Showing posts with label SISWA. Show all posts
Showing posts with label SISWA. Show all posts

Monday, 4 December 2017

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa_ Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif dan terlibat dalam pembelajaran, pembelajaran yang baik harus mampu memberi stimulus yang tepat guna membuat siswa benar-benar ingin melibatkan diri dalam pembelajaran dengan begitu potensi ketercapaian indikator-indikator yang direncanakan dalam setiap pembelajaran bisa tercapai.

Keberagaman karakter siswa dalam suatu kelas membuat guru harus mampu membaca dan memahami karakter siswa tersebut agar perencanaan pembelajaran bisa disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi seluruh karakter yang dimiliki siswa agar bisa berhasil dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:
10 Cara Membangun Motivasi Belajar Peserta Didik
18 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Salah satu metode yang bisa dilakukan oleh seorang guna membangkitkan semangat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memberikan motivasi atau penguatan dalam proses pembelajaran.

Motivasi sendiri dalam pemahamannya dibagi dalam dua ranah yakni motivasi intrinsik atau biasa juga dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dalam diri siswa, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah suatu bentuk penguatan atau motivasi yang bersumber dari luar diri siswa.

Pada dasarnya motivasi yang mampu diberikan oleh guru adalah motivasi yang bersifat ekstrinsik namun bukan tidak mungkin motivasi yang bersifat ekstrinsik tersebut diakumulasi oleh siswa menjadi suatu bentuk motivasi yang bersifat intrinsik.

Berbicara mengenai manfaat motivasi dan penguatan ada beberapa manfaat pemberian motivasi bagi siswa baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun di kegiatan luar pembelajaran. apa saja manfaat motivasi/penguatan bagi siswa berikut ulasannya:

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

1. Membuat siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran
Motivasi sangat berkaitan dengan stimulus yang membuat siswa menjadi terpacu, terdorong untuk melakukan sesuatu, bentuk motivasi yang bisa diberikan agar siswa semangat dalam mengikuti pembelajarn misalnya,  menjanjikan siswa hadiah jika berhasil menjawab semua soal dengan benar.

Selain itu motivasi yang terkadang sebagian menganggap hal tersebut sebagai hal sepele juga bisa membuat semangat belajar siswa menjadi bertambah; misalnya saja dengan memberi pujian seperti kamu pintar, kamu berbakat, kamu hebat dan lain sebagainya.

Intinya hal-hal sederhana yang jika disampaikan dengan benar pada saat yang tepat bisa menjadi titik awal munculnya tumbuhnya semangat belajar siswa.

2.Meminimalisir perasaan jenuh
Belajar pada akhirnya bisa mengantarkan siswa pada titik jenuh/bosan dalam mengikuti pelajaran, misalnya saja perasaan jenuh tersebut mudah muncul dalam diri siswa jika jam-jam pelajaran sudah agak siang/akhir-akhir pembelajaran.

Hal tersebut tak lepas dari berkurangnya stamina dan energi siswa sehingga membuat siswa menjadi kurang fokus dalam pembelajaran alhasil karena gagal dalam memahami suatu pelajaran siswa seterusnya akan merasa jenuh dan bosan dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan.

Apalagi jika diakhir pembelajaran yang diajarkan pada siswa adalah mata pelajaran yang
membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi seperti mata pelajaran matematika, sudah pasti jika tidak disertai dengan kemampuan memberi penguatan/motivasi pada siswa, akan membuat siswa mudah jenuh dalam pembelajaran.

Cara memotivasi siswa dalam belajar agar bisa menghilangkan kejenuhan yakni dengan melaksanakan pembelajaran yang menantang, misalnya kompetisi (lomba) antara siswa/antara kelompok, menerapkan model pembelajaran yang bersifat games edukatif.

3. Membantu siswa dalam menemukan mimpinya
Motivasi yang disampaikan dengan baik akan membuat siswa terpicu untuk mengeksplorasi bakat dan potensi yang ada dalam dirinya, dengan arahan atau penerapan keterampilan bertanya yang dilakukan guru akan membuat siswa menemukan gambaran tentang mimpi yang ingin mereka wujudkan yang sudah pasti hampir sesuai dengan bakat siswa tersebut

Misalnya saja bentuk motivasi pada siswa yang bisa membantu siswa tersebut dalam menemukan mimpinya yakni dengan bertanya pada siswa “kalian cita-citanya mau jadi apa?” siapa tokoh favorit kalian?, bagaimana cara agar mimpi kalian bisa terwujud dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa memicu seorang siswa dalam menemukan cita-citanya.

4. Menumbuhkan sikap optimisme dalam diri siswa
Motivasi mampu memberi stimulasi positif bagi cara berpikir siswa, motivasi/penguatan yang tepat akan membuat siswa menjadi lebih visioner dan optimis dalam mewujudkan mimpinya. Misalnya saja motivasi sederhana seperti kata “kamu pasti bisa, kamu pasti menang, kamu pasti bisa juara.

Akumulasi dari perkataan-perkataan positif yang terus menerus didengar oleh siswa akan membuat mindset berpikirnya menjadi lebih positif dan yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, sehingga perasaan pesimis dan rendah diri yang selama ini dia rasakan bisa berubah menjadi optimisme yang kuat.

5. Siswa akan menjadi eksploratif
Akumulasi dari penguatan/motivasi yang biasa diberikan oleh guru membuat siswa menjadi semangat dan termotivasi untuk bisa menjadi pribadi yang sukses, imbasnya yakni siswa akan menjadi lebih ekploratif atau dengan kata lain siswa akan berusaha untuk menggali dan memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya.

Sikap eksploratif yang ditunjukan siswa akan membuat siswa menjadi lebih kompeten dan berusaha mencari tantangan guna menguji/mengukur bakat dan minat yang dimilikinya. Siswa kemungkinan akan memiliki kemampuan berpikir kritis namun tetap realistis.

6. Mengajarkan siswa untuk tidak mudah menyerah
“Jangan takut gagal, harus berani dan melihat suatu masalah sebagai tantangan bukan rintangan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya” adalah beberapa kata motivasi yang bisa mebangkitkan semangat juang siswa sehingga dia tidak akan mudah menyerah dengan berbagai permasalahan yang dia hadapi.

Karena seperti yang kita ketahui bahwasanya musuh terbesar dalam diri adalah rasa takut/mudah  menyerah, dengan motivasi yang baik siswa tidak akan mudah putus asa jika dihadapkan dengan berbagai hal, misalnya saja pelajaran yang menurutnya susah, kompetisi dll

Demikianlah 6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa, tulisan di atas merupakan hasil buah pemikiran penulis dan tidak bermaksud untuk medistorsi pendapat dari ahli, semogaartikelnya bermanfaat untuk anda.

Monday, 30 October 2017

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar_ Membaca adalah gerbang dalam mengarungi kayanya khazanah ilmu pengetahuan, dengan membaca akan membuat seseorang siswa atau pelajar akan menjadi lebih memiliki lebih banyak wawasan.


Membaca sendiri memiliki banyak manfaat untuk pelajar/siswa sehingga sangat perlu untuk mengarahkan siswa/pelajar untuk rajin membaca, dan jikalau perlu kebiasaan membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan/rutinitas bagi siswa dalam kesehariannya.

Oleh karena itu peranan seorang guru maupun orangtua dalam mengarahkan anak didiknya untuk rajin membaca sangat fundamental. Namun faktanya minat baca dikalangan siswa/pelajar masih kurang, tapi bukan berarti semua siswa memiliki minat baca yang rendah karena sebagian pelajar masih ada yang memiliki motivasi untuk membaca.

Fokus pada topik artikel kali ini yang membahas tentang faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi membaca pada siswa/pelajar. Sebenarnya jika dianalisa secara komprehensif ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rendahnya minat baca pada siswa/pelajar. Berikut ulasannya

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

1. Mudahnya memperoleh informasi yang instan
Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari.

Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.

Apalagi dalam menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Pengaruh sosial media
Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media.

Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

3. Banyaknya hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi.

Belum lagi kehadiran youtube yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

4. Guru dan orangtua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata.

Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

5. Sarana/media membaca yang kurang
Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat siswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media.

Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri siswa.

6. Konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi
Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira.

Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, pikinik,  bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
Salah satu hal yang kita ketahui bersama bahwasanya sebagian pelajar/siswa saat ini mulai terpengaruh pergaulan bebas, sehingga satu sama lain mulai salin meniru dan tak sedikit pergaulan bebas tersebut mengarah ke arah negatif, alahasil sebagain generasi muda bangsa mulai mengalami disorientasi tujuan.

8. Pengaruh game
Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurangya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat anak menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Demikianlah 8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar menurut penulis, tulisan di atas merupakan hasil buah pikir penulis, jadi jika ada kesalahan/ hal yang kurang tepat mohon diberi saran dan masukan.

Monday, 23 October 2017

8 Cara Mengajarkan Pelajaran Matematika Agar Mudah dimengerti Siswa

8 Cara Mengajarkan Pelajaran Matematika Agar Mudah dimengerti Siswa_ Pelajaran matematika merupakan salah satu cabang dari displin ilmu pengetahuan, penggunaan ilmu matematika sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut lantas membuat matematika menjadi hal yang perlu untuk dipelajari/diajarkan, termasuk dalam lingkup pendidikan/sekolah.


Setiap mata pelajaran mempunyai kerumitan tersendiri dalam mengajarkannya, termasuk pelajaran matematika, berbeda dengan pelajaran lainnya seperti, IPA, PKN dan Olahraga yang ruang lingkup pembelajarannya yang bersifat kongkret. Namun pelajaran matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, sehingga perlu metode, teknik, pendekatan tertentu untuk mengajarkannya.

Baca juga: 10 Model Pembelajaran Matematika di SD

Selain itu pelajaran matematika juga memiliki mindset tersendiri bagi sebagian siswa, misalnya saja sebagian siswa berpikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari, oleh karena itu untuk mengubah paradigma tersebut matematika harus diajarkan dengan cara yang menyenagkan agar siswa bisa tertarik atau bahkan menikmati belajar matematika.

Lantas hal apa saja yang perlu dilakukan dalam mengajarkan matematika agar siswa cepat dalam mengerti/memahami materi yang diajakrkan? Berikut ulasannya

8 Cara mengajarkan matematika agar mudah dimengerti siswa

1. Mengajarkan matematika dengan konsep yang benar
Seperti yang kita ketahui bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak, jadi pemahaman konsep yang benar tentang materi yang akan/sedang diajarkan menjadi kunci sukses bagi guru dalam membuat siswa paham tentang materi tersebut.

 Misalnya saja konsep tentang bilangan/angka, sebut saja angka”1” merupakan sebuah lambang bilangan sedangkan “satu” merupakan nama bilangan sehingga agar konsep tentang satu tersebut bisa dikonkretkan maka dibutuhkan media/alat peraga untuk menjelaskan pada siswa.

Misalnya saja kita mengambil satu biji pisang/apel/rambutan untuk berusaha mengubah nilai satu yang tadinya abstrak menjadi lebih konkret. Sehingga konsep tentang nilai angka satu tersebut bisa dipahami siswa, jika dalam pelajaran lain menggunakan tagline kontekstual maka dalam matematika kita gunakan tagline konseptual yakni dari suatu konsep nyata dan telah dimenegerti siswa menuju konsep yang abstrak

2. Mengambil contoh media/alat peraga yang dekat dengan kehidupan siswa
Selanjutnya tips dalam mengajarkan matematika agar siswa dengan mudah mengerti yakni dengan menggunakan peraga/penggabaran yang lekat dengan kehiupan siswa, misalnya saja ketika sedang mengajarkan tentang persegi panjang maka media/peraga yang konkret yang bisa gunakan yakni dengan menunjukan bentuk papan tulis (papan tulis biasanya berbentuk persegi panjang) atau permukaan meja belajar siswa (biasanya juga berbentuk persegi panjang)

Atau misalnya saja dalam mengajarkan materi segitiga, maka dengan memperlihatkan atap rumah bagian depan/sekolah maka pasti akan konkret/nyata sehingga siswa dengan mudah akan memahami tentang materi tersebut. Selanjutnya jika mengajarkan materi tentang bangun ruang maka tidak ada salahnya menjadikan ruang kelas anda sebagai medianya.

3. Aplikasikan model, metode, teknik dan pendekatan yang benar
Selain itu yang mesti diperhatikan oleh guru adalah penerapan model, metode, teknik dan pendekatan yang benar dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Model, metode, teknik dan pendekatan yang tidak sinkron dengan materi pelajaran matematika justru menyebabkan disorientasi tujuan pembelajaran.

Usahakan  penggunaan model, metode, teknik dan pendekatan yang memiliki bentuk “games/permainan” agar pembelajaran bisa mejadi lebih menyenangkan bagi siswa sehingga mindset siswa yang dulunya menganggap  pelajaran matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang membosankan menjadi lebih positif dengan mata pelajaran matematika.

4. Mengukur pemahaman awal siswa terhadap materi yang akan diberikan
Salah satu hal yang bisa membuat pikiran/semangat siswa buntu adalah materi yang diajarkan membuatnya gagal paham diawal materi alhasil pada materi-materi selanjutnya siswa terlanjur tidak mengerti. Maka dari itu sangat penting untuk menggali atau mengecek pemahaman siswa tentang materi yang akan diajarkan.

Jikalau memang siswa masih belum sepenuhnya paham dengan materi sebelumnya yang terkait materi yang akan diajarkan maka tidak ada salahnya sedikit merefleksi materi tersebut agar materi yang akan diajarkan bisa disinkronkan dengan pemahaman siswa dengan begitu pemahaman siswa bisa jadi lebih sistematis.

5. Memotivasi siswa agar melihat pelajaran mtematika sebagai sebuah tantangan bukan rintangan
Penanaman mindset yang tepat pada siswa akan berimplikasi bersar terhadap paradigma siswa terhadap mata pelajaran matematika tersebut, sehingga sangat penting untuk memberikan motivasi maupun inspirasi yang bisa membangkitkan semangat siswa untuk belajar matematika

Salah satu caranya yakni dengan mensugesti siswa bahwasanya matematika bukanllah rintangan yang sulit untuk dilalui melainkan sebuah tantangan yang siap untuk ditaklukkan, dengan begitu siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar matematika.

6. Teori dan praktik
Agar siswa mudah mengerti dengan pelajaran/materi matematika yang sedang diajarkan maka yang diharus dilakukan yakni dengan menyeimbangkan antara teori yang diajarkan dengan praktik/latihan mengerjakan soal-soal matematika, seperti sebuah ungkapan “practice make is perfect”.
Dengan senantiasa mengiringi materi pelajaran dengan praktek aplikatif maka siswa akan lebih mudah mahamami dan mengetahuan yang diterima akan lebih bermakna.

7. Jedah/istirahat
Berhubung matematik marupakan ilmu yang berhubungan erat dengan rumus-rumus, angka-angka maka disarankan untuk melakukan perenggangan atau refreshing setiap kali satu pokok bahasan telah selesai diajarkan.

Hal tersebut bertujuan agar pikiran siswa tidak terlalu tegang/stress ketika sedang menerima materi pelajaran, 4-5 menit bisa mejadi waktu yang cukup dalam merecovery pikiran siswa agar bisa kembali fresh dalam menerima materi pelajaran matematika yang sedang diajarkan.

8. Evaluasi diakhir pembelajaran
Untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran matematika yang anda ajarkan bisa dilakukan dengan memberikan evaluasi diakhir pelajaran, tingkat pemahaman siswa akan tergambar pada hasil evaluasi tersebut dan jika masih ada siswa yang belum sepenuhnya memahami materi bisa dilakukan sesi tanya jawab di akhir pembelajaran.

Demikianlah 8 tips yang bisa anda coba aplikasikan dalam mengajarkan matematika agar siswa anda bisa lebih cepat paham atau mengerti dengan materi yang anda ajarkan. Semog bermanfaat.

Friday, 20 October 2017

11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN

11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN _ Ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah berstandar nasional adalah salah satu aspek yang menentukan kelulusan siswa, UN dan UASBN sendiri dilaksanakan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.



Pelaksanaan UN dan UASBN terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi beberapa siswa. Sebagian siswa ada yang merasa deg-degan saat menjelang UN dan tak sedikit pula siswa yang merasa cemas/stress ketika dihadapkan pada istilah ujian nasional.

Baca juga: 17 Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN

Perasaan cemas atau stress saat menghadapi ujian nasional maupun ujian akhir sekolah berstandar nasional bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya;

Faktor yang bisa menjadi pemicu stress saat hendak menghadapi UN dan UASBN


1. perasaan khawatir jangan sampai tidak sukses/lulus saat mengikuti UN
Bisa dikatakan bahwa sebagian besar siswa kemungkinan akan merasa deg-degan saat akan menghadapi ujian nasional, hal tersebut bisa disebabkan oleh tekanan psikologis yang muncul akibat perasaan takut akan tidak lulus saat mengikuti ujian nasional.

2. Merasa tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri
Kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri terkait kesuksesan menghadapi ujian nasional menjadi penyebab lain sehingga terkadang membuat siswa merasa stress saat menjelang ujian nasional.

3. Luasnya materi pelajaran yang harus dikuasai
Dalam ujian nasional (UN dan UASBN) ada beberapa mata pelajaran yang  diujikan, dan materinya meliputi pelajaran dari kelas awal sampai kelas akhir, kebayang bukan betapa luasanya materi yang harus dipelajari siswa. Materi yang begitu luas terkadang memicu munculnya perasaan frustasi dalam diri siswa untuk belajar.

4. Jangka waktu belajar yang tidak maksimal
Waktu belajar yang singkat dan materi pelajaran yang harus dikuasai begitu luas bisa menyebabkan munculnya perasaan stress dalam diri siswa, apalagi jika waktu pelaksanaan UN/UASBN sudah semakin dekat, alhasil siswa bisa merasa acuh tak acuh lagi untuk belajar.

Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi atau mengatisipasi agar tidak merasa stress menghadapi ujian nasional? Setidaknya ada beberapa cara atau tisp yang harus dipahami oleh siswa agar perasaan cemas/stress menghadapi UN bisa diminimalisir atau dihilangkan. Berikut ulasannya

Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN

1. Memahami prosedur kelulusan dari sekolah
Hal yang pertama yang harus dipahami oleh siswa agar tidak terlanjur stress menghadapi ujian nasional adalah bahwasanya ujian nasional bukannlah 100% penentu kelulusan, jika dulu penentu kelulusan 100% adalah nilai dari ujian nasional maka saat ini penentu kelulusan adalah akumulasi dari nilai ujian nasional dan nilai dari sekolah.

Sehingga meskipun nilai yang didapat saat ujian nasional rendah namun nilai yang diperoleh dari sekolah tinggi tetap memungkinkan siswa untuk lulus, namun dengan memahami prosedur kelulusan bukan berarti anda bisa santai/bermalas-malasan untuk mengahadapi UN akan tetapi tetap berusaha mendapat nila terbaik dalam UN tetap harus menjadi prioritas utama.

2. Melihat ujian nasional sebagai tantangan bukan rintangan

Agar anda bisa bersemangat dalam menghadapi ujian nasional maka persepsi yang harus anda tanamkan dalam pikiran anda yakni dengan menggambarkan bahwa ujian nasional merupakan tantangan untuk menguji seberapa besar kemampuan anda.

Dengan melihat ujian nasional sebagai tantangan untuk meningkatkan kemampuan anda maka perasaan semangat, serius, optimis akan muncul dalam diri anda untuk bisa menaklukan tantangan tersebut.

3. Merangkum materi pelajaran
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa luasanya materi pelajaran yang harus dipelajari terkait ujian nasional kadang membuat siswa merasa stress, sehingga sangat tepat dalam menyiasati keluasan materi ujian nasional dengan membuat rangkuman tiap mata pelajaran ujian nasional.

Dengan begitu anda akan lebih mudah mempelajari setiap materi pelajaran dan yang pastinya akan membuat waktu belajar anda menjadi lebih efisien.

4. Belajar individu dan kelompok
Selanjutnya agar tidak merasa stress saat akan ujian nasional yakni melakukan metode pembelajaran yang bervariasi, misalnya belajar mandiri dan belajar kelompok. Belajar mandiri memungkinkan anda untuk bisa fokus dan tenang dalam belajar sedangkan belajar memungkinkan anda menemukan banyak ide dan gagasan dari teman belajar anda sehingga bisa menjadi bekal saat mengikuti ujian nasional

5. Porsir waktu belajar dengan bijak
Terkadang siswa akan mengenjot waktu belajarnya saat pelaksanaan ujian nasional semakin dekat sehingga terkadang waktu belajar yang lama bisa memunculkan perasaan yang stress maka dari itu porsi belajar harus ditentukan dengan bijaksana agar hal yang buruk/negatif bisa dihindari

6. Liburan/refrehsing
Beberapa hari sebelum ujian sdilaksanakan tidak ada salahnya anda menyempatkan diri anda berlibur/refreshing ditempat yang tenang dan indah agar bisa mengembalikan level pikiran anda ketingkat alpha (rileks dan santai) nmuan usahakan pilih saja lokasi/destinasi liburan yang dekat dan tidak berbahaya, hal tersebut untuk mengantisiapasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

Setelah anda memahami hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan gelisah/stress menjelang ujian selanjutnya kita akan sedikit membahas seputar tips agar tidak stress saat sedang ujian nasional; berikut ulasannya

Tips agar tidak stress saat ujian nasional berlangsung

1. Datang secepat mungkin ke lokasi ujian
Langkah antisifatif harus dilakukan agar tidak mengalami stress saat ujian nasional yakni dengan datang beberapa menit/jam dilokasi ujian sebelum ujian nasional, kebayang bukan jika kita terlambat saat ujian dan waktu tinggal sedikti untuk mengerjakan soal-soal UN maka kemungkinan besar akan membuat anda stress.

2. bersikap tenang dan santai 
Saat menjawab soal ujian nasional usahakan bersikap tenang dan santai, kurangi perasaan tegang dan gelisah, angaplah diri anda bisa, mampu, sanggup, yakin bisa menjawab semua soal ujian nasional tersebut dengan benar dan tepat waktu.

3. Mulai dari soal yang paling mudah terlebih dahulu
Usahakan dalam menjawab soal  mulailah dari soal yang paling sederhana dan mudah agar pikiran/otak anda tidak langsung shock, dengan memilih soal yang mudah terlebih dahulu kemudian soal dengan level sedang dan selanjutnya soal dengan level susah membuat kerja otak dapat terstruktur (sistematis)

4. Menghela nafas dan merenggakan tubuh/badan
Disela-sela waktu menjawab soal usahakan merenggakan badan/tubuh anda sembari menghela nafas dengan perlahan agar kondisi pikiran anda yang mulai pusing/kacau bisa kembali tenang

5. Sesekali alihkan padangan ke objek yang jauh
Agar mata anda tidak sakit atau terganggu karena terlalu fokus pada layar komputer, sesekali bisa anda alihkan pandangan ke objek lain atau bisa juga dengan mengedip-ngedipkan mata.

Demikianlah 11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN, semoga bisa bermanfaat untuk adik-adik sehingga bisa sukses UN dan UASBN

Wednesday, 11 October 2017

6 Cara atau Metode Dalam Membentuk Kelompok Diskusi dan Kelompok Belajar

6 Cara atau metode dalam membentuk kelompok diskusi dan kelompok belajar_ Salah metode belajar yang efektif dalam menumbuhkan semangat belajar siswa adalah dengan menerapkan metode diskusi, metode diskusi mengajarkan siswa bagaimana membangun komunikasi dengan teman kelompoknya, belajar bekerjasama, menghargai pendapat teman kelompoknya dan bertanggung jawab dengan tugas kelompok yang diberikan namun tetap dalam arahan dan bimbingan dari gurunya.


Antusiasme siswa yang belajar kelompk akan semakin terlihat ketika ada kegiatan perlombaan/kompetisi dengan kelompok lain, sehingga setiap kelompok akan berusaha memberikan penampilan terbaik agar bisa menjadi juara/pemenang.

Baca juga:

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Dalam membentuk kelompok belajar/kelompok diskusi juga bisa menggunakan beberapa metode atau cara pengelompokkan, apa saja metode pembagian kelompok yang biasa diguakan? Berikut beberapa ulasannya

6 Cara atau metode dalam membentuk kelompok diskusi dan kelompok belajar  
1. Metode menghitung
Cara atau metode pertama yang bisa dicoba dalam membentuk kelompok diskusi/kelompok belajar yakni dengan cara menghitung, misalnya saja akan dibentuk 5 kelompok, maka siswa diminta berhitung dari 1-5.
Siswa yang duduk dibagian depan mulai menghitung angka 1 dilanjutkan dengan siswa yang ada didekatnya dengan angka 2  kemudian siswa yang ada didekatnya menyebut akngka 3 dan begitu seterusnya sampai angka 5.

Jika sudah sampai angka 5, siswa selanjutnya kembali menghitung mulai dari angka 1-5 sampai semua siswa dalam kelas telah memiliki no.urut/kepala, selanjutnya siswa yang memiliki no.urut/kepala yang sama  menjadi teman satu kelompok

2. Metode memilih sendiri teman kelompok
Selanjutnya metode yang juga biasa digunakan dalam memilih teman kelompok yakni dengan memberi kebebasan pada siswa untuk memilih sendiri teman kelompoknya, namun metode ini terkadang menimbulkan beberapa masalah.

Misalnya saja ada beberapa siswa yang tidak dipilih untuk menjadi kelompok tertentu, alhasil haus dilakukan pembentukan kelompok ulang, siswa biasanya akan membentuk kelompok bersama teman akrabnya/teman gengnya.

3. Kelompok homogen
Metode ini adalah suatu pembentukan kelompok yang mengelompokkan siswa yang sejenis, misalnya saja siswa laki-laki satu kelompok dengan siswa laki-laki, begitupun dengan siswa perempuan dikelompokkan dengan perempuan semuanya.

4. Kelompok heterogen
Kelompok heterogen adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya jenis kelamin, kepintaran, latar belakang, suku dan agama. Dalam satu kelompok anak yang pintar dikelompokkan dengan anak yang kurang pintar, anak yang kaya dikelompokkan dengan anak yang kurang mampu, anak yang berasal dari suku berbeda dijadikan satu kelompok.

Metode kelompok heterogen cukup baik dalam mendidik anak untuk saling menghargai satu sama lain, saling membantu satu sama lain. Kelompok heterogen sangat tepat dalam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan pada anak tanpa melihat latar belakang siswa tersebut, peringkat dalam kelas, suku dan agamanya.

5. metode undian
Cara membentuk kelompok dengan metode undian yakni dengan mengetahui terlebih dahulu jumlah siswa yang ada di dalam kelas, selanjutnya menetukan jumlah kelompok yang akan dibentuk. Misalkan saja dalam kelas ada 20 siswa dan akan dibentuk 5 kelompk maka dibuat gulungan kertas yang bernomorkan angka 1 sebanyak 4, bernomorkan angka 2 sebanyak 4, bernomorkan angka 3 sebanyak 4 buah, bernomorkan angka 4 sebanyak 4 buah dan bernomorkan angka 5 sebanyak 4 buah.

Selanjutnya siswa diminta satu persatu untuk mengambil masing-masing satu gulungan kertas, dan siswa yang mendapat angka sama otomatis menjadi satu kelompok.

6. Kelompok besar dan kelompok kecil
Pembentukan kelompok besar dan kelompok kecil tergantung materi pelajaran yang akan dilakukan, kelompok kecil biasanya terdiri dari 2-4 orang perkelompok sedangkan kelompok besar terdiri dari 5-10 angggota kelompok. Dalam diskusi kelompok kecil kemungkinan akan lebih efektif.

Demikianlah 6 Cara atau Metode dalam membagi kelompok yang bisa anda coba lakukan dalam kelas anda, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Monday, 9 October 2017

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran_ Dalam setiap proses pembelajaran pastinya selalu ada tujuan belajar yang hendak untuk dicapai, agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal, pendidik/guru harus mampu medesain/menyusun konsep pembelajaran yang menarik sehingga siswa terpancing untuk melibatkan diri dalam proses pembelajaran.


Jika dulu, kita mengenal istilah metode belajar dengan pola teacher center maka saat ini paradigma tersebut mulai berubah, penekanan pembelajaran saat ini lebih ditekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran atau biasa disebut dengan istilah student center.

Baca juga:
6 Cara Agar Siswa Tidak Bosan Mengikuti pembelajaran di Sekolah  
4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar
6 Cara atau Metode Dalam Membentuk Kelompok Diskusi dan Kelompok Belajar 

Namun untuk membuat siswa bersemangant dan termotivasi dalam proses belajar bukan hl yang mudah akan tetapi bukan berarti tidak bisa, oleh karena itu aagar siswa bisa termotivasi untuk belajar dan aktif dalam proses belajar, seorang guru dituntut menggunakan model atau metode dalam setiap pembelajaran.

Dalam memilih model dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari agar terjadi korelasi/kecocokan dengan begitu tujuan pembelaran bisa tercapai dengan maksimal.

Lantas model dan metode belajar apa saja yang bisa membuat siswa menjadi lebih bergairah dalam mengikuti pelajaran? Berikut ulasannya

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

1. Metode Diskusi/kerja kelompok
Metode belajar pertama yang bisa anda coba dalam proses belajar guna meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar siswa adalah metode diskusi. Metode diskusi memberi kesempatan pada siswa untuk saling bertukar pikiran dengan teman kelompoknya, mengajarkan siswa untuk bekerjasama dan bertanggungjawab dengan tugas yang diberikan.

Selain itu metode diskusi juga melatih siswa menjadi pribadi yang komunikatif dan menjadi pribadi yang menerima pendapat temannya khususnya pendapat teman kelompoknya serta melatih siswa melakukan interaksi dengan teman sebaya.

2. Pembelajaran berbasis masalah
Selanjutnya model pembelajaran yang cukup efektif dalam meransang anak untuk terlibat aktif dalam pembelajaran adalah model pembelajaran berbasis masalah. Konsep dari model pembelajaran berbasis masalah yakni dengan mengemukakan suatu masalah kepada siswa untuk diselesaikan proses penyelesain masalahnya dilakukan baik dalam bentuk team maupun perorangan.

Model pembelajaran berbasis masalah melatih anak untuk berpikir kritis dan kreatif serta mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah dalam menjalankan tugas yang diberikan. Namun hal yang patut diperhatikan dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah adalah permasalahan yang diangkat haruslah hal yang menarik dan menantang bagi siswa.

3. Metode kompetisi
Metode pembelajaran yang mengadopsi bentuk perlombaan/kompetisi dalam proses belajar juga baik dalam memicu siswa untuk terlibat dalam pembelajaran, hal tersebut tak lepas dari kecendrungan sebagian siswa untuk bisa menjadi seorang pemenang, sehingga jika ada kompetisi mereka akan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya guna menjadi siswa pemenang.

Namun dalam pengaplikasinnya metode kompetisi butuh pendampingan dari guru karena biasanya kompetisi yang dilakukan oleh anak jika tidak mendapat pengawsan dari gurunya bisa mengarah pada kompetisi yang negatif, dengan adanya pengawasan dan pendampingan dari guru maka anak akan belajar menjadi pribadi yang menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.

4. Pertanyaan terbuka
 Selanjutnya tips yang juga bisa anda coba untuk terapkan dalam proses belajar mengajar guna membuat siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran yakni dengan memancing siswa dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat eksploratif.

Maksud dari pertanyaan eksploratif yakni pertanyaan yang mengarahkan siswa untuk berusaha berpikir dan merenung agar bisa menjawab pertanyaaan tersebut. Misalnya saja “Ada yang tahu nggak.....(bla bla bla), Menurut kamu.... (bla bla bla), Siapa yang menjelaskan... (bla bla bla) dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa memancing siswa untuk terlibat dalam pembelajaran.

Tugas guru dalam metode ini sebagai yakni mediator, fasilitator dan motivator. Guru hanya memberi gambaran umun tentang materi pembelajaran, selebihnya siswa dipancing untuk berpikir lebih jauh tentang materi pelajaran melalui pertanyaan-pertanyaan eksploratif yang diajukan oleh guru pada siswanya.

5. Model pembelajaran eksperimen/percobaan
Porsi materi dan praktik dalam suatu proses belajar sebaiknya berimbang atau 50:50, hal tersebut tak lepas dari kecendrungan sebagian siswa yang lebih menyukai praktik/eksperimen ketimbang hanya disuguhi teori atau konsep semata.

Study by doing (belajar dengan melakukan) adalah konsep pembelajaran dimana siswa akan lebih memaknai suatu materi pelajaran jika pembelajaran tersebut disertai dengan percobaan/eksperimen/demonstrasi.

Agar materi bisa maksimal dipahami oleh siswa maka konsep materi pelajaran yang akan dipraktikan harus benar-benar dipahami/dikuasai siswa dengan begitu praktik/realisasi dari konsep tersebut bisa maksimal.

Demikianlah 5 Model dan Metode Belajar yang dapat mengaktifkan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang bisa anda coba aplikasikan dalam proses belajar mengajar. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.