Rabu, 22 Maret 2017

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan_ Dewasa ini kemajuan teknologi memberi pengaruh besar dalam segala aspek kehidupan, salah satu produk teknologi adalah munculnya sistem jaringan international atau bisa disebut internet (international network). Keberadaan internet semakin memudahkan segala aktivitas manusia termasuk dalam dunia pendidikan.

10 Manfaat internet dalam dunia pendidikan
Manfaat internet bagi dunia pendidikan
Kehadiran internet memeliki peranan yang sangat signifikan dalam kemajuan dunia pendidikan, ada banyak kemudahan kepada yang bisa didapatkan dengan adanya internet. Keberadaan internet ibaratkan pisau bermata dua bagi dunia pendidikan khususnya bagi siswa dan anak-anak apabila tidak bijaksana dalam menggunakan internet justru akan berdampak negatif bagi dunia pendidikan.

Baca juga:
6 Dampak Positif Dan Negatif Internet Bagi Anak
6 Dampak Positif dan Negatif Gagdet Bagi anak

Namun terlepas dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan dengan keberadaan internet dalam dunia pendidikan. Internet juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kemajuan pendidikan dan menjadi salah satu jalan munculnya berbagai inovasi dalam dunia pendidikan. Apa sajakah manfaat internet bagi dunia pendidikan? Berikut ulasannya.

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan

1. Internet sebagai sumber belajar
Jika dulu sumber belajar adalah buku, majalah dan melalui kegiatan pembelajaran langsung di alam namun saat ini dengan keberadaan internet telah merubah gaya belajar siswa yang dulunya bersifat konvensional menuju kearah yang lebih efektif dan praktis. Internet telah menjadi sumber belajar alternatif dengan materi pelajaran yang bisa dibilang tidak terbatas. Internet memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber belajar seperti buku, majalah dll yakni melalui internet siswa bisa mencari materi pelajaran dari berbagai sumber sehingga pengetahuan siswa akan lebih kaya. Selain itu kemudahan dalam menemukan materi pelajaran melalui internet menjadi nilai plus tersendiri. Internet juga bisa diakses dimana pun sehingga memiliki sifat praktis serta internet juga bisa diakses melalui berbagai perangkat elektronik sehingga tidak terpaku pada satu perangkat saja. Cukup dengan mengetik materi pelajaran yang di cari maka semua materi yang dicari serta yang terkait dengan akan muncul dalam hitungan detik sehingga semakin memudahkan siswa untuk belajar.

2. Internet menjadi sumber informasi
Selain sebagai sumber belajar Internet juga menjadi sumber untuk mendapatkan informasi baru yang terkait dengan kegiatan pendidikan. Jika dahulu proses penyebaran informasi butuh waktu yang cukup lama maka dengan adanya internet dalam hitungan menit informasi yang baru bisa segera diketahui. Hal tersebut membuat informasi tentang regulasi dalam dunia pendidikan bisa cepat diketahui selain itu inovasi-inovasi yang berhasil ditemukan dalam dunia pendidikan bisa cepat tersebar sehingga lebih efektif dalam penerapannya​ dalam pembelajaran. Penyajian informasi yang begitu cepat melalui internet membuat perkembangan dunia pendidikan terus mengalami proses dinamisasi menuju pendidikan yang berkualitas dalam segala aspek.

3. Berfungsi sebagai media pembelajaran
Manfaat internet bagi dunia pendidikan selanjutnya ialah dengan keberadaan internet pembelajaran akan lebih bervariasi. Internet bisa menjadi media pembelajaran, jika selama ini guru hanya bisa memaparkan teori atau gambar tentang materi pelajaran tertentu namun dengan adanya teknologi internet materi pelajaran yang dulunya hanya dijelaskan dengan metode ceramah bisa disaksikan langsung dengan keberadaan internet melalui tayangan video misalnya melalui YouTube sehingga pembelajaran tidak terkesan sebatas konsep semata namun bisa membuat pembelajaran menjadi konkret sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih berkesan.

4. Membuat siswa lebih pekah dengan kemajuan teknologi
Internet adalah bukti kemajuan luar biasa dari peradaban manusia. Manfaat internet bagi dunia pendidikan ialah melalui internet siswa akan menjadi lebih pekah terhadap teknologi sehingga mereka tidak gaptek (gagap teknologi) . Internet bisa membuat siswa memiliki imajinasi tinggi dan daya cipta sehingga bisa membuat siswa menjadi pribadi yang memiliki ambisi untuk melakukan hal besar memanfaatkan teknologi internet. Namun jika tidak digunakan dengan bijak dan kurang mendapatkan bimbingan dari orang guru maupun orang tua justru akan memberikan efek negatif bagi siswa.

5. Sarana untuk mencari beasiswa
Siswa yang berprestasi namun kurang mampu dalam segi ekonomi untuk melanjutkan pendidikan sangat terbantu dengan keberadaan internet pasalnya melalui internet siswa yang kurang mampu maupun siswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang tertentu bisa mencari informasi tentang beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah. Seperti yang kita ketahui saat ini ada begitu banyak jenis beasiswa yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga swasta yang bisa diketahui melalui internet, jadi tidak ada batasan lagi antara anak yang berada di kota maupun anak yang ada di ujung negeri sehingga semua memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

6. Sarana berkomunikasi dan berinteraksi
Saat ini ada begitu banyak media komunikasi yang tersedia di internet misalnya saja Facebook, Twitter, g+, WhatsApp dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai forum belajar berkomunikasi dan berinteraksi. Melalui media sosial tersebut siswa bisa mendapatkan lebih banyak teman serta informasi-i formasi yang bermanfaat. Selain itu teman yang bisa diajak berkomunikasi tidak terbatas oleh tempat misalnya saja orang yang berada di satu kota bisa mengobrol dan berkomunikasi dengan orang di kota lain hal tersebut sangat berbeda dengan komunikasi dalam dunia nyata yang dibatasi oleh ruang dan tempat.

7. Kelas online
Jika dulu untuk bisa mengikuti pembelajaran harus berada dalam kelas dan melakukan tatap mata langsung dengan guru maka dengan keberadaan internet gaya belajar mengalami sedikit inovasi. Dengan adanya internet siswa tidak harus untuk hadir dalam kelas untuk mengikuti pembelajaran melainkan bisa mengikuti pembelajaran melalui bantuan internet yakni melalui kelas online. Jadi kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak semakin mudah dan efesien.

8. Memudahkan pelaksanaan ujian nasional
Manfaat internet bagi dunia pendidikan selanjutnya adalah dengan hadirnya pelaksanaan ujian nasional berbasis online yang selain menghemat biaya pelaksanaan ujian nasional juga meminimalisir kecurangan dalam ujian. Internet juga membuat proses pemeriksaan hasil ujian nasional yang selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi lebih singkat dengan hasil yang akurat.

9. Memudahkan penguasaan bahasa asing
Internet merupakan sumber literasi berbagai bahasa asing, sebagian konten yang ada didalam internet yang disajikan dalam berbagai bahasa membuat anak secara tidak langsung akan belajar bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya secara otodidak. Selain itu untuk belajar bahasa asing melalui internet juga cukup praktis dan yang pasti gratis.

10. Memudahkan pendataan siswa secara nasional
Pemberlaku nisn, nuptk, PIN (penomoran ijazah Nasional) akan sulit terealisasi tanpa kehadiran internet. Dengan adanya internet sistem data pendidikan nasional bisa dikelola melalui satu database terpadu sehingga membuatnya menjadi lebih praktis dan memudahkan stackholder dalam dunia pendidikan.

11. Internet media untuk melakukan inovasi dalam dunia pendidikan.
Manfaat internet bagi dunia pendidikan ialah dengan keberadaan internet membuat segalanya menjadi mudah. Ada begitu banyak kebijakan dalam dunia pendidikan yang muncul dengan adanya internet. Internet akan terus memicu munculnya berbagai ide brilian untuk mendukung kemajuan pendidikan.

12. Sarana untuk menyimpan informasi
Internet juga menjadi data base yang digunakan untuk menyimpan data data pendidikan, misalnya saja data pendidikan bisa disimpan di Google Drive, Google dokumen bisa. Data dan informasi tersebut juga bisa disimpan dalam website-website sehingga juga bisa menjadi referensi bagi orang lain yang mencarinya.

Demikianlah 12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan, sebenarnya ada masih banyak manfaat lainnya namun dalam artikel kali ini hanya dibahas 12 saja. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Minggu, 19 Maret 2017

2 Contoh Penulisan Daftar Isi Pada Skripsi Tesis Dan Disertasi Yang Baik

Contoh Penulisan Daftar Isi Pada Skripsi Tesis Dan Disertasi_ Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan mahasiswa dan civitas akademik yang sedang menjalani masa kuliah yang mendapatkan mendapatkan tugas dari lembaga untuk menyusun sebuah karya ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi namun masih bingung bagaimana cara menyusun daftas isi yang baik dan benar.

2 Contoh Penulisan Daftar Isi Pada Skripsi Tesis Dan Disertasi Yang Baik

Daftar isi biasanya disesuaikan dengan jenis karya ilmiah yang sedang disusun namun dalam penyusunan skripsi, tesis dan disertasi hampir memiliki susunan daftar isi yang sama, berda halnya daftar isi pada makalah dan proposal yang sedikit berbeda.

Baca juga:
Pertama-tama kita akan sedikit mengulas bagian bagian daftar isi, daftar isi terdiri dari 3 bagian yakni bagian awal, bagian tengah dan penutup;

BAGIAN AWAL

LEMBAR JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERSEMBAHAN (MOTTO)
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI       
DAFTAR TABEL       
DAFTAR GAMBAR         
DAFTAR LAMPIRAN

ATAU

PRAKATA   
PERNYATAAN KEORISINALAN 
ABSTRAK 
ABSTRACT
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

CATATAN (Biasanya dalam daftar isi yang baku tidak dituliskan lembar judul, lembar persetujuan, lembar pengesahan melainkan lansung saja pada bagian motto atau prakata)

BAGIAN TENGAH
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Pustaka
1. (Sesuaikan dengan variebel penelitian)
2. (Sesuaikan dengan variebel penelitian)
3. (Sesuaikan dengan variebel penelitian)
B. Kerangka Pikir
C. Hipotesis Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Jenis dan Junlah Variabel Penelitian
C. Defenisi Operasional
D. Model/Rancangan Penelitian
E. Populasi dan Sampel Penelitian
F. Teknik Pengumpulan Data
G. Instrumen Penelitian
H. Teknik Analisi Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

CATATAN (Pada bagian Metode penelitian disesuaikan dengan metode yang digunakan)

BAGIAN PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

CATATAN (Bagian  pada penutup yakni daftar pustakan dan lampiran ditulis dengan menggunakan huruf kapital)

2 Contoh Penulisan Daftar Isi Pada Skripsi Tesis Dan Disertasi Yang Baik

CONTOH I

DAFTAR  ISIHalaman
LEMBAR JUDUL                                                                                       i
LEMBAR PERSETUJUAN                                                                        ii
LEMBAR PENGESAHAN                                                                         iii
LEMBAR PERSEMBAHAN                                                                      iv
PRAKATA                                                                                                    v
ABSTRAK                                                                                                   vii
ABSTRACT                                                                                                 viii
DAFTAR TABEL                                                                                         xi
DAFTAR GAMBAR                                                                                    xii
DAFTAR LAMPIRAN                                                                                 xiii
BAB I PENDAHULUAN                                                                            1
         A. Latar Belakang                                                                               1
         B. Rumusan Masalah                                                                          5
         C. Tujuan Penelitian                                                                           6
         D. Manfaat Penelitian                                                                         6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA                                                                 8
         A. Kebudayaan Lokal, Daerah, dan Nasional                                    8
         B.Nilai Budaya                                                                                   14
         C.Tari Tradisional Sulawesi Selatan                                                   24
         D. Tari Pajaga Masa Lalu                                                                   30
         E. Sakral dan Profan                                                                           39
         F. Kerangka Konseptual                                                                     43
BAB III METODE PENELITIAN                                                              46
        A. Jenis dan Lokasi Penelitian                                                            46
        B. Variabel dan Disain Penelitian                                                       47
        C. Definisi Operasional                                                                      48
        D. Sasaran dan Responden                                                                 49
        E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data                                       52
        F. Teknik Analisis Data                                                                      53
BAB IV DESKRIPSI KOTA PALOPO SEBAGAI LOKASI PENELITIAN 55
       A.Letak, Luas, dan Keadaan Geografis                                               55
       B. Keadaan Penduduk, Lambang  Daerah, dan Sosial Budaya           56
BAB V  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN                            64
       A. Bentuk Tari Pajaga Masa Kini                                                        64
       B. Upaya Pelestarian Tari Pajaga dalam Mayarakat Luwu                 89
       C. Pandangan Masyarakat Luwu terhadap Tari Pajaga  Masa Kini    93
       D. Pembahasan                                                                                    97
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN                                                   107
      A. Kesimpulan                                                                                     107
      B. Saran                                                                                               108
DAFTAR PUSTAKA                                                                                110
LAMPIRAN                                                                                              114    

CONTOH II

DAFTAR ISI
Halaman
PRAKATA                                                                                                    iv
PERNYATAAN KEORISINALAN                                                             vii
ABSTRAK                                                                                                   viii
ABSTRACT                                                                                                 ix   
DAFTAR TABEL                                                                                         xii
DAFTAR GAMBAR                                                                                   xiv
DAFTAR LAMPIRAN                                                                                xv
BAB I PENDAHULUAN                                                                            1
        A. Latar Belakang Masalah                                                                  1
        B. Rumusan Masalah                                                                            6
        C. Tujuan Penelitian                                                                             7
        D. Manfaat Penelitian                                                                           8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA                                                                10
         A. Tinjauan Pustaka                                                                          10
              1. Sikap Sosial                                                                               10
              2. Motivasi Berafiliasi                                                                   23
              3. Keaktifan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler                        41
              4. Pengaruh Sikap Sosial dan Motivasi Berafiliasi Terhadap       48
                  Keaktifan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler   
        B. Kerangka Pikir                                                                               52
        C. Hipotesis Tindakan                                                                        54
BAB III METODE PENELITIAN                                                             55
         A. Jenis Penelitian                                                                               55
         B. Jenis dan Junlah Variabel Penelitian                                               56
         C. Defenisi Operasional                                                                       56
         D. Model/Rancangan Penelitian                                                          57
         E. Populasi dan Sampel Penelitian                                                      58
         F. Teknik Pengumpulan Data                                                              62
         G. Instrumen Penelitian                                                                      64  
         H. Teknik Analisi Data                                                                       81
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN                           95
          A. Hasil Penelitian                                                                             96
          B. Pembahasan                                                                                   107
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN                                                   118
          A. Kesimpulan                                                                                  118
          B. Saran                                                                                             119
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

CATATAN (Aturan daftar isi dibeberapa instansi tidak diberi lagi tanda (.....) sebagai penghubung ke no halaman. contoh A. Jenis Penelitian..............................................   20, akan tetapi seperti berikut A. Jenis Penelitian                                20)

Jumat, 17 Maret 2017

Pengertian Tes Hasil Belajar Menurut Ahli

Pengertian Tes Hasil Belajar (THB)_ Tes merupakan suatu alat ukur yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang setiap butir pertanyaan tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Secara umum ada dua bentuk tes, yaitu tes bentuk uraian (essay test) dan tes berbentuk objektif (Objektive test).

Pengertian Tes Hasil Belajar Menurut Ahli

Baca juga:

Tes uraian adalah butir soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran siswa. Ciri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkonstruksi butir soal, tetapi harus di selesaikan oleh siswa. Penyusunan tes ini mengacu pada tes beracuan patokan (PAP), yaitu tes yang disusun berpedoman pada tujuan pembelajaran khusus (TPK) yang telah dirumuskan.  Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Grounlund (1995) yaitu (1) tugas-tugas dan domain pembelajaran telah terdefinisikan dengan jelas, disamping itu tujuan pembelajaran telah didefinisikan dengan jelas dalam istilah perilaku atau kinerja yang dapat diamati, dan (2) perangkat pembelajaran dirancang dengan mengacu pada ketuntasan belajar tertentu. Hal ini senada dikemukakan oleh Suherman (1993), PAP orientasinya adalah tingkat kemampuan siswa terhadap materi yang diteskan sehingga skor yang diperoleh mencerminkan persentase kemampuan siswa.

Menurut Zainul dan Nasoetion ( 1997: 28-31) THB adalah salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk menemukan keberhasilan seseorang dalam suatu proses belajar mengajar atau untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan.  Dasar-dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut:

1. THB harus dapat mengukur apa yang dipelajari dalam proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum di dalam kurikulum yang berlaku,
2. THB disusun sedemikian sehingga benar-benar mewakili bahan yang telah dipelajari,
3. Pertanyaan THB hendaknya disesuaikan dengan aspek-aspek tingkat belajar yang diharapkan,
4. THB hendaknya disusun sesuai dengan tujuan penggunaaan tes itu sendiri, karena tes dapat disusun sesuai dengan kebutuhan.

Pretest dan postest
1) Pretest adalah tes yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai, bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah siswa telah mengusai materi yang akan diberikan.
2) Postest adalah tes yang diberikan sesudah pembelajaran, tujuannya ialah untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mengusai bahan yang telah diajarkan.

Perbedaan kedua jenis tes ini akan ditentukan oleh proses belajar dan mengajar, karena jika proses belajar dan mengajar baik maka akan terdapat perbedaan yang besar antara postest dengan pretest. Supaya kedua hasil ini dapat dibandingkan sudah tentu pertanyaan-pertanyaan pada pre test dibuat sama atau paralalel dengan pertanyaan pada postest. Untuk kemudahan pemeriksaan maka disusun  pula petunjuk pemeriksaan guna kepentingan skor yang diperoleh oleh siswa atas jawaban suatu item soal.

Kamis, 16 Maret 2017

Cara Penulisan Makalah untuk Jurnal Ilmiah

Cara Penulisan Makalah untuk Jurnal Ilmiah_ Makalah jurnal ilmiah biasanya menjadi sebagai salah satu tugas wajib bagi mahasiswa tingkat akhir yang diwajibkan oleh beberapa kampus, maka dari itu artikel ini sengaja sususn untuk memudahkan anda dalam menulis makalah untuk jurnal ilmiah. Apa saja syarat dalam menyusun makalah untuk jurnal ilmiah? Berikut ulasannya
 
Cara Penulisan Makalah untuk Jurnal Ilmiah

Cara Penulisan Makalah untuk Jurnal Ilmiah

1. Makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan mengandung unsur
kekinian dan bersifat ilmiah.

2. Judul harus akurat, singkat, informatif dan mudah dipahami judul menggambarkan isi pokok
tulisan dan tidak lebih dari 15 (lima belas) kata.

3. Panjang makalah antara 15‐25 halaman kuarto, diketik spasi ganda, ukuran font/huruf 12, jenis
huruf Times New Roman.

4. Makalah dapat ditulis dalam bentuk Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

5. Nama penulis dan asal instansi di cantumkan di bawah judul (nama tidak perlu disertai gelar)

Baca juga

6. Abstrak dibuat 2 versi bahasa (Indonesia dan Inggris) panjang absatrak minimal 120 kata (bp2ki)
Dan tidak melebihi 250 kata ditempatkan sebelum pendahulan diketik miring (italic) , dengan
font arial 9 dengan jarak 1 spasi

6. Kata kunci dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) ditempatkan dibawah abstrak terdiri dari 2
– 5 (dua sampai lima kata).

7. Isi makalah minimal terdiri dari :
‐ Pendahuluan (latar belakang, tujuan)
‐ Metodologi
‐ Hasil dan Pembahasan
‐ Kesimpulan
‐ Daftar Pustaka (standardisasi)

8. Sitematika Penulisan terdiri dari :
-Pendahuluan ( latar belakang masalah, rumusan masalah dantujuan)
-Tinjauan Pustaka (kajian literatur, kajian hasil‐hasil penelitian terdahulu yang relevan, atau
pengembangan hipotesis/proposisi, dan model penelitian.
-Landasan Teori ( kerangka teori, kerangka konsep, kerangka pemikiran)
-Metodologi (rancangan atau model penelitian yang akan dilakukan)
-Pembahasan (hasil dan analisis)
-Penutup (Kesimpulan dan saran/rekomendasi (jika perlu))

9. Tabel diberi nomor berurutan, judul tabel ditempatkan diatasnya dan maksimal terdiri dari 7
kata

10. Gambar diberi nomor berurutan, judul gambar ditempatkan dibawahnya dan maksimal terdiri
dari 7 kata

11Pengutipan referensi yang tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut menggunakan pola
bodynote atau catatan perut.

12. Pengutipan referensi yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut menggunakan pola footnote
atau catatan kaki.

13.  Tata cara pengutipan
‐ Jika kutipan itu pendek artinya satu kalimat maka penempatan kutipan itu langsung dalam
kalimat dan diberi tanda petik dan ditulis nama penulis dan kapan publikasinya.
Contoh : …Sementara itu menurut Helena Agustian (2003): “…Tidak jelas benar kapan
manusia menggunakan bahasa …”
‐ Jika kutipan lebih dari 5 baris maka kalimat atau paragraf yang dikutip itu harus dicetak
khusus dengan huruf yang berbeda dari teks lain dan agak dipisah dari uraian lain.
Contoh :
…Menurut Arendt, kekuatan (strenght) adalah sesuatu yang dimiliki seorang. Kekuatan
seseorang tidak tergantung pada pada orang lain.
Sedangkan daya adalah semacam energi yang dilepaskan oleh gerakan sosial atau bencana
alam…

14.  Tata cara penulisan daftar pustaka.
‐ Daftar Pustaka ditulis disusun secara sistematis dan diurutkan secara abjad/alfabetis
menurut nama pengarang

‐ Bila pustaka yang dipakai ditulis oleh pengarang yang sama namun dalam waktu/tahun
terbit yang berbeda, maka yang ditulis dahulu adalah terbitan paling terdahulu.

‐ Bila pengarang yang sama tetapi diterbitkan dalam tahun yang sama, maka setiap item
disusun dengan membedakan tahun terbit dengan huruf abjad.

‐ Penulisan nama lengkap hanya untuk item pertama, sedangkan item berikutnya cukup
diberi tanda: ‐‐‐‐‐‐‐ (lima atau tujuh strip, secara konsisten).
Contoh :
Siagian, Sondang, (1995), Filsafat Administrasi . Jakarta, Gunung Agung
‐‐‐‐‐‐‐ (1997), Manajemen Sumberdaya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara
Sudjana, (1996a), Metode Statistik, Bandung, Tarsito
‐‐‐‐‐‐‐ (1996b), Teknik Analisis Regresi Dan Korelasi Bagi Para Peneliti. Bandung, Tarsito

‐ Unsur‐Unsur Daftar Pustaka meliputi : nama pengarang, tahun terbit publikasi, judul
publikasi, tempat terbit dan penerbit

‐ Pustaka buku ditulis :
Jika sumber pustaka dalam bentuk buku penulisannya sbb :
Mosco, Vincent, 1996. The Political Economy Of Communication Rethingking and renewall,
California : Sage Publication

‐ Jika Sumber Pustaka berasal dari Internet penulisannya :
Nama penulis, tahun penulisan (titik), judul artikel/makalh, dalam …(alamat situs secara
lengkap dan waktu akses : tanggal, bulan, tahun, jam).
Contoh :
Katharina, Riris dan Poltak Partogi Nainggolan, 2006. Pengawasan Peradilan oleh State
Auxiliary Institutions dalam http://www.hukumonline.com/ detail.asp?id=15178&cl=Kolom,
diakses tanggal 1 juli 2011 pukul 09.00 wib.”

‐ Penulisan daftar pustaka dari media massa
Nama penulis dibalik, tahun, judul tulisan, nama media (dicetak miring/italic),tanggal terbit,
hal pemuatan artikel.
Contoh :
Ritonga, Rizali, 2011.Mengatasi Penganggur Akademik, dalam Kompas, 4 oktober, hal 6.

‐ Jika makalah ditulis dalam bahasa Indonesia , maka istilah asing yang ada didalamnya diketik
cetak miring (italic).

‐ Institusi atau Badan
Bila tidak ada nama pengarang secara pribadi, maka yang dimunculkan adalah nama
lembaga/badan
Contoh :
Badan Standadisasi Nasional
(catatan : bila pengarang lebih dari satu, maka yang mengikuti pola diatas adalah nama
pengarang pertama, sedang pengarang berikutnya ditulis sesuai dengan urutan nama yang
bersangkutan).

Perbedaan Penulisan dan urutan sesuai jenis Publikasinya, penjelasannya sbb:
Buku :
Pengarang, (tahun): judul buku. Tempat terbit, penerbit
Contoh :
Azizy, A Qodry, (2003): Pendidikan Untuk Membangun Etika Sosial (Mendidik Anak Sukses Masa Depan: Pandai dan Bermanfaat. Jakarta, Aneka Ilmu

Skripsi/Tesis/Desertasi :
Pengarang, (tahun): judul. Tesis pada lembaga perguruan tinggi. Tempat/kota
Contoh :
Tjakrawati, Sylvia, (1998): Perubahan Nilai Kerja Pertanian di Daerah Persawahan; Kasus Pemuda di
Desa Kampungsawah,Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.Tesis Magister Sains, Institut
Pertanian Bogor. Bogor
Bunga rampai :
Pengarang, (tahun) “ judul artikel/tulisan”, dalam judul buku utama. Editor/redaksi. Tempat
terbit,Penerbit, Halaman
Contoh :
Karodirdjo, Sartono, (1993): Metode Penggunaan Bahan Dokumen” dalam Metode Penelitian
Masyarakat Ed.Koentjaraningrat. Jakarta, Gramedia. Hal 61‐92

Artikel dari Jurnal/ Makalah
Pengarang, (tahun): “Judul Artikel” Nama Majalah, Jilid/tahun (nomor): halaman
Contoh :
Pamungkas, Cahyo, (2004): “Konflik Elit Dalam Pembentukan Provinsi Irian Jaya. Masyarakat Indonesia,
30 (1): 15‐40

Makalah seminar/pertemuan ilmiah
Pengarang (tahun): Judul Makalah Makalah Disampaikan Pada Seminar (?). Penyelengara, Tempat,
tanggal
Contoh :
Van, Dijk, C, (2003): Coping With Separatism; Is There a Solution?. Paper Presented at International
Conference on Conflict in Asian Pasific. MOST‐LIPI. Jakarta, Nikko Hotel, 22‐23 October
Artikel dari Surat Kabar
Penulis, (tahun): “Judul Artikel” Nama Surat Kabar, tanggal, halaman
Contoh :
Fattah, Eep Saefullah, (2004) “Pesona Figur Besar” Koran Tempo, 26 April, Hal. 5

Website
Pengarang, (tahun): Judul Karangan.Nama Website
Contoh :
Collier, P. AND a.Hoeffler, (2002): Aid, Policy and Growth in Post‐Conflict Societies.
http://www.worldbank.org
Lembaga/Badan

Badan Kepegawaian Negara. Pusat Penelitian dan Pengembangan, (2000): Peta Potensi Kepegawaian;
Kasus Guru di Tiga Propinsi. Jakarta

Keterangan :
Tulisan tebal hanya contoh namun dalam penulisan yang sebenarnya tidak perlu ditebalkan.
Lampiran :