Senin, 09 Januari 2017

4 faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar

4 faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar _ sebagai guru yang baik semestinya memiliki kemampuan yang memadai dalam mendidik dan mengajar siswa. Seorang guru juga harus mampu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap tercapainya suatu tujuan pembelajaran. 

Baca juga:

Faktor apa saja kah yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar? Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, sebagai berikut.

4 faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar


4. faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar

1. Aktivitas siswa.

Artha (1991 : 62) menyatakan bahwa aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Ia juga menyatakan selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa tidak hanya mendengarkan sejumlah teori-teori secara pasif, melainkan siswa harus terlibat secara aktif dan sungguh-sungguh dalam semua kegiatan pembelajaran (yaitu mendengarkan, menulis, diskusi, praktek, dan lain-lain). Aktivitas-aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran menurut Pramono (1997 : 226) adalah berupa pengajuan pertanyaan, perumusan masalah, pengerjaan tugas-tugas,  serta latihan.
Menurut Rusyan (dalam Siswono 1999 : 20),  jenis-jenis aktivitas belajar dengan mengutamakan proses mental sebagai berikut:
a. visual activities, seperti membaca, memperhatikan gambar demontrasi, percobaan, mengamati pekerjaan orang lain,
b. oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi dan sebagainya,
c. listening activities, seperti mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, pidato, dan sebagainya,
d. writing activities, seperti menulis cerita, karangan, laporan, tes, angket, menyalin dan sebagainya,
e. drawing activities,  seperti menggambar, membuat grafik, peta, diagram, pola dan sebagainya,
f. motor activities, seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, mereparasi, bermain, memelihara binatang dan sebagainya,
g. emotional activities, seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, berani, senang, gugup dan sebagainya.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran meliputi :
a. Mendengarkan penjelasan guru
b. Membaca buku siswa dan LKS
c. mengerjakan LKS/mempergunakan alat peraga/menulis yang relevan dengan KBM.
d. Mendengarkan/memperhatikan/menjawab/ menanggapi pertanyaan guru/teman,
e. Bertanya kepada guru/teman.
f. Perilaku yang tidak relevan dalam KBM.

Aktivitas pada butir (a) merupakan aktivitas pasif dalam pembelajaran. Karena siswa hanya menerima respon yang diberikan/dianjurkan guru. Sedang aktivitas pada butir b, c, d  dan e merupakan aktivitas aktif. Karena siswa tidak hanya dilibatkan secara mental, tetapi siswa menunjukan kegiatan-kegiatan jasmani, seperti diskusi atau memecahkan masalah. Aktivitas butir f merupakan aktivitas yang menyimpang/negatif, yang mungkin terjadi dalam setiap pembelajaran, sehingga dalam penelitian dimunculkan sebagai indikator.

2. Kemampuan  guru mengelola pembelajaran

Hudojo (1988 : 5) menyatakan penguasaan materi dan cara penyampaiannya merupakan syarat yang tidak dapat ditawar lagi bagi para pengajar matematika. Seorang pengajar matematika yang tidak menguasai materi matematika yang diajarkan, tidak mungkin mengajar matematika dengan baik. Demikian pula seorang seorang pengajar yang tidak menguasai berbagai cara penyampaian dapat menimbulkan kesulitan peserta didik dalam memahami matematika. Jika salah satu hal ini terjadi, berarti proses belajar matematika tidak berlangsung efektif.

Menurut Ali (1987 : 7) bahwa syarat yang perlu dimiliki guru antara lain : a) penguasaan materi, b) kemampuan menerapkan prinsip-prinsip psikologis, c) kemampuan menyelenggarakan proses mengajar belajar, dan d) kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi. Kemudian Soedjadi (1994 : 4 - 5) menyatakan bahwa kunci penting yang harus diketahui guru matematika adalah lebih kreatif dalam pembelajaran yang dilakukan, meskipun dalam mengajarkan bahan yang sama dan lebih kreatif  dalam merencanakan pembelajaran.

Berdasarkan pendapat di atas, kemampuan guru selama pelaksanaan pembelajaran merupakan salah satu syarat yang perlu dimiliki seorang guru. Menurut Abdurrahman (2002), hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran  meliputi: (a) Pendahuluan (menjelaskan materi yang akan dibahas, memotivasi/membangkitkan minat siswa, memberikan petunjuk-petunjuk sebelum siswa mengerjakan LKS), (b). Kegiatan Inti (mengkomunikasikan tujuan pembelajaran, pemberian masalah, membimbing siswa memahami masalah, membimbing siswa mengembangkan kegiatan/data, membimbing siswa menyusun data, membimbing siswa menambah data, membimbing siswa menemukan konsep/prinsip, membimbing siswa menerapkan konsep) (c) Penutup (memberikan tugas yang relevan), (d). Pengelolaan waktu, (e)  Suasana Kelas (antusias siswa dan antusias guru).

3. Faktor strategi  mengajar.

Winataputra, dkk. (1992 : 10), mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah siasat atau keseluruhan aktivitas yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran.    Selanjutnya dikatakan bahwa dalam pembelajaran matematika hendaklah dipilih strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif. Keaktifan siswa itu tidak saja pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsep-konsep matematika yang telah dipelajarinya, melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. Kemudian dalam buku Kompetensi Dasar & Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs (Depdiknas, 2001 : 14-19), disebutkan bahwa  strategi pembelajaran matematika dilakukan hendaknya siswa sendiri yang memahami dan mengkontruksi suatu konsep atau pengetahuan di bawah bimbingan guru.

Jadi strategi yang dimaksud di sini adalah siasat atau keseluruhan aktivitas yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang siswa sendiri memahami dan mengkontruksi suatu konsep atau pengetahuan di bawah bimbingan guru . Pelaksanaan strategi pembelajaran seperti yang dimaksudkan di atas, salah satunya adalah dengan menerapkan pembelajaran penemuan terbimbing.

4. Perangkat pembelajaran.

 Perangkat pembelajaran matematika yang sesuai sangat penting dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. Selain itu perangkat pembelajaran dapat memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar. Slavin (Nur, 1998) mengemukakan bahwa agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, siswa perlu diberi kegiatan yang berisi pertanyaan atau tujuan yang direncanakan untuk dikerjakan. Sehubungan dengan penelitian ini, sekumpulan perangkat pembelajaran yang dimaksudkan adalah Rencana Pembelajaran (RP),  Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB).

Keempat faktor tersebut di atas, adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran dan hasilnya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah, ketika seorang guru telah memilih pembelajaran yang sesuai untuk mengajarkan suatu materi, maka diperlukan perangkat yang sesuai untuk pembelajaran yang dipilih tersebut. Dengan tersediannya perangkat pembelajaran yang sesuai memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran sehingga diharapkan dapat memperoleh hasil yang baik. Demikian juga untuk melaksanakan pembelajaran materi kesebangunan dengan penemuan terbimbing diperlukan perangkat yang sesuai.

Demikianlah sedikit ulasan tentang 4 faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar yang bisa menjadi bahan acuan dan pertimbangan ibu dan bapak guru dalam melakukan pembelajaran agar tujuam pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal

Peranan Dan Tugas Kepala Sekolah

Peranan Dan Tugas Kepala Sekolah_ Tak disangkali bahwa banyak orang yang berkeinginan untuk bisa menjadi kepala sekolah oleh karena itu dalam artikel kali ini kita akan sedikit membahas apa Peranan Dan Tugas sorang Kepala Sekolah. Memangnya apa sih Peranan Dan Tugas Kepala Sekolah? berikuti sedikit ulasannya. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan sekolah menunjukkan bahwa keberhasilan tugas-tugas manajemen pendidikan di sekolah banyak tergantung kepada pimpinannya.

Baca juga:
17 Tugas Pokok Dan Fungsi Guru 

Karena itu, kepala sekolah sebagai seorang yang bertugas membina lembaganya agar berhasil mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan harus mampu mengarahkan dan mengkordinasi segala kegiatan. Tugas demikian tidak lain adalah tugas manajemen. Menurut Henry (Thoha, 2001) kepala sekolah sebagai manajer dapat melaksanakan fungsinya dengan baik maka ada tiga peranan utama sebagai yang harus dilakukan, yaitu:

Peranan Dan Tugas Kepala Sekolah

Peranan kepala sekolah
 

1.Peranan hubungan antar pribadi (interpersonal role)  
Kepala sekolah sebagai manajer maka dia harus berperan sebagai figurehead, leader, liaison manager.
 

a. Peranan sebagal figurehead 
yakni suatu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya dalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal, karena otoritas formalnya, maka manajer dianggap sebagai simbol dan berkewajiban untuk melaksanakan serangkaian tugas-tugas bersifat temporer. Contoh seperti menghadiri acara pembukaan, peresmian dan lain-lain.

b. Peranan sebagai pimpinan (leader)

Dalam peranan ini kepala sekolah sebagai manajer juga sebagai pimpinan. Ia melakukan hubungan interpersonal dengan yang dipimpin. Melakukan fungsi-fungsi fokoknya di antaranya memimpin, memotivasi, mengem-bangkan dan mengendalikan.

c. Peranan sebagai pejabat perantara (ilaision manager). 

Disini manajer melakukan peranan berinteraksi dengan teman sejawat, staf, dan orang lain di luar organisasinya, untuk mendapatkan informasi. Oleh karena itu kepala sekolah harus menyadari bahwa sekolah yang dipimpinnya itu tidak berdiri sendiri, maka Ia harus menempuh cara dengan memperbanyak hubungan dengan sejumlah individu-individu atau kelompok-kelompok tertentu di luar organisasi guna kepentingan sekolah yang dipimpinnya, minimal sebagai tukar informasi demi pengembangan sekolah.

2. Peranan yang berhubungan dengan informasi (informational role)  

Kelanjutan dan peranan interpersonal di atas maka Mintzberg (Thoha, 2001) merancang peranan kedua yang berkaitan dengan informasi. Sebagai kepala sekolah dalam melaksanakan fungsinya maka harus bertindak sebagai monitor, disseminator, dan spokesman.
 

a. Sebagai monitor
Maka harus siap menerima dan mengumpul informasi, agar Ia mampu untuk mengembangkan suatu pengertian yang baik dari organisasi yang dipimpinnya, dan mempunyai pemahaman yang komplit tentang lingkungannya. Sebab tanpa informasi tidak mungkin dapat mendeteksi perubahan-perubahan, mendefinisikan persoalan-persoalan.

b. Sebagal disseminator

Kepala sekolah dalam menerima informasi dan berbagal segi baik dari luar organisasi maupun dari bawahannya sendiri.

c. Sebagai juru bicara (spokesman)

Agaknya kebalikan dari disseminator. Kalau spokesman adalah untuk menyampaikan informasi ke luar untuk lingkungannya, maka disseminator berarti penyaluran informasi ke dalam organisasi.

Sebagai kepala sekolah, secara formal mewakili atau bertindak atas nama sekolah yang dipimpinnya, maka disebut spokesman. Oleh karena itu kepala sekolah banyak tahu tentang sekolahnya maka dia bisa bertindak efektif dalam mewakili organisasinya. Misalnya mengadakan suatu negosiasi  untuk kepentingan sekolahnya.

3. Peranan pembuat keputusan (desicional role)  

Peran kepala sekolah sebagai manajer maka secara pasti harus terlibat dalam suatu proses pembuatan strategi di dalam sekolah yang mereka pertanggung jawabkan. Menurut Mintzberg (Thoha, 2001) bahwa keterlibatannya karena: (1) secara otoritas yang formal sebagai manajer adalah satu-satunya yang diperbolehkan terlibat untuk memikirkan tindakan-tindakan yang penting atau yang baru dalam lembaga pendidikan binaanya, (2) sebagai pusat informasi, kepala sekolah sebagai manajer dapat memberikan jaminan atas keputusan yang baik, mencerminkan pengetahuan terbaru dan nilai-nilai organisasi atau pendidikan, dan (3) keputusan-keputusan strategi akan lebih mudah diambil secara terpadu dengan adanya satu orang pengontrol atas semuanya dalam pembuatan keputusan.
 

Nagh itulah tadi sedikit ulasan tentang peranan kepala sekolah, selanjutnya kita akan mengulas tugas dari seorang kepalah sekolah. Stoner (Wahjosumijo, 2002), menguraikan delapan fungsi manajer (kepala sekolah) sebagai berikut:
 

8 Tugas Kepala sekolah 

a. Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain. Pengertian orang lain yaitu mencakup, staf, siswa ,guru, dan semua stakeholder. Ini berarti kepala sekolah berprilaku sebagai saluran komunikasi di lingkungan sekolah;
 

b. Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan semua aktivitas yang dilakukannya;
 

c. Kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan bilamana terjadi konflik antara kepentingan bawahan dan kepentingan sekolah;
 

d. Kepala sekolah harus berpikir secara analisis dan konsepsional dalam setiap tugas sebagai suatu keseluruhan yang saling berkaitan;
 

e. Kepala sekolah sebagai juru penengah atau pelerai secara adil dan bijaksana;
 

f. Kepala sekolah sebagai politisi untuk mengembangkan kerjasama melalui pendekatan persuasif dan kesepakatan;
 

g. Kepala sekolah adalah seorang diplomat dari wakil resmi dari sekolah yang dipimpinnya;
 

h. Kepala sekolah berfungsi sebagai pengambil keputusan yang sulit yang berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan dan kesulitan yang dihadapi.

Demikianlah sedikit pembahasan dari Peranan Dan tugas Kepala sekolah, kepala memiliki seabrek tugas dan tanggung jawab dalam memimpin sekolahnya untuk menjadi lebih baik sekaligus, oleh karena itu kepala sekolah sebaiknya harus memaksimalkan peranan dan tugasnya di sekolah.

Minggu, 08 Januari 2017

4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK


4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK_ Bagi ibu guru, orang tua maupun para pelajar yang masih belum terlalu memahami apa sih manfaat dari belajar secara mandiri, sebaiknya anda membaca artikel ini sampai selesai agar anda bisa mengetahui manfaat belajar secara mandiri. sebelum kita membahas manfaat belajar secara mandiri bagi siswa alangkah baiknya jika pertama-tama kita memahami apa sih pengertian dari belajar

4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK


Belajar didefinisikan oleh banyak ahli dengan rumusan yang berbeda, namun hakekatnya prinsip dan tujuannya sama. Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang dan dilandasi dengan adanya perubahan tingkah laku yang lebih baik. Perubahan yang ingin dicapai melalui belajar pada dasarnya adalah perubahan yang diperhatikan oleh individu dalam bentuk tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi individu dengan lingkungannya dengan melalui sesuatu yang mengarah kepada tujuan.
 

Baca juga:
6 Cara Memilih Sekolah Yang Tepat Untuk Anak

Nagh setelah mengetahui pengertian dari belajar selanjutnya kita akan sedikit mengulas pengertian dari mandiri. Mandiri secara etimologi diartikan sebagai keadaan dapat berdiri sendiri atau tidak tergantung pada orang lain. Sedang secara terminologi, mandiri dimaknai sebagai kecenderungan untuk melakukan sesuatu tanpa minta tolong kepada orang lain, bebas dan dapat melakukan sendiri. Kata ini sering kali diterapkan untuk pengertian dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda. Belajar mandiri merupakan kemampuan yang tidak banyak berkaitan dengan pembelajaran apa, tetapi lebih berkaitan dengan bagaimana proses belajar tersebut dilaksanakan.

Kegiatan belajar mandiri merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar yang lebih menitikberatkan pada kesadaran belajar seseorang atau lebih banyak menyerahkan kendali pembelajaran kepada diri peserta didik sendiri. Belajar mandiri bukan berarti harus belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Peserta didik sering kali menyalahartikan konsep belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Sebagai seorang yang mandiri, peserta didik tidak harus mengetahui semua hal, tetapi tidak juga diharapkan menjadi peserta didik yang jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Seperti yang dijelaskan oleh Rusman (2010) sesuai dengan konsep belajar mandiri, bahwa seorang peserta didik diharapkan dapat:

1. Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar;
2. Mengetahui konsep belajar mandiri;
3. Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan atau dukungan;
4. Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat atau harus memperoleh bantuan atau dukungan.

Belajar mandiri disebut juga sebagai self-directed learning. Knowles  (Bangun, 2012) mengatakan bahwa self-directed learning adalah sebuah proses dimana sebuah individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dan proses dalam self-directed learning ini dilakukan dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengatur tujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar dan menilai hasil.

Belajar mandiri dikembangkan untuk meningkatkan tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab peserta didik dalam proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi (intrinsik). Motivasi intrinsik dibangun dengan pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan sekarang adalah dalam rangka mempersiapkan masa yang akan datang, sehingga peserta didik mempunyai keyakinan dan dorongan kuat untuk mengembangkan dirinya. Motivasi intrinsik membantu peserta didik membuat pilihan informasi dan mengambil tanggung jawab untuk memutuskan apa yang perlu lakukan dalam rangka untuk belajar.

Tugas guru dalam proses belajar mandiri ialah menjadi fasilitator, yaitu menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada peserta didik bila diperlukan. Bentuknya terutama bantuan dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak dapat dipecahkan peserta didik sendiri.

Kemandirian pada manusia bersifat psikologis dan bukan merupakan suatu bakat yang dimiliki individu tapi dapat dikembangkan dengan baik pada diri seseorang melalui latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Manfaat belajar secara mandiri bagi anak adalah sebagai berikut:

"4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK"  


1. Memunculkan Inisiatif atau dorongan internal 
Konsep belajar mandiri lebih kepada kondisi inisiatif atau motivasi yang ada pada diri peserta didik. Belajar mandiri bukan dalam artian seseorang belajar sendiri. Proses belajar dapat dilakukan sendiri (seorang diri), atau dalam kelompok. Peserta didik mandiri selalu memiliki inisiatif atau dorongan dari dalam dirinya untuk memulai suatu proses pembelajaran.


2. Mampu Menetapkan tujuan 
Peserta didik mandiri selalu memiliki tujuan yang ditetapkan sendiri. Tujuan dari peserta didik mandiri, peserta didik di sekolah misalnya, bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban sebagai peserta didik, yang harus mengikuti proses belajar mengajar, menyelesaikan tugas-tugas dari pendidik. Tujuan peserta didik mandiri sudah lebih komprehensif.

3. Aktif dan kreatif mencari sumber belajar

Ketersediaan sumber belajar sering menjadi persoalan bagi penguasaan kompetensi yang dituntut. Sekolah seringkali hanya menyediakan sumber belajar yang sangat terbatas, dan sifatnya sektoral. Pada umumnya sumber belajar hanya tiga, dan seringkali tidak lengkap, yaitu perpustakaan, buku pelajaran pegangan peserta didik, dan lembar kerja peserta didik. Penekanan sumber-sumber belajar ini sektoral, memenuhi tuntutan materi semata. Berbentuk penguasaan secara kognitif dan terpisah-pisah. 


Bagi peserta didik mandiri, sumber belajar yang demikian akan selalu dirasakan kurang. Proses penguasaan kompetensi dilakukan dengan memperbanyak sumber belajar. Peserta didik aktif dan kreatif mencari dan memanfaatkan sumber belajar. Baik sumber belajar yang berbentuk cetak, elektronik, maupun langsung dari masyarakat. Sumber belajar cetak dapat berupa buku-buku di perpustakaan yang secara langsung merujuk pada materi ajar tertentu, maupun dari tempat lain yang secara luas memberikan informasi yang terkait, langsung maupun tidak langsung, dengan materi ajar. Sumber elektronik dapat berupa multimedia pembelajaran, sumber internet, atau sumber-sumber lain. Langsung kepada masyarakat, dapat kepada orang-orang yang memang mempunyai kompetensi tertentu, maupun dalam mengamati, menyelidiki dan menemukan kaitan materi ajar dengan kehidupan riil, dan menjadi sumber untuk memahami dan menguasai kompetensi tertentu.

4. Sadar siapa dirinya

Kesadaran dan pengenalan diri sendiri berdampak pada motivasi belajar pada peserta didik. Kesadaran diri berkaitan dengan kemampuan, bakat, dan minat diri atas ilmu dan pengetahuan, juga terkait dengan tipe belajar yang paling efektif. Peserta didik dikenalkan pada tipe belajar visual, auditori atau kinestetik. Peserta didik yang memahami kemampuan, bakat dan minatnya akan termotivasi mempelajari materi ajar dengan tanpa menghiraukan hasilnya. Proses belajar menjadi sesuatu yang sangat bermakna.

Nagh demikianlah 4 manfaat belajar secara mandiri bagi anak selain itu untuk meningkatkan efektivitas belajar mandiri diperlukan lingkungan yang mendukung antara lain: sumber belajar yang mudah diakses, sarana prasarana yang memadai, kesiapan pendidik dalam memfasilitasi.

3 Cara Analisis Butir Soal

Cara Analisis Butir Soal_ Analisis soal bertujuan untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan analisis soal dapat diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soal dan petunjuk untuk mengadakan perbaikan. 

Baca juga:

Tiga masalah yang berhubungan dengan analisis soal, yaitu taraf kesukaran, daya pembeda, dan pola jawaban soal atau pengecoh (Arikunto, 2010). namun terkadang sebagian guru belum memahami kariteria pemberian skor kepada soal-soal yang berdasarkan kategori kesukaran, daya pembeda dan pola jawaban soal, alhasil soal mudah, sedang dan sulit diberi standar skor yang sama.  

3 Cara Analisis Butir Soal

Oleh karena itu memahami cara anilisis butir soal menjadi hal yang mesti dikuasai oleh setiap guru agar pemberian soal dan skor tidak terkesang asal-asalan. jadi bagaimana cara analisis butis soal berdasarkan engkategoriannya? berikut ulasan cara analisis butir soal.
  
3 Cara Analisis Butir Soal
1. Berdasarkan Taraf Kesukaran
Tingkat kesukaran (difficulty level) suatu butir soal didefinisikan sebagai proporsi atau persentase subjek yang menjawab butir tes tertentu dengan benar. Sedangkan angka yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu butir soal dinamakan indeks kesukaran yang dilambangkan dengan p, nilai p ini terletak antara 0 dan 1. Berbicara tentang karakteristik butir soal berdasarkan teori klasik, maka yang perlu kita pahami dan perhatikan yaitu adanya butir soal dan peserta tes (testee). Bisa saja terjadi bahwa suatu butir tes dianggap mudah oleh kelompok siswa kelas A misalnya, tetapi pada kelompok siswa kelas B butir tes tersebut dianggap sulit. Jadi, berdasarkan teori ini, analisis tingkat kesukaran soal tidak lepas dari butir soal dan testee. Biasanya, testee dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok, misalnya, kelompok testee yang memiliki skor tinggi, skor sedang, dan skor rendah (jika kita bermaksud membagi mereka dalam tiga kelompok). Tetapi jika kita bermaksud menbagi mereka dalam dua kelompok, maka ada kelompok testee yang memiliki skor tinggi dan memiliki skor rendah. Begitu juga dengan butir soal, ada butir soal yang dapat dijawab oleh semua testee, ada juga butir soal yang dijawab oleh sebagian, dan ada yang tidak dapat dijawab oleh semua testee (Mansyur, dkk., 2009). Lebih lanjut menurut Sukiman (2012) kriteria yang digunakan untuk menentukan jenis tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut:
 Tabel 2.2  Kriteria Indeks Tingkat Kesukaran Soal
Indeks Tingkat kesukaran
Kategori
0,00 – 0,30
Soal tergolong sukar
0,31 – 0,70
Soal tergolong sedang
0,71 – 1,00
Soal tergolong mudah
Sumber: Sukiman, 2012
2. Berdasarkan Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Menurut Sukiman (2012) memberikan kriteria daya beda soal sebagai berikut:
            Tabel 2.3  Kriteria Indeks Daya Beda Soal
Indeks Daya Beda
Kategori
Tanda negatif
Tidak ada daya beda
< 0,20
Daya beda lemah
0,20 – 0,39
Daya beda cukup
0,40 – 0,69
Daya beda baik
0,70 – 1,00
Daya beda baik sekali
Sumber: Sukiman, 2012
3. Berdasarkan Pola Jawaban Soal (Distractor / Pengecoh)
Dari pola jawaban soal dapat ditentukan apakah pengecoh (distractor) berfungsi sebagai pengecoh dengan baik atau tidak. Pengecoh yang tidak dipilih sama sekali oleh testee berarti bahwa pengecoh itu jelek. Sebaliknya sebuah distraktor (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi dengan baik apabila distraktor tersebut mempunyai daya tarik yang besar bagi pengikut-pengikut tes yang kurang memahami konsep atau kurang menguasai bahan. Sesuatu distraktor dapat diperlakukan dengan 3 cara, yaitu: (1) diterima, karena sudah baik, (2) ditolak karena tidak baik, (3) ditulis kembali, karena kurang baik. Kekurangannya mungkin hanya terletak pada rumusan kalimatnya sehingga hanya perlu ditulis kembali, dengan perubahan seperlunya. Menulis soal adalah suatu pekerjaan yang sulit, sehingga apabila masih dapat diperbaiki, sebaiknya diperbaiki saja, tidak dibuang (Arikunto, 2010). Pengecoh dikatakan berfungsi efektif apabila paling tidak ada siswa yang terkecoh memilih (Purwanto, 2013).

Demikianlah artikel tentang 3 Cara Analisis Butir Soal yang bisa ibu atau bapak guru coba praktikan agar kualitas soal yang dibuat bisa maksimal dan mampu mengukur kemampuan siswa dengan tepat .

Sabtu, 07 Januari 2017

9 Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan)

9 Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan)_ Program GGD atau guru garis depan merupakan program pendidikan yang dimulai pada tahun 2014, tujuan lahirnya program GGD adalah mengirim guru-guru berkualitas ke berbagai pelosok-pelosok negeri yang masih kekurangan tenaga pendidik. Adapun guru yang bisa ikut serta dalam program guru garis depan atau GGD harus memiliki sertifikat pendidik atau bergelar “Gr” (guru professional). 

Program guru garis depan atau GGD hanya bisa diikuti oleh sarjana yang pernah ikut dalam program SM3T, hal tersebut merupakan ketetapan pemerintah, karena program GGD adalah program yang terintegrasi dengan program SM3T jadi bisa dipastikan bahwa tidak semua pihak bisa mendaftar menjadi guru garis depan (GGD), melainkan hanya orang tertentu yang memenuhi kualifikasi dan syarat yang telah ditetapkan pemerintah yang bisa mendaftar menjadi guru GGD.




Guru garis depan juga menjadi salah satu stockholder yang diberikan tugas dalam mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045 nanti. Oleh karena itu tugas guru GGD terbilang cukup berat dan menantang. Namun kompetensi alumni SM3T yang telah mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) cukup mumpuni jadi kemungkinan besar harapan yang disandarkan kepada para guru GGD untuk mewujudkan generasi emas Indonesia ditahun 2045 bisa terealisasi melalui semangat pantang menyerah. 

Baca juga:  
9 KEUNTUNGAN IKUT PROGRAM SM3T

Kembali ke topic pembahasan tentang apa sih Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan)? Mungkin pertanyaan tersebut kadang muncul dalam benak para guru yang mau ikut mendaftar menjadi guru GGD. Memang belakangan ini guru GGD mendapat sorotan dan perhatian lebih karena ada begitu banyaknya kemudahan dan fasilitas yang disediakan bagi para guru GGD. Penasaran apa saja Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan)? Berikut kami akan ulas dengan seksama apa saja Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan):

9 Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan)


1. Persaingan tidak terlalu ketat

Keuntungan pertama ikut GGD adalah pada proses pendaftaran, jumlah orang yang mendaftar menjadi guru garis depan bisa dibilang tidak terlalu banyak jadi peluang untuk bisa lulus terbuka lebar, bahkan dalam beberapa kesempatan pendaftaran formasi GGD, jumlah kouta pendaftaran yang disediakan belum terpenuhi hal tersebut berarti  kemungkinan besar yang mendaftar bisa lulus 100%. Berbeda dengan pendafataran CPNS umum yang jumlah pendaftarnya sangat banyak sedangkan jumlah formasi yang disediakan sangat terbatas.

2. Berstatus CPNS

Berbeda dengan guru sm3t yang bersatus sebagai guru kontrak, pada program guru GGD, peserta yang berhasil lulus seleksi akan berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan hanya perlu menunggu kegiatan prajabatan agar bisa menjadi PNS. Sebelum berangkat dilokasi pengabdian guru GGD akan diberi pelatihan dan pembekalan yang biasa disebut dengan bimtek. Dan seperti yang kita ketahui bahwa menjadi PNS adalah dambaan sebagian banyak orang jadi jika anda ingin menjadi PNS maka program guru GGD bisa jadi alternatife asalkan memenuhi kriterian dan syarat pendaftaran.

3. Mendapat tunjangan sertifikasi pendidik

Kelebihan selanjutnya menjadi guru garis depan adalah mendapat tunjangan sertifikasi pendidik, tunjangan sertifikasi biasanya sebesar gaji pokok PNS. Guru GGD langsung mendapat gaji sertfikasi karena mereka sebelumnya telah mengikuti pendidikan PPG dan mendapat sertifikasi pendidik dengan bergelar “Gr”. Bisa dibayangkan berapa total gaji yang bisa diterima oleh para guru GGD tiap bulannya. Namun berdasarkan informasi dibeberapa tempat guru GGD tidak langsung mendapat gaji sertifikasi melainkan harus melalui beberapa prosedur, agar bisa mendapat tunjangan sertifikasi pendidik.

4. Mendapat tunjangan khusus daerah

kelebihan selanjutnya jika anda menjadi guru garis depan (GGD) selain mendapat gaji sebagai PNS dan tunjangan sertifikat pendidik, guru GGD juga diberikan tunjangan khusus daerah. namun nominalnya tergantung keputusan pemerintah setempat dan berdasarkan informasi yang beredar menyebutkan beberapa daerah bahkan menganggarkan 2 juta bagi guru GGD sebagai tunjangan khusus daerah.

5. Program khusus pemerintah

Guru GGD merupakan formasi khusus yang disediakan pemerintah, tujuan dari program khusus tersebut karena mereka akan diberi tugas khusus dalam pengabdiannya. Namun terlepas dari misi dan tugas khusus yang harus diembang oleh guru GGD, keberadaan guru GGD yang direkrut melalui formasi khusus akan mendapat beberapa keistimewaan dan perhatian khusus. Jadi guru GGD mendapat perhatian khusus/lebih dari pemerintah, baik dari masalah gaji dan fasilitas yang akan didapatkan dilokasi pengabdian.

6. Mendapat sebidang tanah dilokasi pengabdian

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa guru GGD akan diberi sebidang tanah dari pemerintah, hal ini dimaksudkan agar guru GGD bisa memanfaatkan lahan tersebut selama berada dilokasi pengabdian. Tanah tersebut bisa digunakan untuk mendirikan rumah, lahan pertanian dll. Hal tersebut bertujuan agar guru garis depan bisa betah berada dilokasi pengabdian.

7. Dimudahkan dalam melakukan kredit

Pemerintah mengisyaratkan agar guru GGD di daerah pengabdian dimudahkan dalam melakukan kredit baik itu untuk melakukan kredit rumah dll, walaupun jika telah berstatus PNS beberapa lembaga akan memudahkan proses kredit bagi PNS namun penyampaian pemerintah kepada pihak yang terkait dilokasi pengabdian guru GGD, setidaknya menjadi nilai plus bagi keberadaan guru GGD.

8. Ikut serta dalam memajukan pendidikan di Indonesia
 

Keuntungan selanjutnya menjadi guru GGD adalah anda bisa berperan serta dalam mendidik anak-anak Indonesia yang selama ini belum mendapat pelayanan pendidikan yang maksimal.  Guru GGD adalah program yang diharapkan mampu mengubah wajah Indonesia dan diharapkan mampu mewujudkan generasi emas Indonesia ditahun 2045, Jadi berapa beruntungnya jika anda bisa ikut terlibat dan mengambil peran dalam program tersebut.

9. Mengajar sekaligus bisa traveling 

Keuntungan terakhir yang bisa anda dapatkan ketika menjadi guru GGD adalah anda akan ditugaskan di tempat atau lokasi yang baru yang masih terbilang asing bagi anda. Satu hal yang bisa anda lakukan selain mendidik dan mengajar dilokasi pengabdian anda juga bisa melakukan traveling dilokasi pengabdian. Karena Indonesia adalah negeri sangat eksotik jadi anda bisa mengeskplorasi destinasi wisata yang ada dilokasi pengabdian anda, mulai dari wisata alam, Wisata social budaya dll.

Demikianlah 9 Keuntungan ikut program GGD (Guru Garis Depan) apa anda tertarik untuk ikut bergabung menjadi guru garis depan (GGD)? Jika anda memiliki niat untuk bergabung menjadi guru GGD setidaknya anda harus memenuhi syarat baku untuk menjadi guru GGD seperti, pernah ikut SM3T, lulus PPG serta mendapat sertifikat pendidik dan beberap persyaratan lainnya.