Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

Tuesday, 24 October 2017

4 Dimensi Pendidikan Karakter

4 Dimensi Pendidikan Karakter_ Pendidikan karakter merupakan suatu pola pendidikan yang menekankan pendidikan yang berorientasikan pada pembentukan karakter peserta didik, pendidikan karakter sendiri menjadi pembaruan dari sistem pendidikan sebelumnya yang agak dominan menekankan penilaian pada kemampuan kognitif anak, sehingga dimensi lain seperti aspek psikomotor dan afektif tidak terlalu dilibatkan dalam memberikan penilaian pada siswa.


Berangkat dari kondisi output pendidikan yang sebagian memang memiliki intelegensi tinggi namun dalam hal kecakapan dalam bersikap dan keterampilan yang masih perlu ditingkatkan, maka hadirlah konsep pendidikan karakter diharapkan menjadi solusi untuk melahirkan generasi yang unggul dalam berbagai hal guna melahirkan generasi emas indonesia.

Baca juga: 4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar

Pendidikan karakter adalah sinkronisasi dari aspek kognitif, psikomotor dan afektif yang diharapkan bisa muncul dan bersinergi dalam diri peserta didik. Gerakan penguatan pendidikan karakterdiharapkan menjadi fondasi dan ruh utama pendidikan, pendidikan karakter diharapkan mampu membangun manusia yang cakap dalam akhlak, cerdas dalam berpikir dan terampil.

Pendidikan karakter sendiri memiliki beberapa dimensi yang yang saling berkaitan satu sama lain. Berikut beberapa dimensi-dimensi dari pendidikan karakter:

4 Dimensi pendidikan karakter

1. Dimensi etik (olah hati)
Dalam dimensi ini siswa diharapkan menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa, sehingga sangat jelas proses/prosedurnya  yakni dengan banyak mendidik dan mengajar anak/siswa/peserta didik untuk belajar dan memahami ilmu agama.

Ilmu agama merupakan fondasi utama yang bisa membentuk karakter siswa untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Generasi yang memiliki akhlak mulia bisa menjadi recovery dalam masyarakat dalam menghadirkan suasana masyarkata yang santun dan peduli

2. Dimensi literasi (olah pikiran)
Dalam dimensi ini siswa didorong untuk menjadi manusia yang cerdas dan menjadi individu yang unggul dalam bidang akademis sebagai hasil pembelajaran yang bisa digunakan sebagai pembelajaran sepanjang hayat.

Dimensi literasi/olah pikiran diharapkan bisa men grow-up semangat dan motivasi siswa untuk menjadi pembelajar yang serius dan bersungguh-sungguh dalam mengejar mimpi dan cita-citanya agar kelak bisa menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain.

3. Dimensi estetik (olah rasa)
Dimensi estetik berorientasikan dalam mendidik siswa menjadi manusia yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan. Melalui dimensi ini siswa akan belajar menemukan sisi estetik dalam dirinya baik yang berkaitan dalam bidang seni, kebudayaan dan moral.

4. Dimensi kinestetik (olahraga)
Dimensi kinestetik menekankan pada pembentukan individu yang sehat dan mampu berparisipasi aktif sebagai warga negara. Dan hal tersebut bisa terwujud secara maksimal jika peserta didik memiliki raga yang sehat.

Demikianlah 4 Dimensi pendidikan karakter yang diharapkan bisa menjadi instrumen dalam melahirkan generasi bangsa yang cerdas berkarakter

Monday, 9 October 2017

Lagu Indonesia Raya Stanza 1, Stanza 2 dan Stanza 3

Lagu Indonesia Raya Stanza 1, Stanza 2 dan Stanza 3|
Jakarta - Kemendikbud telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang lagu 'Indonesia Raya' 3 stanza. Lagu tersebut wajib dinyanyikan saat upacara di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.



Selama ini, lagu 'Indonesia Raya' yang dinyanyikan hanya satu stanza atau bagian pertama. Kini, anak sekolah harus diajarkan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza.

"Semoga ditularkan kepada seluruh sekolah. Karena upacara bendera di setiap sekolah harus menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' tiga stanza," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutan pemberian penghargaan guru dan tenaga kependidikan berprestasi di gedung Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Saat acara pembukaan pemberian penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan 2017, para peserta menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' tiga stanza. Kebanyakan orang belum hafal keseluruhan lagu.

"Nanti bisa di-download dari internet, kalau ada ya dibagikan CD, kalau masih ada. Jadi upacara bendera tiap Senin pakai lagu 3 stanza," ucap Muhadjir.

Lagu karya Wage Rudolf Supratman ini memang terdiri dari tiga stanza. Lagu yang biasa dinyanyikan hanya bagian pembuka lagu.

"Kenapa tiga stanza? Karena itu keutuhan 'Indonesia Raya'. Karena yang biasa dinyanyikan itu bagian awal. Itu pendahuluan. Intinya di bagian tengah dan penutup di akhir," ucap Muhadjir.

Kemendikbud berharap nasionalisme siswa bisa tumbuh dengan lagu 'Indonesia Raya' 3 stanza. "Semoga bibit-bibit nasionalisme akan muncul dari 3 stanza yang akan kita ajarkan kepada anak didik kita," tutur Muhadjir.

Lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958. Aturan ini diterbitkan pada masa pemerintahan Presiden Sukarno pada 26 Juni 1958. Berikut ini lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza berdasarkan PP Nomor 44/1958:

Lagu Indonesia Raya Stanza 1, Stanza 2 dan Stanza 3


Stanza 1
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 2
Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri, untuk selama-lamanya
Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 3
Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri, menjaga ibu sejati
Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi
Slamatkan rakyatnya, slamatkan puteranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Tanahku, negeriku, yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Demikianlah Lagu Indonesia Raya Stanza 1, Stanza 2 dan Stanza 3
Source: group wa umb buton

Wednesday, 4 October 2017

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar _ Kemajuan teknologi adalah hal yang tak bisa dihindarkan lagi, berbagai lini dalam kehidupan telah terkena imbas dari kemajuan teknologi , dampak yang ditimbulkan bisa bersifat positif maupun negatif, hal tersebut sangat tergantung pada pengguna teknologi tersebut. Salah satu produk dari kemajuan teknologi adalah munculnya sosial media yang berbasis internet/online.


Sosial media mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika pada awalnya sosial media seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram hanya digunakan sebagai media untuk komunikasi, ajang mencari teman, membangun komunitas namun dewasa ini soyusial media telah bertransformasi menjadi ladang bisnis, mulai dari media pemasaran produk, barang dan lain-lain
Selain itu pengguna sosial media tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja namun bahkan sebagian anak usia remaja, anak-anak sudah mahir menggunakan sosial media yang notabene masih masuk dalam kategori pelajar.

Baca juga:
Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Keberadaan sosial media bagi pelajar menjadi problemitaka tersendiri, ibaratkan pisau yang bermata dua, jika pelajar tidak bijak dalam menggunakannya bisa saja memunculkan efek negatif bagi mereka, akan tetapi selain dampak negatif ada juga beberapa dampak positif yang bisa dihadirkan dalam penggunaanya.

Lantas apa saja Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar, berikut ulasannya yang sengaja kami himpun untuk anda

Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar


1. Media bersosialisasi

Walaupun kegiatan sosialisasi bersifat maya namun media sosial seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram telah memberi andil besar dalam upaya membangun komunikasi para penggunanya termasuk para pelajar.

2. Membangun komunitas belajar

Selanjutnya dampak positif dari keberadaan media sosial bagi pelajar yakni menjadi ajang untuk membagun komunitas belajar, misalnya saja group bahasa inggris, komunitas belajar dan yang paling memudahan para anggota komunitas yakni untuk melakukan interaksi dengan para anggota komunitas tidak meski tatap muka langsung namun bisa melalui chat via media sosial

3. Menambah pertemanan

Salah fitur yang ada dalam sosial media facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram yakni adanya fitur untuk menambah pertemanan sehingga pengguna bisa mencari teman-temannya yang lain dengan menggunakan media sosial yang sama dengan yang dia gunakan. Bahkan teman yang sudah terpisah/tidak melakukan komunikasi sejak lama bisa kembali dipertemukan melalui bantuan sosial media
.
4. Melek teknologi

Dampak positif lainnya dari sosial media bagi anak remaja/pelajar yakni memberi pengetahuan pelajar tentang teknologi, sehingga pelajar bisa lebih peka dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut bisa menjadi dorongan pelajar untuk belajar lebih dalam seputar teknolog.

Dampak negatif media sosial bagi pelajar


1. Keterbukaan informasi

Dampak negatif media sosial bagi pelajar yakni adanya keterbukaan informasi yang ada dalam media sosial tersebut, sebut saja dalam facebook ada begitu banyak informasi yang sejatinya belum layak untuk di komsumsi oleh pelajar namun karena tidak filterisasi jadi siapapun bisa melihatnya.

2. Konten dewasa

Tak dapat dipungkiri keberadaan media sosial juga terkadang disusupi dengan adanya konten-kontn dewasa yang belum bisa dikomsumsi oleh usia sekolah/remaja, sehingga hal tersebut sangat riskan dalam memberi efek negatif bagi pelajar, apalagi pelajar belum memiliki filter yang kuat dalam menyeleksi konten yang sebetulnya tidak pantas untuk mereka lihat.

3. Kecanduan media sosial

Efek yang sangat terasa dan sangat kental terlihat dari keberadaan media sosial yakni munculnya pribadi-pribadi yang mulai ketergantungan untuk menggunakan media sosial atau dengan kata lain mengalami kecanduan untuk bermain media sosial, alhasil aktivitas para pelajar yang lain tak kalah pentingnya menjadi terabaikan.

4. Melemahnya sikap sosialWalaupun dinamakan media sosial namun sejatinya dalam kondisi real media sosial membuat sebagian orang termasuk pelajar menjadi pribadi yang tidak terlalu memerhatikan lingkungan sosialnya, mereka sibuk mengakses berbagai media sosial yang dimiliki sehingga berinterkasi dalam lingkungannya mulai kurang, sehingga ada ungkapan yang mengatakan media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat

Demikianlah 4 Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar yang penulis sempat bagi untuk anda, semoga bermanfaat.

Monday, 21 August 2017

4 Hambatan dan Kekurangan Pendidikan di Indonesia

4 Hambatan dan Kekurangan Pendidikan di Indonesia _ Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia disuatu negara, tak terkecuali di indonesia. Dinamika pendidikan di indonesia selalu dinamis mengikuti globalisasi. Terhitung beberapa kali sistem pendidikan di indonesia mengalami perubahan guna menemukan bentuk terbaik dalam memacu kemajuan masyarakat indonesia.

4 Hambatan dan Kekurangan Pendidikan di Indonesia
ilustrasi

Dibalik berbagai kelebihan pendidikan di indonesia, juga tak lepas dari berbagai kekurangan yang mesti dibenahi guna memaksimalkan pendidikan untuk generasi penerus bangsa. Lantas apa saja yang menjadi hambatan atau kekurangan yang masih ditemukan dalam pendidikan di indonesia.

4 Hambatan dan Kekurangan Pendidikan di Indonesia

1. Tidak meratanya tenaga pendidik di indonesia
Tenaga pendidika (guru/dosen) sebenarnya tidak bisa dikatakan kurang, melainkan penyebaran dari tenaga pendidik yang tidak terlalu merata, hal tersebut dibuktikan dari tenaga pendidik yang ada di daerah perkotaan dan tenaga pendidika yang ada di daerah terpencil, alhasil peserdik (siswa) yang ada di daerah terpencil tidak mendapat pengajaran yang maksimal akibat kurangnya/tidak memadainya tenaga pendidik.

Baca juga: 12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan



Pemerintah bukannya tinggal diam dengan keadaan ini, hal tersebut dibuktikan dengan melakukan perekrutan tenaga pendidik untuk ditempatkan di daerah pedalaman/terpencil, namun tenaga pendidik yang telah diangkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil) untuk mengajar di daerah terpencil/pedalaman tersebut tak sedikit yang mengajukan pindah lokasi mengajar ( pindah ke daerah asal atau pindah ke kota) alhasil, kepindahan tenaga pendidik tersebut membuat daerah yang ditinggalkannya mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Cara untuk mengatasi kepindahan tenaga pendidik dari lokasi/daerah pengabdiannya yakni dengan membuat kontrak kerja untuk tidak pindah lokasi mengajar untuk jangka waktu yang disepakati bersama, dengan begitu kuota tenaga pengajar akan selalu merata.

2. Sarana pendidikan yang tidak merata

Hal yang tak kalah penting dalam memajukan pendidikan di indonesia adalah ketersedian sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, namun hal tersebut tidak sesuaidengan fakta yang ada di lapangan, terbukti ada ketimpangan yang cukup lebar antara sarana dan prasarana yang ada di kota dengan sarana dan prasarana yang ada di daerah terpencil.

Oleh karena itu pemerintah sebaiknya serius dalam mengatasi masalah ketidakmerataan penyedian sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan agar setiap generasi muda bangsa bisa menikmati pendidikan yang sama.

3. Penyelewengan dana pendidikan yang masih terjadi

Alokasi dana untuk pendidikan dari APBN (anggaran perencanaan belanja negara) mencapai 20%, suatu jumlah yang sangat luar biasa, namun hal tersebut masih kontras dengan progres pendidikan di indonesia yang masih belum terlalu maksimal.

Tak bisa dipungkiri bahwa penyelewengan dana pendidikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu jawaban kenapa pendidikan di indonesia belum menunjukan hasil yang maksimal.

Penyelewengan dana pendidikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab membuat  pembangunan sarana pendidikan menjadi tidak maksimal, untuk mengatsi hal tersebut perlu transparansi rincian penggunaan anggaran serta penerapan hukuman berat bagi oknum yang menyelewengkan dana-dana yang digunakan untuk keperluan pendidikan.

4. Kurikulum pendidikan yang banyak bersifat teoritis

Terakhir, hal yang menjadi hambatan dan kekurangn sistem pendidikan yang ada di indonesia adalah kurikulum pendidikan yang kebanyakan bersifat teoritis sehingga membuat peserta didik tidak bisa berbuat banyak setelah menyelesaikan pendidikan.

Sehingga praktikum dan pembekalan soft skill dan hard skill bagi peserta didik sangat penting guna menunjang lulusan yang berkualitas, sehingga bisa memberi kontribusi yang nyata bagi bangsa indonesia.

Presentasi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan sebaiknya 50:50 agar ilmu yang didapatkan peserta didik menjangkau berbagai dimensi pengetahuan, dengan begitu sumber daya manusia yang unggul bisa dihasilkan.

Demikianlah 4 Hambatan dan Kekurangan pendidikan di indonesia menurut penulis yang sebaiknya segera diatasi agar bangsa indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya, karena sejatinya indonesia adalah bangsa yang besar dan hebat.

Friday, 26 May 2017

Perbedaan Konten RPP K13 Edisi Revisi 2016 dan RPP K13 Revisi 2017

Perbedaan konten RPP k13 edisi revisi 2016 dan perbedaan RPP k13 revisi 2017 _ Kurikulum 2013 terus mengalami proses pembaharuan, hal tersebut tak lepas dari masih adanya konten dalam RPP K13 yang masih harus mengalami penyempurnaan.

Perbedaan Konten RPP K13 Edisi Revisi 2016 dan RPP K13 Revisi 2017
source: Liputan6.com

Lantas dalam revisi pada tahun 2017, konten apa saja yang mengalami pembaharuan dalam K13 khusunya konten dalam recana pelaksanaan pembelajaran (RPP)? Seitdaknya ada beberapa pembaharuan dalam konten RPP K13 edisi revisi 2017. Berikut ulasannya

Baca juga: Perbedaan Kurikulum 2013 (K-13) dengan Konsep Living Kurikulum

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas guru dalam meramunya.

Perbedaan Konten RPP K13 Edisi Revisi 2016 dan RPP K13 Revisi 2017

Perbaikan atau revisinya dalah 
1. mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
2. Mengintegrasikan literasi;
keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);
3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill.
Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian dapat berupa 
a. pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

perdalaman dan perluasan dapat berupa
1. penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2. penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3. penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).

 Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C.  Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah  jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Demikianlah Perbedaan Konten RPP K13 Edisi Revisi 2016 dan RPP K13 Revisi 2017, semoga bermanfaat bagi anda khusunya para pendidik dan stackholder dalam dunia pendidikan

Friday, 12 May 2017

Download Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018

Download Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018 _ Perencanaan pendidikan yang ditepat dan dirancang dengan penuh persiapan akan menjadi salah satu jalan dalam menyukseskan pendidikan di indonesia. Itulah sebabnya kalender pendidikan dalam setiap tahun pelajaran selalu dirilis lebih awal, agar civitas pendidikan bisa membuat pola perencanaan pembelajaran dengan tepat dan cermat sebelum tahun ajaran berlangsung.

Download Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018
 Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018
Oleh karena itu sangat penting bagi stackholder dalam dunia pendidikan mengetahui kalender perencanaan pendidikan setiap tahunnya, agar bisa menentukan pola pendidikan dan pembelajaran yang tepat dalam praktik pendidikan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pemerintah, khususnya yang menangani masalah pendidikan telah merilis kalender pendidikan untuk tahun ajaran 2017/2018.

Download Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018
Jika anda ingin mengetahui dengan detail desain/pola pendidikan pad tahun ajaran 2017/2018, anda bisa langsung mendownload filenya di bawah ini. Setidaknya kalender pendidikan pada tahun ajaran 2017/2018 bisa menjadi rambu-rambu dalam mendesain pola pendidikan dan pembelajaran. 

Tuesday, 18 April 2017

Pentingnya Pendidikan Untuk Pembentukan Karakter Generasi Muda Bangsa

Pentingnya Pendidikan Untuk Generasi Muda Bangsa _ Pendidikan adalah suatu kebutuhan dalam membentuk karakter bangsa. seiring perkembangan zaman pendidikan memegang peranan yang sangat fundamental untuk meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia.


Diera globalisasi pendidikan terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat yang dinamis oleh sebab itu berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus bermunculan, berbagai upaya dilakukan untuk lebih menyempurnakan sistem pendidikan yang telah ada, hal ini terjadi karena pendidikan  menjadi suatu keharusan dalam suatu bangsa agar mampu berkompetisi dengan masyarakat global.

Baca juga:
12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan
11 Dampak negatif internet bagi dunia pendidikan

Pendidikan bukan sekedar formalitas, melainkan sebuah instrumen dalam membentuk karakter suatu generasi serta diharapkan menjadi wadah yang bisa melahirkan individu yang berkompeten.

Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia yang seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Pasal 4 UU No. 23 tahun 2003).

Sejalan dengan pasal Pasal 4 UU No. 23 tahun 2003 maka dari itu dibutuhkan peranan semua pihak terkait dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta upaya yang sunguh-sungguh dalam memaksilmalkan berbagai elemen yang berperan dalam memajukan pendidikan. Salah satu elemen pendidikan yang memiliki peran sangat subtansial dalam membentuk karakter suatu bangsa adalah sekolah khususnya sekolah dasar. Sekolah dasar adalah tempat dimana peserta didik belajar  berbagai hal baik itu dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

Sekolah dasar juga menjadi tempat dimana peserta didik dalam proses tumbuh dan berkembang. Sekolah dasar memegang peranan subtansial dalam proses pembentukan karakter peserta didik oleh sebab itu manajemen sekolah yang baik menjadi salah satu syarat mutlak tercapainya tujuan pendidikan.

Dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sekolah diharapkan mampu memaksimalkan segala komponen yang dapat mewujudkan hal tersebut. Selain kegiatan kurikuler yang diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik menjadi pribadi yang kompeten, komponen lain juga diharapkan dapat memberi kontribusi. Salah satu kompenen yang memiliki pengaruh cukup signifikan dalam membentuk karakter peserta didik adalah kegiatan ekstrakurikuler.

Demikianlah artikel tentang Pentingnya Pendidikan Untuk Pembentukan Karakter Generasi Muda Bangsa semoga bermanfaat

Monday, 10 April 2017

9 Manfaat E-Learning Dalam Pembelajaran

9 Manfaat E-Learning Dalam Pembelajaran _ Kemajuan teknologi hampir telah memengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi sangat membantu manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Dunia pendidikan adalah dimensi yang tak lepas dari pengaruh teknologi, keberadaan teknologi telah merubah dan memberi sumbangsih yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Namun selain memiliki manfaat, kemajuan teknologi juga tidak lepas dari berbagai efek negatif yang bisa ditimbulkan jika tidak bijak dalam menggunakannya.

9 Manfaat E-Learning Dalam Pembelajaran

Kemajuan teknologi sedikit demi sedikit telah memengaruhi proses belajar mengajar, jika dahulu pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional maka seiring kemajuan teknologi telah banyak produk teknologi yang ditemukan dan diterapkan dalam dunia pendidikan sehingga proses pembelajaran lambat laung menyajikan konsep baru yang lebih modern dan sangat praktis. E-learning atau Electronik learning adalah sebuah istilah untuk menggambarkan pembelajaran yang dipadukan dengan penggunaan perangkat teknologi yang bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran.

Baca juga:
11 Dampak negatif internet bagi dunia pendidikan
6 Dampak positi dan negati internet bagi anak

Apa saja kelebihan pembelajaran yang diterapkan dengan penggunaan metode E-laerning, serta berapa efektif pembelajaran dengan menggunakan perangkat elektronik dalam proses pembelajaran? Bisa dipastikan penggunaan perangkat elektronik dalam mendukung proses pembelajaran memberikan efek yang cukup besar. Berikut ulasannya.

9 Manfaat E Learning Dalam Pembelajaran

1. Pembelajaran lebih realistis dan kontekstual
Manfaat yang bisa dirasakan dengan dengan pembelajaran menggunakan media E-learning adalah pembelajaran menjadi lebih realistis dan kontekstual. misalnya saja dalam penggunaan media proyektor dan LCD dalam pembelajaran, dengan menggunakan proyektor, apalagi yang telah disambung dengan komputer, guru bisa memutar video sebagai bentuk belajar yang lebih realistis dan kontekstual. Dengan menggunakan video sebagai media pembelajaran siswa bisa lebih memahami konsep yang dijelaskan oleh gurunya karena siswa bisa menyaksikan secara langsung melalui tayangan video.

Beda halnya dengan metode pembelajaran konvensional yang sebagian besar hanya didominasi oleh konsep abstrak sehingga bisa saja membuat pemahaman materi pelajaran kurang maksimal. Akan tetapi beberapa materi pembelajaran sebenarnya juga ada yang cocok menggunakan metode konvensional dan sebagian lagi lebih cocok menggunakan pembelajaran dengan penerapan E-learning.

Jadi semua tergantung dari kebutuhan, dan menggunakan metode konvensional dan E-learning sangat tergantung dari kapasitas seorang guru dalam mendidik,  jadi bisa disimpulkan bahwa kualitas guru menjadi faktor utama suksesnya suatu pembelajaran.

2. Penggunaan media E-Learning sangat efisien dan praktis
Manfaat selanjutnya yang bisa dirasakan dengan menggunakan E-Learning dalam pembelajaran adalah lebih efisien dan praktis. Jika biasanya guru harus membuat media pembelajaran dengan cara manual dan kemungkinan besar media pembelajaran yang dibuat tidak akan bertahan lama.

Maka lain halnya jika dengan menggunakan media elektronik, selain media pembelajaran akan lebih tahan dan awet karena disimpan dalam bentuk file, selain itu untuk menggunakan E-learning lebih mudah dan praktis. Hanya perlu menyalakan laptop atau komputer dan disambungkan dengan proyektor, siswa langsung bisa diperlihatkan materi-materi pelajaran yang akan dipelajari.

3. Penggunaan E-Learning bisa menghemat biaya
Selanjutnya manfaat dari E-Learning dalam pembelajaran adalah bisa lebih menghemat biaya operasional dalam proses pembelajaran. Dengan media E-Learning guru tidak perlu lagi susah payah membuat media pembelajaran, karena beberapa media telah tersedia dalam berbagai bentuk digital dan banyak tersedia di internet.

Jadi guru hanya perlu Googling di internet untuk mencari media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Kebayang bukan jika setiap kali akan mengajar guru harus membuat media pembelajaran, hal tersebut pastinya akan sedikit menguras biaya dan waktu.

4. E-Learning sebagai sumber belajar
Jika dulu sumber belajar adalah buku, majalah dan melalui kegiatan pembelajaran langsung di alam namun saat ini dengan keberadaan media elektronik telah merubah gaya belajar siswa yang dulunya bersifat konvensional menuju kearah yang lebih efektif dan praktis.

Media elektronik (E-learning)  memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber belajar seperti buku, majalah dll yakni melalui media elektronik siswa bisa mengakses internet umtuk mencari materi pelajaran dari berbagai sumber sehingga pengetahuan siswa akan lebih kaya. Selain itu kemudahan dalam menemukan materi pelajaran melalui internet menjadi nilai plus tersendiri.

5. Berfungsi sebagai media pembelajaran
Manfaat media pembelajaran elektronik (E-learning)  bagi dunia pendidikan selanjutnya ialah dengan keberadaan  media pembelajaran elektronik pembelajaran akan lebih bervariasi. Jika selama ini guru hanya bisa memaparkan teori atau gambar tentang materi pelajaran tertentu.

Namun dengan adanya media pembelajaran elektronik materi pelajaran yang dulunya hanya dijelaskan dengan metode ceramah bisa disaksikan langsung dengan keberadaan internet melalui tayangan video misalnya melalui YouTube sehingga pembelajaran tidak terkesan sebatas konsep semata namun bisa membuat pembelajaran menjadi konkret sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih berkesan.

6. Membuat siswa lebih pekah dengan kemajuan teknologi
Media pembelajaran elektronik (E-learning)  adalah bukti kemajuan luar biasa dari peradaban manusia. Manfaat E-Learning bagi dunia pendidikan ialah melalui media pembelajaran elektronik (E-Learning) siswa akan menjadi lebih pekah terhadap teknologi sehingga mereka tidak gaptek (gagap teknologi).

Namun jika tidak digunakan dengan bijak dan kurang mendapatkan bimbingan dari orang guru maupun orang tua justru akan memberikan efek negatif bagi siswa. Sehingga siswa maupun guru sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan media pembelajaran elektronik

7. Kelas online
Jika dulu untuk bisa mengikuti pembelajaran harus berada dalam kelas dan melakukan tatap mata langsung dengan guru maka dengan keberadaan media pembelajaran elektronik (E-Learning) khususnya komputer yang bisa digunakan untuk mengakses internet gaya belajar mengalami sedikit inovasi.

Dengan adanya internet siswa tidak harus untuk hadir dalam kelas untuk mengikuti pembelajaran melainkan bisa mengikuti pembelajaran melalui bantuan internet yakni melalui kelas online. Jadi kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak semakin mudah dan efesien.

8. Memudahkan pelaksanaan ujian nasional
Manfaat E-Learning Dalam Pembelajaran selanjutnya adalah dengan hadirnya pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer yang selain menghemat biaya pelaksanaan ujian nasional juga meminimalisir kecurangan dalam ujian.

Ujian nasional berbasis komputer juga membuat proses pemeriksaan hasil ujian nasional yang selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi lebih singkat dengan hasil yang akurat.

9. Pembelajaran menjadi lebih meyenangkan.
Manfaat lain dari E-Learning Dalam Pembelajaran adalah bisa membuat suasana pembelajaran lebih meyenangkan, hal tersebut tak lepas dari banyaknya media pembelajaran yang bisa digunakan untuk membuat pelajaran menjadi lebih seru dan menyanangkan. misalnya saja pemutaran video-video bertema pendidikan.

Pembelajaran yang serius juga bisa diselingi dengan kegiatan menonton film, khusunya film yang memiliki banyak pesan-pesan positif bagi siswa, Dengan menonton film siswa tidak hanya disuguhi dengan materi yang berisfat audio maupun visual namun gabungan antara audio visual.

Demikianlah 9 Manfaat E-Learning Dalam Pembelajaran, semoga artikel ini memberi manfaat bagi anda. terima kasih

Thursday, 30 March 2017

11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan

11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan_ Internet merupakan singkatan dari international network yakni sebuah jaringan yang menghubungkan data yang ada diberbagai belahan dunia. Untuk mengakses internet dibutuhkan mesin pencari, pada umunya dalam mengakses internet kebanyakan orang menggunakan mesin pencari yang bernama google.com. Google bukan hal yang asing lagi bagi setiap orang, hampir segala aktivitas yang dilakukan untuk mengakses internet menggunakan  mesin pencari yang satu ini.

11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan
11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan

Salah satu elemen yang dimudahkan dengan kehadiran internet adalah dunia pendidikan, Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa inovasi dan kemajuan dalam dunia pendidikan tak lepas dari kecanggihan internet dalam menyediakan data dan informasi yang akurat. Namun kehadiran internet dalam dunia pendidikan, ibaratkan pisau bermata dua yakni selain memiliki manfaat bagi dunia pendidikan, kehadiran internet juga telah memunculkan efek negati dalam dunia pendidikan.

Baca juga:
6 Dampak Positif Dan Negatif Internet Bagi Anak
6 Dampak Positif dan Negatif Gagdet Bagi anak

Oleh karena itu pengguna internet khususnya para pelajar dan seluruh stackholder pendidikan mesti bijak dalam menggunakan internet karena jika disalah gunakan justru memunculkan efek negatif bagi penggunanya. Apa saja sih dampak negatif internet dalam dunia pendidikan? Berikuti ulasaanya.

11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan.

1. Bahaya Pornografi
Dampak negatif yang paling nyata dengan kehadiran internet adalah maraknya konten pxrnxgrafi yang beredar dengan bebas di dunia maya ditambah konten tersebut bisa diakses dengan mudah oleh para pelajar.  Meskipun kemeninfo dengan gencar berusaha menghapus konten pxrnx yang beredar di internet namun ibarat jamur, dicabut satu tumbuh seribu.

Kondisi tersebut sangat berbahaya, apalagi bagi para pelajar yang notabene belum memiliki filter yang kuat dalam mengeliminasi hal seperti itu. Alhasil efek konten pxrnxgrafi membuat kekerasan seksual marak terjadi dikalangan pelajar. Jika tidak ditanggulangi dengan benar maka konten-konten yang tidak pantas bisa menghancurkan masa depan para generasi penerus bangsa.

2. Kecurangan saat ujian
Internet yang begitu mudah diakses dimanapun dan kapanpun membuat pelajar yang memiliki sikap yang tidak jujur memanfaatkan fasilitas tersebut. Tak jarang ketika diberi ujian/ulangan oleh gurunya banyak pelajar yang menggunakan ponsel/gagdetnya untuk mencari tahu jawaban dari soal-soal yang sedang diujiankan. Alahasil mental pelajar yang demikian bisa berakibat buruk pada karakter penerus bangsa selanjutnya. Walaupun ada kebijakan pelarangan membawa HP atau smartphone ke sekolah namun karena pengawasan yang kurang ketat dibeberapa sekolah, membuat para siswa tersebut masih tetap  membawa Hp atau smartphonenya ke sekolah.

3. Perilaku plagiat.
Plagiat atau dalam bahasa kerennya yakni copy paste, Perilaku plagiat dikalangan pelajar sampai level mahasiswa sudah menjadi rahasia umum, walaupun tidak semua pelajar dan mahasiswa melakukan hal demikian namun ketersedian materi dinternet yang begitu banyaka dan mudah untuk didapatkan membuat sebagian pelajar memilih cara instan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru atau dosennya.

Jika diberi tugas sebagian dari mereka langsung mengambil data dari internet kemudian menggati nama sipemilik data/berkas menjadi namanya alhasil tugaspun selesai sekejap mata, sangat instan bukan. Kondisi tersebut membuat mental sebagian pelajar/mahasiswa menjadi pribadi yang pemalas, tidak mau susahdan tidak mau berinovasi. Maka tak heran jika korupsi dan kecurangan merajalela karena saat menempuh pendidikan mereka sudah melakukan cara-cara yang tidak tepat dan kurang bijak.

4. Menjadikan pelajar sebagai pribadi yang konsumtif (kecanduan internet)
Apa sih yang tak bisa didapatkan melalui internet? Hampir segala hal telah tersedia di internet, hal tersebut membuat sebagian pelajar bisa berlama-lama dalam menggunakan internet. Kondisi tersebut mengarahkan para pelajar kearah sikap yang konsumtif, sehingga pelajar menjadi pribadi yang minim kreativitas, malas berinovasi dan selalu ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan. Namun tak sedikit pelajar yang bisa mecipta atau mengkreasikan hal baru karena kegemarannya  menggunakan internet.

Hal tersebut menandakan baik buruknya pengaruh internet terhadap seseorang tergantung bagaimana sudut pandang yang dia pakai dalam mengakses intenet. Maka dari itu peranan dari guru mamupun orang tua sangat penting dalam mengarahkan siswa agar lebih bijak dalam menggunakan internet

6.  Kakuh dalam bersosialisasi
Facebook, G+, Twitter, Linkd, instagram dan beberapa media sosial lainnya menjadi media komunikasi yang sudah lazim digunakan oleh setiap orang termasuk para pelajar. Media sosial tersebut memang memudahkan para pelajar dalam berteman dan berinterkasi hingga mereka bisa menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk menggunakan media sosial tersebut. alhasil di dunia nyata mereka begitu ekspresif namun di pergaulan nyata mereka akan lebih kakuh dan kurang cakap dalam bergaul hal ini disebabkan oleh pola komunikasi yang digunakan melalui intenet bukan face to face sehingga ketika di kondisi nyata mereka menjadi kakuh dalam bersosialisasi.

7.  Pemalsuan
Lagi-lagi keberadaan internet memberi kemudahan bagi oknum yang tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya, tak jarang kita melihat ada banyak kasus pemalsuan, mulai dari pemalsuan ijazah, sertifikat dan berbagai lini dalam dunia pendidikan. Hal tersebut sangat kurang bijak dan justru mencoreng pendidikan di indonesia karena tak jarang kelakuan yang kurang baik tersebut dilakukan oleh oknum-oknum yang bersentuhan langsung dalam dunia pendidikan.

8. Kekerasan 
Tawuran antara pelajar, perkalahian antara siswa, dan masih banyak lagi hal menyimpang lainnya tak lepas dari adanya internet, mulai dari hanya saling sindir di media sosial dan akhirnya terjadi perkelahian antar pelajar. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, dimana pelajar yang digadang-gadang sebagai pemegang estafet kememimpian bangsa selanjutnya, harus  menjadi korban dari ketidakarifan dalam menggunakan internet. Konten kekerasan yang banyak tersaji di internet menjadi sugesti tersendiri dalam pemikiran pelajar dan mahasiswa, sehingga muncul persepsi bahwa kekerasan adalah hal yang biasa dan wajar.

9.  Siswa malas belajar
Siswa yang kebanyakan menghabiskan waktu untuk mengakses internet, lama-kelaman bisa membuatnya menjadi pribadi yang malas belajar hal tersebtu akan berbanding lurus dengan prestasi akademik. Dimana anak yang malas belajar pastinya juga akan mendapat nilai yang rendah. Jadi untuk mengangani hal tersebut guru dan orang tua harus memberi aturan ketat pada siswa tentang batasan maksimal bisa menggunakan internet dalam sehari , sehingga dengan begitu siswa bisa membagi porsi waktu yang ada dengan efektif dan memanfatkannya sebijak mungkin.

10. Anti sosial
Hal yang paling riskan bisa menimpa pelajar/mahasiswa yang sudah kecanduan internet adalah mereka akan menjadi pribadi yang anti sosial. Anti sosial adalah suatu perilaku yang acuh tak acuh dengan kondisi lingkungan biasanya pribadi yang anti sosial akan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri sembari sibuk menjelajah dunia maya.

11. Cyber crime
Terakhir, dampak negatif internet bagi dunia pendidikan adalah perilaku cyber crime. Cyber crime adalah sebutan bagi mereka yang melakukan kejahatan di dunia maya. Pelajar bisa menjadi bagian dari cyber crime, mengingat kemampuan sebagian pelajar dalam menguasai internet yang begitu cepat sehingga mereka memiliki skill dan kemampuan dalam melakukan perbuatan kejahatan melalui internet.

Demikianlah 11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan. Oleh karena itu diharapkan agar bisa lebih bijak dalam menggunakan internet,  agar dampak negatif dari internet bisa diminimalisr dan manfaat internet bisa dimaksilkan. Semoga atikel ini bermanfaat untuk anda

Wednesday, 22 March 2017

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan_ Dewasa ini kemajuan teknologi memberi pengaruh besar dalam segala aspek kehidupan, salah satu produk teknologi adalah munculnya sistem jaringan international atau bisa disebut internet (international network). Keberadaan internet semakin memudahkan segala aktivitas manusia termasuk dalam dunia pendidikan.

10 Manfaat internet dalam dunia pendidikan
Manfaat internet bagi dunia pendidikan
Kehadiran internet memeliki peranan yang sangat signifikan dalam kemajuan dunia pendidikan, ada banyak kemudahan kepada yang bisa didapatkan dengan adanya internet. Keberadaan internet ibaratkan pisau bermata dua bagi dunia pendidikan khususnya bagi siswa dan anak-anak apabila tidak bijaksana dalam menggunakan internet justru akan berdampak negatif bagi dunia pendidikan.

Baca juga:
6 Dampak Positif Dan Negatif Internet Bagi Anak
6 Dampak Positif dan Negatif Gagdet Bagi anak
11 Dampak negatif Internet Bagi Dunia pendidikan

Namun terlepas dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan dengan keberadaan internet dalam dunia pendidikan. Internet juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kemajuan pendidikan dan menjadi salah satu jalan munculnya berbagai inovasi dalam dunia pendidikan. Apa sajakah manfaat internet bagi dunia pendidikan? Berikut ulasannya.

12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan

1. Internet sebagai sumber belajar
Jika dulu sumber belajar adalah buku, majalah dan melalui kegiatan pembelajaran langsung di alam namun saat ini dengan keberadaan internet telah merubah gaya belajar siswa yang dulunya bersifat konvensional menuju kearah yang lebih efektif dan praktis. Internet telah menjadi sumber belajar alternatif dengan materi pelajaran yang bisa dibilang tidak terbatas. Internet memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber belajar seperti buku, majalah dll yakni melalui internet siswa bisa mencari materi pelajaran dari berbagai sumber sehingga pengetahuan siswa akan lebih kaya. Selain itu kemudahan dalam menemukan materi pelajaran melalui internet menjadi nilai plus tersendiri. Internet juga bisa diakses dimana pun sehingga memiliki sifat praktis serta internet juga bisa diakses melalui berbagai perangkat elektronik sehingga tidak terpaku pada satu perangkat saja. Cukup dengan mengetik materi pelajaran yang di cari maka semua materi yang dicari serta yang terkait dengan akan muncul dalam hitungan detik sehingga semakin memudahkan siswa untuk belajar.

2. Internet menjadi sumber informasi
Selain sebagai sumber belajar Internet juga menjadi sumber untuk mendapatkan informasi baru yang terkait dengan kegiatan pendidikan. Jika dahulu proses penyebaran informasi butuh waktu yang cukup lama maka dengan adanya internet dalam hitungan menit informasi yang baru bisa segera diketahui. Hal tersebut membuat informasi tentang regulasi dalam dunia pendidikan bisa cepat diketahui selain itu inovasi-inovasi yang berhasil ditemukan dalam dunia pendidikan bisa cepat tersebar sehingga lebih efektif dalam penerapannya​ dalam pembelajaran. Penyajian informasi yang begitu cepat melalui internet membuat perkembangan dunia pendidikan terus mengalami proses dinamisasi menuju pendidikan yang berkualitas dalam segala aspek.

3. Berfungsi sebagai media pembelajaran
Manfaat internet bagi dunia pendidikan selanjutnya ialah dengan keberadaan internet pembelajaran akan lebih bervariasi. Internet bisa menjadi media pembelajaran, jika selama ini guru hanya bisa memaparkan teori atau gambar tentang materi pelajaran tertentu namun dengan adanya teknologi internet materi pelajaran yang dulunya hanya dijelaskan dengan metode ceramah bisa disaksikan langsung dengan keberadaan internet melalui tayangan video misalnya melalui YouTube sehingga pembelajaran tidak terkesan sebatas konsep semata namun bisa membuat pembelajaran menjadi konkret sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih berkesan.

4. Membuat siswa lebih pekah dengan kemajuan teknologi
Internet adalah bukti kemajuan luar biasa dari peradaban manusia. Manfaat internet bagi dunia pendidikan ialah melalui internet siswa akan menjadi lebih pekah terhadap teknologi sehingga mereka tidak gaptek (gagap teknologi) . Internet bisa membuat siswa memiliki imajinasi tinggi dan daya cipta sehingga bisa membuat siswa menjadi pribadi yang memiliki ambisi untuk melakukan hal besar memanfaatkan teknologi internet. Namun jika tidak digunakan dengan bijak dan kurang mendapatkan bimbingan dari orang guru maupun orang tua justru akan memberikan efek negatif bagi siswa.

5. Sarana untuk mencari beasiswa
Siswa yang berprestasi namun kurang mampu dalam segi ekonomi untuk melanjutkan pendidikan sangat terbantu dengan keberadaan internet pasalnya melalui internet siswa yang kurang mampu maupun siswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang tertentu bisa mencari informasi tentang beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah. Seperti yang kita ketahui saat ini ada begitu banyak jenis beasiswa yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga swasta yang bisa diketahui melalui internet, jadi tidak ada batasan lagi antara anak yang berada di kota maupun anak yang ada di ujung negeri sehingga semua memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

6. Sarana berkomunikasi dan berinteraksi
Saat ini ada begitu banyak media komunikasi yang tersedia di internet misalnya saja Facebook, Twitter, g+, WhatsApp dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai forum belajar berkomunikasi dan berinteraksi. Melalui media sosial tersebut siswa bisa mendapatkan lebih banyak teman serta informasi-i formasi yang bermanfaat. Selain itu teman yang bisa diajak berkomunikasi tidak terbatas oleh tempat misalnya saja orang yang berada di satu kota bisa mengobrol dan berkomunikasi dengan orang di kota lain hal tersebut sangat berbeda dengan komunikasi dalam dunia nyata yang dibatasi oleh ruang dan tempat.

7. Kelas online
Jika dulu untuk bisa mengikuti pembelajaran harus berada dalam kelas dan melakukan tatap mata langsung dengan guru maka dengan keberadaan internet gaya belajar mengalami sedikit inovasi. Dengan adanya internet siswa tidak harus untuk hadir dalam kelas untuk mengikuti pembelajaran melainkan bisa mengikuti pembelajaran melalui bantuan internet yakni melalui kelas online. Jadi kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak semakin mudah dan efesien.

8. Memudahkan pelaksanaan ujian nasional
Manfaat internet bagi dunia pendidikan selanjutnya adalah dengan hadirnya pelaksanaan ujian nasional berbasis online yang selain menghemat biaya pelaksanaan ujian nasional juga meminimalisir kecurangan dalam ujian. Internet juga membuat proses pemeriksaan hasil ujian nasional yang selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi lebih singkat dengan hasil yang akurat.

9. Memudahkan penguasaan bahasa asing
Internet merupakan sumber literasi berbagai bahasa asing, sebagian konten yang ada didalam internet yang disajikan dalam berbagai bahasa membuat anak secara tidak langsung akan belajar bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya secara otodidak. Selain itu untuk belajar bahasa asing melalui internet juga cukup praktis dan yang pasti gratis.

10. Memudahkan pendataan siswa secara nasional
Pemberlaku nisn, nuptk, PIN (penomoran ijazah Nasional) akan sulit terealisasi tanpa kehadiran internet. Dengan adanya internet sistem data pendidikan nasional bisa dikelola melalui satu database terpadu sehingga membuatnya menjadi lebih praktis dan memudahkan stackholder dalam dunia pendidikan.

11. Internet media untuk melakukan inovasi dalam dunia pendidikan.
Manfaat internet bagi dunia pendidikan ialah dengan keberadaan internet membuat segalanya menjadi mudah. Ada begitu banyak kebijakan dalam dunia pendidikan yang muncul dengan adanya internet. Internet akan terus memicu munculnya berbagai ide brilian untuk mendukung kemajuan pendidikan.

12. Sarana untuk menyimpan informasi
Internet juga menjadi data base yang digunakan untuk menyimpan data data pendidikan, misalnya saja data pendidikan bisa disimpan di Google Drive, Google dokumen bisa. Data dan informasi tersebut juga bisa disimpan dalam website-website sehingga juga bisa menjadi referensi bagi orang lain yang mencarinya.

Demikianlah 12 Manfaat internet bagi dunia pendidikan, sebenarnya ada masih banyak manfaat lainnya namun dalam artikel kali ini hanya dibahas 12 manfaat internet bagi dunia pendidikan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Friday, 10 March 2017

Contoh Angket Kecerdasan Naturalistik

CONTOH ANGKET KECERDASAN NATURALISTIK

Identitas Responden 
Nama Murid     :
Kelas / Sekolah:
Jenis Kelamin  :


Petunjuk Pengisian Angket
a. Di bawah ini ada beberapa pernyataan yang menghubungkan tentang diri anda
b.Anda diminta untuk memberikan tanggapan mengenai pernyataan tersebut dengan cara memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang tersedia
c.Pilihlah satu dari empat pilihan tanggapan yang anda anggap paling sesuia dengan keadaan diri anda dengan cara memberi tanda centang (X ) pada salah satu kolom dilembar jawaban yang tersedia
d.Semua nomor harap dikerjakan jangan sampai ada yang terlewatkan

Baca juga:
Contoh Angket/Kuisioner Kecerdasan Interpersonal
Contoh Angket Motivasi Berafiliasi 
 
Pilihlah
1. SS bila anda Sangat Sesuai dengan pernyataan tersebut
2. S bila anda Sesuai dengan pernyataan tersebut
3. TS bila anda Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut
4. STS bila anda Sangat Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut

No. Pernyataan 
1. Saya tidak suka membuang sampah disembarang tempat
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
2. Saya suka berkeliling, atau sekedar berjalan-jalan di alam terbuka              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
3. Saya melakukan kesenangan yang berkaitan dengan alam                              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
4. Saya senang membaca buku dan majalah atau menonton acara televisi atau film yang menggambarkan alamp              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
5. Ketika berlibur, saya lebih memilih pergi ke alam terbuka (taman, kebun binatang, perkemahan, hiking) dari pada ke hotel, tempat peristirahatan, ke kota              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
6. Saya suka pergi ke kebun binatang, akuarium, atau tempat yang mempelajari kehidupan alam      
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS    
7. Saya suka membawa binatang kecil/serangga, bunga atau benda alam lain ke sekolah untuk dipamerkan
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS           
8. Saya sering berbicara tentang keadaan alam              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
9. Saya tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik materi yang berkaitan dengan alam sekitar              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
10. Saya senang belajar matematika, bahasa Indonesia/IPS dari pada IPA              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
11. Saya suka mengerjakan tugas dengan baik yang bersinggungan dengan sistem kehidupan (misalnya biologi)              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
12. Saya dapat membedakan berbagai jenis tumbuhan dan hewan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
13. Saya ikut semacam organisasi sukarela yang berkaitan dengan lingkungan dan ingin ikut membantu menyelamatkan lingkungan dari perusakan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
14. Saya mengerjakan dengan baik tugas-tugas yang tentang binatang/manusia              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
15. Saya lebih senang belajar jika dibawa ke alam dari pada di dalam kelas              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
16. Saya menghindari pembicaraan tentang alam sekitar              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
17. Saya tidak suka berkemah karena takut berada diluar rumah              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
18. Saya suka perhatikan sesuatu di lingkungan: pohon, bunga, burung atau hewan dan tumbuhan lainnya              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
19. Saya bisa membedakan lingkungan yang sejuk dan tidak sejuk              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
20. Saya senang menyiram atau merawat tanaman               
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
21. Saya memiliki kebun dan senang berkebun di sana              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
22. Saya suka membawa bunga/daun-daun ke sekolah              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
23. Saya merasa bosan bila belajar tentang tumbuh-tumbuhan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
24. Saya suka memetik bunga-bunga di halaman sekolah              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
25. Saya sering berbicara tentang binatang atau tumbuh-tumbuhan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
26. Saya suka bermain dan memelihara binatang               
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
27. Saya suka melihat kolam ikan/akuarium              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
28. Saya dibesarkan di keluarga yang menyukai binatang piaraan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
29. Saya suka melihat sangkar burung,/kandang binatang              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
30. Saya ngeri/takut jika berada di dalam kebun binatang              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
31. Saya serinng berbicara tentang hak-hak binatang              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
32. Saya tidak jijik dengan hewan ternak              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
33. Saya bisa membedakan tanah yang subur dan tanah yang tidak subur              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
34. Saya tahu tanda-tanda akan turun hujan              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS
35. Saya tidak tahu proses terjadinya pergantian musim              
a. SS               c. TS
b. S                 d. STS

Friday, 24 February 2017

Contoh Angket/Kuisioner Kecerdasan Interpersonal

Contoh Angket/Kuisioner Kecerdasan Interpersonal
Identitas Responden
Nama Murid     : ..................................................................................................
Kelas / Sekolah : ..................................................................................................
Jenis Kelamin   : .................................................................................................

Petunjuk Pengisian Angket
1.Di bawah ini ada beberapa pernyataan yang menghubungkan tentang diri anda
2.Anda diminta untuk memberikan tanggapan mengenai pernyataan tersebut dengan cara memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang tersedia
3.Pilihlah satu dari empat pilihan tanggapan yang anda anggap paling sesuia dengan keadaan diri anda dengan cara memberi tanda centang (X ) pada salah satu  jawaban yang tersedia
4.Semua nomor harap dikerjakan jangan sampai ada yang terlewatkan

Baca juga:
Contoh Angket Motivasi Berafiliasi 
 
Pilihlah
1.SS bila anda Sangat Sesuai dengan pernyataan tersebut
2.S bila anda Sesuai dengan pernyataan tersebut
3.TS bila anda Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut
4.STS bila anda Sangat Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut

1.Saya dapat mengetahui arti ekspresi wajah teman
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     
2.Saya dapat mengobrol dengan teman dalam waktu yang lama               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

3.Saya selalu memiliki bahan atau topik pembicaraan               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

4.Saya senang memiliki banyak teman               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

5.Saya senang berada dalam tempat yang banyak orang               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

6.Saya sering menjadi tempat berkeluh kesah seseorang.
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     
               
7.Saya merasa sungkan (tidak enak hati) untuk menolak jika teman (seseorang) meminta pertolongan.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

8.Saya senang berkenalan dengan teman baru dan bertanya tentang kesukaannya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

9.Saya tidak merasa sungkan (tidak enak hati) untuk memulai suatu obrolan dengan orang di sekitar saya.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

10.Teman saya selalu mengikuti saya kemanapun saya pergi.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

11.Teman-teman selalu mendengarkan saran serta pendapat saya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

12.Ketika teman saya bersedih saya merasakan hal yang sama               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

13.Saya selalu bergembira dan membuat teman saya merasa gembira.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

14.Ketika melihat orang lain kesusahan saya akan membantu               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

15.Jika ada masalah, saya selalu mencari solusi bersama agar tidak terjadi masalah               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

16.Saya harus mengulang perkataan saya ketika orang lain tidak memahaminya.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

17.Saya senang berada di kerumunan orang.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

18.Saya mencoba untuk mengalihkan atau mengakhiri percakapan yang tidak menarik minat saya.   
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     
           
19.Saya selalu bertanya kepada teman tentang apa yang dia inginkan                
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

20.Saya senang mengungkapkan rasa kasihan saat mendengarkan keluahan teman saya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

21.Ketika berbicara dengan orang, saya memperhatikan bahasa tubuh mereka (cth. ekspresi wajah, gerakan tangan, dll)               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

22.Saya harus mengulang perkataan saya ketika orang lain tidak memahaminya.               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

23.Senang mengajak teman berdiskusi untuk mencari suatu penyelesaian masalah               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

24.Saya tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh teman saya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

25.Saya dapat mengatakan “Tidak” tanpa merasa bersalah, jika saya tahu bahwa hal itu benar.           
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     
   
26.Saya akan marah jika ada yang mengkritik saya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

27.Saya suka senyum kepada setiap orang                
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

28.Saya selalu ingin mengungkapkan pembicaraan yang hangat dengan orang lain               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

29.Saya selalu ingin mencari tau hal-hal yang disukai teman saya               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

30.Saya sering memberi pujian kepada teman saya yang berprestasi               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

31.Saya selalu mempertimbangkan dengan baik keputusan yang akan saya ambil dalam menyelesaikan masalah               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

32.Saya suka menolong orang yang butuh               
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

33.Ketika saya kurang paham dengan pembicaraan teman, maka saya akan bertanya kepadanya         
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     
       
34.Saya suka mencari kesamaan saya dengan kesamaan teman saya                
a. SS     c. TS
b. S       d. STS     

35.Saya suka mengatur berbagai kegiatan harian rumah dan sekolah                
a. SS     c. TS
b. S       d. STS

Wednesday, 8 February 2017

3 Syarat Pragraf Yang Baik Dan Contohnya

3 Syarat Pragraf Yang Baik Dan Contohnya_ Menyusun sebuah kalimat menjadi sebuah pragraf bukannlah hal yang sulit bagi yang telah memahami namun bagi yang baru mau belajar menyusun sebuah pragraf bisa jadi merupakan hal yang cukup sulit. Dalam menyusun pragraf sebaiknya merujuk pada pedoman yang baku agar pragraf yang disusun memiliki kualitas. setidaknya ada 3 syarat dalam menyusun pragraf yang baik yang mesti diketahui. Oleh karena itu dalam artikel ini penulis akan berbagi bagaimana cara menyusun pragraf yang baik. Paragraf yang baik dan efektif memiliki paling tidak tiga syarat, yaitu ketunggalan (unity), koherensi, dan adekuasi (Bander, 1978; Leggert, 1978 dalam Tri Rijanto, 2009).



3 Syarat Pragraf Yang Baik Dan Contohnya

1. Azas ketunggalan
Pertama, azas ketunggalan dalam paragraf dapat dikonstruksi jika penulis mampu memberikan hanya sebuah ide atau gagasan sebagai pengendali paragraf. Artinya, penulis tidak diperkenankan memiliki gagasan pokok kembar atau bahkan ganda dalam sebuah paragraf. Untuk itu, penulis harus dapat merumuskan ide pokok yang akan dikembangkan dalam paragraf itu ke dalam kalimat yang pendek, lugas, jelas, dan padat. Menurut terminologi teknik menulis, kalimat pengendali gagasan dalam sebuah paragraf biasa disebut dengan topic sentence. Biasanya topic sentence terletak pada kalimat pertama dan/atau terakhir dari sebuah paragraf. 

Setelah penulis memiliki gagasan pengendali paragraf, langkah berikutnya yang harus dilakukan ialah menopang gagasan pengendali dengan berbagai gagasan pendukungnya (supporting ideas). Gagasan pendukung ini bisa berupa teori, fakta, hasil pengamatan, hasil penelitian, pendapat orang yang memiliki otoritas, berbagai contoh, dan sebagainya. Dalam memberikan gagasan pendukung itu penulis bisa saja mengambil berbagai gaya tulisan secara bervariasi, misalnya gaya naratif, deskriptif, komparatif, induktif, deduktif, dan sebagainya.


2. Koherensi

Kedua, koherensi, yang merupakan pengembangan dan tindak lanjut dari syarat yang pertama. Artinya, untuk memenuhi syarat ini penulis harus mampu merangkai gagasan-gagasan pendukung bagi gagasan pengendali secara koheren. Semua gagasan pendukung yang ditampilkan harus menunjukkan adanya dukungan yang kait-mengkait dalam memberi dukungan terhadap gagasan pengendali. Ibarat orang menenun, maka benang-benang yang ada dari segala macam warna harus dianyam dalam bentuk dan posisi saling kait-mengkait. Dengan cara ini maka penulis bisa membimbing dan mengajak pembaca menelusuri alur gagasan secara logik. Paragraf yang koheren berarti paragraf yang memiliki sejumlah gagasan pendukung yang tertata secara logik dan relevan dengan gagasan pengendalinya.

Sebaliknya, sebuah paragraf yang tidak koheren ia akan banyak menampilkan gagasan pendukung yang tidak relevan, melompat-lompat dan jungkir-balik dilihat dari alur logikanya.
Koherensi sebuah paragraf dapat dipertahankan dengan menyusun semua kalimat atas dasar kronologi waktu, ruang, klimaks, dan kronologi logika yang bersifat umum ke khusus. Kronologi waktu dan ruang gampang dilakukan. Namun, hal itu sering diabaikan oleh kebanyakan penulis pemula. Kronologi atas dasar klimaks suatu gagasan dapat disusun dengan berangkat dari gagasan sederhana, yang kurang penting, sampai pada klimaksnya, yaitu gagasan inti yang teramat penting dalam suatu pembahasan topik tertentu. Begitu juga kronologi gagasan yang umum menuju khusus dapat dilakukan dengan menampilkan ide yang luas cakupannya kemudian bergerak ke fenomena yang lebih khusus dan spesifik. Agar seorang penulis bisa mengorganisasikan segala macam bentuk kronologi dengan tampilan yang segar dan lancar perlu kiranya menggunakan berbagai kata transisi secara silih berganti dan bervariasi. 


Dengan cara ini akhirnya sebuah paragraf akan memiliki alur yang alami, enak dibaca, dan jelas kandungan pesan ilmiahnya. Betapapun banyaknya ilmu yang dimiliki seseorang, jika tidak dikomunikasikan dengan cara yang jelas, tidak ada maanfaatnya. Oleh karena itu tidak cukup seorang pendidik hanya menghasilkan sebuah laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tetapi lebih jauh dari itu, suatu kemampuan untuk menyajikannya dalam bahasa tulis yang jelas dan mudah dipahami orang lain masih merupakan sebuah tantangan berikutnya yang harus terus-menerus diatasi.

3. Adekuasi

Ketiga, adekuasi. Syarat ketiga ini sangat penting bagi seorang penulis untuk memiliki gagasan pendukung yang cukup memadai. Kriteria cukup di sini bukan dilihat dari segi kuantitasnya, tetapi harus dilihat dari segi kualitasnya. Paragraf yang adekuat berarti memiliki banyak detail, penjelasan, contoh, bukti, eksplanasi, deskripsi yang disusun secara koheren. Dengan demikian paragraf tersebut memiliki validitas yang tinggi dilihat dari keberhasilan penulis mempertahankan gagasan pengendalinya.
 

Contoh
Sebagai contoh, berikut ini merupakan sebuah paragraf  yang dikembangkan dengan tanpa memperhatikan persyaratan minimal bagi layaknya sebuah paragraf laporan ilmiah atau karya tulis ilmiah. 

”Prestasi belajar tinggi merupakan dambaan setiap orang dan guru. Namun perlu disadari bahwa prestasi belajar merupakan hasil suatu proses yang melibatkan berbagai faktor. Oleh karena itu GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) menegaskan bahwa pendidikan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat, maka faktor-faktor itu pulalah yang menyebabkan tingginya prestasi belajar siswa. Menurut Daoed Yoesoef (1986:347). Baik disengaja ataupun tidak, lingkungan ini turut mempengaruhi pendidikan. Karenanya lingkungan ini perlu diperhatikan, bahkan dibina, sehingga menjadi satu lingkungan yang bermanfaat (condusive) bagi perkembangan pendidikan, termasuk lingkungan sekolah. Masih dalam artikel Daoed Yoesoef yang sama dinyatakan bahwa lingkungan lain yang juga sangat menentukan tingkah laku  anak-anak adalah keluarga atau rumah tangga. Dari orangtua yang tidak terdidik memang sulit diharapkan dapat membina rumah tangganya menjadi lingkungan yang condusive untuk pendidikan anak. Celakanya dari orangtua yang terpelajar juga tidak semuanya dapat diandalkan (hal 348).”

Paragraf tersebut jelas melanggar kaedah eksistensi sebuah paragraf. Namun, bukan berarti penulisnya tidak berilmu. Hanya saja kepada yang bersangkutan belum terinformasikan bagaimana menyusun paragraf yang efektif. Sebenarnya banyak informasi yang ditampilkan dalam paragraf tersebut, tetapi karena tidak memenuhi prinsip: unity, koherensi, dan adekuasi (adequacy), maka paragraf tersebut gagal mengkomunikasikan muatan ilmiahnya. Apabila paragraf semacam itu muncul untuk proposal atau laporan PTK, jelas sulit dipahami oleh orang lain. Paragraf tersebut dapat disempurnakan seperti berikut ini.


”Prestasi belajar tinggi merupakan dambaan setiap orang dan guru.  Prestasi belajar merupakan hasil suatu proses yang melibatkan berbagai faktor. Faktor tersebut di antaranya adalah keluarga, sekolah dan masyarakat. Hal ini telah ditegaskan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) bahwa pendidikan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Menurut Daoed Yoesoef (1986:347), baik disengaja ataupun tidak, lingkungan turut mempengaruhi pendidikan. Oleh karena itu lingkungan perlu diperhatikan, bahkan dibina, sehingga menjadi satu lingkungan yang bermanfaat (condusive) bagi perkembangan pendidikan, termasuk lingkungan sekolah. Lingkungan lain yang juga sangat menentukan tingkah laku  anak adalah keluarga atau rumah tangga. Dari orangtua yang tidak terdidik sulit diharapkan dapat dibina lingkungan keluarga yang condusive untuk pendidikan anak. Celakanya dari orangtua yang terpelajar pun tidak semua lingkungan keluarganya kondusif untuk pendidikan anak. Dengan demikian lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat amat menentukan keberhasilan pendidikan.”

Pembahasan mengenai paragraf yang cukup panjang di sini, bukan berarti penulis mengajak pembaca untuk melangkah mundur (setback) ke pelajaran bahasa Indonesia di SLTA atau perguruan tinggi. Namun, persoalan ini diangkat berdasarkan pengalaman selama membimbing dan menguji skripsi. Pada hakikatnya konstruksi paragraf merupakan titik paling rawan bagi para penulis pemula. Namun demikian, penulis minta maaf kepada pemerhati bahasa Indonesia, jika sekiranya pembahasan ini dianggap sebagai hal yang terlalu trivial. semoga artikel 3 Syarat Pragraf Yang Baik Dan Contohnya bermanfaat bagi anda.