Showing posts with label SISWA. Show all posts
Showing posts with label SISWA. Show all posts

Monday, 4 December 2017

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa_ Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif dan terlibat dalam pembelajaran, pembelajaran yang baik harus mampu memberi stimulus yang tepat guna membuat siswa benar-benar ingin melibatkan diri dalam pembelajaran dengan begitu potensi ketercapaian indikator-indikator yang direncanakan dalam setiap pembelajaran bisa tercapai.

Keberagaman karakter siswa dalam suatu kelas membuat guru harus mampu membaca dan memahami karakter siswa tersebut agar perencanaan pembelajaran bisa disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi seluruh karakter yang dimiliki siswa agar bisa berhasil dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:
10 Cara Membangun Motivasi Belajar Peserta Didik
18 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Salah satu metode yang bisa dilakukan oleh seorang guna membangkitkan semangat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memberikan motivasi atau penguatan dalam proses pembelajaran.

Motivasi sendiri dalam pemahamannya dibagi dalam dua ranah yakni motivasi intrinsik atau biasa juga dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dalam diri siswa, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah suatu bentuk penguatan atau motivasi yang bersumber dari luar diri siswa.

Pada dasarnya motivasi yang mampu diberikan oleh guru adalah motivasi yang bersifat ekstrinsik namun bukan tidak mungkin motivasi yang bersifat ekstrinsik tersebut diakumulasi oleh siswa menjadi suatu bentuk motivasi yang bersifat intrinsik.

Berbicara mengenai manfaat motivasi dan penguatan ada beberapa manfaat pemberian motivasi bagi siswa baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun di kegiatan luar pembelajaran. apa saja manfaat motivasi/penguatan bagi siswa berikut ulasannya:

6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa

1. Membuat siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran
Motivasi sangat berkaitan dengan stimulus yang membuat siswa menjadi terpacu, terdorong untuk melakukan sesuatu, bentuk motivasi yang bisa diberikan agar siswa semangat dalam mengikuti pembelajarn misalnya,  menjanjikan siswa hadiah jika berhasil menjawab semua soal dengan benar.

Selain itu motivasi yang terkadang sebagian menganggap hal tersebut sebagai hal sepele juga bisa membuat semangat belajar siswa menjadi bertambah; misalnya saja dengan memberi pujian seperti kamu pintar, kamu berbakat, kamu hebat dan lain sebagainya.

Intinya hal-hal sederhana yang jika disampaikan dengan benar pada saat yang tepat bisa menjadi titik awal munculnya tumbuhnya semangat belajar siswa.

2.Meminimalisir perasaan jenuh
Belajar pada akhirnya bisa mengantarkan siswa pada titik jenuh/bosan dalam mengikuti pelajaran, misalnya saja perasaan jenuh tersebut mudah muncul dalam diri siswa jika jam-jam pelajaran sudah agak siang/akhir-akhir pembelajaran.

Hal tersebut tak lepas dari berkurangnya stamina dan energi siswa sehingga membuat siswa menjadi kurang fokus dalam pembelajaran alhasil karena gagal dalam memahami suatu pelajaran siswa seterusnya akan merasa jenuh dan bosan dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan.

Apalagi jika diakhir pembelajaran yang diajarkan pada siswa adalah mata pelajaran yang
membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi seperti mata pelajaran matematika, sudah pasti jika tidak disertai dengan kemampuan memberi penguatan/motivasi pada siswa, akan membuat siswa mudah jenuh dalam pembelajaran.

Cara memotivasi siswa dalam belajar agar bisa menghilangkan kejenuhan yakni dengan melaksanakan pembelajaran yang menantang, misalnya kompetisi (lomba) antara siswa/antara kelompok, menerapkan model pembelajaran yang bersifat games edukatif.

3. Membantu siswa dalam menemukan mimpinya
Motivasi yang disampaikan dengan baik akan membuat siswa terpicu untuk mengeksplorasi bakat dan potensi yang ada dalam dirinya, dengan arahan atau penerapan keterampilan bertanya yang dilakukan guru akan membuat siswa menemukan gambaran tentang mimpi yang ingin mereka wujudkan yang sudah pasti hampir sesuai dengan bakat siswa tersebut

Misalnya saja bentuk motivasi pada siswa yang bisa membantu siswa tersebut dalam menemukan mimpinya yakni dengan bertanya pada siswa “kalian cita-citanya mau jadi apa?” siapa tokoh favorit kalian?, bagaimana cara agar mimpi kalian bisa terwujud dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa memicu seorang siswa dalam menemukan cita-citanya.

4. Menumbuhkan sikap optimisme dalam diri siswa
Motivasi mampu memberi stimulasi positif bagi cara berpikir siswa, motivasi/penguatan yang tepat akan membuat siswa menjadi lebih visioner dan optimis dalam mewujudkan mimpinya. Misalnya saja motivasi sederhana seperti kata “kamu pasti bisa, kamu pasti menang, kamu pasti bisa juara.

Akumulasi dari perkataan-perkataan positif yang terus menerus didengar oleh siswa akan membuat mindset berpikirnya menjadi lebih positif dan yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, sehingga perasaan pesimis dan rendah diri yang selama ini dia rasakan bisa berubah menjadi optimisme yang kuat.

5. Siswa akan menjadi eksploratif
Akumulasi dari penguatan/motivasi yang biasa diberikan oleh guru membuat siswa menjadi semangat dan termotivasi untuk bisa menjadi pribadi yang sukses, imbasnya yakni siswa akan menjadi lebih ekploratif atau dengan kata lain siswa akan berusaha untuk menggali dan memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya.

Sikap eksploratif yang ditunjukan siswa akan membuat siswa menjadi lebih kompeten dan berusaha mencari tantangan guna menguji/mengukur bakat dan minat yang dimilikinya. Siswa kemungkinan akan memiliki kemampuan berpikir kritis namun tetap realistis.

6. Mengajarkan siswa untuk tidak mudah menyerah
“Jangan takut gagal, harus berani dan melihat suatu masalah sebagai tantangan bukan rintangan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya” adalah beberapa kata motivasi yang bisa mebangkitkan semangat juang siswa sehingga dia tidak akan mudah menyerah dengan berbagai permasalahan yang dia hadapi.

Karena seperti yang kita ketahui bahwasanya musuh terbesar dalam diri adalah rasa takut/mudah  menyerah, dengan motivasi yang baik siswa tidak akan mudah putus asa jika dihadapkan dengan berbagai hal, misalnya saja pelajaran yang menurutnya susah, kompetisi dll

Demikianlah 6 Manfaat Memberi Motivasi dan Penguatan bagi Siswa, tulisan di atas merupakan hasil buah pemikiran penulis dan tidak bermaksud untuk medistorsi pendapat dari ahli, semogaartikelnya bermanfaat untuk anda.

Monday, 30 October 2017

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar_ Membaca adalah gerbang dalam mengarungi kayanya khazanah ilmu pengetahuan, dengan membaca akan membuat seseorang siswa atau pelajar akan menjadi lebih memiliki lebih banyak wawasan.


Membaca sendiri memiliki banyak manfaat untuk pelajar/siswa sehingga sangat perlu untuk mengarahkan siswa/pelajar untuk rajin membaca, dan jikalau perlu kebiasaan membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan/rutinitas bagi siswa dalam kesehariannya.

Oleh karena itu peranan seorang guru maupun orangtua dalam mengarahkan anak didiknya untuk rajin membaca sangat fundamental. Namun faktanya minat baca dikalangan siswa/pelajar masih kurang, tapi bukan berarti semua siswa memiliki minat baca yang rendah karena sebagian pelajar masih ada yang memiliki motivasi untuk membaca.

Fokus pada topik artikel kali ini yang membahas tentang faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi membaca pada siswa/pelajar. Sebenarnya jika dianalisa secara komprehensif ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rendahnya minat baca pada siswa/pelajar. Berikut ulasannya

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

1. Mudahnya memperoleh informasi yang instan
Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari.

Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.

Apalagi dalam menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Pengaruh sosial media
Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media.

Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

3. Banyaknya hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi.

Belum lagi kehadiran youtube yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

4. Guru dan orangtua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata.

Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

5. Sarana/media membaca yang kurang
Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat siswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media.

Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri siswa.

6. Konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi
Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira.

Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, pikinik,  bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
Salah satu hal yang kita ketahui bersama bahwasanya sebagian pelajar/siswa saat ini mulai terpengaruh pergaulan bebas, sehingga satu sama lain mulai salin meniru dan tak sedikit pergaulan bebas tersebut mengarah ke arah negatif, alahasil sebagain generasi muda bangsa mulai mengalami disorientasi tujuan.

8. Pengaruh game
Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurangya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat anak menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Demikianlah 8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar menurut penulis, tulisan di atas merupakan hasil buah pikir penulis, jadi jika ada kesalahan/ hal yang kurang tepat mohon diberi saran dan masukan.

Monday, 23 October 2017

8 Cara Mengajarkan Pelajaran Matematika Agar Mudah dimengerti Siswa

8 Cara Mengajarkan Pelajaran Matematika Agar Mudah dimengerti Siswa_ Pelajaran matematika merupakan salah satu cabang dari displin ilmu pengetahuan, penggunaan ilmu matematika sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut lantas membuat matematika menjadi hal yang perlu untuk dipelajari/diajarkan, termasuk dalam lingkup pendidikan/sekolah.


Setiap mata pelajaran mempunyai kerumitan tersendiri dalam mengajarkannya, termasuk pelajaran matematika, berbeda dengan pelajaran lainnya seperti, IPA, PKN dan Olahraga yang ruang lingkup pembelajarannya yang bersifat kongkret. Namun pelajaran matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, sehingga perlu metode, teknik, pendekatan tertentu untuk mengajarkannya.

Baca juga: 10 Model Pembelajaran Matematika di SD

Selain itu pelajaran matematika juga memiliki mindset tersendiri bagi sebagian siswa, misalnya saja sebagian siswa berpikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari, oleh karena itu untuk mengubah paradigma tersebut matematika harus diajarkan dengan cara yang menyenagkan agar siswa bisa tertarik atau bahkan menikmati belajar matematika.

Lantas hal apa saja yang perlu dilakukan dalam mengajarkan matematika agar siswa cepat dalam mengerti/memahami materi yang diajakrkan? Berikut ulasannya

8 Cara mengajarkan matematika agar mudah dimengerti siswa

1. Mengajarkan matematika dengan konsep yang benar
Seperti yang kita ketahui bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak, jadi pemahaman konsep yang benar tentang materi yang akan/sedang diajarkan menjadi kunci sukses bagi guru dalam membuat siswa paham tentang materi tersebut.

 Misalnya saja konsep tentang bilangan/angka, sebut saja angka”1” merupakan sebuah lambang bilangan sedangkan “satu” merupakan nama bilangan sehingga agar konsep tentang satu tersebut bisa dikonkretkan maka dibutuhkan media/alat peraga untuk menjelaskan pada siswa.

Misalnya saja kita mengambil satu biji pisang/apel/rambutan untuk berusaha mengubah nilai satu yang tadinya abstrak menjadi lebih konkret. Sehingga konsep tentang nilai angka satu tersebut bisa dipahami siswa, jika dalam pelajaran lain menggunakan tagline kontekstual maka dalam matematika kita gunakan tagline konseptual yakni dari suatu konsep nyata dan telah dimenegerti siswa menuju konsep yang abstrak

2. Mengambil contoh media/alat peraga yang dekat dengan kehidupan siswa
Selanjutnya tips dalam mengajarkan matematika agar siswa dengan mudah mengerti yakni dengan menggunakan peraga/penggabaran yang lekat dengan kehiupan siswa, misalnya saja ketika sedang mengajarkan tentang persegi panjang maka media/peraga yang konkret yang bisa gunakan yakni dengan menunjukan bentuk papan tulis (papan tulis biasanya berbentuk persegi panjang) atau permukaan meja belajar siswa (biasanya juga berbentuk persegi panjang)

Atau misalnya saja dalam mengajarkan materi segitiga, maka dengan memperlihatkan atap rumah bagian depan/sekolah maka pasti akan konkret/nyata sehingga siswa dengan mudah akan memahami tentang materi tersebut. Selanjutnya jika mengajarkan materi tentang bangun ruang maka tidak ada salahnya menjadikan ruang kelas anda sebagai medianya.

3. Aplikasikan model, metode, teknik dan pendekatan yang benar
Selain itu yang mesti diperhatikan oleh guru adalah penerapan model, metode, teknik dan pendekatan yang benar dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Model, metode, teknik dan pendekatan yang tidak sinkron dengan materi pelajaran matematika justru menyebabkan disorientasi tujuan pembelajaran.

Usahakan  penggunaan model, metode, teknik dan pendekatan yang memiliki bentuk “games/permainan” agar pembelajaran bisa mejadi lebih menyenangkan bagi siswa sehingga mindset siswa yang dulunya menganggap  pelajaran matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang membosankan menjadi lebih positif dengan mata pelajaran matematika.

4. Mengukur pemahaman awal siswa terhadap materi yang akan diberikan
Salah satu hal yang bisa membuat pikiran/semangat siswa buntu adalah materi yang diajarkan membuatnya gagal paham diawal materi alhasil pada materi-materi selanjutnya siswa terlanjur tidak mengerti. Maka dari itu sangat penting untuk menggali atau mengecek pemahaman siswa tentang materi yang akan diajarkan.

Jikalau memang siswa masih belum sepenuhnya paham dengan materi sebelumnya yang terkait materi yang akan diajarkan maka tidak ada salahnya sedikit merefleksi materi tersebut agar materi yang akan diajarkan bisa disinkronkan dengan pemahaman siswa dengan begitu pemahaman siswa bisa jadi lebih sistematis.

5. Memotivasi siswa agar melihat pelajaran mtematika sebagai sebuah tantangan bukan rintangan
Penanaman mindset yang tepat pada siswa akan berimplikasi bersar terhadap paradigma siswa terhadap mata pelajaran matematika tersebut, sehingga sangat penting untuk memberikan motivasi maupun inspirasi yang bisa membangkitkan semangat siswa untuk belajar matematika

Salah satu caranya yakni dengan mensugesti siswa bahwasanya matematika bukanllah rintangan yang sulit untuk dilalui melainkan sebuah tantangan yang siap untuk ditaklukkan, dengan begitu siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar matematika.

6. Teori dan praktik
Agar siswa mudah mengerti dengan pelajaran/materi matematika yang sedang diajarkan maka yang diharus dilakukan yakni dengan menyeimbangkan antara teori yang diajarkan dengan praktik/latihan mengerjakan soal-soal matematika, seperti sebuah ungkapan “practice make is perfect”.
Dengan senantiasa mengiringi materi pelajaran dengan praktek aplikatif maka siswa akan lebih mudah mahamami dan mengetahuan yang diterima akan lebih bermakna.

7. Jedah/istirahat
Berhubung matematik marupakan ilmu yang berhubungan erat dengan rumus-rumus, angka-angka maka disarankan untuk melakukan perenggangan atau refreshing setiap kali satu pokok bahasan telah selesai diajarkan.

Hal tersebut bertujuan agar pikiran siswa tidak terlalu tegang/stress ketika sedang menerima materi pelajaran, 4-5 menit bisa mejadi waktu yang cukup dalam merecovery pikiran siswa agar bisa kembali fresh dalam menerima materi pelajaran matematika yang sedang diajarkan.

8. Evaluasi diakhir pembelajaran
Untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran matematika yang anda ajarkan bisa dilakukan dengan memberikan evaluasi diakhir pelajaran, tingkat pemahaman siswa akan tergambar pada hasil evaluasi tersebut dan jika masih ada siswa yang belum sepenuhnya memahami materi bisa dilakukan sesi tanya jawab di akhir pembelajaran.

Demikianlah 8 tips yang bisa anda coba aplikasikan dalam mengajarkan matematika agar siswa anda bisa lebih cepat paham atau mengerti dengan materi yang anda ajarkan. Semog bermanfaat.

Friday, 20 October 2017

11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN

11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN _ Ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah berstandar nasional adalah salah satu aspek yang menentukan kelulusan siswa, UN dan UASBN sendiri dilaksanakan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.



Pelaksanaan UN dan UASBN terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi beberapa siswa. Sebagian siswa ada yang merasa deg-degan saat menjelang UN dan tak sedikit pula siswa yang merasa cemas/stress ketika dihadapkan pada istilah ujian nasional.

Baca juga: 17 Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN

Perasaan cemas atau stress saat menghadapi ujian nasional maupun ujian akhir sekolah berstandar nasional bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya;

Faktor yang bisa menjadi pemicu stress saat hendak menghadapi UN dan UASBN


1. perasaan khawatir jangan sampai tidak sukses/lulus saat mengikuti UN
Bisa dikatakan bahwa sebagian besar siswa kemungkinan akan merasa deg-degan saat akan menghadapi ujian nasional, hal tersebut bisa disebabkan oleh tekanan psikologis yang muncul akibat perasaan takut akan tidak lulus saat mengikuti ujian nasional.

2. Merasa tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri
Kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri terkait kesuksesan menghadapi ujian nasional menjadi penyebab lain sehingga terkadang membuat siswa merasa stress saat menjelang ujian nasional.

3. Luasnya materi pelajaran yang harus dikuasai
Dalam ujian nasional (UN dan UASBN) ada beberapa mata pelajaran yang  diujikan, dan materinya meliputi pelajaran dari kelas awal sampai kelas akhir, kebayang bukan betapa luasanya materi yang harus dipelajari siswa. Materi yang begitu luas terkadang memicu munculnya perasaan frustasi dalam diri siswa untuk belajar.

4. Jangka waktu belajar yang tidak maksimal
Waktu belajar yang singkat dan materi pelajaran yang harus dikuasai begitu luas bisa menyebabkan munculnya perasaan stress dalam diri siswa, apalagi jika waktu pelaksanaan UN/UASBN sudah semakin dekat, alhasil siswa bisa merasa acuh tak acuh lagi untuk belajar.

Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi atau mengatisipasi agar tidak merasa stress menghadapi ujian nasional? Setidaknya ada beberapa cara atau tisp yang harus dipahami oleh siswa agar perasaan cemas/stress menghadapi UN bisa diminimalisir atau dihilangkan. Berikut ulasannya

Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN

1. Memahami prosedur kelulusan dari sekolah
Hal yang pertama yang harus dipahami oleh siswa agar tidak terlanjur stress menghadapi ujian nasional adalah bahwasanya ujian nasional bukannlah 100% penentu kelulusan, jika dulu penentu kelulusan 100% adalah nilai dari ujian nasional maka saat ini penentu kelulusan adalah akumulasi dari nilai ujian nasional dan nilai dari sekolah.

Sehingga meskipun nilai yang didapat saat ujian nasional rendah namun nilai yang diperoleh dari sekolah tinggi tetap memungkinkan siswa untuk lulus, namun dengan memahami prosedur kelulusan bukan berarti anda bisa santai/bermalas-malasan untuk mengahadapi UN akan tetapi tetap berusaha mendapat nila terbaik dalam UN tetap harus menjadi prioritas utama.

2. Melihat ujian nasional sebagai tantangan bukan rintangan

Agar anda bisa bersemangat dalam menghadapi ujian nasional maka persepsi yang harus anda tanamkan dalam pikiran anda yakni dengan menggambarkan bahwa ujian nasional merupakan tantangan untuk menguji seberapa besar kemampuan anda.

Dengan melihat ujian nasional sebagai tantangan untuk meningkatkan kemampuan anda maka perasaan semangat, serius, optimis akan muncul dalam diri anda untuk bisa menaklukan tantangan tersebut.

3. Merangkum materi pelajaran
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa luasanya materi pelajaran yang harus dipelajari terkait ujian nasional kadang membuat siswa merasa stress, sehingga sangat tepat dalam menyiasati keluasan materi ujian nasional dengan membuat rangkuman tiap mata pelajaran ujian nasional.

Dengan begitu anda akan lebih mudah mempelajari setiap materi pelajaran dan yang pastinya akan membuat waktu belajar anda menjadi lebih efisien.

4. Belajar individu dan kelompok
Selanjutnya agar tidak merasa stress saat akan ujian nasional yakni melakukan metode pembelajaran yang bervariasi, misalnya belajar mandiri dan belajar kelompok. Belajar mandiri memungkinkan anda untuk bisa fokus dan tenang dalam belajar sedangkan belajar memungkinkan anda menemukan banyak ide dan gagasan dari teman belajar anda sehingga bisa menjadi bekal saat mengikuti ujian nasional

5. Porsir waktu belajar dengan bijak
Terkadang siswa akan mengenjot waktu belajarnya saat pelaksanaan ujian nasional semakin dekat sehingga terkadang waktu belajar yang lama bisa memunculkan perasaan yang stress maka dari itu porsi belajar harus ditentukan dengan bijaksana agar hal yang buruk/negatif bisa dihindari

6. Liburan/refrehsing
Beberapa hari sebelum ujian sdilaksanakan tidak ada salahnya anda menyempatkan diri anda berlibur/refreshing ditempat yang tenang dan indah agar bisa mengembalikan level pikiran anda ketingkat alpha (rileks dan santai) nmuan usahakan pilih saja lokasi/destinasi liburan yang dekat dan tidak berbahaya, hal tersebut untuk mengantisiapasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

Setelah anda memahami hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan gelisah/stress menjelang ujian selanjutnya kita akan sedikit membahas seputar tips agar tidak stress saat sedang ujian nasional; berikut ulasannya

Tips agar tidak stress saat ujian nasional berlangsung

1. Datang secepat mungkin ke lokasi ujian
Langkah antisifatif harus dilakukan agar tidak mengalami stress saat ujian nasional yakni dengan datang beberapa menit/jam dilokasi ujian sebelum ujian nasional, kebayang bukan jika kita terlambat saat ujian dan waktu tinggal sedikti untuk mengerjakan soal-soal UN maka kemungkinan besar akan membuat anda stress.

2. bersikap tenang dan santai 
Saat menjawab soal ujian nasional usahakan bersikap tenang dan santai, kurangi perasaan tegang dan gelisah, angaplah diri anda bisa, mampu, sanggup, yakin bisa menjawab semua soal ujian nasional tersebut dengan benar dan tepat waktu.

3. Mulai dari soal yang paling mudah terlebih dahulu
Usahakan dalam menjawab soal  mulailah dari soal yang paling sederhana dan mudah agar pikiran/otak anda tidak langsung shock, dengan memilih soal yang mudah terlebih dahulu kemudian soal dengan level sedang dan selanjutnya soal dengan level susah membuat kerja otak dapat terstruktur (sistematis)

4. Menghela nafas dan merenggakan tubuh/badan
Disela-sela waktu menjawab soal usahakan merenggakan badan/tubuh anda sembari menghela nafas dengan perlahan agar kondisi pikiran anda yang mulai pusing/kacau bisa kembali tenang

5. Sesekali alihkan padangan ke objek yang jauh
Agar mata anda tidak sakit atau terganggu karena terlalu fokus pada layar komputer, sesekali bisa anda alihkan pandangan ke objek lain atau bisa juga dengan mengedip-ngedipkan mata.

Demikianlah 11 Cara Agar Tidak Stress Menghadapi UN dan UASBN, semoga bisa bermanfaat untuk adik-adik sehingga bisa sukses UN dan UASBN

Wednesday, 11 October 2017

6 Cara atau Metode Dalam Membentuk Kelompok Diskusi dan Kelompok Belajar

6 Cara atau metode dalam membentuk kelompok diskusi dan kelompok belajar_ Salah metode belajar yang efektif dalam menumbuhkan semangat belajar siswa adalah dengan menerapkan metode diskusi, metode diskusi mengajarkan siswa bagaimana membangun komunikasi dengan teman kelompoknya, belajar bekerjasama, menghargai pendapat teman kelompoknya dan bertanggung jawab dengan tugas kelompok yang diberikan namun tetap dalam arahan dan bimbingan dari gurunya.


Antusiasme siswa yang belajar kelompk akan semakin terlihat ketika ada kegiatan perlombaan/kompetisi dengan kelompok lain, sehingga setiap kelompok akan berusaha memberikan penampilan terbaik agar bisa menjadi juara/pemenang.

Baca juga:

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Dalam membentuk kelompok belajar/kelompok diskusi juga bisa menggunakan beberapa metode atau cara pengelompokkan, apa saja metode pembagian kelompok yang biasa diguakan? Berikut beberapa ulasannya

6 Cara atau metode dalam membentuk kelompok diskusi dan kelompok belajar  
1. Metode menghitung
Cara atau metode pertama yang bisa dicoba dalam membentuk kelompok diskusi/kelompok belajar yakni dengan cara menghitung, misalnya saja akan dibentuk 5 kelompok, maka siswa diminta berhitung dari 1-5.
Siswa yang duduk dibagian depan mulai menghitung angka 1 dilanjutkan dengan siswa yang ada didekatnya dengan angka 2  kemudian siswa yang ada didekatnya menyebut akngka 3 dan begitu seterusnya sampai angka 5.

Jika sudah sampai angka 5, siswa selanjutnya kembali menghitung mulai dari angka 1-5 sampai semua siswa dalam kelas telah memiliki no.urut/kepala, selanjutnya siswa yang memiliki no.urut/kepala yang sama  menjadi teman satu kelompok

2. Metode memilih sendiri teman kelompok
Selanjutnya metode yang juga biasa digunakan dalam memilih teman kelompok yakni dengan memberi kebebasan pada siswa untuk memilih sendiri teman kelompoknya, namun metode ini terkadang menimbulkan beberapa masalah.

Misalnya saja ada beberapa siswa yang tidak dipilih untuk menjadi kelompok tertentu, alhasil haus dilakukan pembentukan kelompok ulang, siswa biasanya akan membentuk kelompok bersama teman akrabnya/teman gengnya.

3. Kelompok homogen
Metode ini adalah suatu pembentukan kelompok yang mengelompokkan siswa yang sejenis, misalnya saja siswa laki-laki satu kelompok dengan siswa laki-laki, begitupun dengan siswa perempuan dikelompokkan dengan perempuan semuanya.

4. Kelompok heterogen
Kelompok heterogen adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya jenis kelamin, kepintaran, latar belakang, suku dan agama. Dalam satu kelompok anak yang pintar dikelompokkan dengan anak yang kurang pintar, anak yang kaya dikelompokkan dengan anak yang kurang mampu, anak yang berasal dari suku berbeda dijadikan satu kelompok.

Metode kelompok heterogen cukup baik dalam mendidik anak untuk saling menghargai satu sama lain, saling membantu satu sama lain. Kelompok heterogen sangat tepat dalam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan pada anak tanpa melihat latar belakang siswa tersebut, peringkat dalam kelas, suku dan agamanya.

5. metode undian
Cara membentuk kelompok dengan metode undian yakni dengan mengetahui terlebih dahulu jumlah siswa yang ada di dalam kelas, selanjutnya menetukan jumlah kelompok yang akan dibentuk. Misalkan saja dalam kelas ada 20 siswa dan akan dibentuk 5 kelompk maka dibuat gulungan kertas yang bernomorkan angka 1 sebanyak 4, bernomorkan angka 2 sebanyak 4, bernomorkan angka 3 sebanyak 4 buah, bernomorkan angka 4 sebanyak 4 buah dan bernomorkan angka 5 sebanyak 4 buah.

Selanjutnya siswa diminta satu persatu untuk mengambil masing-masing satu gulungan kertas, dan siswa yang mendapat angka sama otomatis menjadi satu kelompok.

6. Kelompok besar dan kelompok kecil
Pembentukan kelompok besar dan kelompok kecil tergantung materi pelajaran yang akan dilakukan, kelompok kecil biasanya terdiri dari 2-4 orang perkelompok sedangkan kelompok besar terdiri dari 5-10 angggota kelompok. Dalam diskusi kelompok kecil kemungkinan akan lebih efektif.

Demikianlah 6 Cara atau Metode dalam membagi kelompok yang bisa anda coba lakukan dalam kelas anda, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Monday, 9 October 2017

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran_ Dalam setiap proses pembelajaran pastinya selalu ada tujuan belajar yang hendak untuk dicapai, agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal, pendidik/guru harus mampu medesain/menyusun konsep pembelajaran yang menarik sehingga siswa terpancing untuk melibatkan diri dalam proses pembelajaran.


Jika dulu, kita mengenal istilah metode belajar dengan pola teacher center maka saat ini paradigma tersebut mulai berubah, penekanan pembelajaran saat ini lebih ditekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran atau biasa disebut dengan istilah student center.

Baca juga:
6 Cara Agar Siswa Tidak Bosan Mengikuti pembelajaran di Sekolah  
4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar
6 Cara atau Metode Dalam Membentuk Kelompok Diskusi dan Kelompok Belajar 

Namun untuk membuat siswa bersemangant dan termotivasi dalam proses belajar bukan hl yang mudah akan tetapi bukan berarti tidak bisa, oleh karena itu aagar siswa bisa termotivasi untuk belajar dan aktif dalam proses belajar, seorang guru dituntut menggunakan model atau metode dalam setiap pembelajaran.

Dalam memilih model dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari agar terjadi korelasi/kecocokan dengan begitu tujuan pembelaran bisa tercapai dengan maksimal.

Lantas model dan metode belajar apa saja yang bisa membuat siswa menjadi lebih bergairah dalam mengikuti pelajaran? Berikut ulasannya

Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

1. Metode Diskusi/kerja kelompok
Metode belajar pertama yang bisa anda coba dalam proses belajar guna meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar siswa adalah metode diskusi. Metode diskusi memberi kesempatan pada siswa untuk saling bertukar pikiran dengan teman kelompoknya, mengajarkan siswa untuk bekerjasama dan bertanggungjawab dengan tugas yang diberikan.

Selain itu metode diskusi juga melatih siswa menjadi pribadi yang komunikatif dan menjadi pribadi yang menerima pendapat temannya khususnya pendapat teman kelompoknya serta melatih siswa melakukan interaksi dengan teman sebaya.

2. Pembelajaran berbasis masalah
Selanjutnya model pembelajaran yang cukup efektif dalam meransang anak untuk terlibat aktif dalam pembelajaran adalah model pembelajaran berbasis masalah. Konsep dari model pembelajaran berbasis masalah yakni dengan mengemukakan suatu masalah kepada siswa untuk diselesaikan proses penyelesain masalahnya dilakukan baik dalam bentuk team maupun perorangan.

Model pembelajaran berbasis masalah melatih anak untuk berpikir kritis dan kreatif serta mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah dalam menjalankan tugas yang diberikan. Namun hal yang patut diperhatikan dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah adalah permasalahan yang diangkat haruslah hal yang menarik dan menantang bagi siswa.

3. Metode kompetisi
Metode pembelajaran yang mengadopsi bentuk perlombaan/kompetisi dalam proses belajar juga baik dalam memicu siswa untuk terlibat dalam pembelajaran, hal tersebut tak lepas dari kecendrungan sebagian siswa untuk bisa menjadi seorang pemenang, sehingga jika ada kompetisi mereka akan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya guna menjadi siswa pemenang.

Namun dalam pengaplikasinnya metode kompetisi butuh pendampingan dari guru karena biasanya kompetisi yang dilakukan oleh anak jika tidak mendapat pengawsan dari gurunya bisa mengarah pada kompetisi yang negatif, dengan adanya pengawasan dan pendampingan dari guru maka anak akan belajar menjadi pribadi yang menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.

4. Pertanyaan terbuka
 Selanjutnya tips yang juga bisa anda coba untuk terapkan dalam proses belajar mengajar guna membuat siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran yakni dengan memancing siswa dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat eksploratif.

Maksud dari pertanyaan eksploratif yakni pertanyaan yang mengarahkan siswa untuk berusaha berpikir dan merenung agar bisa menjawab pertanyaaan tersebut. Misalnya saja “Ada yang tahu nggak.....(bla bla bla), Menurut kamu.... (bla bla bla), Siapa yang menjelaskan... (bla bla bla) dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang bisa memancing siswa untuk terlibat dalam pembelajaran.

Tugas guru dalam metode ini sebagai yakni mediator, fasilitator dan motivator. Guru hanya memberi gambaran umun tentang materi pembelajaran, selebihnya siswa dipancing untuk berpikir lebih jauh tentang materi pelajaran melalui pertanyaan-pertanyaan eksploratif yang diajukan oleh guru pada siswanya.

5. Model pembelajaran eksperimen/percobaan
Porsi materi dan praktik dalam suatu proses belajar sebaiknya berimbang atau 50:50, hal tersebut tak lepas dari kecendrungan sebagian siswa yang lebih menyukai praktik/eksperimen ketimbang hanya disuguhi teori atau konsep semata.

Study by doing (belajar dengan melakukan) adalah konsep pembelajaran dimana siswa akan lebih memaknai suatu materi pelajaran jika pembelajaran tersebut disertai dengan percobaan/eksperimen/demonstrasi.

Agar materi bisa maksimal dipahami oleh siswa maka konsep materi pelajaran yang akan dipraktikan harus benar-benar dipahami/dikuasai siswa dengan begitu praktik/realisasi dari konsep tersebut bisa maksimal.

Demikianlah 5 Model dan Metode Belajar yang dapat mengaktifkan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang bisa anda coba aplikasikan dalam proses belajar mengajar. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

Wednesday, 4 October 2017

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar _ Kemajuan teknologi adalah hal yang tak bisa dihindarkan lagi, berbagai lini dalam kehidupan telah terkena imbas dari kemajuan teknologi , dampak yang ditimbulkan bisa bersifat positif maupun negatif, hal tersebut sangat tergantung pada pengguna teknologi tersebut. Salah satu produk dari kemajuan teknologi adalah munculnya sosial media yang berbasis internet/online.


Sosial media mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika pada awalnya sosial media seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram hanya digunakan sebagai media untuk komunikasi, ajang mencari teman, membangun komunitas namun dewasa ini soyusial media telah bertransformasi menjadi ladang bisnis, mulai dari media pemasaran produk, barang dan lain-lain
Selain itu pengguna sosial media tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja namun bahkan sebagian anak usia remaja, anak-anak sudah mahir menggunakan sosial media yang notabene masih masuk dalam kategori pelajar.

Baca juga:
Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Keberadaan sosial media bagi pelajar menjadi problemitaka tersendiri, ibaratkan pisau yang bermata dua, jika pelajar tidak bijak dalam menggunakannya bisa saja memunculkan efek negatif bagi mereka, akan tetapi selain dampak negatif ada juga beberapa dampak positif yang bisa dihadirkan dalam penggunaanya.

Lantas apa saja Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar, berikut ulasannya yang sengaja kami himpun untuk anda

Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar


1. Media bersosialisasi

Walaupun kegiatan sosialisasi bersifat maya namun media sosial seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram telah memberi andil besar dalam upaya membangun komunikasi para penggunanya termasuk para pelajar.

2. Membangun komunitas belajar

Selanjutnya dampak positif dari keberadaan media sosial bagi pelajar yakni menjadi ajang untuk membagun komunitas belajar, misalnya saja group bahasa inggris, komunitas belajar dan yang paling memudahan para anggota komunitas yakni untuk melakukan interaksi dengan para anggota komunitas tidak meski tatap muka langsung namun bisa melalui chat via media sosial

3. Menambah pertemanan

Salah fitur yang ada dalam sosial media facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram yakni adanya fitur untuk menambah pertemanan sehingga pengguna bisa mencari teman-temannya yang lain dengan menggunakan media sosial yang sama dengan yang dia gunakan. Bahkan teman yang sudah terpisah/tidak melakukan komunikasi sejak lama bisa kembali dipertemukan melalui bantuan sosial media
.
4. Melek teknologi

Dampak positif lainnya dari sosial media bagi anak remaja/pelajar yakni memberi pengetahuan pelajar tentang teknologi, sehingga pelajar bisa lebih peka dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut bisa menjadi dorongan pelajar untuk belajar lebih dalam seputar teknolog.

Dampak negatif media sosial bagi pelajar


1. Keterbukaan informasi

Dampak negatif media sosial bagi pelajar yakni adanya keterbukaan informasi yang ada dalam media sosial tersebut, sebut saja dalam facebook ada begitu banyak informasi yang sejatinya belum layak untuk di komsumsi oleh pelajar namun karena tidak filterisasi jadi siapapun bisa melihatnya.

2. Konten dewasa

Tak dapat dipungkiri keberadaan media sosial juga terkadang disusupi dengan adanya konten-kontn dewasa yang belum bisa dikomsumsi oleh usia sekolah/remaja, sehingga hal tersebut sangat riskan dalam memberi efek negatif bagi pelajar, apalagi pelajar belum memiliki filter yang kuat dalam menyeleksi konten yang sebetulnya tidak pantas untuk mereka lihat.

3. Kecanduan media sosial

Efek yang sangat terasa dan sangat kental terlihat dari keberadaan media sosial yakni munculnya pribadi-pribadi yang mulai ketergantungan untuk menggunakan media sosial atau dengan kata lain mengalami kecanduan untuk bermain media sosial, alhasil aktivitas para pelajar yang lain tak kalah pentingnya menjadi terabaikan.

4. Melemahnya sikap sosialWalaupun dinamakan media sosial namun sejatinya dalam kondisi real media sosial membuat sebagian orang termasuk pelajar menjadi pribadi yang tidak terlalu memerhatikan lingkungan sosialnya, mereka sibuk mengakses berbagai media sosial yang dimiliki sehingga berinterkasi dalam lingkungannya mulai kurang, sehingga ada ungkapan yang mengatakan media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat

Demikianlah 4 Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar yang penulis sempat bagi untuk anda, semoga bermanfaat.

Saturday, 8 July 2017

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah

Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah_ Tahun ajaran baru berarti sekolah-sekolah akan kedatangan wajah-wajah baru yang akan mulai mengecap pendidikan di bangku sekolah atau dengan kata lain sekolah akan kedatangan murid-murid baru untuk menuntut ilmu.

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah

Di tahun ajaran baru sekolah-sekolah baik itu tingkat SD, SMP dan SMA akan diwarnai oleh wajah-wajah baru pada murid baru yang tentunya akan cukup merasa asing dengan suasana sekolah barunya.

Baca juga: 9 Cara Menjadi Guru Yang Menyenangkan Bagi Siswa

Sehingga kesan awal yang baik kepada murid baru akan menjadi nilai positif agar untuk membuat para murid baru tersebut merasa nyaman dan betah di sekolah barunya. Guru adalah sosok yang memiliki peranan yang subtansial dalam mengasosiasi para murid tersebut agar mereka bisa cepat beradaptasi dan bersosialisasi dengan sesama murid baru, dengan kakak kelasnya maupun dengan seluruh stackholder yang ada di sekolah tersebut.

Lantas langkah atau cara apa saja yang bisa anda lakukan dalam meyambut dan menghadapi murid baru tersebut agar mereka bisa merasa senang ketika berada di sekolah? Berikut beberapa tips yang bisa anda coba aplikasikan.

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah

1. Memberi kesan baik dan hangat pada murid baru
Tips pertama yang bisa anda lakukan dalam rangka menyambut dan menghadapi siswa-siswi baru yakni dengan bersikap baik dan hangat. Oleh karena itu seorang guru dianjurkan dalam menghadapi siswa-siswi baru agar bersikap lemah lembut, hangat dan bersahabat dengan para siswa baru.

Bersikap lemah lembut dan bersahabat dengan siswa baru cukup urgent guna menanamkan mindset dalam pikiran anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan, sehingga siswa-siswi baru tersebut merasa betah dan nyaman di sekolah.

2. Hindari sikap mengintimidasi siswa
Tak dapat dipungkiri bahwa karakter setiap siswa sangat beragam begitu pula halnya dengan karakter siswa-siswi baru, misalnya saja yang memiliki sikap sabar, pemalu, nakal, usil dan lain-lain. Namun dalam menagatasi berbagai karakter murid tersebut sangat disarankan untuk menghindari sikap mengintimidasi guna meredam perilaku kurang baik yang ditunjukan oleh murid tersebut.

Selain itu melakukan kekerasan fisik guna mengintimidasi perilaku siswa baru sebaiknya tidak dilakukan namun yang lebih tepat adalah mengamati/membaca karakter anak yang nakal tersebut guna mencari solusi yang lebih persuasif dalam merubah kebiasaanya tersebut.

3. Bersikap adil terhadap semua siswa baru
Diantara para siswa baru pastinya  memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi latar belakang budaya yang berbeda, ekonomi, sosial dan suku. Maka sebaiknya seorang guru mengabaikan perbedaan-perbedaan tersebut dalam memperlakukan murid anda, jangan karena anak tersebut merupakan anak bupati, camat, kepala desa dan lain-lain sehingga anda memperlakukannya lebih istimewa.

Baca juga: 6 Keistimewaan Menjadi Seorang Guru

Sikap adil terhadap setiap siswa tanpa memandang latar belakang bisa menciptakan rasa adil dalam setiap diri siswa, dengan diperlakukan sama maka siswa bisa lebih nyaman dalam belajar sehingga mereka bisa mengeksplorasi kemampuannya dengan maksimal.

4. Lakukan metode belajar yang bervariasi
Menghadapi murid baru dalam proses belajar, sebaiknya dilakukan dengan penerapan metode belajar yang bervariasi sehingga siswa bisa merasa senang dan gembira ketika belajar, alhasil anak akan selalu rindu dan betah untuk belajar di sekolah.

Hindarkan menerapkan metode belajar yang monoton karena hal tersebut bisa membuat siswa cepat merasa bosan dalam mengikuti pelajaran, alhasil materi pelajaran tidak bisa maksimal dipahami oleh siswa.

5. Sabar dalam mengajar dan mendidik siswa
Selanjutnya cara menghadapi siswa baru adalah dengan bersikap sabar, karena bisa dipastikan murid baru yang anda ajar masih minim dengan pemahaman dengan materi pelajaran yang akan anda ajarkan sehingga sangat disarankan kepada anda sebagai guru untuk bersikap sabar dan tenang dalam mengajar para siswa tersebut.

Gunakanlah bahasa yang paling mudah dimengerti oleh para murid-murid anda agar materi pelajaran yang anda ajarkan bisa dipahami dengan mudah, karena pada hakikatnya mengajar dan mendidik murid ibaratkan seperti anda sedang mengasa pisau yang membutuhkan beberapa waktu sehigga pisau tersebut bisa menjadi tajam.

6. Mengenalkan kepada siswa dengan berbagai elemen yang ada di sekolah
Terakhir hal yang bisa dilakukan untuk menyambut dan mengahdapi siswa baru yakni dengan memperkenalkan pada siswa berbagai elemen dan stackholder yang ada di sekolah tersebut, hal tersebut guna membuat siswa lebih cepat dalam beradaptasi.

Demikianlah Tips menyambut dan menghadapi siswa baru agar merasa nyaman serta betah di sekolah yang bisa anda pratikkan dalam meyambut siswa-siswi baru di sekolah anda

Saturday, 17 June 2017

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018 Untuk SD, SMP dan SMA

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018 Untuk SD, SMP dan SMA _ Artikel ini sengaja ditulis oleh admin karena melihat ada beberapa pihak yang mencoba mencari tahu kapan sih atau tanggal berapa dan bulan berapa tahun ajaran baru dimulai pada tahun 2017.

source: websitependidikan.com

Salah satu alasan seseorang mencoba mencari tahu hari pertama masuk sekolah, salah satunya agar bisa emmpersiapkan sedini mungkin segala keperluan sekolah dan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.

Baca juga: Jadwal libur sekolah tahun ajaran 2017/2018

Lantas ditahun ajaran 2017/2018 ini, kapan hari pertama masuk sekolah bagi siswa SD, SMP dan SMA? untuk mengetahui jawabannya, berikut ulasannya;

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018 Untuk SD, SMP dan SMA

Bedasarkan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah khusunya yang membidangi pendidikan menetapkan bahwa;

Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2017/2018 untuk SD, SMP dan SMA 

Masuk sekolah dimulai pada hari senin tanggal 17 Juli tahun 2017 dan berakhir pada 6 juni 2018

Jumlah hari belajar efektif 

jumlah hari belajar efektif yakni 214 hari

Jumlah minggu efektif

32 minggu dalam 2 semester

Demikianlah artikel tentang Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018 Untuk SD, SMP dan SMA, semoga bermanfaat.

Saturday, 10 June 2017

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2017 Terapkan Sistem Zonasi



Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2017 Terapkan Sistem Zonasi
Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat. Dalam permendikbud tersebut, diatur mengenai sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon peserta didik baru.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, dengan menerapkan sistem zonasi, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima. Domisili calon peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian sebesar 10 persen dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu lima persen untuk jalur prestasi, dan lima persen untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili. Namun, sistem zonasi tersebut tidak berlaku bagi sekolah menengah kejuruan (SMK).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sistem zonasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.

“Semua sekolah harus jadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah,” ujar Mendikbud dalam acara Sosialisasi Peraturan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Rabu (7/5/2017). Acara sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 200 kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Dalam Permendikbud ini memang disebutkan bahwa seleksi PPDB pada kelas VII SMP dan kelas X SMA/SMK mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar. Urutan prioritas itu adalah: 1. Jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi; 2. Usia; 3. Nilai hasil ujian sekolah (untuk lulusan SD) dan Surat Hasil Ujian Nasional atau SHUN (bagi lulusan SMP); dan 4. Prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing. 

PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. 

PPDB dapat dilakukan dengan dua acara. Pertama, pendaftaran melalui jejaring (daring/online), yaitu melalui laman (website) resmi PPDB daerah masing-masing. Kedua, pendaftaran melalui luring (luar jaringan/offline), yaitu dengan mendaftar langsung ke sekolah. Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB, antara lain terkait persyaratan, seleksi, daya tampung, dan hasil penerimaan peserta didik baru.

Masyarakat diharapkan dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui kanal pelaporan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota masing-masing. Pengaduan terkait PPDB juga bisa melalui laman: http://ult.kemdikbud.go.id . (Desliana Maulipaksi).

Source: Kemendikbud.go.id

Sunday, 14 May 2017

Jadwal Libur Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018

Jadwal Libur sekolah Tahun Ajaran 2017/2018 _ Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh siswa maupun guru adalah jadwal libur sekolah, hal tersebut dinilai cukup wajar, mengingat aktivitas belajar mengajar selama 5-6 hari selama seminggu di sekolah, baik dari pihak siswa maupun guru membuat hari libur sekolah menjadi hal yang sangat istimewa dan selalu dinanti-nanti.

Jadwal Libur Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018
source:Newsth.com
Dalam tahun pelajaran 2017/2018, setidaknya ada beberapa jadwal liburan sekolah, selain libur sekolah pada hari minggu, masih banyak lagi liburan sekolah lainnya pada tahun ajaran 2017/2018. Hal tersebut bisa menjadi kabar gembira bagi guru maupun siswa, yang berharap untuk mengisi waktu liburan sekolah tersebut dengan melakukan kegiatan menyenangkan bersama kerabat, teman dan keluarga.

Baca juga: 11 Tips merencanakan liburan bersama keluarga

Penasaran jadwal liburan sekolah yang ada pada tahun ajaran 2017/2018, berikut kalender pendidikan untuk tahun ajaran 2017/2018 yang bisa menjadi pedoman dalam melhat jadwal libur sekolah pada periode tahun ajaran 2017/2018.

Download Jadwal Libur Sekolah Tahun Ajaran 2017/2018.
Untuk lebih jelasnya anda bisa mendownload kalender pendidikan di bawah ini, agar bisa lebih mendalami dan mengingat dengan jelas jadwal libur sekolah tahun 2017/2018.

Sunday, 16 April 2017

9 Cara Jitu dan Menyenangkan Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak

9 Cara Jitu dan Menyenangkan Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak _ Demi menguasai Bahasa Inggris, banyak orang yang rela menggelontorkan banyak dana. Cara yang ditempuh mulai dari mengikuti kelas kursus bahasa Inggris, mendatangkan guru privat Bahasa Inggris ke rumah, hingga les privat dengan jaminan pasti bisa speaking dalam waktu singkat, yang biayanya lumayan menguras kantong.


Padahal, mempelajari bahasa Inggris bisa saja dilakukan secara otodidak. Tidak sedikit mereka yang pada akhirnya menguasai bahasa Inggris dengan baik adalah mereka yang mempelajarinya sendiri secara konsisten, dan tentunya nyaris tanpa biaya! Lalu bagaimana cara belajar bahasa Inggris secara otodidak? Simak ulasannya berikut ini :

9 Cara Jitu dan Menyenangkan Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak

1. Tanpa niat yang kuat, tidak mungkin Anda bisa menguasai bahasa Inggris secara otodidak
Niat adalah nyawa dari suatu usaha. Tanpa niat yang kuat, upaya apa pun tidak akan bertahan lama. Hasilnya, apa yang dicita-citakan akan gagal diraih. Begitu pun untuk mempelajari Bahasa Inggris. Step paling pertama, Anda harus memiliki niat yang kuat dulu sebagai pondasi Anda.

Bagaimana cara membangun niat yang kokoh, yang tidak hanya panas di awalnya saja? Ingatlah bahwa informasi dan teknologi dunia saat ini disebarkan dalam bahasa Inggris. Bahasa dalam operating system, berita dunia terhangat, dan lain-lain mayoritas menggunakan bahasa Inggris.

Belum lagi saat Anda akan mendaftar beasiswa atau melamar kerja di perusahaan yang kredibel, kemampuan Anda berbahasa Inggris menjadi salah satu poin yang bakal sangat dipertimbangkan.

Apalagi jika Anda bekerja di instansi pemerintah atau kementerian yang ada kalanya mendatangkan penyuluh atau undangan khusus dari luar negeri. Kebisaan Anda mengaplikasikan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan saat itu, sangat dibutuhkan.

2. Malas membaca? Jangan mimpi bisa menguasai Bahasa Inggris secara otodidak
Belajar bahasa Inggris secara otodidak berarti Anda belajar bahasa Inggris tanpa ada guru yang menjelaskan penggunaan kata atau tata bahasa Inggris secara langsung kepada Anda.

Yang paling diandalkan dalam proses belajar bahasa Inggris adalah Anda sendiri. Maka, Anda harus pro aktif mencari informasi dan memahamkan diri tentang Bahasa Inggris. Dan salah satu jendela utamanya adalah dengan membaca.

Membaca disini bukan berarti Anda harus membaca artikel bahasa Inggris yang dipenuhi dengan kata-kata asing yang Anda sendiri belum mengerti. Tapi lebih pada membaca penjelasan tentang penggunaan kata-kata dalam bahasa Inggris, berikut grammar-nya.

Anda patut bersyukur karena untuk mendapatkan bahan pelajaran kini super gampang. Selain lewat buku, Anda bisa belajar bahasa Inggris hanya dengan mengetik kata kunci di Google dan Anda pun akan mendapat berbagai artikel saran untuk membantu Anda.

Anda tidak perlu terburu-buru untuk melahap semua pelajaran bahasa Inggris melalui teorinya. Pelan-pelan saja, mulai dari dasarnya seperti perkaya perbendaharaan kata (noun, verb, adjective, adverb), memahami penerapan tenses simple present, simple past, dan seterusnya. Setahap demi setahap.

Coba praktekkan ini : buat jadwal 1 bab pelajaran yang harus Anda kuasai dalam 1 minggu. Misal, minggu pertama Anda targetkan permantap Tenses Simple Present. Dalam sehari Anda membaca dan mempelajari topik tersebut sekurang-kurangnya 30 menit. Bisa Anda kerjakan di tengah istirahat kuliah atau kerja.

Atau kalau mau lebih bagus lagi pelajari sebelum Anda tidur malam. Karena beberapa saat sebelum tidur adalah waktu paling baik untuk menyerap dan menyimpan pelajaran ke dalam otak.

Kalau Anda mampu dan punya waktu lebih lowong, Anda bisa menargetkan menguasai 2 bab dalam 1 minggu. Misalnya bab Tenses simple present plus simple past.

3. Labeli benda dengan nama bahasa Inggrisnya
Khusus untuk kata-kata benda, cara cepat dan fun untuk mudah menghapalnya adalah dengan melabeli benda tersebut dengan nama bahasa Inggrisnya. Anda bisa menggunakan kertas dan isolasi bening.
Misalnya, tempelkan nama “wardrobe” di lemari pakaian, “refrigerator” di lemari es, “drawer” di laci, “stove” di kompor, dll.

Cara ini lebih ampuh membuat Anda menghapal kata benda tanpa harus terlalu memeras otak. Dan terbukti lebih efektif dari menuliskan daftar puluhan kata bahasa Inggris berikut artinya di secarik kertas lalu menghapalnya.

Tapi ingat, benda-benda yang layak Anda labeli adalah benda yang bukan sedang dan akan Anda kenakan. Anda tentu tidak mau dibilang aneh karena label kata bahasa Inggris di pakaian yang Anda kenakan, kan?

4. Nonton film atau video berbahasa Inggris
Ini salah satu cara belajar bahasa Inggris secara otodidak yang paling seru dan menyenangkan: Menonton film. Film yang Anda nonton bisa film berbahasa Inggris subtitle Indonesia, atau film berbahasa Indonesia subtitle Inggris.

Dalam proses belajar dengan menonton ini, Anda perlu buku catatan, pena, kamus (buku atau elektronik) dan remote control (jika menonton lewat TV) karena Anda akan sering-sering menekan tombol pause film. Disarankan untuk menggunakan kamus elektronik seperti aplikasi kamus smartphone agar pencarian kata lebih cepat.

Cara belajar dengan menonton ini pun sangat mudah. Untuk pemula, putarlah film berbahasa Indonesia ber-subtitle Inggris dulu. Sambil menikmati jalan cerita film, pause film di part yang menurut Anda penting untuk Anda ingat bahasa Inggrisnya.

Di buku catatan, tuliskan judul film. Saat menemukan kata baru, frasa, atau kalimat penting, catat beserta artinya. Cara ini akan membuat Anda lebih mudah mengingat kata atau istilah Bahasa Inggris karena ingatan Anda berasosiasi pada film tertentu.

5. Speaking, dan jangan malas buka kamus dan googling
Untuk menguasai suatu bahasa, tentu saja harus memperkaya kosakata bahasa tersebut. Kamus adalah ensiklopedia kata. Buat Anda yang serius ingin mempelajari bahasa Inggris secara otodidak, aplikasi kamus adalah aplikasi wajib yang harus ada di handphone Anda. Installah aplikasi kamus yang lengkap dengan cara pengucapan dan bookmark untuk menyimpan kata.

Lalu bagaimana memanfaatkan kamus secara efektif? Cobalah berbicara dalam bahasa Inggris tentang apa pun yang Anda pikirkan. Saat tersendat pada kata tertentu, segera cari bahasa Inggrisnya dalam aplikasi kamus. Hapalkan, lapalkan, dan simpan di bookmark agar Anda dapat dengan mudah menemukan kembali kata tersebut.

Dengan cara ini, Anda akan menambah kosakata dengan kata sehari-hari yang Anda butuhkan. Dan, jika menemukan kata atau istilah bahasa Inggris yang tidak Anda dapatkan maknanya dalam kamus, jangan enggan untuk mencarinya di google.

Ingat bahwa mencari kata di kamus atau dengan googling ini sangat mudah dan hanya membutuhkan waktu kurang dari semenit. Jadi tidak ada alasan untuk malas melakukannya jika Anda ingin memperdalam bahasa Inggris Anda.

6. Dengarkan lagu bahasa Inggris, cari arti liriknya
Cara fun lain belajar bahasa Inggris selain dengan menonton film adalah dengan mendengar musik! Anda cukup mendownload sejumlah lagu berbahasa Inggris favorit dan mencari lirik beserta arti liriknya.

Misalkan, lagu “Heal the World” Michael Jackson :
Heal the world (Sembuhkan dunia)
Make it a better place (Jadikanlah tempat yang lebih baik)
For you and for me and the entire human race (Untukmu dan untukku dan untuk seluruh umat manusia)
There are people dying (Ada banyak orang yang sekarat)
If you care enough for the living (Jika kau peduli pada kehidupan)
Make a better place (Buatlah tempat yang lebih baik)
For you and for me (Untukmu dan untukku)

Dengan metode ini, Anda akan mempelajari bahasa Inggris per kalimat atau per frase dan bukan per kata. Dimana cara ini juga sangat baik untuk membuat Anda mempelajari kalimat dalam Bahasa Inggris secara utuh, lengkap dengan grammar-nya.

Jika ingin lebih detail, Anda bisa mencari arti per kata yang belum Anda ketahui artinya dalam lirik tersebut. Lakukan cara ini sekurang-kurangnya 1 lagu per minggu.

7. Hapal minimal 1 kata baru per hari
Ingin menguasai bahasa Inggris dengan cepat bukan berarti Anda harus terburu-buru, dengan menghapal belasan atau puluhan kata per hari. Cukup beberapa kata atau 1 kata per hari saja sudah lumayan.

Kenapa? Karena otak kita butuh proses untuk menyimpan sebuah kata baru ke memori jangka panjang. Jika setiap hari kita memaksa otak untuk menghapal puluhan kata, Anda mungkin akan menghapalnya saat itu, tapi sepekan atau sebulan kemudian Anda sudah lupa lagi.

Untuk meringankan kerja otak, Anda boleh menghapal 1 kata saja per hari. Misalkan, kata “furious” yang artinya “sangat marah”, lalu gunakan dalam kalimat. Contohnya : “I am furious because you lie to me” (saya sangat marah karena kamu berbohong padaku)

Sediakan selembar kertas  untuk menulis daftar kata. Tulis kata, arti, berikut contoh kalimatnya di kertas tersebut. Tempelkan di tempat yang mudah Anda lihat, misalnya di samping cermin atau di pintu lemari. Besoknya, tuliskan lagi 1 kata baru, dan seterusnya.

Dalam sebulan, Anda menghapal kurang lebih 30 kata baru. Dan itu sudah sangat lumayan, dibanding tidak menambah kosa kata apapun dalam sebulan, atau menghapal ratusan kata yang tidak bertahan dalam ingatan.

Cara ini selain efektif menambah kosakata Anda, juga lebih ringan dijalankan utamanya bagi Anda yang memiliki kesibukan yang padat.

8. Manfaatkan medsos dan aplikasi chat
Sayang jika Anda hanya menggunakan media sosial sebagai ajang bergaul secara online dan unjuk diri. Karena fungsi medsos bisa lebih dari itu.

Agar apa yang Anda hapal bisa lebih “nempel” di ingatan, Anda bisa menggunakan kata tersebut dalam kalimat lalu posting sebagai status. Jika ragu, Anda boleh menanyakan benar tidaknya kalimat yang Anda buat ke teman yang lebih paham bahasa Inggris.

Ingat, Andalah yang harus membuat kalimatnya, dan teman Anda sisa mengoreksi. Bukan meminta teman Anda menerjemahkan kalimat Anda itu ke Bahasa Inggris. Karena, kalimat bahasa Inggris yang Anda buat dengan usaha Anda sendiri akan lebih mudah Anda ingat, ketimbang hanya terima jadi dari teman Anda.

Selain itu, Anda juga bisa bergabung di forum atau grup belajar bahasa Inggris yang sudah banyak bertebaran di medsos. Tambahkan teman dari negara lain juga bisa menjadi cara jitu memanfaatkan medsos sebagai media pembelajaran bahasa Inggris.

Yang harus Anda perhatikan, tetaplah berhati-hati dan selektif saat menambahkan teman. Tambahkan teman yang menurut Anda bisa memberi dampak positif bagi Anda.

Kunjungi grup dan beranikan diri memberikan komentar dalam bahasa Inggris. Jangan khawatir jika grammar Anda belum mantap. Karena mungkin admin atau teman akan mengoreksi, dan Anda pun akan belajar hal baru lagi. Anda bisa menjalankan metode ini di sela-sela aktivitas atau saat bersantai.

9. Dan kuncinya adalah KONSISTEN
Poin terakhir yang merupakan kunci dari segala keberhasilan adalah “konsisten.” Tanpa konsistensi, segala upaya hanya akan setengah matang, tidak menemui target yang diharapkan.

Salah satu trik jitu untuk bisa konsisten, pasang alarm di HP, yang disetel berulang tiap harinya. Misalkan, setiap jam 9 malam untuk menghapal dan menulis 1 kata baru. Atau setiap Sabtu jam 8 malam untuk mempelajari lirik lagu bahasa Inggris.

Jalankan schedule yang Anda buat secara konsisten, jangan anggap sebagai beban, tapi sebagai latihan menyenangkan untuk pencapaian yang memuaskan.

Oke, itu dia 9 cara jitu dan menyenangkan untuk mempelajari bahasa Inggris secara otodidak. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Saturday, 25 March 2017

18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan

18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan_ Pendidikan karakter adalah salah metode pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter peserta didik, jika dalam beberapa kurikulum sebelumnya aspek kognitif (kecerdasan) lebih dominan dalam mengukur kemampaun siswa. Namun dalam pendidikan karakter aspek penilaian siswa meliputi kemampuan kognitif (kecerdasan), Afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Karakter sendiri berkaitan dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling dan perilaku moral (moral behavior) tiga hal ini merefresentasikan bahwa karater lebih menekankan bahwa karakter yang baik sangat dioengaruhi oleh pengetahuan tentang kebaikan itu sendiri, keinginan untuk melakukan kebaikan dan melakukan perbuatan baik.

18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan
18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan

Memang adalah hal yang kurang tepat sebenarnya jika hanya mengukur kemampuan siswa dari satu aspek saja yakni aspek kognitif karena seperti yang kita ketahui kemampuan siswa meliputi tiga hal yakni kognitif, afektif dan psikomotor.

Pendidikan karakter dinilai sangat perlu untuk ditanamkan dalam diri siswa, dimana realita memperlihatkan kondisi pendidikan saat ini masih perlu untuk dimaksimalkan agar kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui pendidikan bisa memuaskan. Saat ini tak sedikit siswa yang memperlihatkan perilaku yang kurang terpuji baik melalui perkelahian antara pelajar, pxrnxgrafi, perilaku menyimpang dan lain sebagainya. Pendidikan karakter sendiri memiliki banyak manfaat dan kelebihan dalam subtansinya. Apa saja peranan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan? berikut ulasannya.

18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan

1. Menanamkan sikap religius kepada siswa
Pendidikan agama adalah hal yang paling urgent dan mendasar untuk diajarkan pada siswa, dalam konsep pendidikan karakter sikap religius menjadi aspek yang berusaha untuk diajarkan dan ditanamkan dalam diri siswa, karena dengan bekal pendidikan agama yang tepat akan menjadi filter yang bisa mebentengi siswa dari perilaku menyimpang dan pengaruh negatif dari lingkungan. Sikap religius dalam pendidikan karakter bisa diajarkan melalui kegiatan berdoa bersama sebelum belajar, berdoa bersama setelah belajar dan melalui mata pelajaran agama serta contoh dari teladan dari guru.

2. Mengajarkan siswa untuk bersikap jujur
Sikap jujur adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada siswa dengan memamhami makna kejujuran siswa bisa menjadi pribadi yang besikap jujur dan menjadikan kejujuran sebagai prinsip hidupnya. Begitu pentingnya kejujuran sehingga sebuah ungkapan menyatakan "jujur adalah matauang yang berlaku dimana saja" ungkapan tersebut menyiratkan bahwa jujur adalah hal yang sangat urgent dan subtansional. Dalam pendidikan karakter sikap jujur bisa diajarkan melalui sikap tidak mencontek pekerjaan teman saat ujian dan lain-lain

3. Mendidik siswa untuk bersikap toleransi terhadap sesama
Negara republik indonesia menjadikan pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa, salah satu sila dalam pancasila adalah "ketuhanan yang maha esa"  yang menjadi sila pertama atau menjadi patokan dasar dari sila-sila lainnya. Keberadaan sila ketuhanan yang maha esa tak lepas dari keharusan warga negara indonesia untuk memeluk agama maka dari itu di indonesia sendiri ada 5 agama yang diakui yakni islam, kristen, hindhu, budha dan kho hu cu itulah sebabanya nilai-nilai toleransi harus diajakan kepada siswa agar mereka bisa mengaplikasikan sikap tolerasnsi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keberadaan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan diharapkan menjadi penyokong dalam berjalannya toleransi antara sesama. Pendidikan karakter dalam pembelajaran tentang toleransi bisa diajarkan melalui sikap saling menghargai dengan teman kelas yang berbeda keyakinan tidak menganggu teman yang berbeda keyakinan

4. Mengajarkan siswa untuk menjadi pribadi yang dispilin
Aspek selanjutnya yang terdapat dalam pendidikan karakter adalah sikap displin. Displin sangat penting diajarkan kepada siswa karena displin akan membentuk pribadi siswa menjadi lebih teratur dan menghargai waktu. Mengajarkan siswa sikap displin bisa menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi karakter yang tepat waktu. pendidikan karakter tentang sikap displin bisa diajarkan melalui sikap untuk datang sekolah tepat waktu, mengumpul tugas tepat waktu dan mengenakan seragan sesuai aturan sekolah

5. Membentuk pribadi siswa menjadi seorang yang pekerja keras
Pekerja keras adalah aspek yang menjadi bagian dalam pendidikan karakter. seberapa penting sikap kerja keras untuk diajakan kepada siswa? sikap pekeraj keras akan mengajarkan siswa untuk tidak menjadi pribadi yang lemah dan gampang menyerah, selain itu sikap pekerja keras akan mebentuk siswa menjadi sosok yang menyukai tantangan dan pantang menyerah. Dalam pembelajaran pendidikan karakter tentang sikap pekerja keras bisa diajarkan kepada siswa melalui sikap yang tidak mudah menyerah jika mendapat tugas yang berat dari guru, berusaha melakukan yang terbaik dalam dan menyukai tantangan dalam pembelajaran.

6. Menggali kemampuan siswa untuk berpikir kreatif
Bukan hanya fokus pada aspke afektif pandidikan karakter juga meliputi aspek kognitif dan psikomotor. Tujuan mendidik siswa menjadi pribadi yang mampu berpikir kreatif adalah agar siswa tersebut mampu menghasilkan karya baik dalam bentuk pemikiran atau karya dalam bentuk benda. Berpikir kreatif juga memancing siswa untuk lebih analitik, inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Cara menanamkan pendidikan karakter tentang berpikir kreatif adalah dengan menerapkan model pembelajaran creative problem solving, pembelajaran berbasis masalah dan memancing rasa ingin tahu siswa.

7. Mangajarkan siswa untuk menjadi sosok yang mandiri
Selanjutnya pendidikan karakter juga menekankan penanaman sikap mandiri dalam diri siswa. Kemandirian mengajarkan siswa untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain dan lebih percaya pada kemampuan pada diri sendiri, namun sikak mandiri bukan berarti tidak membutuhkan sama sekali bantuan orang lain namun melainkan meminta bantuan adalah pilihan terakhir jika siswa sudah tak mampu menyelesaikan masalahya sendiri. Cara menananmkan karakter mandiri dalam siswa adalah memberi tugas invidu agar siswa bisa menggunakan kemampuannya untuk menyelesaikan tugasnya dan lain-lain.

8. Mengajarkan nilai demokratis kepadas siswa
Negara republik indonesia mempunyai sistem pemerintahan yang demokratis oleh karena pemahaman tentang nilai demokarsi harus diajarkan sejak bangku sekolah/kuliah. penenaman sikap demokrasi dalam pendidikan karakter bisa dilakukan melalui pemilihan ketua kelas secara demokratis, pemilihan ketua osis dan pemilihan ketua kelompok. Manfaat nilai demokratis ditanamkan sejak dini adalah agar siswa kelak bisa menjadi pribadi yang dewasa dalam berdemokrasi.

9. Menumbuhkan rasa ingin tahu dalam diri siswa
Menumbuhkan rasa ingin tahu dalam diri adalah hal yang cukup penting rasa ingin tahu memberikan dorongan kepada siswa untuk berusaha mencari tahu melalui proses belaja, analisa serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan terbuka siswa.Cara menanamkan pendidikan karakter tentang sikap ingin tahu adalah banyak mengajukan pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu siswa juga bisa melalui kegiatan pembelajaran ke tempat yang baru dan belum pernah dikunjungi sebelumnya agar rasa ingin tahu siswa bertambah.

10. Menanamkan semangat kebangsaan dalam diri siswa
Semangat berbangsa dan bernegara adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada siswa agar siswa memhami tentang keragaman suku bangsa di indonesia sehingga siswa bisa memahami bahwa bukan hanya suku bangsa atau kelompoknya yang berdiam diri di indonesia melainkan ada banyak suku bangsa lain yang ada di indonesia dengan begitu siswa akan lebih sadar untuk saling menghargai satu sama lain sesama suku bangsa. Cara menanamkan karakter semangat kebangsaan pada siswa bisa melalui pengenalan kepada siswa suku-suku yang ada di indonesia dan mengenalkan melalui semboyan bhineka tunggal ika

11. Mengajarkan siswa untuk cinta tanah air
Mendidik dan mengajarkan siswa untuk cinta tanah air bertujuan agar siswa bisa memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme terhadap tanah air. Cinta tanah air merupakan bagian dari pendidikan karakter yang memang sangat penting untuk diajarkan kepada siswa. siswa yang telah memiliki rasa cinta tanah air akan berusaha menjadi bagian aktif yang ikut menjaga dan memelihara keutuhan NKRI. Cara menanamkan karakter cinta tanah air bisa melalui upacara bendera, pelajaran sejarah dan pengenalan tokoh-tokoh nasional.

12. Menumbuhkan sikap menghargai prestasi
Hal yang terkadang ditemukan pada pribadi sebagian siswa adalah kurang menghargai prestasi yang telah ia raih apalagi jika prestasi yang berhasil diraih merupakan hal-hal yang biasa-biasa saja. Dengan memahmi pentingnya untuk mengargai prestasi yang berhasil diraih siswa akan bisa menjadikan prestasinya sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.cara menanamkan karakter menghargai prestasi bisa melalui sikap syukur atas prestasi yang diraih.

13. Mengajarkan siswa untuk menjadi pribadi yang komunikatif dan bersahabat
Agar siswa bisa menjadi pribadi yang sosialis dan mudah dalam berteman maka harus diajarkan bagaimana menjadi pribadi yang komunikatif dan bersahabat. Manfaat sikap komunikatif dan bersahabat agar siswa tidak kaku dalam bersosialisasi serta memahami bagaimana melakukan komunikasi yang baik dengan teman sejawat dan orang yang lebih tua. Salah satu aspek yang dimasukkan dalam pendidikan karakter adalah komunikatif dan bersahabat.Cara menanamkan karakter komunikatif dan bersahabat bisa melalui kegiatan kerja kelompok dan diskusi

14. Mengajarkan siswa menjadi pribadi yang cinta damai
Selanjutnya pendidikan karakter juga memuat dimensi cinta damai. Cinta damai merupakan hal yang sangat penting pula untuk diajarkan kepada siswa karena dengan begitu siswa akan lebih mengutamakan penyelesaian masalah dengan jalan musywarah dan meminimalisir terjadinya sikap arogan serta individualis dalam penyelsaian masalah. cinta damai membuat siswa mengetahu bagaimana menjadi pribadi yang menghargai perbedaan serta lebih mengutamakan kebersamaan. Cara menanamkan karakter cinta damai dalam diri siswa adalah menyelesaikan masalah dengan musyawarah, menjunjung tinggi rasa kebersamaan.

15. Menumbuhkan sikap gemar membaca dalam diri siswa
Dimensi selanjutnya yang ada dalam pendidikan karakter adalah gemar membaca. Sebuah ungkapan menyatakan bahwa "buku adalah jendela dunia" dengan menjadi pribadi yang gemar membaca siswa akan memiliki khazanah pengetahuan yang kaya. Cara menenamkan karakter gemar membaca bisa melalui pembelajaran yang diajarkan di perpustakaan dan membawa buku kemanapun pergi

16. Menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada siswa
Lanjut pendidikan karakter mengedepankan penanaman sikap peduli lingkungan kepada siswa karena tak jarang kita melihat sebagian orang yang berpendidikan justru menunjukan sikap yang acuh tak acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar. Maka dengan memahami betapa pentingnya untuk peduli terhadap lingkungan siswa akan lebih pekah dan peduli terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitar. Cara menenamkan karakter peduli lingkungan yakni dengan cara tidak mengotori lingkungan (tidak membuang sampah sembarangan), menjaga kebersihan kelas dan sekolah.

17. Mengajarkan siswa untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap keadaan sosial
Dimensi pendidikan karakter selanjutnya adalah peduli terhadap Kondisi sosial/keadaan sosial. Kepedulian terhadap sesama dan berusaha memiliki sikap prihatin terhadap kesulitan dan problematika yang dihadapi orang lain adalah hal yang penting. Siswa yang memahami betapa pentingnya untuk peduli terhadap keadaan sosial akan menjadi pribadi yang simpati dan empati dan berusaha memberi sumbangsi untuk kepentingan sosial atau kepentingan bersama. Cara menanmkan karakter peduli keadaan sosial adalah dengan peduli terhadap kondisi sosial, belajar dengan metode inquiry sosial

18. Menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam diri siswa
Dimensi terakhir dalam pendidikan karakter adalah tanggung jawab. Melalui pendidikan karakter siswa akan diajarkan untuk menjadi pribadi yang betanggung jawab baik melalui cara pemberian tugas untuk diselesaikan, mengembang amanah dari teman kelompok atau guru dll.

Demikianlah 18 Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan. semoga artikel tentang Peranan Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan bermanfaat untuk anda. terima kasih

Wednesday, 15 March 2017

Cara Memberi Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Cara Memberi Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa_ Dalam mendidik dan mengajar siswa atau peserta didik tak jarang ditemui masalah atau kesulitan belajar yang dialami siswa, mengatasi masalah belajar siswa perlu memperhatikan beberapa hal agar metode atau cara yang diterapkan dalam mengatasi masalah belajar siswa bisa maksimal. Bimbingan dan konseling adalah salah satu metode yang biasa diterapkan di sekolah-sekolah dalam mengatasi siswa yang nakal, berperilaku menyimpang dan mengalami kesulitan belajar. Bagaimanakah baiknya dalam memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa yang bermasalah, berikut pemaparannya.

Cara Memberi Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

A. Bimbingan terhadap anak lamban belajar
Pada anak lamban belajar (slow learning) adalah anak yang perkembangan belajarnya lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan rata-rata teman seusianya dan tingkat kecerdasannya pun di bawah rata-rata. Mereka di sebut juga dengan anak sub normal, mentally reterted.

Baca juga:

Sedangkan gejala tingkah laku lambat belajar adalah : (1) kelemahan (lambat menerima pelajaran, lambat bekerja, lambat membaca, lambat memahami dan lain-lain), (2) kekurangan kemampuan (kurang kosentrasi, berkomunikasi, kurang kreatif, kurang kemampuan memimpin), (3) Prestasi yang rendahn (baik belajar/kerja), (4) Kelainan tingkah laku (kebiasaan jelek,acuh tak acuh, apatis, kurang inisiatif)

Sebab-sebab/kemungkinan latar belakang anak lambat belajar.
a. Kecerdasan kurang
b. Kehidupan sosial dan ekonomi orang tua kurang.
c. Perhatian orang tua kurang sibuk
d. Keluarga yang terlalu besar dan banyak.
e. Pendidikan orang tua rendah.
f. Hubungan sosial dengan teman kurang.

Kemungkinan masalah
a. Lemah dalam pelajaran karena kurang kemampuan belajar dan kecerdasan.
b. Lemah dalam pelajaran karena kurang kecakapan pelajarannya.
c. Lemah dalam pelajaran karena bantuan belajardari orang tua
d. Lemah dalam pelajaran karena kurang pengaruh kesulitan mental sosial ekonomi orang tua
e. Lemah dalam pelajaran karena kurang pengaruh hubungan sosial dengan teman
f. Lemah dalam pelajaran karena kurang sikap orang tua yang memanjakan
g. Lemah dalam pelajaran karena kurang biasa di bantu
h. Lemah dalam pelajaran karena gangguan penyakit.

Kemungkinan bimbingan
a. Penyuluh terhadap anak
b. Pertemuan dengan guru
c. Pertemuan dengan orang tua
d. Pemberian informasi
e. Sosiodrawa
f. Penempatan anak dalam kegiatan ekstra kurikuler

B. Teknik konseling dalam mengatasi Kesulitan belajar siswa.

1. Pendekatan Trait and factor
a. Kondisi Pribadi tidak sehat (Bermasalah)
Ada beberapa model pengkategorian masalah yang dapat kita ikuti. Pengaktegorian masalah yang selam ini banyak dikenal adalah pengkateforian sosiologis dan psikologis. Pengkategorian secara sosiologis ini, misalnya membagi macam-macam masalah atas masalah pendidikan. Keluarga, ekonomi, pergaulan dan sebagainya. Pengkategorian lain yang lebih banyak diikuti adalah pengkategorian secara psikologis. Pengkategorian secara psikologis yang terkenal dalam konseling trait and factor ada dua, yaitu modelnya Bordin dan modelnya Pepnsky. Pengkategorian masalah menurut Bordin adalah sebagai berikut :

a) Dependence (bergantung) contoh: “dalam setiap ulangan saya belum yakin kebenaran jawaban saya kalau tidak melihat jawaban teman saya”.

b) Lack of information (kurang informasi), contoh: “saya tidak berani datang kerumahnya Pak Ahmad, jangan-jangan beliau nanti marah” (padahal sebenarnya Pak Ahmad orang yang baik dan ramah). Seorang siswa memutuskan untuk keluar sekolah karena tidak ada biaya, padahal sebenarnya ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Seorang siswa tidak mau masuk jurusan bimbingan dan konseling, padahal sebenarnya dia memiliki bakat dalam jurusan tersebut.

c) Self-conflict (konflik diri), contohnya: “hari ini orang tua saya menyuruh saya pergi ke Surabaya, tetapi hari ini juga saya ada janji dengan pacar saya, apa yang harus saya perbuat?”

d) Choice anxiety (cemas memilih), contoh: “Tahun ini saya mengikuti UMPTN dengan memilih dua jurusan sesuai dengan ketentuannya, yaitu pilihan pertama dan pilihan kedua. Selain itu saya juga mendaftar di salah satu fakultas swasta (PTS) yang mutunya tidak kalah dengan PTN. Orang tua saya menyerahkan kepada saya sepenuhnya untuk memilih yang mana, tetapi sampai sekaran ini saya belum dapat menentukan pilihan saya”.

e) No Problem (bukan masalah-masalah di atas), dalam arti individu mengalami masalah yang tidak dapat digolongkan pada masalah-masalah di atas, atau masalah lain-lain.

Pengkategorian Pepinsky (dalam Andi Mapiare, 2004) yang dalam beberapa hal mirip dengan yang dikemukakan oleh Bordin, yaitu sebagai berikut : (1) Lack of assurance (kurang percaya diri sendiri), contoh: “teman-teman maupun sebagian bapak ibu guru telah mendorong saya untuk mengikuti lomba karya ilmiah remaja, tetapi saya kurang yakin apakah saya mampu”, (2) Lack of information (kurang informasi), (3) Lack of skill (kurang keterampilan), contoh: Tidak mengetahui cara membaca efiosien, tidak mengetahui cara menemukan ide pokok pada suati kalimat ataupun pragraf, tidak dapat mengatur jadwal harian dan sebagainya, (4) Dependence (bergantung), (5) Self-conflict (konflik diri), dan (6) Choice anxiety (cemas memilih).

Masalah sebagaimana yang dijabarkan di atas, dapat timbul karena faktor internal maupun eksternal. Termasuk faktor internal bagi timbulnya masalah, antara lain: (1) individu banyak dipengaruhi kehidupan emosi, sehingga kemampuan berpikir rasionalnya terhambat, (2) potensi-potensinya kurag berkebang atau tidak mendapat kemampuan berpikir rasionalnya terhambat, (3) kurang memiliki kontrol diri, (4) memiliki kekurangan tertntu, baik cacat fisik maupun mental, dan yang merupakan faktor keturunan.

Adapun yang tergolong faktor eksternal, antara lain : (1) Perlakuan orang tua; sikap orang tua yang terlalu menekan, menolak maupun melindungi merupakan sumber timbulnya masalah, (2) Kondisi lingkungan dan masyarakatnya (meliputi lingkungan fisik dan sosial), (3) Pengalaman atau sejarah pribadi yang menimbulkan trauma, dan (4) ada tidaknya kesempatan mengembangkan diri, baik yang menyangkut situasi maupun pendukung (orangnya).

b. Kondisi Pribadi yang ideal (sehat)
Pribadi yang ideal menurut ancangan trait and factor dapat dirumuskan sebagai berikut: Pribadi yang ideal adalah apabila pribadi tersebut mampu menggunakan kemampuan berpikir rasionalnya memecahkan masalah-masalah kehidupan secara bijaksana. Selain itu pribadi yang bersangkutan dapat memahami kekuatan dan kelemahannya dirinya serta mampu dan mau mengembanghkan segala potensinya secara penuh (khususnya potensi baiknya), memiliki motivasi untuk meningkatkan diri atau menyempurnakan diri, memiliki kontrol diri untuk menyeleksi pengaruh yang baik dan buruk, dan dapat menyesuaikan diri di tengah-tengah masyarakatnya, sehingga dia dapat digolongkan sebagai warga negara yang baik.

c. Kondisi-kondisi bagi timbulnya perubahan
Konseling dapat dikatakan sebagai salah satu cara dalam pendidikan untuk membantu individu yang bermasalah menemukan cara pemecahan masalah untuk membantu individu yang bermasalah menemukan cara pemecahan masalah agar individu mampu mengembangkan potensi-potensinya (konseling memiliki fungsi remediatif dan develomental). Dengan konseling tersebut, kita (konselor) bermaksud untuk membawa individu dapat menjadi pribadi-pribadi yang ideal. Untuk itu, sudah barang tentu diperlukan kondisi-kondisi tertentu menunjang bagi tercapainya tujuan yang dimaksud.

Berbicara komponen dalam konseling di atas merupakan kondisi bagi timbulnya perubahan  (ke arah yang ideal), terkait langsung dengan komponen-komponen tersebut adalah konselor, klien situasi hubungan dan tujuan.

Keempat komponen dalam konseling di atas merupakan kondisi bagi timbulnya perubahan, bukan berkenaan dengan ada tidaknya, tetapi juga pada bagaimananya. Konselor yang bagaimana yang dapat menunjang timbulnya perubahan; situasi yang bagaimana yang merupakan prasyarat bagi timbulnya perubahan. Konselor yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a) Sikap konselor, Sikap ini antara lain : (1) dapat menempatkan diri sebagai seorang guru, (2) menerima tanggung jawab atas keselamatan klien (walaupun penangggung jawab utamanya adalah klien yang bersangkutan), (3) bersedia mengarahkan klien ke arah yang lebih baik, (4) tidak netral sepenuhnya terhadap nilai (value), Yakin terhadap asumsi-asumsi konseling yang efektif.

b) Keterampilan. Yaitu : (1) Memiliki pengalaman, keahlian dalam teori perkembangan manusia dan pemecahan masalah, (2) Dapat memanfaatkan teknik-teknik pemecahan individu baik teknik testing maupun teknik konseling, (3) Dapat melaksanakan proses konseling secara fleksibel, (4) Dapat menerapkan strategi pengubahan tingkah laku beserta teknik-tekniknya, (5) Menjalankan keempat peranan utamanya secara terpadu, yaitu : 1) Mengajar atau menolong individu belajar memahami dan menerima dirinya sendiri yang meliputi kemampuan, bakat dan minatnya, 2) Mengajar dan menolong individu untuk mengenali motivasi-motivasinya sendiri dan teknik-teknik atau cara kehidupannya sendiri, 3) Memperhitungkan dua kelompok aspek di atas yaitu pada poin 1 dan 2 dari segi konsekwensi dan implementasinya, 4) Mengajar individu mengganti atau megubah tingkah lakunya dengan yang lebih memadai guna mencapai tujuan pribadinya.

Dalam menunjang adanya perubahan dalam konseling trait and factor, selain mensyaratkan konselor, juga dibutuhkan peranan klien. Adapun peranan klien selama proses konseling adalah : (1) Sedapat mungkin datang secara sukarela, tetapi jika klien tersebut dikirim berdasarkan pengalaman dan tidak terlalu berbeda efektifitasnya, (2) Bersedia belajar memahami dirinya sendiri dan mengarahkan diri dengan mengubah responnya yang kurang tepat, (3) menggunakan kemampuan berfikirnya untuk lebih memperbaiki dirinya sehingga dapat mencapai kehidupan yang rasional dan memuaskan, dan (4) bekerja sama dengan konselor dn bersedia mengikuti arahan konselor dalam hal proses pengubahan.

Sedangkan situasi hubungan dalam konseling trait and factor ditandai dengan ciri-ciri situasi hubungan sebagai berikut : (1) Konseling merupakan suatu thinking relationship yang lebih mementingkan peranan berpikir rasional, tetapi tidak meninggalkan sama sekali aspek emosional seseorang, (2) Konseling berlangsung dalam siatuasi hubungan yang bersifat pribadi, bersahabat, akrab dan empatik, (3) Konseling yang berlangsung dapat bersifat remediatif maupun developmental, (4) Setiap pihak (konselor-klien) melakukan peranannya secara proporsional.

 Sedangkan tujuan dari konseling trait and factor, dapat diringkas sebagai berikut : (a) Self-clarification (kejelasan diri), (b) Self-understanding (pemahaman diri), (c) Self-acceptance (penerimaan diri), (d) Self- direction (pengarahan diri), dan (5) Self-actualization (perwujudan diri).

C. Tahap-tahap Konseling
Konseling trait and factor memiliki enam tahap dalam prosesnya, yaitu : analisis, sinetesis, diagnosis, prognosis, konseling (treatment), dan follow-up. Keenam tahap tersebut merupakan suatu urutan yang jelas dan logis, dan menggambarkan langkah-langkah yang lazim digunakan dalam dunis ilmu pengetahuan atau kedokteran. Namun begitu dalam prakteknya urut-urutan di atas tidak perlu digunakan secara kaku. Tahap-tahap itu direncanakan secara fleksibel, bahkan terjadi tumpang tindih (overlapping). Hal itu terjadi, sebab dalam konseling tersebut dimungkinkan untuk kembali pada tahap yang lebih awal (setelah mencapai tahap-tahap akhir) apabila dianggap tahap yang terdahulu memang belum sempurna, masih terdapat kekurangan-kekurangan.

Selama mengikuti tahap-tahap konseling, klien bertangungjawab penuh untuk belajar dalam proses memahami dirinya, sedang konselor berperan sebagai orang kedua atau mengambil peran pembantu sebagai layaknya seorang guru yang bertugas agar proses belajar dapat berlangsung sebaik-baiknya.

Dari antara enam tahap yang dikemukakan konseling trait and factor, tahap pertama sampai keempat dapat dilakukan tanpa bertatap muka dengan klien. Konselor dapat saja melakukannya, misalnya dengan mempelajari catatan komulatif siswa. Setelah selesai baru diadakan pertemuan dengan siswa dalam situasi konseling dengan sasaran utamanya menemukan pemecahan masalah. Dengan demikian untuk melaksanakan empat tahapan awal dalam konseling ala Williamson, yang dikenal sebagai tahap-tahap persiapan bagi wawancara konseling, pada suatu sesi tatap muka dengan klien. Kedua, dilaksanakan di luar atau sebelum bertatap muka dengan klien dalam suatu sesi konseling. Ketiga, cara kombinasi, yaitu dilakukan sebelum bertemu dengan klien sejauh bisa, kemudian kekurangan-kekurangannya dilengkapi pada saat wawancara konseling berlangsung.

a) Analisis
 Analisis merupakan langkah mengumpulkan informasi tentang diri klien beserta latar belakang. Informasi atau data yang dikumpulkan mencakup segala aspek kepribadian klien, seperti kemampuan, minat motif, kesehatan fisik, dan karakteristik lainnya yang dapat mempermudah atau mempersulit bagi pemerolehan peyesuaian diri yang memuaskan  baik dalam kehidupannya di sekolah maupun dalam dunia kereja serta penyesuaian diri pada umumnya.

Tujuan dari tahap analisis adalah untuk memperoleh pemahaman tentang diri siswa atau klien dalam hubunganya dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh penyesuaian diri baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Bagi tujuan itulah data tentang diri klien dikumpulkan, dengan syarat data yang terkumpul harus sahih (valid), relevan dan komprehensip.

Untuk membuat analisis tentang diri klien ini, konselor dapat menggunakan alat-alat tertentu. Enam alat yang dikemukakan Williamson yang dikemukakan oleh Petterson (1980) adalah: (1) catatan komulatif, (2) wawancara, (3) format distribusi waktu, (4) otobiografi, (5) catatan anekdot, dan (6) tes psikologis.

Selain menyebutkan enam alat di atas, diterangkan pula oleh Patterson  mengenai studi kasus sebagai suatu alat, yaitu metode untuk memadukan semua data mencakup sejarah keluarga, sejarah kesehatan, sejarah pendidikan, sejarah pekerjaan atau jabatan, minat rekreasi dan sosial serta kebiasaan kebiasaan. Ketika data obyektif tentang diri siswa dikumpulkan, konselor memperhatikan pikiran-pikiran (ide-ide) dan sikap klien. Bagaimana klien mendekati masalahya tidak hanya menunjukkan gaya hidupnya, tetapi menunjukkan reaksinya terhadap analisis dan diagnosis. Sikap klien terhadap masalahnya terhadap cara dan alat untuk mencapai penyesuaian yang maksimal merupakan satu dari antara yang terpenting dari seluruh data analisis. Penting data ini adalah bersangkutpaut dengan kerjasama klien. Jika klien menunjukkan sikap kooperatif, berarti dia dapat bekerjasama dengan konselor mengenai keyakinan dan pemahaman klien tentang konseling yang bila dijumpai kesalahpahaman, konselor segera mengoreksinya.

 Untuk lebih memperjelas tentang data macam apa yang perlu dikumpulkan, dapat dibuatkan klasifikasi-klasifikasi: (a) Data vertikal (menyangkut diri klien ), yang dapat dibagi lebih lanjut atas: data fisik, kesehatan, ciri-ciri fisik, penampakan/penampilan fisik dan sebagainya.(b) data psikis: bakat, minat, sikap, cita-cita, kebiasaan, dan sebagainya.

b) Sintesis
Sintesis adalah usaha merangkum, menggolong-golongkan dan menghubung-hubungkan data yang telah terkumpul pada tahap analisis, yang disusun sedemikian sehingga dapat menunjukkan keseluruhan gambaran tentang diri klien. Rumusan dari klien dalam sintesis ini bersifat ringkas dan padat. Dalam sintesis juga harus tercermin tentang kekurangan atau kelebihan dan kelemahan klien, kemampuan penyesuaian dirinya malasuianya (maladjusments).

Ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam merngkum data pada tahap sintesis tersebut. Cara pertama, dibuat oleh konselor; kedua, dilakukan klien; ketiga adalah cara kolaborasi atau kerjasama klien-konselor. Dalam prakte, disarankan untuk menggunakan cara kolaburasi. Cara ini didahului dengan  konselor meminta kepada klien untuk membuat rangkuman, setelah itu, konselor menyempurnakan rangkuman yang telah dibuat klien. Atau kalau konselor ingin lebih mempermuadah klienya, dapat pula didahului dengan memberikan kerangka bagi membuat rangkuman oleh klien.

c) Diagnosis
Diagnosis merupakan tahap menginterpretasikan data daalm ebntuk (dari sudut) problema yang ditunjukkan. Rumusan diagnosis dilakukan melalui proses pengambilan atau penarikan simpulan yang logis.

(1). Identifikasi masalah. Pada langkah ini, ditunjukkan atau ditentukan masalah apa yang dialami klien. Penentuan macam masalahnya didasarkan pada pengkategorian masalah baik ala Bordin atau Papinsky sebagaimana yang dijelaskan di atas. Identifikasi masalah ini merupakan langkah penentuan hakekat masalah yang sebenar-benarnya, bukan gejala-gejalanya. Masalah yang diidentifikasikan mungkin satu atau lebih dari satu saja. Jika masalh lebih dari satiu, dan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya waktu, tidak akan tuntas bila dibahas semua, konselor dapat membuat kesepakatan tentang pembatasan topik (gunakan teknik structuring dan topik limit).

(2).Menemukan sebab-sebab (etiologi). Langkah ini merupakan langkah mencari sumber bagi timbulnya suatu masalah yang mencakup pencarian hubungan antara masa lalu, sekarang, dan masa depan yang mungkin menuntun kita untuk memahami sebab-sebab dari gejala (symtoms). Jika terdapat hanya sedikit atau tidak ada hasil penelitian ilmiah atau pengetahuan berdasarkan pemikiran rasional dalam hubungannya dengan sebab-sebab gejala, konselor juga dapat menggunakan intuisinya untuk menduga sebab-sebab itu yang kemudian di cek dengan logika maupun reaksi klien. Dalam mencari sebab ini dapat dihubungkan (menggunakan) data yang terungkap pada tahap analisis, tetapi, konselor harus dapat membedakan antara sebab dengan sekedar hubungan sederhana.

(3). Prognosis (tahap ke-4 dalam konseling). Menurut Williamson, prognosis merupakan bagian dari diagnosis. Prognosis ini bersangkutan dengan upaya memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada sekarang. Misalnya : bila seorang klien berdasarkan data sekarang dia malas, maka kemungkinan nilainya akan rendah; jika intelegensinya rendah, kemungkinan nanti tidak dapat diterima dalam UMPTN.

Pada tahap atau langkah prognosis ini, klien diajak untuk menyadari kemungkinan-kemungkinan apa akan yang terjadi jika keadaan seperti sekarang ini tetap berlanjut.

d) Konseling (treatment)
Dalam konseling, konselor membantu klien untuk menemukan sumber-sumber lembaga dan masyarakat guna membantu klien mencapai penyesuaian yang optimal sejauh dia bisa. Bantuan dalam konseling ini mencakup lima jenis bantuan, yaitu:

a. Hubungan konseling yang mengacu pada belajar yang terbimbing kearah pemahaman diri.

b. Konseling jenis re-edukasi atau belajar kembali yang individu butuhkan sebagai alat untuk mencapai penyesuaian hidup dan tujuan personalnya.

c. Konseling dalam bentuk bantuan yang dipersonalisasikan untuk klien dalam memahami dan untuk terampil mengaplikasikan prinsip dan teknik dalam kehidupan sehari-hari.

d. Konseling yang mencakup bimbingan dan teknik yang mempunyai pengaruh terapiutik atau kuratif.

e. Konseling bentuk reedukasi bagi diperolehnya katarsis secara terapiutik.

Dengan mendasarkan tipe-tipe bantuan itu, sesuai dengan masalah klien, pada tahap konseling ini dikembangkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Melalui pengujian untung rugi atau kelebihan dan krangan setiap alternatif yang terbaik atau paling mungkin dilaksanakan.

e) Follow-up
Tindak lanjut merujuk pada segala kegiatan membantu siswa setelah mereka memperoleh layanan konseling, tetapi kemudian menemui masalah-masalah baru atau munculnya kembali masa yang lampau. Tindak lanjut ini juga mencakup penentuan keefektifan konseling yang telah dilaksanakan.