Showing posts with label MAHASISWA. Show all posts
Showing posts with label MAHASISWA. Show all posts

Sunday, 12 November 2017

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa_ Mencontek adalah hal yang sudah cukup lumrah kita dengar yang dilakukan oleh para siswa/pelajar, apalagi jika siswa dihadapkan pada kegiatan ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian semester maka perilaku mencontek biasa dilakukan oleh siswa guna memperoleh jawaban yang diinginkannya.


Namun hal tersebut bukan berarti semua siswa suka melakukan kebiasaan tersebut (mencontek) karena seperti yang kita ketahui, bahwasanya masih banyak siswa yang menjunjung nilai-nilai sportivitas dengan tidak mencontek guna memperoleh hasil yang baik.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Siswa

Mencontek sendiri sebenarnya akan menimbulkan efek negatif bagi siswa kelak, terutama pada proses pembentukan karakter siswa tersebut, sehingga kebiasaan mencontek yang dilakukan oleh seorang siswa harus mampu diminimalisr oleh guru agar kebiasaan tersebut tidak menjadi bagian dari kepribadian siswa.
Lantas apa saja dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan mencontek yang kadang dilakukan oleh siswa? Berikut ulasannya:

6 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa
1. Membuat siswa malas belajar
Kebiasaan mencontek yang telah biasa dilakukan oleh siswa, akan membuat siswa yang bersangkutan menjadi malas untuk belajar, bisa jadi mereka akan berpikir “buat apa repot-repot belajar toh kita bisa mencontek saat ujian/ulangan”.
Munculnya mindset yang seperti itu membuat motivasi siswa untuk belajar menjadi rendah, sebaliknya motivasi untuk melakukan kecurangan saat ujian dengan jalan mencontek bisa menjadi lebih tinggi.
Efek dari kebiasaan malas belajar membuat generasi muda (siswa/pelajar) menjadi tidak kompeten, alhasil pendidikan bisa jadi hanya melahirkan generasi yang memiliki nilai tinggi tapi minim dengan kompetensi

2. Membuat siswa lebih menyukai cara-cara instan
Efek selanjutnya dari kebiasaan mencontek yang dilakukan oleh siswa yakni membuat siswa malas untuk berusaha dan lebih memilih cara-cara instan, mereka bisa jadi hanya berorintasi pada hasil tanpa memperdulikan proses.

Kebiasaan mendapatkan sesuatu tanpa dilalui dengan kerja keras akan membuat karakter siswa menjadi ambisius dan bisa berefek negatif pada sifatnya kelak.

3. Tidak adil pada siswa lain
Dampak buruk lainnya dari kebiasaan mencontek adalah adanya ketidakadilan bagi siswa lain, terutama siswa yang memang belajar guna menghadapu ujian. Dan tak jarang nilai yang didapat oleh siswa yang mencontek lebih tinggi ketimbang nilai yang didapat oleh siswa yang bersungguh-sungguh belajar.

Kondisi yang demikian sangat memprihatinkan, hilangnya sikap jujur dan sportivitas akan membuat siswa lain yang berlaku jujur akan sangat dirugikan.

4. Menjadi contoh buruk bagi siswa lain
Kebiasaan mencontek yang biasa dilakukan oleh siswa tertentu bisa memberi pengaruh negatif bagi siswa lain, siswa lain bisa jadi akan ikut-ikutanmelakukan hal yang sama (mencontek), perilaku mencontek yang dilakukan 1 atau dua kali mungkin tidak berpengaruh besar pada siswa lain, namun jika kebiasaan tersebut selalu dilakukan maka lama-kelamaan siswa yang lain akan menlakukan tindakan yang serupa.

5. Cikal bakal lahirnya koruptor
Mencontek adalah suatu perilaku mengambil sesuatu dengan cara yang tidak benar, mencontek jika dilihat secara sepintas memang terlihat sebagai perbuatan yang tidak terlalu buruk namun efek yang ditimbulkan sangat bahaya.

6. Mudah menyerah jika mendapatkan kesulitan
Karena telah terbiasa mendapatkan sesuatu dengan cara mudah/instan, alhasil ketika siswa-siswa yang biasa mencontek tersebut dihadapkan pada hal yang sulit dan menantang, bisa jadi mereka akan mudah menyerah dan putus asa.



Bisa jadi generasi-generasi yang suka mencontek akan tumbuh menjadi sosok yang sukses namun suka korupsi danmengambil barang yang bukan haknya, kita tahu sendiri bukan bahwasanya orang yang menduduki jabatan sebagai pejabat bukanlah orang yang bodoh, tapi kenapa mereka bisa korupsi? Bisa jadi hal tersebut terjadi karena kurangnya penanaman nilai-nilai kejujuran saat mereka masih duduk dibangku sekolah.

Lantas bagaimana cara meminimalisir kebiasaan mencontek pada siswa agar kebiasaan tersebut tidak memberi dampak kurang baik pada siswa? Berikut beberap tips yang bisa anda coba

Tips meminimalisir kebiasaan mencontek siswa
1. Perbanyak kegiatan kerja kelompok diskusi
Kerja kelompok/diskusi mengarahkan siswa untuk bekerja dalam team sehingga mereka akan saling membantu satu sama lain
2. Utamakan penilaian pada proses
Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa selain melalui tes tertulis, anda juga bisa menerapkan metode praktikum yang berorientasikan “learning by doing” belajar sambil melakukan
3. Memberi pemahaman pada siswa tentang dampak buruk dari kebiasaan mencontek
4. Latih siswa untuk lebih bersikap jujur.
Demikianlah 5 Dampak Negatif Kebiasaan Mencontek Bagi Siswa serta tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan mencontek siswa.

Monday, 30 October 2017

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar_ Membaca adalah gerbang dalam mengarungi kayanya khazanah ilmu pengetahuan, dengan membaca akan membuat seseorang siswa atau pelajar akan menjadi lebih memiliki lebih banyak wawasan.


Membaca sendiri memiliki banyak manfaat untuk pelajar/siswa sehingga sangat perlu untuk mengarahkan siswa/pelajar untuk rajin membaca, dan jikalau perlu kebiasaan membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan/rutinitas bagi siswa dalam kesehariannya.

Oleh karena itu peranan seorang guru maupun orangtua dalam mengarahkan anak didiknya untuk rajin membaca sangat fundamental. Namun faktanya minat baca dikalangan siswa/pelajar masih kurang, tapi bukan berarti semua siswa memiliki minat baca yang rendah karena sebagian pelajar masih ada yang memiliki motivasi untuk membaca.

Fokus pada topik artikel kali ini yang membahas tentang faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi membaca pada siswa/pelajar. Sebenarnya jika dianalisa secara komprehensif ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rendahnya minat baca pada siswa/pelajar. Berikut ulasannya

8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar

1. Mudahnya memperoleh informasi yang instan
Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari.

Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.

Apalagi dalam menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Pengaruh sosial media
Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media.

Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

3. Banyaknya hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi.

Belum lagi kehadiran youtube yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

4. Guru dan orangtua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata.

Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

5. Sarana/media membaca yang kurang
Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat siswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media.

Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri siswa.

6. Konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi
Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira.

Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, pikinik,  bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
Salah satu hal yang kita ketahui bersama bahwasanya sebagian pelajar/siswa saat ini mulai terpengaruh pergaulan bebas, sehingga satu sama lain mulai salin meniru dan tak sedikit pergaulan bebas tersebut mengarah ke arah negatif, alahasil sebagain generasi muda bangsa mulai mengalami disorientasi tujuan.

8. Pengaruh game
Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurangya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat anak menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Demikianlah 8 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Pada Siswa dan Pelajar menurut penulis, tulisan di atas merupakan hasil buah pikir penulis, jadi jika ada kesalahan/ hal yang kurang tepat mohon diberi saran dan masukan.

Sunday, 29 October 2017

11 Cara Memilih dan Menentukan Judul Skripsi Yang Baik dan Benar

Cara Memilih dan Menentukan Judul Skripsi Yang Baik dan Benar_ Skripsi merupakan tugas akhir seorang mahasiswa tingkat strata satu (S1) guna meraih gelar sarjana, skripsi sendiri merupakan suatu karya ilmiah yang disusun secar sistematis dan biasanya penyusunannya berpedoman pada ketentuan dari kampus masing-masing.

11 Cara Memilih dan Menentukan Judul Skripsi Yang Baik dan Benar

Tidak sedikit mahasiswa yang terkendala dalam menyusun skripsinya, hal tersebut lantaran perencanaan dan eksekusi penyelesaian skripsinya yang kurang baik sehingga berdampak pada molornya waktu penyelesaian tugas skripsi.

Baca juga: 8 Tantangan Berat Saat Kuliah S2

Namun tak jarang pula mahasiswa malah kebingungan dalam menentukan tema atau judul skripsi yang akan dijadikan landasan awal dalam menyusun skripsi, skripsi memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesaikan kuliahnya.

Baca juga: 9 Cara Memilih Jurusan Kuliah Agar Bisa Cepat Bekerja Dan Sukses

Memilih judul skripsi yang baik dan benar memang diperlukan analisa yang tepat agar judul/topik skripsi tersebut bisa sesuai ekspektasi dari penyusunnya. Akan tetapi bukan berarti masalah/hambatan yang muncul saat penyusunan skripsi membuat anda menjadi putus asa dalam menyusun skripsi anda.

Apalagi jika anda memilih jalan pintas dengan meminta orang lain untuk menyusun skripsi anda maka hal tersebut sangat tidak saya anjurkan, skripsi adalah karya monumental seorang calon sarjana, maka sangatlah bijak kiranya skripsi tersebut disusun oleh anda sendiri.

Tidak apa hasil karya skripsi anda kurang maksimal asalkan yang menyusunnya adalah anda sendiri, ketimbang skripsi anda dibuatkan oleh orang lain. Dalam tulisan ini saya akan sedikti berbagi bagaimana sih cara memilih judul skripsi yang baik atau dengan kata lain memilih judul skripsi yang bisa cepat selesai. Berikut tips Menentukan topik Skripsi Yang bisa anda jadikan refrensi dalam menyusun skripsi

11 Cara Memilih dan Menentukan Judul Skripsi Yang Baik dan Benar

1. Temukan masalahnya dan tentukan judulnya
Sebagian mahasiswa dalam menyusun skripsi terlebih dahulu dia memilih judul skripsi yang menurutnya baik kemudian melakukan analisa/observasi lapangan, padahal metode tersebut sebenarnya kurang tepat, hal yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu yakni mencari suatu topik permasalahan, topik penelitian yang bisa diangkat menjadi topik/tema/judul  skripsi.

Menentukan suatu topik skripsi yang berasumsi dari suatu masalah membuat anda akan leluasa dalam mengembangkan ide, metode dan solusi dalam penyusunan skripsi anda.

Lain halnya jika anda terlebih dahulu menentukan judul skripsi kemudian baru mencari permasalahan di lapangan karena bisa jadi judul yang pilih tidak memiliki fakta kontekstual di lapangan sehingga, bisa jadi masalah yang dibahas nantinya di dalam skripsi anda adalah masalah yang dibuat-buat/manipulasi.

2. Pilih judul/tema/topik skripsi yang bisa anda selesaikan tepat waktu
Jangan hanya karena ingin dianggap hebat lantas anda memilih judul skripsi yang sebenarnya sangat rumit dan sulit untuk diselesaikan, karena hal tersebut bisa berefek pada rentang waktu penyelesaiannya  yang cukup lama.

Oleh karena itu pertimbangkan alokasi waktu dalam memilih judul skripsi, pilihlah judul skripsi yang bisa anda selesaikan, karena jangan sampai anda memilih judul yang sulit dengan kobinasi beberapa variabel sehingga di tengah proses penyusunan skripsi, anda memilih menyerah dan hendak mengganti judul skripsi, anda tidak mau bukan hal tersebut menimpa anda. Maka dari itu anda dituntut bijak dalam memilih skripsi.

3. Relevan dengan disiplin ilmu anda
Mungkin tips ini sudah anda pahami semua, namun tidak ada salahnya saya membahasnya dalam artikel ini, bahwasanya dalam memilih judul/topik/tema skripsi sebaiknya disesuaikan dengan displin ilmu anda agar anda bisa menjadi lebih expert dalam menyusunnya.

Skripsi yang disusun sesuai dengan displin ilmu anda membuat anda bisa mendapatkan ide, solusi dalam proses penyusunan skripsi anda.

4. Pertimbangkan alokasi dana yang anda punya
Dalam memilih suatu judul skripsi jangan lupa pertimbangkan aspek biayanya karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dalam menyusun sebuah skripsi biasanya membutuhkan dana yang tidak sedikit, mulai dari biaya penelitian, print, jilid, dan ujian skripsi.Maka dari itu penulis menyarankan pilih suatujudul srkripsi yang jenis penelitiannya tidak membutuhkan dana yang terlalu besar.

5. Perbanyak turun lapangan
Observasi awal adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum memilih dan menentukan judul skripsi, karena observasi faktual membuat anda kaya akan informasi yang bisa dijadikan sebagai rujukan dalam membuat judul skripsi yang baik.

Semakin sering anda melakukan pengamatan langsung ke lapangan maka ide/gagasan yang mungkin anda temukan akan semakin banyak.

6. Mencari referensi judul melalui skripsi yang telah ada
Jika anda ingin memilih judul skripsi penulis sarankan untuk banyak-banyak membaca skripsi senior-senior anda yang telah menyelesaikan kuliahnya, anda bisa sesekali jalan-jalan ke perpustakaan untuk mencari refrensi.

Anda juga bisa googling dan mencari ide-ide melalui topik-topik skripsi yang sebelumnya sudah ada, ide skripsi bukan hanya dengan membuat hasil karya skripsi yang baru akan tetapi mengembangkan penelitian skripsi yang sudah ada merupakan suatu pilihan logis yang bisa anda lakukan.

7. Rajin ikut menjadi peserta seminar ujian skripsi
Jika selama ini anda berpikir bahwa menemukan pola penyusunan skripsi hanya bisa dilakukan dengan banyak membaca dan observasi lapangan, maka hal tersebut memang tidak salah namun rajin ikut dalam kegiatan seminar skripsi yang sedang dilakukan oleh senior anda bisa menjadi peluang dalam menemukan judul skripsi yang bisa anda teliti.

Melalui kegiatan ujian/seminar skripsi anda akan paham bagaimana pola penelitian, cara menemukan masalah dan solusi yang bisa diterapkan.

8. Perbanyak meminta saran dan masukan
Dalam memilih dan menentukan judul skripsi tidak ada salahnya anda meminta saran dari teman anda atau senior anda yang telah menyelesaikan skripsinya, seperti kata pepatah semakin banyak orang yang berpikir kemungkinan solusi yang bisa didapatkan semakin banyak.

Dan jangan lupakan dosen pembimbing anda, karena dosen pembimbing skripsi yang ditunjuk untuk mebimbing anda dalam proses penyusunan skripsi bisanya sudah expert dalam pengetahuan seputar skripsi, maka dari itu meminta sara dan masukan dari dosen pembimbing adalah hal yang sebaiknya anda lakukan.

9. Pilih beberapa judul skripsi sebagai pilihan alternatif
Dalam memilih judul skripsi, anda jangan lupa menyediakan alternatif/solusi jikalau judul yang anda sudah persiapkan tidak sesuai ekspektasi anda. Caranya mudah saja anda tinggal memilih beberapa judul lain yang baik sebagai cadangan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait judul skripsi yang sudah anda finalisasi.

10. Pilih judul skripsi yang hasil penelitiannya bisa memberi manfaat pada orang lain
Jika kita melakukan sesuatu dengan niat agar hal yang kita lakukan tersebut bisa memberi manfaat untuk orang lain maka yakinlah bahwasanya tuhan akan memberikan anda solusi dalam mengatasi setiap masalah yang menimpa anda dalam proses penyusunan skripsi tersebut.

Mungkin anda akan dapat berbagai tantangan dan rintangan dalam proses penyusnan skripsi anda akan tetapi tuhan akan selalu memperlihatkan jalan keluar/solusi yang benar, karena niat anda pada awalnya yakni ingin membantu orang lain.

11. Rajin membaca jurnal
Jurnal adalah saran terakhir dari penulis bagi anda dalam memilih/menetukan judul skripsi, perbanyak membaca jurnal-jurnal ilmiah karena bisa jadi melalui jurnal tersebut anda akan mendapatkan ide/gagasan dalam penyusunan skripsi anda.

Demikianlah beberapa 11 Cara Memilih dan Menentukan Judul Skripsi Yang Baik dan Benar, penulis sendiri bukannya mau menyombongkan diri, namun saat ini penulis telah menyelasaikan kuliah S2 dan berprofesi sebagai dosen dan dalam penyusunan skripsi dan tesis penulis semuanya dikerjakan sendiri, namun juga senantisa meminta bantuan orang lain “karena tidak ada manusia yang sempurna”, semoga bermanfaat

Wednesday, 4 October 2017

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar

4 Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Pelajar _ Kemajuan teknologi adalah hal yang tak bisa dihindarkan lagi, berbagai lini dalam kehidupan telah terkena imbas dari kemajuan teknologi , dampak yang ditimbulkan bisa bersifat positif maupun negatif, hal tersebut sangat tergantung pada pengguna teknologi tersebut. Salah satu produk dari kemajuan teknologi adalah munculnya sosial media yang berbasis internet/online.


Sosial media mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika pada awalnya sosial media seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram hanya digunakan sebagai media untuk komunikasi, ajang mencari teman, membangun komunitas namun dewasa ini soyusial media telah bertransformasi menjadi ladang bisnis, mulai dari media pemasaran produk, barang dan lain-lain
Selain itu pengguna sosial media tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja namun bahkan sebagian anak usia remaja, anak-anak sudah mahir menggunakan sosial media yang notabene masih masuk dalam kategori pelajar.

Baca juga:
Model dan Metode Belajar yang Dapat Mengaktifkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran

Keberadaan sosial media bagi pelajar menjadi problemitaka tersendiri, ibaratkan pisau yang bermata dua, jika pelajar tidak bijak dalam menggunakannya bisa saja memunculkan efek negatif bagi mereka, akan tetapi selain dampak negatif ada juga beberapa dampak positif yang bisa dihadirkan dalam penggunaanya.

Lantas apa saja Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar, berikut ulasannya yang sengaja kami himpun untuk anda

Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar


1. Media bersosialisasi

Walaupun kegiatan sosialisasi bersifat maya namun media sosial seperti facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram telah memberi andil besar dalam upaya membangun komunikasi para penggunanya termasuk para pelajar.

2. Membangun komunitas belajar

Selanjutnya dampak positif dari keberadaan media sosial bagi pelajar yakni menjadi ajang untuk membagun komunitas belajar, misalnya saja group bahasa inggris, komunitas belajar dan yang paling memudahan para anggota komunitas yakni untuk melakukan interaksi dengan para anggota komunitas tidak meski tatap muka langsung namun bisa melalui chat via media sosial

3. Menambah pertemanan

Salah fitur yang ada dalam sosial media facebook, twitter, G+, BBM, whatssapp, Telegram yakni adanya fitur untuk menambah pertemanan sehingga pengguna bisa mencari teman-temannya yang lain dengan menggunakan media sosial yang sama dengan yang dia gunakan. Bahkan teman yang sudah terpisah/tidak melakukan komunikasi sejak lama bisa kembali dipertemukan melalui bantuan sosial media
.
4. Melek teknologi

Dampak positif lainnya dari sosial media bagi anak remaja/pelajar yakni memberi pengetahuan pelajar tentang teknologi, sehingga pelajar bisa lebih peka dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut bisa menjadi dorongan pelajar untuk belajar lebih dalam seputar teknolog.

Dampak negatif media sosial bagi pelajar


1. Keterbukaan informasi

Dampak negatif media sosial bagi pelajar yakni adanya keterbukaan informasi yang ada dalam media sosial tersebut, sebut saja dalam facebook ada begitu banyak informasi yang sejatinya belum layak untuk di komsumsi oleh pelajar namun karena tidak filterisasi jadi siapapun bisa melihatnya.

2. Konten dewasa

Tak dapat dipungkiri keberadaan media sosial juga terkadang disusupi dengan adanya konten-kontn dewasa yang belum bisa dikomsumsi oleh usia sekolah/remaja, sehingga hal tersebut sangat riskan dalam memberi efek negatif bagi pelajar, apalagi pelajar belum memiliki filter yang kuat dalam menyeleksi konten yang sebetulnya tidak pantas untuk mereka lihat.

3. Kecanduan media sosial

Efek yang sangat terasa dan sangat kental terlihat dari keberadaan media sosial yakni munculnya pribadi-pribadi yang mulai ketergantungan untuk menggunakan media sosial atau dengan kata lain mengalami kecanduan untuk bermain media sosial, alhasil aktivitas para pelajar yang lain tak kalah pentingnya menjadi terabaikan.

4. Melemahnya sikap sosialWalaupun dinamakan media sosial namun sejatinya dalam kondisi real media sosial membuat sebagian orang termasuk pelajar menjadi pribadi yang tidak terlalu memerhatikan lingkungan sosialnya, mereka sibuk mengakses berbagai media sosial yang dimiliki sehingga berinterkasi dalam lingkungannya mulai kurang, sehingga ada ungkapan yang mengatakan media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat

Demikianlah 4 Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelajar yang penulis sempat bagi untuk anda, semoga bermanfaat.

Monday, 31 July 2017

7 Manfaat Aktif Dalam Kegiatan Organisasi Kampus (LK Kampus) Saat Kuliah

 7 Manfaat Aktif Dalam Kegiatan Organisasi Kampus (LK Kampus) Saat Kuliah_ Masa-masa kuliah adalah fase dimana seorang mahasiswa dapat memaksimalkan kapabilitas dan kompetensinya, bukan hanya melalui keiatan perkuliahan seorang mahasiswa bisa semakian mengasa skill dan kemampuannya namun melalui kegiatan lainnya seorang mahasiswa bisa melatih dirinya dan mengasah bakat mintanya guna menjadi pribadi yang kompeten.


Salah satu cara yang bisa dilakukan guna meningkatkan skill dan kemampuan saat kuliah yakni aktif dalam kegiatan kemahasiswaa/organisasi kemahasiswaan (LK kampus). Seperti yang kita ketahui ada beberapa lembaga kemahasiswaan yang biasanya ada disuatu kampus, misalnya saja himpunan mahasiswa tingkat univesitas, himpunan mahasiswa tingkat fakultas, himpunan mahasiswa tingkat program studi, pramuka, palang merah dan organisasi kesenian.

Baca juga: 9 Tips Cara Agar Sukses Kuliah Sambil Kerja

Tidak sedikit mahasiswa yang bisa menjadi pribadi yang berhasil setelah lulus kuliah karena sering terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika menjadi anggota lembaga kemhasiswaan disuatu kampus, berikut ulasannya;

7 Manfaat Aktif Dalam Kegiatan Organisasi Kampus (LK Kampus) Saat Kuliah


1. Pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa
Kebanyakan Lembaga kemahasiswaan fokus dalam menanamkan karakter positif pada anggota/kadernya, hal tersebut memang cukup urgent karena dengan menjadi mahasiswa yang berkarakter akan berimplikasi baik dalam kemajuan lembaga kemahasiswan tempat mahasiswa tersebut tergabung.

Salah satu bentuk konkret pembentukan karakter para anggota organisasi kemahasiswaan biasanya melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan atau biasa disebut LDK (latihan dasar kepemimpinan), kegiatan sosial (baksos) dan penyuluhan di masyarakat.

2. Menumbuhkan kecerdasan sosial mahasiswa
Selanjutnya manfaat yang bisa didapatkan saat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan saat kuliah yakni tumbuh/munculnya kecerdasan sosial dalam diri anggota lembaga kemahasiswaan, dalam suatu organisasi kemahasiswaan setiap kader akan selalu dihadapkan dengan interkasi sosial baik dengan sesama anggota organisasi maupun dengan relasi organisasi.

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan IPK Tinggi di Kampus

Dengan banyaknya alokasi waktu yang dimiliki dalam melakukan interaksi sosial, membuat mahasiswa menjadi sosok yang sosialis dan lebih pekah dengan keadaan/perasaan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

3. Mengembangkan khazanah berpikir mahasiswa dan melatih mahasiswa untuk berpikir kritis
Dalam kegiatan kemahasiswaan juga terkadang diselingi dengan diskusi/debat tentang suatu masalah, hal tersebut secara tidak langsung menjadi sarana bagi mahasiswa yang terkait dalam memunculkan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis.

Kegiatan bertukar pikiran yang rutin dilakukan akan semakin menambah khazanah pengetahuan mahasiswa dan menjadi sarana belajar mahasiswa selain kegiatan perkuliahan yang biasa dia ikuti di dalam kelas.

4. Menambah relasi dan menjalin silahturahmi
Semakin memperbanyak silahturahmi berarti rezeki akan semakin banyak adalah sebuah ungkapan yang memang benar adanya, jadi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi kampus sejatinya sedang menjalin silahturahmi  yang lebih intens dengan anggota organisasi lainnya.

Alhasil melalui kegiatan lembaga kemahasiswaan mahasiswa yang terkait akan memiliki semakin banyak teman/kenalan (relasi) dan bukan tidak mungkin bahwa melalui teman-teman yang ditemukan melalui kegiatan kemahasiswaan akan menjadi sumber rezeki kelak.

5. Kemampuan manajemen waktu
Hal selanjutnya yang bisa anda dapatkan ketika aktif dalam kegiatan kemahsiswaan yakni kemampuan manajemen waktu yang meningkat, bagaimana tidak! Membagi waktu antara kuliah dan kegiatan organisasi bukan hal yang mudah, sehingga mahasiswa yang mampu mebagi waktu antara berorganisasi dan kuliah setidaknya memiliki kemampuan yang bisa bermanfaat dimasa yang akan datang.

Namun sangat ditekankan untuk lebih mengutamakan kegiatan perkuliahan ketimbang kegiatan organisasi kemahasiswaan, karena bisa jadi perkuliahan anda bisa berantakan/kacau balau akibat terlalu sibuk mengurusi organisasi. Dan fakta telah membuktikan bahwa beberapa mahasiswa tidak bisa selesai tepat waktu akibat terlalu sibuk mengurusi kegiatan organisasinya sehingga mengabaikan kegiatan perkuliahan.

6. Bisa mendapatkan beasiswa
Manfaat selanjutnya aktif dalam kegiatan LK kampus yakni bisa mendapatkan beasiswa khusus untuk anggota lembaga kemahasiswaan, siapa siah yang tidak berharap mendapatkan beasiswa? Dengan mendapatkan berasiswa seorang mahasiswa bisa lebih terbantu dengan biaya kuliahnya.

Agar bisa mendapat beasiswa maka anda harus menjadi sosok yang berkarakter, inovatif dan kreatif agar bisa memberi kontribusi besar pada organisasi sehingga anda mendapatkan rekomendasi untuk mendapatkan beasiswa.

7. Mengisi waktu luang dengan aktivitas positif
Seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan /aktivitas  perkuliahan cukup padat namun pada moment tertentu ada banyak waktu luang yang tersedia dalam kegiatan perkuliahan, waktu tersebut bisa anda manfaatkan dalam kegiatan organisasi dengan melakukan hal yang positif agar setiap waktu anda bisa terlewati dengan melakukan hal yang bermanfaat.

Jika anda memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik maka bukan hanya 1 lembaga kemahsiswaan yang bisa anda ikuti namun beberapa LK kampus juga, anda bisa ikut terlibat di dalamnya dengan begitu akan semakin banyak hal positif yang bisa anda dapatkan.

Demikianlah 7 Manfaat aktif dalam kegiatan organisasi (LK Kampus) saat kuliah, namun disetiap hal baik akan selalu ada hal buruk yang bisa jadin menyertainya termasuk dalam kegiatan organisasi kampus, sehingga anda dituntut bijak dalam berbagai hal tak terkecuali kegiatan lembaga kemahasiswaan. Semoga artikel tentang 7 Manfaat aktif dalam kegiatan organisasi kampus (LK Kampus) saat kuliah, bermanfaat untuk anda.

Wednesday, 26 July 2017

Cara Cek Data Mahasiswa Alumni perguruan tinggi di PDPT Ristekdikti

Cara Cek Data Mahasiswa Alumni perguruan tinggi di PDPT Ristekdikti _ Dear mahasiswa dan alumni mahasiswa, Jika Anda Kuliah tahun 2000 dan sesudahnya namun nama Anda tidak tercantum pada PDPT Ristekdikti, silakan laporkan ke https://lapor.go.id/. Untuk memastikan nama Anda ada atau tidak, silakan kunjungi https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa  terlebih dahulu (tanpa harus login). Laporan Anda akan disampaikan ke Pusdatin dan Tim PDPT. Berikut langkah-langkahnya

Cara Cek Data Mahasiswa Alumni perguruan tinggi di PDPT Ristekdikti

1. Kunjungi situs resmi PDPT Ristekdikti
Langkah pertama yang anda hisa lakukan jika ingin mengecek data mahasiswa alumni pergutun tinggi yakni silahkan kunjungi: https://forlap.ristekdikti.go.id/

2. Lengkapi biodata anda
Langkah selanjutnya yakni anda harus mengisi:

A. Asal perguruan tinggi
isi sesuai dengan perguruan tinggi yang anda tempati kuliah

B. Mengisi nama mahasiswa/Nim
Anda bisa memgisinya dengan nama atau nim anda

C. Mengisi kolom pengaman sesuai yang diminta
Untuk kolom pengaman silahkan isi sesuai perintah yang tertera

D. Klik menu "cari mahasiswa"
Setelah semua kolom terisi silahkan klik menu 'cari mahasiswa'

Isi seperti gambar di bawah ini:



Contoh biodata yang telah disi:



4. Mahasiswa yang terdaftar di PDPT dikti akan muncul datanya seperti di bawah ini dan mahasiswa yang tidak terdaftar di PDPT dikti datanya tidak akan muncul
Contoh data mahasiswa yang terdaftar

5. Klik nama mahasiswa untuk melihat informasi yang lebih detail
Untuk melihat data mahasiswa secara lebih detail lagi silahkan klik nama mahasiswa tersebut maka akan muncul data seperti gambar di bawah ini:




Jangan abaikan hal ini, karena jika nama Anda tidak terdaftar, ijazah Anda akan dianggap aspal/palsu. Mohon bantu sebar info ini, terutama ke alumni, dari D-3 hingga S-3. Demikianlah Cara Cek Data Mahasiswa Alumni perguruan tinggi di PDPT Ristekdikti, semoga beanfaat.