Showing posts with label ANAK. Show all posts
Showing posts with label ANAK. Show all posts

Tuesday, 31 October 2017

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak_ Pemerintah akan menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk anak-anak. KTP bernama Kartu Indentitas Anak (KIA) itu diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak.


Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 17 tahun.

Syarat Membuat KTP Untuk Anak
Bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KTP Anak akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Untuk anak WNI yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orang tua/wali; dan

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali.
Sementara, bagi anak WNI yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orangtua/wali

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali

d. Pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Untuk anak warga negara asing yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy paspor dan izin tinggal tetapi

b. KK Asli orang tua/wali

c. KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Tata Cara Membuat KTP Untuk Anak
Pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, tertulis tata cara pembuatan KTP anak ini. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas atau kecamatan atau desa/kelurahan.

4. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing, berikut ini cara pembuatan KTP Anak:

1. Terhadap anak yang telah memiliki paspor, orangtua anak melaporkan ke Dinas dengan menyerahkan persyaratan untuk menerbitkan KIA.

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Penulis : (Yudhi)
Source: Kemendagri.go.id

Demikianlah Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak semoga bermanfaat.

Wednesday, 25 October 2017

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis_ Mengajari dan melatih anak agar mau menulis membutuhkan metode khusus, proses belajar menulis sendiri biasanya mulai dilakukan anak yang sudah masuh di TK/PAUD atau anak yang masih duduk di kelas satu SD.

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

Melatih anak untuk menulis bukan hanya terkendala pada kemauan anak untuk menulis namun juga kemampuan anak untuk memegang pensil maupun pulpen biasanya masih belum baik yang akhirnya akan sedikit banyaknya mempengaruhi notivasi anak untuk belajar menulis.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak Yang Lambat Memahami Pelajaran

Guru maupun orangtua memiliki peran yang besar dalam mengajari anak agar mau belajar menulis, biasanya arahan untuk belajar menulis bisa berbeda reaksi bagi setiap anak, ada yang merasa senang ketika diminta untuk menulis namun biasanya ada juga yang tak mau belajar menulis.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar, Sangat Ampuh

Lantas bagaimana sih cara yang baik dalam mengatasi anak yang masih, susah menulis, malas menulis dan anak yang tidak mau menulis? Berikut beberapa tipsnya

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

1. Melatih anak memegang pensil/pulpen dengan baik dan benar
Untuk bisa menulis bisanya dibutuhkan alah tulis, seperti pensil, spidol dan pulpen. Pertama-tama dalam mengajar anak untuk menulis hal yang sebaiknya terlebih dahulu diajarkan pada anak yakni bagaimana cara memegang alat tulis yang baik dan benar, karena cara memegang alat tulis nantinya akan berbpengaruh pada kualitas tulisan anak tersebut.

Cara yang lazim dalam memegang alat tulis biasanya diletakkan antara ibu jari dan jari telunjuk, araham bagaimana memegang alat tulis yang baik di awal proses belajar anak untuk menulis bisa jadi akan menjadi gaya/kebiasaan anak tersebut dalam memegang alat tulis, sehingga cara memegang alat tulis yang baik dan efisien sangat perlu diajarkan pada anak.

2. Mulai menulis hal yang paling sederhana
Jika kita berharap anak yang baru belajar menulis memiliki tulisan yang bagus atau kita menjadikan diri kita sebagai tolok ukur dalam menustifikasi ketidakmahiran anak dalam proses belajar maka hal tersebut merupakan sesuatu yang kurang tepat.

Jangan pula pernah berharap anak yang baru menulis langsung bisa memiliki tulisan yang rapi dan indah karena hal tersebut agak tidak mungkin bisa terjadi, karena untuk bisa menjadi mahir dan pintar menulis semuanya butuh proses belajar yang tidak sebentar.

Oleh karena itu anak yang baru mulai belajar menulis jangan langsung diarahkan untuk menulis angka maupun huruf karena hal tersebut akan membuat anak menjadi terbebani di awal proses belajarnya.

Jadi apa sih yang bagus tugaskan untuk anak yang baru mulai belajar menulis? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengajari anak untuk membuat titik (.), membuat titik adalah hal yang paling mudah dalam proses belajar menulis, tujuannya agar anak memulai proses belajarnya dari hal yang paling mudah dan sederhana sehingga dia nanti tidak menganggap kegiatan belajar menulis sebagai hal yang membosankan, membebani dan menakutkan.

3. Mulai membuat pola tulisan
Setelah anak mulai bisa membuat titik-titik, selanjutnya arahkan anak untuk membuat titik-titik (.) yang membentuk sebuah pola  misalnya saja deretan titik (.) yang membentuk angka 1 atau huruf misalnya s dll.

Kemudian jika anak sudah bisa membuat pola huruf dan angka dengan menggunakan titik (.) selanjutnya arahkan anak untuk menghubungkan pola titik tersebut sehingga bisa menunjukan/menggambarkan sesuatu misalnya angka maupun huruf.

4.  biarkan anak mencoret-coret di bukunya
Agar anak semakin mencintai kebiasan menulis/senang dalam melakukan kegiatan menulis maka jangan diawal-awal proses belajar anak untuk menulis jangan bebani anak untuk menulis sesuatu yang susah.

Anda bisa memberikan anak tersebut kertas kosng untuk dijadikan sebagai media untuk belajar menulis, biarkan anak tersebut mencoret, menggambar dan menulis apa saja yang ingin dia ekspresikan, tujuannya agar anak tersebut bisa mengekspresikan kebebasannya melalui coretan/tulisannya.

Sebenarnya anak yang suka mencoret dan menulis sesuatu yang jelas pada hakikatnya sedang melatih keterampilannya dalam memegang alat tulis dan melatih dirinya dalam menulis/menggambar suatu objek, misalnya coretan yang beberantuk lingkaran, garis lurus dan zig-zag, kegiatan tersebut akan membuat anak semakin terampil dalam menulis nantinya

5. Gunakan pensil warna
Hal yang bisa menarik minat anak yang tadinya malas untuk menulis menjadi semangat dalam menulis adalah penggunaan alat tulis yang bisa memancing ketertarikan anak dalam menggunakannya, misalnya saja carayon, pensil warna.

Tulisan yang berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri sehingga bisa mebangkitkan motivasi anak untuk semakin mencintai dan menyenangi kegiatan tulis menulis.

6. Mewarnai objek (gambar/tulisan)
Agar anak bisa tertatik untuk menulis juga bisa dilakukan dengan kegiatan mewarnai objek, misalnya gambar toko kartun favoritnya, pola belajar menulis seperti ini tidak akan membuat anak cepat bosan, alhasil kegiatan menulis bisa menjadi hal yang disenanginya.

7. Kenali hal yang disukai anak
Agar anak yang tadinya tidak mau menulis menjadi mau menulis maka hal yang pertama bisa dilakukan adalah mencari tahu kegemaran dan kesukaan anak, misalnya saja jika anak suka dengan kelinci, maka kita katakan pada anak tersebut “kamu suka nggak kelinci”? anak yang memnag menyukai kelinci akan menjawab “iya” maka selanjutnya kita tanyakan pada anak tersebut “kalau begitu coba kamu tulis kelinci di bukumu” jika anak berkata “tidak tahu” maka kita katakan “masa hewan yang kamu suka tidak kamu tahu tulis namanya! Kamu pasti bisa deh menulisnya” dengan begitu anak akan mau belajar menulis nama hewan kesukaanya.

8. Porsir waktu belajar anak
Dalam proses belajar anak termasuk dalam proses belajar menulis, jangan sekali-kali memaksa anak untuk melakukan kegiatan tersebut jika anak sudah mulai kelelahan/bosan/jenuh karena justru akan membuat
anak stress dan ilfill dengan kegiatan menulis.

Sehingga jika anak mulai tidak semangat maka kegiatan belajar menulisnya dihentikan atau dilanjutkan keesokan harinya. Ataurlah waktu belajar anak dengan bijak.

9. Memberi tantangan pada anak
Hal yang juga bisa memotivasi anak sehingga semangat menulis yakni dengan memberi tantangan pada anak, misalnya kita katakan “jika kamu mampu menulis 100 kata dalam 30 menit nanti saya kasih hadiah” dengan begitu anak akan termotivasi menulis agar bisa mendapatkan hadiah yang dijanjikan, tantangan tersebut juga bisa melatih anak menulis cepat dan tepat.

10. Belajar menulis sambil bermain games
Misalnya anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok dan membuat laporan tentang pengamatan suatu objek mengamati bagian-bagian tumbuhan dan menuliskannya. Atau dengan main games bermain peran, anak-anak diberi peran, misalnya jadi polisi kemudian anak diminta menuliskan tugas-tugas polisi dll.

Demikianlah 10 Cara yang bisa anda lakukan  untuk mengajar dan melatih anak untuk menulis, semoga bermanfaat

Tuesday, 17 October 2017

7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua

7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua_ Sebagian bahkan bisa jadi setiap orangtua berharap memiliki anak yang tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan bisa berbakti pada orangtua, hal tersebut memang wajar karena anak merupakan investasi bagi orangtua baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah dengan memiliki anak yang sholeh, sehingga banyak orangtua yang berharap bisa mendidik anak-ananknya tumbuh menjadi sosok yang sholeh.

Mendidik anak butuh ketelatenan, kesabaran serta konsistensi agar anak tersebut bisa tumbuh menjadi sosok yang diharapkan oleh setiap orangtua, namun orangtua juga mesti menyadari bahwa terlalu menekan anak juga bisa berdampak buruk terhadap psikologis anak, terlalu menekan anak bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak bisa mengeksplorasi kemampuannya.

Maka dari itu tugas orangtua sejatinya bukan berusaha mendikte/menekan anak agar bisa menjadi sosok yang diinginkan melainkan tugas orangtua adalah mengarahkan dan mendampingi anak secara proporsional

Mendidik anak agar bisa menjadi sosok yang religius (sholeh) tidak hanya mulai berlansung saat anak tersebut terlahir ke dunia, tapi saat masih dalam kandungan, seorang anak bisa diberikan stimulasi yang bisa membuat anak tersebut kelak menjadi sosok yang religius dan berbakti pada orangtuanya.
Lantas hal apa saja yang bisa dilakukan untuk membentuk pribadi anak menjadi sholeh/religius serta berbakti pada orangtua? Berikut ulasannya

 7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua

1. Banyak-banyak mendengar murotal saat masih hamil
Langkah pertama yang bisa anda lakukan agar anak anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah yakni rutin mendengar murotal (lantunan ayat-ayat suci Al-Quran) baik yang dalam bentuk MP3 maupun yang dalam versi video.

Dengan rutin mendengar murotal (lantunan ayat-ayat suci Al-Quran) akan membuat pikiran anda menjadi  serta gelombang frekuensi suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bisa jadi juga bisa didengar oleh anak anda yang masi dalam kandungan.

2. Melakukan ibadah bersama anak
Selanjutnya hal yang bisa anda lakukan sebagai upaya penanaman nilai-nilai religius dalam diri anak yakni dengan senantiasa mengikut sertakan anak anda ketika anda sedang beribadah (shalat, mengaji, berdzikir dsb). Seperti kata pepatah “ala bisa karena biasa” jadi pada dasarnya apa yang menjadi bagian dari kebiasaan seorang anak adalah hal yang selama ini menjadi bagian dalam perilaku/tingkah lakunya.

Jadi tidak mesti menunggu dewasa/baligh untuk menyuruh anak anda untuk shalat namunsedini mungkin anak harus diajarkan untuk melakukan ibdah-ibadah spritual agar hal-hal yang dillakukannya tersebut menjadi bagian dari kepribadiannya.

3. Memberi contoh yang baik pada anak
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya yang artinya kebiasaan seorang anak biasanya tidak jauh dari kebiasaan-kebiasaan orangtuanya, maka dari itu agar anak anda bisa mejadi sosok yang religius/sholeh maka anda yang terlebih dahulu harus menjadikan diri anda sholeh dengan begitu anak-anak anda akan meniru tingkah laku anda.

Ayah dan ibu memiliki peranan yang sangat besar dalam proses pembentukan pribadi seorang anak, sehingga sikap aktif orangtua dalam mendidik anak akan memiliki implikasi besar terhadap kepribadian anak nantinya.

4. Hindari memarahi dan membentak anak
Hal yang sangat mesti dihindari oleh orangtua terhadap anaknya yakni bersikap berlebihan pada anak, misalnya saja selalu memarahi anak dan membentak anak, tahukah anda luka yang disebakan oleh perkataan lebih bahaya terhadap psikologis anak ketimbang dengan luka yang terjadi fisik anak?

Oleh karena itu jika anak melakukan kesalahan atau keteledoran usahakan untuk tidak memarahinya namun yang lebihpentng yakni bagaimana anda sebagai orangtua memberikan nasihat dan motivasi agar anak tidak mengulangi melakukan kesalahan yang sama.

5. Ikut majelis (Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan)
Agar anak bisa mejadi pribadi yang sholeh maka anak harus banyak berinteraksi dengan anak-anak yang sholeh pula, bagaimana caranya? Caranya mudah saja yakni mdengan melibbatkan anak anda dalam kegiatan majelis ilmu agama, pesantren dan kelompok mengaji dengan begitu perkara-perkara agama yang senantiasa anak anda lakukan bersama teman-temannya akan menjadi bagain dari karakternya.

Jika ikut kursus bahasa inggirs, less musik dan kursus matematika saja anda berani bayar mahal asalkan anak anda bisa pintar maka kenapa tidak melakukan hal yang sama dengan perkara agama/akhlak anak anda.

Jadi jangan karena melihat ada beberapa biaya yang mesti dibayar agar anak anda bisa ikut/belajar ilmu agama lantas anda batal/menunda mengikutkan anak anda dalam kegiatan keagamaan. Malah yang sebaliknya, urusan yang berkaitan dengan akhlak anak lebih harus diutamakan ketimbang urusan lainnya.

6. Menceritakan kisah-kisah nabi dan sahabat
Slah satu metode yang bisa anda coba untuk menumbuhkan sikap cinta terhadap agama islam pada anak anda yakni dengan menceritakan kisah-kisah nabi terutama kisah nabi muhammad, yakni tentang akhlak beliau, perangai beliau, kesantunan beliau, cinta dan kasih sayang beliau, sehingga anak anda menjadikannya sebagai teladan dalam hidupnya.

Selain itu kish-kisah kesholehan para sahabat nabi muhammad juga bisa menjadi  opsi untuk mendidik anak anda menjadi pribadi yang sholeh

7. Mendoakan anak
Doa orangtua terutama doa ibu terhadap anaknya merupakan doa yang mustajab maka dari itu jangan pernah lelah meminta kebaikan pada anak anda, berdoa ibaratkan sedang mengayuh sepeda yang pada akhirnya akan mengantarkan si pengayuh pada tujuaannya. Doa orangtua selain bisa menjadi sebab diberikannya kemudahan pada anaknya juga bisa mejadi pelindung dari berbagai hal buruk yang akan menimpa anak anda.

Demikianlah 7 Cara mendidik anak agar sholeh dan berbakti pada orangtua yang biasa nada coba lakukan, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi anda

Friday, 22 September 2017

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas _ Kecerdasan dan kepintaran seseorang, bukan hanya nampak saat dia mulai dewasa yang terefresentasikan melalui prestasi, kreatifitas dan motivasi tinggi yang dimilikinya, namun pada dasarnya ciri-ciri anak yang memiliki potensi untuk tumbuh menjadi sosok yang pintar, cerdas dan jenius bisa diamati saat anak tersebut masih menginjak usia belia.



Akan tetapi gejala/perilaku yang ditunjukan oleh anak yang memiliki potensi menjadi anak yang pintar, jenius dan cerdas tidak selamanya tergambarkan melalui kemampuan kognitif yang dia miliki namun beberapa perilaku seorang anak-anak bisa menjadi indikator bahwa anak tersebut pada dasarnya memiliki potensi besar untuk digali/dieksplorasi/dididik sehingga bisa tumbuh menjadi anak yang pintar, jenius dan cerdas.

Lantas apa saja ciri-ciri yang kemungkinan bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui bahwa anak tersebut pada dasarnya merupakan anak yang pintar, jenius dan cerdas? Berikut ulasannya

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggiCiri pertama yang bisa menjadi indikator bahwa seorang anak sebenarnya memiliki potensi menjadi anak yang pintar, jenuis dan cerdas adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal, apalagi jika hal tersebut merupakan sesuatu yang baru baginya, maka anak tersebut memiliki motivasi lebih untuk segera mengetahui hal tersebut.

Rasa ingin tahu seorang anak bisa tergambarkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang hal tersebut, ada dorongan untuk mendekati dan menganalisas hal yang dianggap sebagai sesuatu yang baru baginya.

2. Aktif
Aktif bisa dikatakan sebagai suatu dorongan dalam diri anak untuk selalu melakukan berbagai hal, dan dominan keaktifan tersebut sangat dipengaruhi oleh minat/bakat daya tarik anak terhadap sesuatu. Aktif sangat erat kaitanya dengan hiperaktif, sehingga anak yang hiperaktif pada dasarnya bisa dididik/dibentuk menjadi anak yang pintar, cerdas dan jenius

Anak yang aktif biasanya tidak suka berdiam diri terlalu lama namun anak yang akatif selalu berusaha mencari berbagai hal yang menarik baginya sehingga dengan begitu dorongan yang ada dalam dirinya bisa terpenuhi.

3. Memiliki insiatif
Selanjutnya ciri anak yang pintar, jenius dan cerdas yakni selalu memiliki inisiatif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dia hadapi. Ide-ide yang muncul dari pikirannya biasanya dipengaruh oleh tekanan/ tantangan yang dihadapinya.

Anak yang memiliki inisiatif tinggi biasanya memiliki beberapa solusi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, sehigga jika satu solusi tidak jitu maka dia masih memiliki cara lainnya.

4. Tenang dan bijak dalam mengambil keputusan
Ciri anak yang pintar, jenius dan cerdas selanjutnya yakni anak tersebut memiliki ketenangan ketika dihadapkan pada suatu tugas/tantangan/masalah yang dihadapinya. Anak yang pintar, jenius dan cerdas biasanya tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan namun juga sangat mempertimbangkan dengan seksama dampak/efek dari keputusan yang dia ambil.

5. Disiplin
Selanjutnya ciri-ciri anak yang memiliki potensi menjadi anak yang pintar, cerdas dan jenius yakni anak tersebut mampu membagi waktu dengan baik, sehingga waktu bermain belajar, mengerjakan tugas dan sekolah tidak ada yang terabaikan.
Pada dasarnya kedisiplinan memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk pribadi seorang anak, sehingga anak yang terbiasa menanamkan kedisiplinan dalam aktivitasnya bisa tumbuh menjadi pribadi yang sukses kedepannya.

6. Percaya diri
Anak yang jenius, pintar dan cerdas biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hal tersebut tak lepas dari rasa percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki, sehingga anak tersebut tidak merasa grogi, canggung dan takut untuk mempresentasikan pekerjaannya, karyanya dan skillnya

7. Pantang menyerah
Anak yang pintar, jenius dan cerdas biasanya tidak mudah menyerah dengan berbagai masalah/tantangan yang sedang dia hadapinya, sebaliknya dia akan memikirkan berbagai cara agar bisa menyelesaikan tugas/tantangan/masalah yang dihadapinya

Demikianlah 7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas menurut penulis, semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda.

Saturday, 15 July 2017

7 Aktivitas Positif Yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Bulan Ramadhan

7 Aktivitas Positif Yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Bulan Ramadhan _ Bulan ramadhan adalah momentum  d yang paling untuk dilewati dengan berkumpul dengan anggota keluarga sembari melakukan berbagai aktivitas positif yang berkaitan dengan bulan ramadhan.  Melalui moment bulan ramadhan orangtua bisa mengajarkan berbagai nilai-nilai positif kepada anaknya hal tersebut bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas positif yang bisa menumbuhkan pengetahuan anak tentang nilai-nilai agama.


Oleh karena itu bulan ramadhan sangat penting bagi para orangtua untuk mengefektivitiskan moment kebersamaan bersama anak-anak dan keluarga agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaqwa.

Lantas aktivitas atau kegiatan apa saja yang bisa dilakukan bersama anak yang bisa memberi pembelajaran posiif bagi anak, baik dalam segi pemahaman dalam ilmu agama dan kepedulian sosial ? berikut beberapa aktivitas yang dapat anda lakukan bersama anak anda di bulan ramadhan.

7 Aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak di bulan ramadhan

1. Beribadah bersama anak
Aktivitas pertama yang di bulan ramadhan yang bisa dilakukan bersama anak yakni melakukan kegiatan ibadah bersama, misalnya saja shalat bersama anak anda keluarga, selain itu kegiatan ibadah bersama juga bisa dilakukan di mesjid yakni dengan senantiasa mengajak anak untuk ikut shalat di mesjid meskipun usia anak belum memasuki usia baligh.

Beribadah adalah pondasi dalam pembentukan karakter anak sehingga sangat tepat jika sejak dini telah membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah (Shalat) agar kelak setelah anak dewasa, anak telah terbiasa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang mukmin.

2. Makan sahur bareng anak dan keluarga
Puasa salah satu ibadah yang wajib dijalankan oleh seorang muslim, walaupun usia kanak-kanak belum diwajibakan untuk melaksanakan ibadh puasa namun tidak ada salahnya melatih anak anda untuk belajar berpuasa.

Jangan ragu untuk membangunkan anak anda untuk bangun makan sahur bersama, karena melalui moment kebersaman tersebut anak akan menumbuhkan ikatan batin bagi setiap anggota keluarga, termasuk anak anda.
Anda juga bisa mlatih anak anda untuk berpuasa sejak dini, jika belum sanggup untuk puasa full, puasa setengah haripun juga tidak masalah, karena lambat-laun melalui proses pembiasaan berpuasa sejak dini akan membuat anak menjadi terbiasa untuk berpuasa kelak.

3. Belajar dan mengajar anak mengaji
Hal yang tak boleh untuk dilewatkan seorang muslim pada bulan ramadhan yakni mengaji atau mepelajari al-Quran, karena seperti yang kita tahu bahwa mengaji di bulan ramadhan akan diganjal dengan pahala berkali-kali lipat.

Saat anda mengaji anda bisa mengajak anak anda untuk duduk di sampin anda, anda juga bisa mengajari anak anda mengaji; misalnya saja mengajarkannya tentang tajwid, huruf al-Quran dan melatihnya agar bisa fasih membaca al-Quran.

4. Menyantuni fakir miskin dan anak yatim piatu
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dibulan ramadhan yakni kegiatan membagikan sembako atau sedekah pada orang yang kurang mampu dan anak yatim piatu. Jika anda juga biasa melakukan hal tersebut, maka tidak ada salahnya anda mengajak serta anak anda dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut bertujuan agar rasa syukur bisa tumbuh dalam diri anak karena melihat bahwa masih ada orang yang lebih berkekurangan dari keluarganya.

5. Ngabuburit (jalan-jalan ramadhan)
Menghabiskan waktu ngabuburit bersama anak dan keluarga sambil menunggu waktu berbuka puasa apa salahnya, selain membuat anda tidak merasakan waktu berlalu anda juga bisa mendapatkan berbagai pengalaman melalui kegiatan nagbuburit bersama anak dan keluarga.

Usahakan tujuan ngabuburit anda benar dan bernilai edukasi/religi sehingga ada nilai-nilai positif yang bisa dipetik melalui kegiatan gabuburut tersebut. Misalnya saja ngabuburit dengan mengunjungi mesjid-mesjid bersejarah, panti asuhan dan lain-lain.

6. Buka puasa bersama anak dan keluarga
Sesibuk apapun anda denganrutinitas atau pekerjaan anda, usahakan untuk selalu menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama anak dan keluarga.

Kebersamaan yang senantiasa dilalui dengan melakukan kebaikan akan menjadi penguat satu sama lain termasuk dengan anggota keluarga. Ajarkanlah anak anda untuk berbuka dengansewajarnya dan secukupnya.

7. Meminta anak untuk membantu membuat menu (makanan untuk berbuka puasa)
Tidak ada salahnya anda mengajak anak anda untuk ikut serta dalam proses pembuatan makanan untuk berbuka puasa, hitung-hitung hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi anak anda bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus dilalui dengan proses yang sabar.

Demikianlah 7 Aktivitas positif yang bisa dilakukan bersama anak di bulan ramadhan, sehingga bulan ramadhan bisa dilalui dengan penuh makna bersama anak dan keluarga, semoga bermanfaat.

Perlakuan atau Stimulasi Yang Baik Untuk Anak Dalam Rentang Usia 0-5 Tahun

Perlakuan atau Stimulasi Yang Baik Untuk Anak Dalam Rentang Usia 0-5 Tahun _ Orangtua memegang peranan penting dalam proses tumbuhkembang anak, sejak anak dilahirkan orngtua memiliki tugas yang cukup besar dalam memaksimalkan setiap tahapan dalam proses tumbuhkembang anak, stimulasi atau perlakuan orangtua yang tepat sangat membantu anak dalam memasuki setiap tahapan dalam tumbuhkembang anak.


Sehingga menjadi sebuah keharusan dari setiap orangtua untuk mengetahui stimulasi atau perlakuan apa saja yang benar dan tepat untuk diterapkan pada buah hatinya agar perkembangan dan pertumbuhan anak bisa lebih baik.

Dalam artikel kali ini, penulis akan sedikit berbagi tentang stimulasi/perlakuan yang bisa diaplikasikan pada anak, khususnya dalam rentang usia 0-5 tahun. Lantas stimulasi apa yang bisa anda lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak sehingga bisa lebih maksimal dalam proses tumbuhkembangnya? Berikut ulasannya:

Perlakuan atau stimulasi yang baik untuk anak dalam rentang usia 0-5 tahun

1. Umur anak 0-4 bulan

Dalam rentang usia 0-4 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
- Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang
-Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat bayi
-ajak tersenyum dan berbicara
-perdengarkan al-quran pada bayi dengan suara yang pelan

2. Umur anak 4-6 bulan

Dalam rentang usia 4-6 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Sering tengkurapkan bayi
Gerakkan benda ke kiri dan kanan di depan mata anak
Perdengarkan berbagai-bunyi-bunyian
Beri mainan pada anak dengan ukuran yang besar (agar mainan tidak mudah tertelan anak) dan berwarna

3. Umur 6-12 bulan

Dalam rentang usia 6-12 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajari anak duduk
Ajari anak bayi mai ci-luk-ba
Ajari anak bayi makan dan memegang biskuit
Ajari anak memegang benda kecil dengan 2 jari
Ajari anak berdiri dan berajalan dengan berpegangan
Ajak bicara sesering mungkin
Latih anak mengucapkan ma..mam, pa..pa
Beri mainan yang aman dipukul-pukul

4. Umur anak 1-2 tahun

Dalam rentang usia 1-2bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajari berjalan di undakan/tangga
Ajari membersihkan meja dan menyapu
Ajari anak membereskan mainannya
Ajari anak mencoret-coret di kertas
Ajari anak menyebut bagian-bagian tubuhnya
Bacakan cerita anak
Ajak anak bernyayi
Berikan dia pujian jika berhasil melakukan sesuatu

5. Umur anak 2-3 tahun
Dalam rentang usia 2-3 tahun stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajarkan anak mengenakan pakaian sendiri
Ajak anak melihat buku gambar
Bacaan cerita anak
Ajarkan anak makan di piringnya sendiri
Ajari anak cuci tangan
Ajari anak buang air kecil dan besar ditempatnya

6. Umur anak 3-5 tahun

Dalam rentang usia 1-2bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Minta anak untuk menceritakan apa yang dia lakukan/pengalamannya, dengarkan dengan penuh perhatian apa yang anak anda ceritakan
Jika dia gagap maka ajaklah anak untuk berbicara secara perlahan
Awasi anak saat mencoba dalam hal baru.

Demikianlah beberapa Perlakuan atau stimulasi yang baik untuk anak dalam rentang usia 0-5 tahun yang bisa anda coba lakukan/praktikan pada buah hati anda, Semoga artikel ini bisa memberi manfaat untuk anda