa dilakukan oleh siswa guna memperoleh jawaban yang diinginkannya.


Namun hal tersebut bukan berarti semua siswa suka melakukan kebiasaan tersebut (mencontek) karena seperti yang kita ketahui, bahwasanya masih banyak siswa yang menjunjung nilai-nilai sportivitas dengan tidak mencontek guna memperoleh hasil yang baik.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Siswa

Mencontek sendiri sebenarnya akan menimbulkan efek negatif bagi siswa kelak, terutama pada proses pembentukan karakter siswa tersebut, sehingga kebiasaan mencontek yang dilakukan oleh seorang siswa harus mampu diminimalisr oleh guru agar kebiasaan tersebut tidak menjadi bagian dari kepribadian siswa.
Lantas apa saja dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan mencontek yang kadang dilakukan oleh siswa? Berikut ulasannya:

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa
1. Membuat siswa malas belajar
Kebiasaan mencontek yang telah biasa dilakukan oleh siswa, akan membuat siswa yang bersangkutan menjadi malas untuk belajar, bisa jadi mereka akan berpikir “buat apa repot-repot belajar toh kita bisa mencontek saat ujian/ulangan”.
Munculnya mindset yang seperti itu membuat motivasi siswa untuk belajar menjadi rendah, sebaliknya motivasi untuk melakukan kecurangan saat ujian dengan jalan mencontek bisa menjadi lebih tinggi.
Efek dari kebiasaan malas belajar membuat generasi muda (siswa/pelajar) menjadi tidak kompeten, alhasil pendidikan bisa jadi hanya melahirkan generasi yang memiliki nilai tinggi tapi minim dengan kompetensi

2. Membuat siswa lebih menyukai cara-cara instan
Efek selanjutnya dari kebiasaan mencontek yang dilakukan oleh siswa yakni membuat siswa malas untuk berusaha dan lebih memilih cara-cara instan, mereka bisa jadi hanya berorintasi pada hasil tanpa memperdulikan proses.

Kebiasaan mendapatkan sesuatu tanpa dilalui dengan kerja keras akan membuat karakter siswa menjadi ambisius dan bisa berefek negatif pada sifatnya kelak.

3. Tidak adil pada siswa lain
Dampak buruk lainnya dari kebiasaan mencontek adalah adanya ketidakadilan bagi siswa lain, terutama siswa yang memang belajar guna menghadapu ujian. Dan tak jarang nilai yang didapat oleh siswa yang mencontek lebih tinggi ketimbang nilai yang didapat oleh siswa yang bersungguh-sungguh belajar.

Kondisi yang demikian sangat memprihatinkan, hilangnya sikap jujur dan sportivitas akan membuat siswa lain yang berlaku jujur akan sangat dirugikan.

4. Menjadi contoh buruk bagi siswa lain
Kebiasaan mencontek yang biasa dilakukan oleh siswa tertentu bisa memberi pengaruh negatif bagi siswa lain, siswa lain bisa jadi akan ikut-ikutanmelakukan hal yang sama (mencontek), perilaku mencontek yang dilakukan 1 atau dua kali mungkin tidak berpengaruh besar pada siswa lain, namun jika kebiasaan tersebut selalu dilakukan maka lama-kelamaan siswa yang lain akan menlakukan tindakan yang serupa.

5. Cikal bakal lahirnya koruptor
Mencontek adalah suatu perilaku mengambil sesuatu dengan cara yang tidak benar, mencontek jika dilihat secara sepintas memang terlihat sebagai perbuatan yang tidak terlalu buruk namun efek yang ditimbulkan sangat bahaya.

6. Mudah menyerah jika mendapatkan kesulitan
Karena telah terbiasa mendapatkan sesuatu dengan cara mudah/instan, alhasil ketika siswa-siswa yang biasa mencontek tersebut dihadapkan pada hal yang sulit dan menantang, bisa jadi mereka akan mudah menyerah dan putus asa.



Bisa jadi generasi-generasi yang suka mencontek akan tumbuh menjadi sosok yang sukses namun suka korupsi danmengambil barang yang bukan haknya, kita tahu sendiri bukan bahwasanya orang yang menduduki jabatan sebagai pejabat bukanlah orang yang bodoh, tapi kenapa mereka bisa korupsi? Bisa jadi hal tersebut terjadi karena kurangnya penanaman nilai-nilai kejujuran saat mereka masih duduk dibangku sekolah.

Lantas bagaimana cara meminimalisir kebiasaan mencontek pada siswa agar kebiasaan tersebut tidak memberi dampak kurang baik pada siswa? Berikut beberap tips yang bisa anda coba

Tips meminimalisir kebiasaan mencontek siswa
1. Perbanyak kegiatan kerja kelompok diskusi
Kerja kelompok/diskusi mengarahkan siswa untuk bekerja dalam team sehingga mereka akan saling membantu satu sama lain
2. Utamakan penilaian pada proses
Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa selain melalui tes tertulis, anda juga bisa menerapkan metode praktikum yang berorientasikan “learning by doing” belajar sambil melakukan
3. Memberi pemahaman pada siswa tentang dampak buruk dari kebiasaan mencontek
4. Latih siswa untuk lebih bersikap jujur.
Demikianlah 5 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa serta tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan mencontek siswa.

Saturday, 11 November 2017

6 Contoh Softkill Yang Harus Dimiliki dan Dikuasai oleh Seorang Guru

6 Contoh Softkill Yang Harus Dimiliki dan Dikuasai oleh Seorang Guru_ Profesi guru adalah sebuah profesi yang bisa dikatakan memiliki tantangan tersendiri, seorang guru dituntut untuk memiliki multiple intelegenci (kecerdasan jamak), soalnya guru merupakan model, ikon dan contoh untuk anak didiknya, sehingga sangat penting bagi guru selain memiliki kemampuan hard skill juga sebaiknya membekali diri dengan kompetensi softskill.



Berbicara masalah komptensi, seorang guru mestinya mampu mengupdate pemahahan dan pengetahuan yang dimilikinya agar bisa relevan dengan dengan kemajuan dan tuntutan zaman, salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan oleh seorang guru agar bisa menjadi guru yang profesional yakni kemampuan dalam menguasai dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai penunjang dalam proses belajar.

Baca juga: 7 Contoh Pembelajaran Yang Menyenangkan

Pengusaan teknologi oleh seorang tenaga pendidik/guru sangat erat kaitannya dengan kemampuan softskill, lantas dalam bidang teknologi serta aspek lainnya, kemampuan softskill apa saja yang sebaiknya dipelajari oleh guru? Berikut ulasannya

6 Contoh Softkill Yang Harus Dimiliki dan Dikuasai oleh Seorang Guru
1. Kemampuan dalam mengoperasikan komputer/laptopTak bisa dipungkiri lagi bahwasanya peranan media (komputer/laptop) dalam pembelajaran sangat besar, selain itu penggunaan media komputer dalam pembelajaran terbilang cukup efektif dan efisien serta bisa membuat situasi pembelajaran menjadi lebih kontekstual.

Namun beberapa guru pada kenyataanya masih ada yang belum terlalu paham dalam menggunakan komputer, hal ini mengisyaratkan perlunya dilakukan pelatihan bagi guru agar lebih expert dalam menggunakan media, terutama komputer.

2. Kemampuan dalam mengakses data yang bersifat onlinePenerapan sistem data yang bersifat database yakni pengelolaan data terpadu membuat guru harus memiliki kemmapuan softskill dalam melakukan akses ke situs-situs pemerintah yang menampung data-data pendidik dan peserta didik, sebut saja dapodik, simpkb dll

Selain itu sumber-sumber belajar dan informasi yang kebanyakan beredar via online menjadi alasan tersendiri tentang pentingnya seorang guru dalam memahami tata cara melakukan browsing di internet agar informasi yang beredar bisa diserap maksimal oleh guru.

3. Kemampuan dalam merancang perangkat pembelajaranMengajar menjadi salah satu tugas utama guru, akan tetapi agar pembelajaran yang direncanakan bisa berjalan baik serta dapat mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan maka seorang guru sebaiknya memiliki komptensi dalam merancang perangkat pembelajaran.

Perangkat pembelajaran sendiri terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), buku siswa dll.

4. Kemampuan dalam menggunakan media komunikasiMembangun komunikasi yang baik dengan relasi/sesama guru dan anak didik adalah hal yang perlu dilakukan oleh guru, media komunikasi yang terus mengalami inovasi diharapkan mampu diikuti perkembanganya oleh para guru.

Jika selama ini komunikasi hanya sebatas melalui SMS dan telepon, maka saat ini komunikasi tidak sebatas itu saja akan tetapi mulai merambah dalam ranah penggunaan aplikasi, sebuat saja WhatsApp, Massenger, BBM, Line dan Telegram. Maka dari itu seorang guru sebaiknya bisa uptodate agar tidak tertinggal dalam hal penggunaan media komunikasi.

5. Kemampuan dalam membina organisasi kesiswaanPramuka, osis, sispala, PMR dll merupan contoh organisasi kesiswaan dan organisasi kesiswaan tersebut tidak bisa berjalan maksimal tanpa peran seorang guru. Kemampuan dalam membina organisasi kesiswaan juga tidak kalah pentingnya untuk dikuasai guru.

Pasalnya lembaga-lembaga kesiswaan bisa memberi efek positif bagi peserta didik dan sangat berperan dalam membentuk karakter peserta didik.

6. Kemampuan berwirausahaJabatan sebagai seorang guru memiliki jangka waktu tertentu, sehingga sangat penting bagi seorang guru untuk mencari pekerjaan/sumber penghasilan yang bisa menjadi alternatif ketika dia nantinya sudah pensiun/tidak mengajar lagi.

Selain itu gaji guru yang terbilang tidak terlalu tinggi bisa menjadi alasan kenapa seorang guru harus belajar berwirausaha.

Demikianlah 6 Contoh Softkill Yang Harus Dimiliki dan Dikuasai oleh Seorang Guru, artikel di atas merupakan buah pemikiran dari penulis, jika ada yang salah/kurang tepat maka mohon diberi masukan/saran

Tuesday, 7 November 2017

Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017

Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017_ Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasanya setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional (HGN), namun bisa jadi sebagian dari kita belum memahami asal-usul atau latar belakang kenapa setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional (HGN) berikut ulasan singkat kenapa setiap tanggal 25 november ditetapkan sebagai hari gutu nasional


A. Latar belakang Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017
Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

B. Dasar Kegiatan Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
4. Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Penetapan Hari  Guru Nasional tanggal 25 November 1994. 5. Keputusan Kongres XXI Nomor IV/KONGRES/XXI/ PGRI/2013 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.
6. Keputusan Kongres XXI Nomor V/KONGRES/XXI/PGRI/2013 tentang Program Umum PGRI.
7. Keputusan Konferensi Kerja Nasional IV PGRI Masa Bakti XXI Nomor IV/KONKERNAS IV/XXI/2017 tentang Pengisian Jabatan Antar Waktu Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Masa Bakti XXI Tahun 2017-2019.
8. Keputusan Rapat Pleno PB PGRI tanggal 13 September 2017.

C. Tema Kegiatan Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017
Adapun tema dari pelaksanaan perinfatan HUT ke-72 PGRI dan hari guru nasional adalah "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter".

D. Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017
1. Meningkatkan kesadaran dan komitmen guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan pembangunan karakter bangsa.
2. Memacu kinerja dan kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya mempersiapkan sumber daya manusia sebagai basis terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.
3. Memperkuat semangat dan dedikasi guru melalui organisasi guru Profesional PGRI dalam meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu.
4. Memperkuat rasa kebersamaan guru melalui organisasi profesi PGRI yang independen, demokratis, dan bersinambungan.
5. Memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan anggota kepada PGRI, sebagai organisasi profesi guru di Indonesia.
6. Mendorong kepedulian pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, kompetitif, dan bermartabat.

E. Jenis Kegiatan dalam peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017 
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017 dimulai bulan September sekaligus memperingati Hari Guru Internasional dan berakhir pada acara puncak pada tanggal 25 November 2017.

1. Upacara Peringatan HUT ke-72 PGRI dan HGN tahun 2017 
a. Upacara HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017 dilaksanakan serentak tanggal 25 November 2017 atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Upacara di daerah diselenggarakan oleh panitia provinsi, kabupaten, kota, cabang, unit kerja pendidikan, dan satuan pendidikan.
b. Dalam upacara peringatan HUT PGRI dan HGN dibacakan ‟Sejarah Singkat PGRI‟, dan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh pembina upacara dan dinyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu Hymne Guru, Terima Kasih Guruku, dan Syukur.
c. Apabila upacara peringatan diselenggarakan oleh Pengurus PGRI dan satuan pendidikan di lingkungan PGRI, dibacakan „Sambutan Ketua Umum PB PGRI‟ oleh pembina upacara dan dinyanyikan juga lagu Mars PGRI. d. Pokok-pokok susunan acara upacara bendera sama dengan susunan upacara peringatan hari besar dengan penyesuaian pada nyanyian lagu-lagu penghargaan terhadap guru.
e. Acara puncak peringatan HUT ke-72 PGRI dan HGN tahun 2017 Tingkat Nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI diselenggarakan pada 2 Desember 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Acara dihadiri kurang lebih 30.000 guru, tenaga pendidik, dan dosen, yang akan dibuka oleh Bapak Presiden RI.
f. Pada saat upacara HUT ke-72 PGRI dan HGN tahun 2017 seluruh guru (anggota) harus menggunakan baju seragam PGRI, batik hitam putih motif Kusuma Bangsa dan celana atau rok hitam.

2. Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI
a. Ziarah tingkat nasional diadakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tanggal 24 November 2017.
b. Di Ibu Kota provinsi, kabupaten/kota yang mempunyai makam pahlawan, diharapkan dapat diselenggarakan ziarah ke makam pahlawan dan/atau makam tokoh pendidikan/PGRI di daerahnya yang diatur penyelenggaraannya oleh Panitia HUT ke-72 PGRI dan HGN tahun 2017.

3. Diskusi Publik/ Seminar Topik yang dibahas disesuaikan dengan tema peringatan HUT ke- 72 PGRI dan HGN tahun 2017, yaitu “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter”.


Untuk file yang lebih lengkap tentang Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2017 silahkan download filenya disini (Download)

Thursday, 2 November 2017

Syarat dan Cara mendaftar PPG dalam Jabatan (PPGJ) Tahun 2017

Syarat dan Cara mendaftar PPG dalam Jabatan (PPGJ) Tahun 2017 _ Bagi anda yang berstatus sebagai guru dan berminat untuk mengikuti pendidikan profesi guru dalam jabatan (PPGJ),  pemerintah berdasarkan dengan PP Nomor 19 tahun 2017 tentang perubahan peraturan pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Pasal 66 ayat (1) yang menyatakan bahwa, bagi guru  dalam jabatan yang diangkat sampai akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualifikasi S-1/D-IV tetapi belum memperoleh sertifika pendidik dalam memperoleh sertifikat pendidik melalui pendidikan profesi guru (PPG).


Syarat Mengikuti Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ)
Berdasarkan PP Nomor 19 tahun 2017 adapun syarat untuk mengikuti PPG adalah sebagai berikut;
1. Berstatus sebagai guru tetap
2. Kualifikasi akademik S-1/D-IV

Cara pendaftaran Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ)
1. Data calon peserta PPGJ diambil dari data dapodik per tanggal 31 juli 2017, data tersebut dimasukkan ke dalam aplikasi pendataan calon peserta PPG
2.  Guru melakukan komfirmasi kesedian sebagai calon peserta PPG dalam jabatan ke dalam aplikasi melalui situs http://simpkb.id menggunakan akun individu masing-masing dan mengunggah pindai (hasil scan) ijazah asli S-1/D-IV ke aplikasi pendataan tersebut. Informasi lebih lengkap seputar pendataan bisa dibaca disitus tersebut.
a. Silahkan login ke situs simpkb.id dan cek apakah anda termasuk peserta yang terjaring/terpilih untuk mengikuti PPG dalam jabatan, jika terpilih maka akan muncul gambar seperti di bawah ini setelah anda login di akun simpkb anda


b. Jika telah muncul gambar seperti diatas pada saat anda login di akun simpkb, maka selanjutnya jika anda berminat mendaftar PPG dalam jabatan klik menu mendaftar.

c. Baca dengan seksama persyarayan untuk bisa mendaftar pendidikan profesi guru dalam jabatan, jika anda memenuhi syarat berminat iku PPGJ maka silahkan klik menu mendaftar

d. Selanjutnya isi semua biodata dan berkas yang menjadi persyarstan dalam mendaftar pendidikan profesi guru dalam jabatan (PPGJ)

e. Jika formulir pendafraran telah dilakukan maka akan muncul pemberitahuan seperti gambar di atas

3. Guru harus menetapkan bidang studi yang akan diikuti dalam PPG, ketentuan penetapan bidang studi adalah linier dengan kualifikasi akdemis S-1/D-IV yang dimiliki. Daftar linieritas bidang studi dapat dilihat di situs simpkb.

Jadwal Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ)
Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) sendiri dimulai pada tangga 1 November 2017 sampai tanggal 20 November 2017.

Surat edaran resmi


Untuk panduan secara lengkap bagaimana cara mendaftar PPG dalam jabatan 2017 silahkan download melalui link berikut (Download)

Demikianlah Syarat dan Cara mendaftar PPGJ tahun 2017, semoga bermanfaat untuk anda



Tuesday, 31 October 2017

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak_ Pemerintah akan menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk anak-anak. KTP bernama Kartu Indentitas Anak (KIA) itu diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak.


Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 17 tahun.

Syarat Membuat KTP Untuk Anak
Bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KTP Anak akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Untuk anak WNI yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orang tua/wali; dan

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali.
Sementara, bagi anak WNI yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orangtua/wali

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali

d. Pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Untuk anak warga negara asing yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy paspor dan izin tinggal tetapi

b. KK Asli orang tua/wali

c. KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Tata Cara Membuat KTP Untuk Anak
Pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, tertulis tata cara pembuatan KTP anak ini. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas atau kecamatan atau desa/kelurahan.

4. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing, berikut ini cara pembuatan KTP Anak:

1. Terhadap anak yang telah memiliki paspor, orangtua anak melaporkan ke Dinas dengan menyerahkan persyaratan untuk menerbitkan KIA.

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Penulis : (Yudhi)
Source: Kemendagri.go.id

Demikianlah Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak semoga bermanfaat.

Download Hasil Seleksi Administrasi SDM Program Keluarga Harapan 2017

Download Hasil Seleksi Administrasi SDM Program Keluarga Harapan_ Bagi anda yang sudah menanti pengumuman hasil seleksi administrasi SDM PKH, kini kementrian sosial telah merilis peserta seleksi administrasi SDM PKH, yang filenya anda bisa download di bawah ini



Download Hasil Seleksi Administrasi SDM Program Keluarga Harapan (DOWNLOAD)

Prosedur pelaksanaan ujian TKB dan Psikotest
Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mengikuti seleksi TKB (tes kompetensi bidang) dan psikotest yang dilaksanakan pada hari minggu, 12 November 2017 selama +/- 6 jam mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00 waktu setempat secara serentak, kecuali provinsi papua, papua barat, maluku, NTT, dilaksanakan pada hari selasa 14 November 2017, lokasi tes diumumkan lebih lanjut

Berkas yang di bawah saat test TKB dan Psikotest
1. Fotocopy KTP atau surat keterangan domisili
2. Foto Copy ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir
3. Surat rekomendasi dari dinas sosial provinsi bagi pelamar koordinator wilayah
4. Surat rekomendasi bidang dari dinas sosial kabupaten/kota bagi pelamar koordinasi kabupaten/kota

Pelaksanaan Test
Seleksi kompetensi bidang (TKB) menggunakan metode tertulis, selurug peserta seleksi wajib membawa papan jalan, pensil 2B, peraut pensil dan penghapus pada saat pelaksanaan seleksi

Demikianlah artikel Hasil Seleksi Administrasi SDM Program Keluarga Harapan 2017, semmoga bermanfaat

Monday, 30 October 2017

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar_ Membaca adalah gerbang dalam mengarungi kayanya khazanah ilmu pengetahuan, dengan membaca akan membuat seseorang siswa atau pelajar akan menjadi lebih memiliki lebih banyak wawasan.


Membaca sendiri memiliki banyak manfaat untuk pelajar/siswa sehingga sangat perlu untuk mengarahkan siswa/pelajar untuk rajin membaca, dan jikalau perlu kebiasaan membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan/rutinitas bagi siswa dalam kesehariannya.

Oleh karena itu peranan seorang guru maupun orangtua dalam mengarahkan anak didiknya untuk rajin membaca sangat fundamental. Namun faktanya minat baca dikalangan siswa/pelajar masih kurang, tapi bukan berarti semua siswa memiliki minat baca yang rendah karena sebagian pelajar masih ada yang memiliki motivasi untuk membaca.

Fokus pada topik artikel kali ini yang membahas tentang faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi membaca pada siswa/pelajar. Sebenarnya jika dianalisa secara komprehensif ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rendahnya minat baca pada siswa/pelajar. Berikut ulasannya

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

1. Mudahnya memperoleh informasi yang instan
Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari.

Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.

Apalagi dalam menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Pengaruh sosial media
Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media.

Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

3. Banyaknya hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi.

Belum lagi kehadiran youtube yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

4. Guru dan orangtua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata.

Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

5. Sarana/media membaca yang kurang
Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat siswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media.

Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri siswa.

6. Konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi
Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira.

Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, pikinik,  bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
Salah satu hal yang kita ketahui bersama bahwasanya sebagian pelajar/siswa saat ini mulai terpengaruh pergaulan bebas, sehingga satu sama lain mulai salin meniru dan tak sedikit pergaulan bebas tersebut mengarah ke arah negatif, alahasil sebagain generasi muda bangsa mulai mengalami disorientasi tujuan.

8. Pengaruh game
Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurangya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat anak menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Demikianlah 8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar menurut penulis, tulisan di atas merupakan hasil buah pikir penulis, jadi jika ada kesalahan/ hal yang kurang tepat mohon diberi saran dan masukan.

Sunday, 29 October 2017

Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ?

Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ? Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya kenapa sih pada setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan! Bagi anda yang masih belum sepenuhnya mengetahui alasan kenapa tiap tanggal 10 november diperingati sebagai hari pahlawan berikut ulasannya


Asal-Usul Peringatan Hari Pahlawan Pada Tanggal 10 November
Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang  merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan  Inggris. 

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan  pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran  terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi  simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 


Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris  ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda.  Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat  dan tentara Inggris di Surabaya. 

Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan  terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa  Timur) pada 30 Oktober 1945. Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada  pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor  Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November  1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan  menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta  ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila  orang orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. 

Mereka juga mengeluarkan  instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda  di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul  06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. 

Namun ultimatum itu tidak ditaati  oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat  dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu  lamanya. Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena  kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah  mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar  adalah warga sipil. 

Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan  kota Surabaya dan tercatat sekitar 1600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan  luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur. 

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu  serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya,  membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya  kemudian dikenang sebagai kota pahlawan. 

Selanjutnya tanggal  diperingati setiap tahunnya sebagai sebagai bentuk  penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.

Demikianlah sedikit flashback Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, semoga bermanfaat.

Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Dan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2017

Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Dan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2017_ Mungkin sebagaian dari kita semua pasti sudah tahu bahwasanya Peringatan Hari Pahlawan 10 November adalah agenda nasional yang diperingati setiap tahun baik di dalam negeri mayupun luar negeri. Peringatan Hari Pahlawan juga merupakan salah satu bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan para Pahlawan dan Pejuang.

Baca juga: Alasan mengapa 10 november diperingati sebagai hari pahlawan

Dengan semangat pantang menyerah dan tanpa pamrih, mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sebagaimana yang terjadi pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah pertempuran terbesar setelah Indonesia merdeka yang menelan korban jiwa yang cukup besar.

Sehingga untuk mengenang peristiwa heroik tersebut maka tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dengan harapan masyarakat dapat memahami makna yang terkandung dalam peristiwa pertempuran 10 November untuk selanjutnya tergugah mengimplementasikan semangat dan nilai-nilai luhur Pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila setiap komponen bangsa memiliki kesadaran tersebut, maka bukan hal yang mustahil bangsa Indonesia akan dapat menghadapi ancaman, hambatan dan gangguan yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Semangat dan Nilai-nilai Kepahlawanan sangat relevan untuk terus ditumbuhkembangkan, apalagi saat ini kondisi bangsa Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat saling menghujat, saling fitnah, saling melakukan tindakan kekerasan, bahkan melakukan aksi terror yang mengancam keamanan serta tindakan lain yang dapat berakibat pada perpecahan bangsa. Untuk itu sangatlah tepat tema Hari Pahlawan tahun 2017 adalah “PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI”, dengan harapan segenap komponen bangsa Indonesia dapat lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Terus memelihara persatuan dan kesatuan untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dengan susah payah didirikan oleh para pendiri negeri ini.

Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Dan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2017
Untuk anda yang ingin mendownload file pedoman peringatan hari pahlawan tahun 2017, anda bisa langsung mendownloadnya melalui link di bawah ini

Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Dan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2017 (DOWNLOAD)

Tema Hari Peringatan Pahlawan tahun 2017
Dalam peringatan hari pahlawan kali ini akan diusung tema "PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI"



Logo Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017
Dalam moment peringatan hari pahlawan pada tahun 2017 ini adapun yang menjadi logo peringatan seperti gambar yang tercantum di bawah ini:




Dari gambarnya menunjukan seorang yang sedang mengibarkan sebuah bendera merah puith yang menggunakan sebuah tongkat, menurut penulis logo tersebut menyiratkan bahwa bangsa indonesia harus selalu dijaga persatuan dan kesatuannya agar bisa tetap eksis ditingkat nasional dan international

Tagline Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017
Adapun yang menjadi tagline dalam peringatan hari pahlawan tahun 2017 adalah #Pahlawanku,
Tagline tersebut menurut penulis menyiratkan bahwasanya jangan pernah melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam memerdekakan bangsa ini


Pedoman Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Palawan 2017
1. TEMA : PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI 
2. SIFAT UPACARA : Khidmat, Tertib dan Sederhana. 
3. TANGGAL UPACARA : Hari Jumat, 10 November 2017
4. WAKTU DAN TEMPAT UPACARA : Pukul 08.00 waktu setempat di lapangan terbuka. 
5. URUTAN UPACARA BENDERA: 
a. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin Oleh Komandan Upacara. 
b. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara. 
c. Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya ” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara. 
d. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara. 
e. Pembacaan Pancasila. 
f. Pembacaan Pembukaan UUD’45. 
g. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/kata-kata mutiara (ditentukan panitia). 
h. Amanat Pembina Upacara. 
i. Pembacaan Do’a. 
j. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara. 
k. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara. 
l. Upacara selesai. 

Catatan : Bila Upacara terpaksa tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, pengibaran Bendera Merah Putih diganti dengan Bendera Merah Putih yang sudah dipasang di tiang. Namun pokok-pokok acara lainnya wajib diikuti dengan penyesuaian seperlunya.

Demikianlah artikel Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Dan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2017, semoga bermanfaat