Showing posts with label ANAK. Show all posts
Showing posts with label ANAK. Show all posts

Tuesday, 31 October 2017

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak

Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak_ Pemerintah akan menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk anak-anak. KTP bernama Kartu Indentitas Anak (KIA) itu diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak.


Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 17 tahun.

Syarat Membuat KTP Untuk Anak
Bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KTP Anak akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Untuk anak WNI yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orang tua/wali; dan

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali.
Sementara, bagi anak WNI yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya

b. KK asli orangtua/wali

c. KTP asli kedua orangtuanya/wali

d. Pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Untuk anak warga negara asing yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Fotocopy paspor dan izin tinggal tetapi

b. KK Asli orang tua/wali

c. KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Tata Cara Membuat KTP Untuk Anak
Pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, tertulis tata cara pembuatan KTP anak ini. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas atau kecamatan atau desa/kelurahan.

4. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing, berikut ini cara pembuatan KTP Anak:

1. Terhadap anak yang telah memiliki paspor, orangtua anak melaporkan ke Dinas dengan menyerahkan persyaratan untuk menerbitkan KIA.

2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.

3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Penulis : (Yudhi)
Source: Kemendagri.go.id

Demikianlah Syarat dan Cara Membuat KTP Untuk Anak semoga bermanfaat.

Wednesday, 25 October 2017

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis_ Mengajari dan melatih anak agar mau menulis membutuhkan metode khusus, proses belajar menulis sendiri biasanya mulai dilakukan anak yang sudah masuh di TK/PAUD atau anak yang masih duduk di kelas satu SD.

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

Melatih anak untuk menulis bukan hanya terkendala pada kemauan anak untuk menulis namun juga kemampuan anak untuk memegang pensil maupun pulpen biasanya masih belum baik yang akhirnya akan sedikit banyaknya mempengaruhi notivasi anak untuk belajar menulis.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak Yang Lambat Memahami Pelajaran

Guru maupun orangtua memiliki peran yang besar dalam mengajari anak agar mau belajar menulis, biasanya arahan untuk belajar menulis bisa berbeda reaksi bagi setiap anak, ada yang merasa senang ketika diminta untuk menulis namun biasanya ada juga yang tak mau belajar menulis.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar, Sangat Ampuh

Lantas bagaimana sih cara yang baik dalam mengatasi anak yang masih, susah menulis, malas menulis dan anak yang tidak mau menulis? Berikut beberapa tipsnya

10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis

1. Melatih anak memegang pensil/pulpen dengan baik dan benar
Untuk bisa menulis bisanya dibutuhkan alah tulis, seperti pensil, spidol dan pulpen. Pertama-tama dalam mengajar anak untuk menulis hal yang sebaiknya terlebih dahulu diajarkan pada anak yakni bagaimana cara memegang alat tulis yang baik dan benar, karena cara memegang alat tulis nantinya akan berbpengaruh pada kualitas tulisan anak tersebut.

Cara yang lazim dalam memegang alat tulis biasanya diletakkan antara ibu jari dan jari telunjuk, araham bagaimana memegang alat tulis yang baik di awal proses belajar anak untuk menulis bisa jadi akan menjadi gaya/kebiasaan anak tersebut dalam memegang alat tulis, sehingga cara memegang alat tulis yang baik dan efisien sangat perlu diajarkan pada anak.

2. Mulai menulis hal yang paling sederhana
Jika kita berharap anak yang baru belajar menulis memiliki tulisan yang bagus atau kita menjadikan diri kita sebagai tolok ukur dalam menustifikasi ketidakmahiran anak dalam proses belajar maka hal tersebut merupakan sesuatu yang kurang tepat.

Jangan pula pernah berharap anak yang baru menulis langsung bisa memiliki tulisan yang rapi dan indah karena hal tersebut agak tidak mungkin bisa terjadi, karena untuk bisa menjadi mahir dan pintar menulis semuanya butuh proses belajar yang tidak sebentar.

Oleh karena itu anak yang baru mulai belajar menulis jangan langsung diarahkan untuk menulis angka maupun huruf karena hal tersebut akan membuat anak menjadi terbebani di awal proses belajarnya.

Jadi apa sih yang bagus tugaskan untuk anak yang baru mulai belajar menulis? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengajari anak untuk membuat titik (.), membuat titik adalah hal yang paling mudah dalam proses belajar menulis, tujuannya agar anak memulai proses belajarnya dari hal yang paling mudah dan sederhana sehingga dia nanti tidak menganggap kegiatan belajar menulis sebagai hal yang membosankan, membebani dan menakutkan.

3. Mulai membuat pola tulisan
Setelah anak mulai bisa membuat titik-titik, selanjutnya arahkan anak untuk membuat titik-titik (.) yang membentuk sebuah pola  misalnya saja deretan titik (.) yang membentuk angka 1 atau huruf misalnya s dll.

Kemudian jika anak sudah bisa membuat pola huruf dan angka dengan menggunakan titik (.) selanjutnya arahkan anak untuk menghubungkan pola titik tersebut sehingga bisa menunjukan/menggambarkan sesuatu misalnya angka maupun huruf.

4.  biarkan anak mencoret-coret di bukunya
Agar anak semakin mencintai kebiasan menulis/senang dalam melakukan kegiatan menulis maka jangan diawal-awal proses belajar anak untuk menulis jangan bebani anak untuk menulis sesuatu yang susah.

Anda bisa memberikan anak tersebut kertas kosng untuk dijadikan sebagai media untuk belajar menulis, biarkan anak tersebut mencoret, menggambar dan menulis apa saja yang ingin dia ekspresikan, tujuannya agar anak tersebut bisa mengekspresikan kebebasannya melalui coretan/tulisannya.

Sebenarnya anak yang suka mencoret dan menulis sesuatu yang jelas pada hakikatnya sedang melatih keterampilannya dalam memegang alat tulis dan melatih dirinya dalam menulis/menggambar suatu objek, misalnya coretan yang beberantuk lingkaran, garis lurus dan zig-zag, kegiatan tersebut akan membuat anak semakin terampil dalam menulis nantinya

5. Gunakan pensil warna
Hal yang bisa menarik minat anak yang tadinya malas untuk menulis menjadi semangat dalam menulis adalah penggunaan alat tulis yang bisa memancing ketertarikan anak dalam menggunakannya, misalnya saja carayon, pensil warna.

Tulisan yang berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri sehingga bisa mebangkitkan motivasi anak untuk semakin mencintai dan menyenangi kegiatan tulis menulis.

6. Mewarnai objek (gambar/tulisan)
Agar anak bisa tertatik untuk menulis juga bisa dilakukan dengan kegiatan mewarnai objek, misalnya gambar toko kartun favoritnya, pola belajar menulis seperti ini tidak akan membuat anak cepat bosan, alhasil kegiatan menulis bisa menjadi hal yang disenanginya.

7. Kenali hal yang disukai anak
Agar anak yang tadinya tidak mau menulis menjadi mau menulis maka hal yang pertama bisa dilakukan adalah mencari tahu kegemaran dan kesukaan anak, misalnya saja jika anak suka dengan kelinci, maka kita katakan pada anak tersebut “kamu suka nggak kelinci”? anak yang memnag menyukai kelinci akan menjawab “iya” maka selanjutnya kita tanyakan pada anak tersebut “kalau begitu coba kamu tulis kelinci di bukumu” jika anak berkata “tidak tahu” maka kita katakan “masa hewan yang kamu suka tidak kamu tahu tulis namanya! Kamu pasti bisa deh menulisnya” dengan begitu anak akan mau belajar menulis nama hewan kesukaanya.

8. Porsir waktu belajar anak
Dalam proses belajar anak termasuk dalam proses belajar menulis, jangan sekali-kali memaksa anak untuk melakukan kegiatan tersebut jika anak sudah mulai kelelahan/bosan/jenuh karena justru akan membuat
anak stress dan ilfill dengan kegiatan menulis.

Sehingga jika anak mulai tidak semangat maka kegiatan belajar menulisnya dihentikan atau dilanjutkan keesokan harinya. Ataurlah waktu belajar anak dengan bijak.

9. Memberi tantangan pada anak
Hal yang juga bisa memotivasi anak sehingga semangat menulis yakni dengan memberi tantangan pada anak, misalnya kita katakan “jika kamu mampu menulis 100 kata dalam 30 menit nanti saya kasih hadiah” dengan begitu anak akan termotivasi menulis agar bisa mendapatkan hadiah yang dijanjikan, tantangan tersebut juga bisa melatih anak menulis cepat dan tepat.

10. Belajar menulis sambil bermain games
Misalnya anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok dan membuat laporan tentang pengamatan suatu objek mengamati bagian-bagian tumbuhan dan menuliskannya. Atau dengan main games bermain peran, anak-anak diberi peran, misalnya jadi polisi kemudian anak diminta menuliskan tugas-tugas polisi dll.

Demikianlah 10 Cara yang bisa anda lakukan  untuk mengajar dan melatih anak untuk menulis, semoga bermanfaat

Tuesday, 17 October 2017

7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua

7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua_ Sebagian bahkan bisa jadi setiap orangtua berharap memiliki anak yang tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan bisa berbakti pada orangtua, hal tersebut memang wajar karena anak merupakan investasi bagi orangtua baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah dengan memiliki anak yang sholeh, sehingga banyak orangtua yang berharap bisa mendidik anak-ananknya tumbuh menjadi sosok yang sholeh.

Mendidik anak butuh ketelatenan, kesabaran serta konsistensi agar anak tersebut bisa tumbuh menjadi sosok yang diharapkan oleh setiap orangtua, namun orangtua juga mesti menyadari bahwa terlalu menekan anak juga bisa berdampak buruk terhadap psikologis anak, terlalu menekan anak bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak bisa mengeksplorasi kemampuannya.

Maka dari itu tugas orangtua sejatinya bukan berusaha mendikte/menekan anak agar bisa menjadi sosok yang diinginkan melainkan tugas orangtua adalah mengarahkan dan mendampingi anak secara proporsional

Mendidik anak agar bisa menjadi sosok yang religius (sholeh) tidak hanya mulai berlansung saat anak tersebut terlahir ke dunia, tapi saat masih dalam kandungan, seorang anak bisa diberikan stimulasi yang bisa membuat anak tersebut kelak menjadi sosok yang religius dan berbakti pada orangtuanya.
Lantas hal apa saja yang bisa dilakukan untuk membentuk pribadi anak menjadi sholeh/religius serta berbakti pada orangtua? Berikut ulasannya

 7 Cara Mendidik Anak Agar Sholeh dan Berbakti Pada Orangtua

1. Banyak-banyak mendengar murotal saat masih hamil
Langkah pertama yang bisa anda lakukan agar anak anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah yakni rutin mendengar murotal (lantunan ayat-ayat suci Al-Quran) baik yang dalam bentuk MP3 maupun yang dalam versi video.

Dengan rutin mendengar murotal (lantunan ayat-ayat suci Al-Quran) akan membuat pikiran anda menjadi  serta gelombang frekuensi suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bisa jadi juga bisa didengar oleh anak anda yang masi dalam kandungan.

2. Melakukan ibadah bersama anak
Selanjutnya hal yang bisa anda lakukan sebagai upaya penanaman nilai-nilai religius dalam diri anak yakni dengan senantiasa mengikut sertakan anak anda ketika anda sedang beribadah (shalat, mengaji, berdzikir dsb). Seperti kata pepatah “ala bisa karena biasa” jadi pada dasarnya apa yang menjadi bagian dari kebiasaan seorang anak adalah hal yang selama ini menjadi bagian dalam perilaku/tingkah lakunya.

Jadi tidak mesti menunggu dewasa/baligh untuk menyuruh anak anda untuk shalat namunsedini mungkin anak harus diajarkan untuk melakukan ibdah-ibadah spritual agar hal-hal yang dillakukannya tersebut menjadi bagian dari kepribadiannya.

3. Memberi contoh yang baik pada anak
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya yang artinya kebiasaan seorang anak biasanya tidak jauh dari kebiasaan-kebiasaan orangtuanya, maka dari itu agar anak anda bisa mejadi sosok yang religius/sholeh maka anda yang terlebih dahulu harus menjadikan diri anda sholeh dengan begitu anak-anak anda akan meniru tingkah laku anda.

Ayah dan ibu memiliki peranan yang sangat besar dalam proses pembentukan pribadi seorang anak, sehingga sikap aktif orangtua dalam mendidik anak akan memiliki implikasi besar terhadap kepribadian anak nantinya.

4. Hindari memarahi dan membentak anak
Hal yang sangat mesti dihindari oleh orangtua terhadap anaknya yakni bersikap berlebihan pada anak, misalnya saja selalu memarahi anak dan membentak anak, tahukah anda luka yang disebakan oleh perkataan lebih bahaya terhadap psikologis anak ketimbang dengan luka yang terjadi fisik anak?

Oleh karena itu jika anak melakukan kesalahan atau keteledoran usahakan untuk tidak memarahinya namun yang lebihpentng yakni bagaimana anda sebagai orangtua memberikan nasihat dan motivasi agar anak tidak mengulangi melakukan kesalahan yang sama.

5. Ikut majelis (Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan)
Agar anak bisa mejadi pribadi yang sholeh maka anak harus banyak berinteraksi dengan anak-anak yang sholeh pula, bagaimana caranya? Caranya mudah saja yakni mdengan melibbatkan anak anda dalam kegiatan majelis ilmu agama, pesantren dan kelompok mengaji dengan begitu perkara-perkara agama yang senantiasa anak anda lakukan bersama teman-temannya akan menjadi bagain dari karakternya.

Jika ikut kursus bahasa inggirs, less musik dan kursus matematika saja anda berani bayar mahal asalkan anak anda bisa pintar maka kenapa tidak melakukan hal yang sama dengan perkara agama/akhlak anak anda.

Jadi jangan karena melihat ada beberapa biaya yang mesti dibayar agar anak anda bisa ikut/belajar ilmu agama lantas anda batal/menunda mengikutkan anak anda dalam kegiatan keagamaan. Malah yang sebaliknya, urusan yang berkaitan dengan akhlak anak lebih harus diutamakan ketimbang urusan lainnya.

6. Menceritakan kisah-kisah nabi dan sahabat
Slah satu metode yang bisa anda coba untuk menumbuhkan sikap cinta terhadap agama islam pada anak anda yakni dengan menceritakan kisah-kisah nabi terutama kisah nabi muhammad, yakni tentang akhlak beliau, perangai beliau, kesantunan beliau, cinta dan kasih sayang beliau, sehingga anak anda menjadikannya sebagai teladan dalam hidupnya.

Selain itu kish-kisah kesholehan para sahabat nabi muhammad juga bisa menjadi  opsi untuk mendidik anak anda menjadi pribadi yang sholeh

7. Mendoakan anak
Doa orangtua terutama doa ibu terhadap anaknya merupakan doa yang mustajab maka dari itu jangan pernah lelah meminta kebaikan pada anak anda, berdoa ibaratkan sedang mengayuh sepeda yang pada akhirnya akan mengantarkan si pengayuh pada tujuaannya. Doa orangtua selain bisa menjadi sebab diberikannya kemudahan pada anaknya juga bisa mejadi pelindung dari berbagai hal buruk yang akan menimpa anak anda.

Demikianlah 7 Cara mendidik anak agar sholeh dan berbakti pada orangtua yang biasa nada coba lakukan, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi anda

Friday, 22 September 2017

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas _ Kecerdasan dan kepintaran seseorang, bukan hanya nampak saat dia mulai dewasa yang terefresentasikan melalui prestasi, kreatifitas dan motivasi tinggi yang dimilikinya, namun pada dasarnya ciri-ciri anak yang memiliki potensi untuk tumbuh menjadi sosok yang pintar, cerdas dan jenius bisa diamati saat anak tersebut masih menginjak usia belia.



Akan tetapi gejala/perilaku yang ditunjukan oleh anak yang memiliki potensi menjadi anak yang pintar, jenius dan cerdas tidak selamanya tergambarkan melalui kemampuan kognitif yang dia miliki namun beberapa perilaku seorang anak-anak bisa menjadi indikator bahwa anak tersebut pada dasarnya memiliki potensi besar untuk digali/dieksplorasi/dididik sehingga bisa tumbuh menjadi anak yang pintar, jenius dan cerdas.

Lantas apa saja ciri-ciri yang kemungkinan bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui bahwa anak tersebut pada dasarnya merupakan anak yang pintar, jenius dan cerdas? Berikut ulasannya

7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggiCiri pertama yang bisa menjadi indikator bahwa seorang anak sebenarnya memiliki potensi menjadi anak yang pintar, jenuis dan cerdas adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal, apalagi jika hal tersebut merupakan sesuatu yang baru baginya, maka anak tersebut memiliki motivasi lebih untuk segera mengetahui hal tersebut.

Rasa ingin tahu seorang anak bisa tergambarkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang hal tersebut, ada dorongan untuk mendekati dan menganalisas hal yang dianggap sebagai sesuatu yang baru baginya.

2. Aktif
Aktif bisa dikatakan sebagai suatu dorongan dalam diri anak untuk selalu melakukan berbagai hal, dan dominan keaktifan tersebut sangat dipengaruhi oleh minat/bakat daya tarik anak terhadap sesuatu. Aktif sangat erat kaitanya dengan hiperaktif, sehingga anak yang hiperaktif pada dasarnya bisa dididik/dibentuk menjadi anak yang pintar, cerdas dan jenius

Anak yang aktif biasanya tidak suka berdiam diri terlalu lama namun anak yang akatif selalu berusaha mencari berbagai hal yang menarik baginya sehingga dengan begitu dorongan yang ada dalam dirinya bisa terpenuhi.

3. Memiliki insiatif
Selanjutnya ciri anak yang pintar, jenius dan cerdas yakni selalu memiliki inisiatif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dia hadapi. Ide-ide yang muncul dari pikirannya biasanya dipengaruh oleh tekanan/ tantangan yang dihadapinya.

Anak yang memiliki inisiatif tinggi biasanya memiliki beberapa solusi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, sehigga jika satu solusi tidak jitu maka dia masih memiliki cara lainnya.

4. Tenang dan bijak dalam mengambil keputusan
Ciri anak yang pintar, jenius dan cerdas selanjutnya yakni anak tersebut memiliki ketenangan ketika dihadapkan pada suatu tugas/tantangan/masalah yang dihadapinya. Anak yang pintar, jenius dan cerdas biasanya tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan namun juga sangat mempertimbangkan dengan seksama dampak/efek dari keputusan yang dia ambil.

5. Disiplin
Selanjutnya ciri-ciri anak yang memiliki potensi menjadi anak yang pintar, cerdas dan jenius yakni anak tersebut mampu membagi waktu dengan baik, sehingga waktu bermain belajar, mengerjakan tugas dan sekolah tidak ada yang terabaikan.
Pada dasarnya kedisiplinan memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk pribadi seorang anak, sehingga anak yang terbiasa menanamkan kedisiplinan dalam aktivitasnya bisa tumbuh menjadi pribadi yang sukses kedepannya.

6. Percaya diri
Anak yang jenius, pintar dan cerdas biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hal tersebut tak lepas dari rasa percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki, sehingga anak tersebut tidak merasa grogi, canggung dan takut untuk mempresentasikan pekerjaannya, karyanya dan skillnya

7. Pantang menyerah
Anak yang pintar, jenius dan cerdas biasanya tidak mudah menyerah dengan berbagai masalah/tantangan yang sedang dia hadapinya, sebaliknya dia akan memikirkan berbagai cara agar bisa menyelesaikan tugas/tantangan/masalah yang dihadapinya

Demikianlah 7 Ciri Anak yang Pintar, Jenius dan Cerdas menurut penulis, semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda.

Saturday, 15 July 2017

7 Aktivitas Positif Yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Bulan Ramadhan

7 Aktivitas Positif Yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Bulan Ramadhan _ Bulan ramadhan adalah momentum  d yang paling untuk dilewati dengan berkumpul dengan anggota keluarga sembari melakukan berbagai aktivitas positif yang berkaitan dengan bulan ramadhan.  Melalui moment bulan ramadhan orangtua bisa mengajarkan berbagai nilai-nilai positif kepada anaknya hal tersebut bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas positif yang bisa menumbuhkan pengetahuan anak tentang nilai-nilai agama.


Oleh karena itu bulan ramadhan sangat penting bagi para orangtua untuk mengefektivitiskan moment kebersamaan bersama anak-anak dan keluarga agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaqwa.

Lantas aktivitas atau kegiatan apa saja yang bisa dilakukan bersama anak yang bisa memberi pembelajaran posiif bagi anak, baik dalam segi pemahaman dalam ilmu agama dan kepedulian sosial ? berikut beberapa aktivitas yang dapat anda lakukan bersama anak anda di bulan ramadhan.

7 Aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak di bulan ramadhan

1. Beribadah bersama anak
Aktivitas pertama yang di bulan ramadhan yang bisa dilakukan bersama anak yakni melakukan kegiatan ibadah bersama, misalnya saja shalat bersama anak anda keluarga, selain itu kegiatan ibadah bersama juga bisa dilakukan di mesjid yakni dengan senantiasa mengajak anak untuk ikut shalat di mesjid meskipun usia anak belum memasuki usia baligh.

Beribadah adalah pondasi dalam pembentukan karakter anak sehingga sangat tepat jika sejak dini telah membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah (Shalat) agar kelak setelah anak dewasa, anak telah terbiasa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang mukmin.

2. Makan sahur bareng anak dan keluarga
Puasa salah satu ibadah yang wajib dijalankan oleh seorang muslim, walaupun usia kanak-kanak belum diwajibakan untuk melaksanakan ibadh puasa namun tidak ada salahnya melatih anak anda untuk belajar berpuasa.

Jangan ragu untuk membangunkan anak anda untuk bangun makan sahur bersama, karena melalui moment kebersaman tersebut anak akan menumbuhkan ikatan batin bagi setiap anggota keluarga, termasuk anak anda.
Anda juga bisa mlatih anak anda untuk berpuasa sejak dini, jika belum sanggup untuk puasa full, puasa setengah haripun juga tidak masalah, karena lambat-laun melalui proses pembiasaan berpuasa sejak dini akan membuat anak menjadi terbiasa untuk berpuasa kelak.

3. Belajar dan mengajar anak mengaji
Hal yang tak boleh untuk dilewatkan seorang muslim pada bulan ramadhan yakni mengaji atau mepelajari al-Quran, karena seperti yang kita tahu bahwa mengaji di bulan ramadhan akan diganjal dengan pahala berkali-kali lipat.

Saat anda mengaji anda bisa mengajak anak anda untuk duduk di sampin anda, anda juga bisa mengajari anak anda mengaji; misalnya saja mengajarkannya tentang tajwid, huruf al-Quran dan melatihnya agar bisa fasih membaca al-Quran.

4. Menyantuni fakir miskin dan anak yatim piatu
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dibulan ramadhan yakni kegiatan membagikan sembako atau sedekah pada orang yang kurang mampu dan anak yatim piatu. Jika anda juga biasa melakukan hal tersebut, maka tidak ada salahnya anda mengajak serta anak anda dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut bertujuan agar rasa syukur bisa tumbuh dalam diri anak karena melihat bahwa masih ada orang yang lebih berkekurangan dari keluarganya.

5. Ngabuburit (jalan-jalan ramadhan)
Menghabiskan waktu ngabuburit bersama anak dan keluarga sambil menunggu waktu berbuka puasa apa salahnya, selain membuat anda tidak merasakan waktu berlalu anda juga bisa mendapatkan berbagai pengalaman melalui kegiatan nagbuburit bersama anak dan keluarga.

Usahakan tujuan ngabuburit anda benar dan bernilai edukasi/religi sehingga ada nilai-nilai positif yang bisa dipetik melalui kegiatan gabuburut tersebut. Misalnya saja ngabuburit dengan mengunjungi mesjid-mesjid bersejarah, panti asuhan dan lain-lain.

6. Buka puasa bersama anak dan keluarga
Sesibuk apapun anda denganrutinitas atau pekerjaan anda, usahakan untuk selalu menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama anak dan keluarga.

Kebersamaan yang senantiasa dilalui dengan melakukan kebaikan akan menjadi penguat satu sama lain termasuk dengan anggota keluarga. Ajarkanlah anak anda untuk berbuka dengansewajarnya dan secukupnya.

7. Meminta anak untuk membantu membuat menu (makanan untuk berbuka puasa)
Tidak ada salahnya anda mengajak anak anda untuk ikut serta dalam proses pembuatan makanan untuk berbuka puasa, hitung-hitung hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi anak anda bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus dilalui dengan proses yang sabar.

Demikianlah 7 Aktivitas positif yang bisa dilakukan bersama anak di bulan ramadhan, sehingga bulan ramadhan bisa dilalui dengan penuh makna bersama anak dan keluarga, semoga bermanfaat.

Perlakuan atau Stimulasi Yang Baik Untuk Anak Dalam Rentang Usia 0-5 Tahun

Perlakuan atau Stimulasi Yang Baik Untuk Anak Dalam Rentang Usia 0-5 Tahun _ Orangtua memegang peranan penting dalam proses tumbuhkembang anak, sejak anak dilahirkan orngtua memiliki tugas yang cukup besar dalam memaksimalkan setiap tahapan dalam proses tumbuhkembang anak, stimulasi atau perlakuan orangtua yang tepat sangat membantu anak dalam memasuki setiap tahapan dalam tumbuhkembang anak.


Sehingga menjadi sebuah keharusan dari setiap orangtua untuk mengetahui stimulasi atau perlakuan apa saja yang benar dan tepat untuk diterapkan pada buah hatinya agar perkembangan dan pertumbuhan anak bisa lebih baik.

Dalam artikel kali ini, penulis akan sedikit berbagi tentang stimulasi/perlakuan yang bisa diaplikasikan pada anak, khususnya dalam rentang usia 0-5 tahun. Lantas stimulasi apa yang bisa anda lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak sehingga bisa lebih maksimal dalam proses tumbuhkembangnya? Berikut ulasannya:

Perlakuan atau stimulasi yang baik untuk anak dalam rentang usia 0-5 tahun

1. Umur anak 0-4 bulan

Dalam rentang usia 0-4 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
- Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang
-Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat bayi
-ajak tersenyum dan berbicara
-perdengarkan al-quran pada bayi dengan suara yang pelan

2. Umur anak 4-6 bulan

Dalam rentang usia 4-6 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Sering tengkurapkan bayi
Gerakkan benda ke kiri dan kanan di depan mata anak
Perdengarkan berbagai-bunyi-bunyian
Beri mainan pada anak dengan ukuran yang besar (agar mainan tidak mudah tertelan anak) dan berwarna

3. Umur 6-12 bulan

Dalam rentang usia 6-12 bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajari anak duduk
Ajari anak bayi mai ci-luk-ba
Ajari anak bayi makan dan memegang biskuit
Ajari anak memegang benda kecil dengan 2 jari
Ajari anak berdiri dan berajalan dengan berpegangan
Ajak bicara sesering mungkin
Latih anak mengucapkan ma..mam, pa..pa
Beri mainan yang aman dipukul-pukul

4. Umur anak 1-2 tahun

Dalam rentang usia 1-2bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajari berjalan di undakan/tangga
Ajari membersihkan meja dan menyapu
Ajari anak membereskan mainannya
Ajari anak mencoret-coret di kertas
Ajari anak menyebut bagian-bagian tubuhnya
Bacakan cerita anak
Ajak anak bernyayi
Berikan dia pujian jika berhasil melakukan sesuatu

5. Umur anak 2-3 tahun
Dalam rentang usia 2-3 tahun stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Ajarkan anak mengenakan pakaian sendiri
Ajak anak melihat buku gambar
Bacaan cerita anak
Ajarkan anak makan di piringnya sendiri
Ajari anak cuci tangan
Ajari anak buang air kecil dan besar ditempatnya

6. Umur anak 3-5 tahun

Dalam rentang usia 1-2bulan stimulasi/perlakuan yang bisa anda lakukan untuk lebih merangsang tumbuhkembang anak yakni
Minta anak untuk menceritakan apa yang dia lakukan/pengalamannya, dengarkan dengan penuh perhatian apa yang anak anda ceritakan
Jika dia gagap maka ajaklah anak untuk berbicara secara perlahan
Awasi anak saat mencoba dalam hal baru.

Demikianlah beberapa Perlakuan atau stimulasi yang baik untuk anak dalam rentang usia 0-5 tahun yang bisa anda coba lakukan/praktikan pada buah hati anda, Semoga artikel ini bisa memberi manfaat untuk anda

Saturday, 8 July 2017

6 Cara menghibur Anak Yang Sedang Menangis dan Bersedih Agar Berhenti Menagis dan Bersedih

6 Cara menghibur Anak Yang Sedang Menangis dan Bersedih Agar Berhenti Menagis dan Bersedih_ Orangtua senantiasa berharap melihat anaknya selalu riang gembira dan bahagia namun karena beberapa hal, seorang anak terkadang bersedih dan menangis, misalnya saja ketika sang anak menginginkan sesuatu namun orangtuanya tidak sanggup memberikannya.

6 Cara menghibur Anak Yang Sedang Menangis dan Bersedih Agar Berhenti Menagis dan Bersedih

Orangtua bukannya tidak sanggup untuk memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya namun terkadang hal yang diinginkan oleh anak tersebut bisa berdampak negatif untuknya/dirinya sendiri atau terkadang anak-anak bersedih dan menagis karena megalami sesuatu hal yang kurang mengenakkan seperti terjatuh saat bemain/berlari, diejek oleh teman-temannya dan karena tahu bahwa dirinya hendak ditinggal pergi oleh ibu/bapaknya karena sesuatu urusan lantas menjadikan anak tersebut menangis dan bersedih.

Baca juga: 9 Dampak Negatif Sering Membentak dan Memarahi Anak

Anak yang bersedih dan menangis karena sesuatu hal adalah hal yang lazim ditemukan, namun yang terpenting untuk dilakukan jika mendapati anak menangis dan bersedih adalah berusaha agar agar anak tersebut bisa kembali ceria dan riang gembira karena terlalu lama bersedih atau menangis juga kurang baik bagi psikologis anak.

Lalu hal apa saja yang sebaiknya dilakukan ketika anak anda/murid anda mengalami hal demikian? Berikut beberapa tips yang bisa anda coba lakukan untuk mengatasi anak yang sedang menangis atau bersedih;

6 Cara menghibur Anak Yang Sedang Menangis dan Bersedih Agar Berhenti Menagis dan Bersedih

1. Mengusap kepala anak
Dalam mengatasi anak yang sedang bersedih atau menangis, salah satu cara yang sangat efektif yang bisa anda lakukan adalah dengan mencoba mengusap kepala anak tersebut dengan lemah lembut sembari memberikan semangat dan motivasi agar agak tersebut bisa berhenti bersedih dan menangis.

Mengusap kepala anak saat menangis mamupun saat dia sedang bersedia merupakan pendekatan emosional yang bisa membuat perasaan anak menjadi lebih tenang dan merasa mendapat afeksi (luapan kasih sayang) dari orang yang mengusap kepalanya tersebut sehingga sedikit demi sedikit perasaan sedih yang dia rasakan bisa diminimalisir.

2. Menjanjikan atau memberikan sesuatu pada anak yang dia sukai
Selanjutnya langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi anak yang sedang menangis dan bersedih yakni dengan menjanjikan/memberikan sesuatu pada anak tersebut yang selama ini dia ingin miliki.

Baca juga: 9 Cara Menghukum Anak Yang Benar Dan Mendidik

Misalnya saja dengan menjanjikan anak tersebut untuk membelikannya mainan yang selama ini dia ingin beli, membelikan makanan/minuman kesukaanya, dengan menerapkan tips ini perasaan sedih yang dialami anak bisa dialihkan dengan hal yang dia sukai.

3. Mengalihkan perhatian anak
Salah satu trik yang sudah biasa dilakukan orangtua untuk menenankan anaknya yang sedang nenagis dan bersedih yakni dengan mengalihkan perhatian anak terhadap hal tertentu misalnya saya dengan meminta anaknya melihat langit atau melihat benda-benda yang ada disekitarnya sehingga perhatian anak tersebut bisa teralihkan dari perasaan sedih yang membuatnya menangis.

Kata-kata yang biasa dikatakan oleh orangtua dalam mengalihkan perhatian anak yakhi dengan mengatakan “coba lihat itu”, “apa itu” dan beberapa kata-kata yang bisa mengalihkan perhatian anak, mengalihkan perhatian anak untuk melihat langit biasanya akan efektif dalam merredahkan kesedian anak apabial dilakukan dengan cara yang tepat hal trsebut tak lepas dari warna langit yang  biru sehingga bisa memberi perasaan nyaman pada psikologis anak.

4. Menghibur anak dengan melakukan hal-hal yang bisa membuatnya tertawa.
Tips selanjutnya untuk menghentikan anak yang sedang menangis yakni dengan melakukan hal-hal yang konyol atau lucu yang bisa membuat anak tersebut tertawa dengan tingkah laku yang anda lakukan, namun sebaiknya lakukan hal-hal (lucu/konyol) yang yang bisa membuat anak tertawa dalam batasan wajar saja.

5. Mengajak anak jalan-jalan
Langkah lainnya yang bisa anda tempuh untuk mengatasi anak yang sedih dan menangis yaitu dengan mengajak anda untuk jalan-jalan ke tempat yang indah, misalnya saja mengajak anak jalan-jalan ke taman, pantai, sawah dan tempat-tempat yang bisa membuat anak merasa lebih baik.

6. Memberikan uang jajan pada anak
Uang memiliki daya tarik tersendiri sehingga bisa menjadi solusi dalam mengatasi anak yang sedang menangis dan bersedih, apalagi jika anak yang sedang menagis dan bersedih sudah mengetahui manfaat dan kegunaan uang.

Dengan mengiming-imingi anak yang sedang menangis dan bersedih dengan uang yang bisa digunakan untuk jajan maka kemungkinan besar anak tersebut akan segera berhenti menangis lantaran mendapatkan uang yang bisa pakai untuk jajan.

Demikianlah 6 Cara menghibur anak yang sedang menangis dan bersedih agar behenti menagis dan bersedih yang bisa anda lakukan, semoga bermanfaat untuk anda.

Tuesday, 4 July 2017

8 Cara Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air Pada Anak dan Generasi Muda

8 Cara Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air Pada Anak dan Generasi Muda _ Hal yang tak kalah penting untuk diajarkan pada anak atau para generasi muda yakni sikap cinta tanah air. Dengan mengajarkan sikap cinta tanah air pada anak dan generasi muda lambat laun akan memicu munculnya sikap nasionliasme dan patriotisme dalam pribadi generasi muda/anak. Dalam proses mengajarkan para generasi mudah tentang sikap cinta tanah bisa dilakukan dengan berbagai cara.

8 Cara Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air Pada Anak dan Generasi Muda

Namun sebelum membahas tentang tips yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan sikap nasionalisme pada generasi mudah, alangkah baiknya kita juga memahami apa dampak negatif jika seseorang tidak memiliki sikap cinta tanah air/nasionalisme. Beberapa hal yang bisa muncul dari rendahnya sikap nasionalisme dari seseorang yakni sikap acuh tak acuh dengan kondisi negerinya sendiri, mudah berpindah kewarganegaraan dll.

Baca juga: 5 Hal Yang Sangat Penting Untuk Diajarkan Pada Anak

Lantas bagaimana cara mengajarkan generasi muda tentang pentingnya sikap nasionalisme/cinta tanah air? Setidaknya ada beberapa cara yang anda bisa lakukan untuk memupuk sikap nasionalisme dalam diri anak atau generasi muda bangsa. Berikut ulasannya

8 Cara Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air Pada Anak dan Generasi Muda

1. Melalui pelajaran PKn (pendidikan kewarganegaraan)

Tips pertama yang bisa anda lakukan untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air dalam diri siswa anda yakni melalui pelajaran kewarganegaraan, dalam pelajaran kewarganegaraan ada banyak materi pelajaran yang mengarahkan siswa agar semakin mencintai dan menghargai tanah airnya.

Sehingga sangat penting jika yang akan diajarkan adalah mata pelajaran PKn seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang akan diajarkan agar siswa bisa dengan maksimal memahami makna dan hakikat pelajaran yang dia pelajari, termasuk materi seputar nasionalisme, patriotisme dan sikap cinta tanah air.

Anda bisa membuat games (role playing) dimana anda bisa menugaskan siswa anda menjadi tokoh-tokoh yang bertugas dalam menjaga keamanan dan ketenteraman, misalnya bermain peran sebagai polisi, tentara dan lain-lain. Dengan bermain peran anak-anak bisa lebih menikmati pelajaran sekaligus dapat lebih memahami hakikat dari sikap cinta tanah air.

2. Menumbuhkan sikap cinta tanah air melalui pengenalan sejarah

“Jas merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah) adalah sebuah ungkapan yang menyiratkan pada kita bahwa sejarah merupakan bagian penting dari sejarah suatu bangsa, sehingga mengenalkan sejarah sangat penting guna memahamkan siswa/anak tentang bagaimana hebatnya perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Baca juga: 7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak

Jadi selain mengajarkan siswa tentang pentingnya merancang masa depan yang hebat juga perlu diingatkan dengan sejarah, karena melalui  pengenalan sejarah ada banyak nilai-nilai positif yang bisa dipetik oleh para generasi muda.

3. Menumbuhkan sikap nasionalisme melalui pengenalan berbagai kekayaan sumber daya alam indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwa indonesia merupakan salah satu negara yang dianugerahi dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, anda bisa menjelaskan pada anak/siswa anda tentang betapa kayanya bangsa indonesia dengan begitu anak anda bisa jadi akan merasa bersyukur karena telah dilahirkan di indonesia.

Paculah motivasi anak/siswa anda untuk giat dan bersungguh-sungguh belajar agar kelak siswa/anak anda bisa menjadi orang hebat yang mampu mengelola kekayaan alam indonesia dan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bangsa indonesia.

4. Mengenalkan keragaman budaya yang ada di indonesia

Indonesia dikenal dengan bangsa yang memiliki banyak kebudayaan yang tersebar dari sabang sampai merauke, dengan mengenalkan berbagai keragaman kebudayaan yang ada di indonesia anak/siswa akan menjadi semakin takjub dengan kekayaan budaya yang ada di indonesia.

Dan ajarkanlah bahwa keragaman bukan alasan untuk berpecah belah namun dengan kergaman bangsa indonesia dirajuk menjadi sebuah bangsa yang besar dengan slogam “bhineka tunggal ika” (berbeda-beda tetap satu jua).

5. Melalui kegiatan upacara bendera dan 17 agustus

Cara selanjutnya yang bisa anda coba lakukan untuk memupuk semangat cinta tanah air pada generasi muda yakni memberikan pemahaman tentang makan diadakannya kegiatan upacara bendera pada setiap hari senin serta tujuan tiap tahunnya diadakan kegiatan 17 agustusan.

Karena beberapa anak/siswa tidak memahami makna dan hakikat dari pelaksanaan upacara bendera dan peringatan kemerdekaan pada 17 agustus, sehingga sebagian dari mereka mungkin akan beranggapan bahwa kegiatan tersebut hanyalah sebuah formalitas semata dan pada akhirnya tidak cakap dalam memaknai dan menhayati kegiatan upacara bendera dan kegiatan 17 agustusan.

6. Menumbuhkan sikap nasionalisme anak melalui pemutaran film dokumenter

Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan dalam memupuk sikap cinta tanah air anak atau siswa anda bisa melalui pemutaran film dokumenter seputar perjuangan para pejuang dalam memerdekakan bangsa indonesia.

Baca juga: 7 Cara Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab Dalam Diri Anak atau Siswa

Selain film dokumenter tentang kisah perjuagan anda juga bisa memutarkan film yang bertemakan keindahan dan kekayaan alam indonesia, cara ini juga kemungkinan bisa memicu tumbuhhnya bibit nasionalisme dalam dada generasi muda bangsa indonesia.

7. Membiasakan anak untuk menggunakan dan mengkomsumsi produk buatan indonesia

Salah satu bentuk cinta tanah air/nasionalisme yakni kebiasaan untuk menggunakan dan mengkomsumsi produk hasil buatan anak negeri, oleh karena itu ajarkanlah pada siswa/murid anda untuk senantiasa mengutamakan menggunakan dan mengkomsumsi roduk buatan dalam negeri dalam kehidupan sehari-hari
Dengan senantiasa menggunakan dan mengkomsumsi produk buatan dala negeri berarti telah ikut andil dalam memajukan ekonomi bangsa indonesia.

8. Napak tilas ke tempat bersejarah

Memupuk sikap cinta tanah air seorang anak/siswa juga bisa dilakukan melalui kegiatan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah misalnya saja ke tempat museum dimana benda-benda yang menjadi saksi kemerdekaan bangsa indonesia disimpan atau bisa ke bangunan yang menjadi saksi sejarah bangsa indonesia seperti rumah rengasdendklok atau ke taman makan pahlawan.

Demikianlah Cara menumbuhkan sikap cinta tanah air pada anak dan generasi muda yang bisa nada coba aplikasikan dalam memupuk rasa atau sikap cinta tanah air pada generasi mudah, semoga bermanfaat.

Friday, 30 June 2017

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Akan Menyekolahkan Anaknya

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Akan Menyekolahkan Anaknya _ Sekolah adalah tempat bagi seorang anak dalam belajar guna meningkatkan berbagai kemampuannya serta bakat dan minatnya, proses belajar tersebut meliput pembelajaran yang berupaya meningkatkan intelegensinya (kognitif), pembelajaran yang mengasah keterampilannya (psikomotor) dan pembelajaran yang berupaya mengajarkan sikap sosial pada anak (afektif).

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Akan Menyekolahkan Anaknya
Source: Google

Melalui pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan di sekolah seorang anak akan dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter. Oleh karena itu orangtua memiliki peran yang cukup signifikan dalam mempersiapkan buah hatinya agar bisa siap mengikuti pendidikan di sekolah, bentuk kesiapan tersebut bukan hanya dalam bentuk finansial atau dana pendidikan untuk anak, namun lebih dari itu ada beberapa hal yang wajib menjadi perhatian serius para orangtua ketika anaknya akan mulai memasuki jenjang pendidikan formal.

Hal apa saja yang patut diperhatikan orangtua saat anak akan mulai menempuh pendidikan di sekolah? Berikut ulasannya yang sengaja kami rangkum untuk anda.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Akan Menyekolahkan Anaknya

1. Memilih sekolah yang tepat untuk anak.
Seperti yang kita ketahui bersama kualitas pendidikan dan pengajaransatu sekolah dengan sekolah lain cukup berbeda, jadisangat penting bagi orangtua untuk memilih sekolah yang tepat bagi anaknya agar pendidikan yang dienyam anak dise kolah tersebut berkualitas dan dapat maksimal dalam meningkatkan potensi dalam diri anak.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Anak Yang Lambat Memahami Pelajaran

Beberapa tolok ukur yang bisa anda jadikan patokan dalam memilih sekolah untuk anak anda, mulai dari kualitas tenaga pengajar di sekolah tersebut (guru profesional), ketersedian sarana dan prasarana pendidikan yang memadai (sarana olahraga, perpustakaan, sarana belajar ibadah dll), manajemen sekolah yang keredibel dan transparan dan memilih sekolah yang sesuai dengan bakt dan minat anak.

2. Umur anak yang sudah siap untuk bersekolah
Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua saat akan mulai menyekolahkan anaknya yakni memerhatikan umur anak tersebut. Teralu dini menyekolahkan anak juga kurang baik karena dalam proses tumbuh anak ada tahapan-tahapan dimana anak sudah dalam kategori siap atau belum dalam mempelajari sesuatu termasuk tahapan dalam belajar materi-materi pelajaran yang ada di sekolah.

Sebaliknya terlambat menyekolahkan anak juga kurang bijak, misalnya saja seorang anak baru disekolahkan di SD saat usianya telah memasuki usia 9 atau 10 tahun, hal tersebut kemungkinan akan membuat anak tersebut sulit menyesuaikan diri dengan murid yang notabene lebih mudah beberapa tahun darinya apalagi dalam hal penyesuaian pola pikir.

Maka dari itu usia anak juga mesti diperhatikan, misalnya saja bagi anak yang akan menempuh pendidikan di SD biasanya umur yang tepat adalah pada umur 7 tahun, bisa juga pada usia 6 tahun terlebih dahulu anak bisa dimasukkan dalam pendidikan anak usia dini. Namun erlambat menyekolahkan anak masih lebih baik dari pada tidak sama sekali menyekolahkannya.

3. Persiapan dana pendidikan untuk anak
Hal yang tidak penting yang harus menjadi perhatian lebih oleh orangtua saat hendak menyekolahkan anaknya yakni persiapan dana pendidikan/biaya pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dana pendidikan menjadi salah satu kunci kesuksesan pendidikan seorang anak, walaupun telah diterapkan pendidikan gratis dibeberapa jenjang pendidikan akan tetapi selalu ada biaya-biaya pendidikan yang dibutuhkan untuk mengakomodasi kesuksesan pendidikan anak.

Sehingga menabung khusus/mengalokasikan bajet khusus untuk membiayai pendidikan anak sangat bijak agar keberlansungan pendidikan anak bisa terus terjaga, sehingga dengan begitu biaya pendidikan tidak menjadi kendala bagiseorang anak dalam menyelesaikan studinya.

4. Peralatan sekolah untuk anak
Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan bagi orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya adalah menyediakan perlatan/sarana untuk sekolah, misalnya seragam sekolah, tas sekolah, sepatu sekolah, buku tulis dan beberapa peralatan sekolah lainnya.

Walaupun cenderung mudah untuk direalisasikan namun alangkah baiknya saat anak telah memiliki jadwal masuk sekolah pertama anda mulai membelikan anak anda berbagai peralatan sekolah yang dibutuhkannya saat bersekolah nantinya

5. Menyiapkan mental anak untuk bersekolah
Apa yang dimaksud kesiapan mental anak untuk bersekolah? Perlu dipahami bahwa selain kesiapan fisik untuk bersekolah kesiapan mental anak juga sangat penting diperhatikan. Tak jarang kita menemukan anak yang gerogi, malu dan takut saat akan mulai bersekolah.

Oleh karena itu agar anak anda tidak mengalami perasaan takut, malu dan grogi saat akan bersekolah maka menyiapkan mental anak saat akan bersekolah sangat penting. Lantas bagaimana caranya agar anak tidak malu, grogi dan takut?

Misalnya saja dengan mengajak anak anda jalan-jalan ke sekolah dimana dia akan bersekolah sebelum hari dia masuk sekolah, menemani anak ke sekolah saat pertama kali masuk sekolah dan masih banyak tips lainnya. Silahkan baca (5 Tips agar anak tidak grogi, malu dan takut saat pertama kali masuk sekolah.

Demikianlah 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Akan Menyekolahkan Anaknya yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda dalam saat akan menyekolahkan anak anda.

Friday, 23 June 2017

5 Tips Agar Anak Tidak Grogi, Malu dan Takut Saat Pertama Kali Masuk Sekolah

5 Tips Agar Anak Tidak Grogi, Malu dan Takut Saat Pertama Kali Masuk Sekolah _ Hari pertama masuk sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, apalagi bagi anak yang bersatatus sebagai murid baru disebuah sekolah, baik itu jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

5 Tips Agar Anak Tidak Grogi, Malu dan Takut Saat Pertama Kali Masuk Sekolah

Hal yang kemungkinan bisa dirasakan anak yang baru pertama memsasuki sekolah alias siswa baru misalnya saja perasaan malu, grogi dan takut. Perasaan demikian adalah hal yang wajar, karena kondisi anak yang belum memahami situasi sekolah yang dia akan tempati bersekolah serta belum memiliki banyak kenalan, bisa jadi menjadi pemicu anak merasa grogi, takut dan malu-malu.

Lantas, untuk mengatasi perasaan malu, grogi dan takut pada anak saat pertama masuk sekolah, hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua maupun guru? Berikut ulasannya

5 Tips Agar Anak Tidak Grogi, Malu dan Takut Saat Pertama Kali Masuk Sekolah

1. Mengenalkan sejak dini suasana sekolah pada anak
Maksud dari mengenalkan sejak dini suasana sekolah pada anak yakni jauh-jauh hari sebelum anak mulai mengenyam pendidikan baik ditingkat SD, SMP maupun SMA, sebaiknya anak mulai diajak untuk jalan-jalan di sekolah yang akan ditempati menuntuk ilmu kelak. Tujuannya agar anak anda bisa merasa terbiasa dengan kondisi dan suasana sekolah tersebut.

Tidak mesti sering mengajak anak anda ke sekolah yang nantinya akan dia tempati mengeyam pendidikan, 2 atau3 kali juga bisa saja, asalkan anak anda mulai bisa memahami dan mengetahui suasana sekolah kelak dimana dia akan bersekolah. Sehingga di hari dimanan dia menjadi murid baru/pertama kali masuk sekolah, dia sudah tidak merasa asing lagi dengan suasana sekolah tersebut bahkan bisa merasa lebih familiar.

2. Mendampingi anak saat pertama kali masuk sekolah
Selanjanjutnya langkah yang bis anda lakukan sebagai orangtua untuk meminimalisir perasaan malu, takut dan gerogi anak saat pertama kali masuk sekolah yakni dengan melakukan pendampingan pada anak atau dengan kata lain menemani anak anda saat hari pertama masuk sekolah.
Keberadaan anda sebagai orangtua disamping anak ketika dia baru pertama masuk sekolah, memunculkan rasa aman dan nyaman dalam diri anak, sehingga anak tersebut bisa merasa lebih percaya pada dirinya dan kemampuannya.

amun perlu digaris bawahi, bahwasanya menemani anak ke sekolah sebaiknya jangan dilakukan terlalu sering, cukup pada hari pertama masuk sekolah saja, karena jika terlalu sering juga akan memunculkan rasa ketergantungan anak pada anda/orangtua yang akhirnya anak tersebut tidak bisa mandiri dan kemungkinan bisa menjadi anak yang manja.

3. Usahakan anak anda sampai di sekolah tepat waktu
Hal yang bisa membuat anak menjadi grogi, takut dan malu juga bisa disebakan ketika anak anda datang terlambat ke sekolah, apalagi jika hari tersebut merupakan hari pertama masuk sekolah baginya, alhasil bisa jadi anak anda menjadi bahan perhatian atau bullyng dari teman-temannya yang lain, jika sudah seperti itu, maka mental dan rasa percaya diri anak kemungkinan akan sedikit down.

Sehingga sangat disarankan agar anda sebagai orangtua mengantarkan anak anda datang tepat waktu saat hari pertama masuk sekolah, hal ini bertujuan agar hal-hal yang tidak diinginkan pada anak anda bisa dihindari.

4. Berpakaian yang rapi dan bersih
Dalam hal seragam sekolah adalah tugas orangtua, jadi sebagai orangtua, usahakanmenyiapkan pakaian sekolah yang akan digunakan anak anda saat pertama kali masuk sekolah minimal bersih dan rapih dan jika perlu belikan seragam baru untuk anak anda.

Mengenakan seragam baru saat pertama kali masuk sekolah sudah menjadi hal yang lumrah dan sudah pasti dapat membuat anak lebih percaya diri dengan penampilannya, sehingga perasaan grogi, takut dan malu bisa sedikit teralihkan dengan pakaian baru yang dikenakan anak anda.

5. Menanamkan mindset pada anak bahwa bersekolah adalah hal yang menyenangkan
Terakhir, tips yang bisa anda coba lakukan agar anak anda bisa merasa senang dan gembira ketika hendak bersekolah untuk pertama kalinya yakni dengan menanamkan mindset pada anak anda bahwa sekolah adalah hal yang menyenangkan.

Misalnya saja dengan mengatakan bahwa di sekolah anak anda bisa memiliki banyak teman, belajar sambil bermain dan masih banyak lagi kesenangan lainnya.

Demikianlah 5 Tips agar anak tidak grogi, malu dan takut saat pertama kali masuk sekolah yang bisa anda coba lakukan, semoga bermanfaat.

Saturday, 17 June 2017

6 Dampak Negatif Orangtua Yang Selalu Menyalahkan Anak

6 Dampak Negatif Orangtua Yang Selalu Menyalahkan Anak _ Anak merupakan pribadi yang masih polos dan penuh dengan ketidaktahuan dengan berbagai hal, jadi wajar jika anak terkadang sering melakukan banyak kesalahan dan kelalaian dalam proses tumbuh kembangnya.

source:http://islaminfoshare.blogspot.co.id/

Namun terkadang beberapa orangtua terkadang menyalahkan anaknya atas berbagai kesalahan dan keteledoran yang dilakukan anaknya. Sebagai orangtau, sebaiknya menyadari bahwa anak tidak mungkin akan selalu benar dan tepat dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang dia lakukan, karena orangtua saja terkadang banyak melakukan kesalahan apalagi dengan anak-anak yang notabene masih sangat minim dengan pengalaman dan pengetahuan.

Sikap orangtau yang selalu menyalahkan anaknya juga bisa memebri dampak negati dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dari segi afektif, kognitif dan psikomotor. berikut beberapa efek negatif yang bisa ditimbulkan jika terlalu sering menyalahkan anak

6 Dampak Negatif Orangtua Yang Selalu Menyalahkan Anak

1. Anak menjadi rendah diri
Apa sih beda rendah diri dan rendah hati? rendah diri artinya tidak yakin dengan kemampuan dengan yang dia miliki atau selalu merasa kekurangan sedangkan rendah hati berarti dia memiliki kemmapuan yang hebat namun selalu memposisikan dirinya sama dengan orang lain yang tak sehebat dirinya/ atau tidak merasa jumawa, sombong, angkuh dantakabur dengan apa yang dia miliki.

Lantas orangtua yang sering menyalahkan anaknya, bisa mebuat anak tersebut mejadi rendah diri atau mulai kehilangan keyakinan dan kepercayaan pada kemampuan yang dia miliki, alhasil anak tersebut tidak bisa menunjukan atau menemukan kemampuan terbaiknya.

2. Anak tidak berani melakukan hal-hal baru
Anak yang sering disalahkan juga bisa menjadi pribadi yang statis atau sulit mengalami perubahan, hal tersebut tak lepas dari rasa takut apabila melakukan hal-hal baru yang justru bisa membuatnya kembali disalahkan.

3. Anak bisa sulit menjadi kreatif dan inovatif
Apakah anak yang sering disalahkan bisa menjadi anak yang kreatif dan inovatif? jawabanya bisa saja. Namun jika anak sering disalahkan maka dorongan untuk melakukan hal yang inovatif dan kreatif sedikit terkekam, alasannya tak lain dan tak bukan yakni anak tersebut akan takut salah dan disalahkan atas apa yang dilakukan.

Akan tetapi beberapa anak yang sering disalahkan justru bisa menjadi pribadi yang membuat orang lain menjadi kagum dan bangga karena prestasi, inovasi dan kreatifitas yang dia hasilkan, hal tersebut mungkin krena anak tersebut berusaha membuktikan bahwa dirinya tidak seperti apa yang orang lain katakan atau pikirkan, tapi intinya anak yang sering disalahkan bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk sangat tergantung pada mental yang dimiliki anak tersebut.

4. Anak bisa kesulitan menemukan kemampuan terbaiknya
Agar anak anda bisa sukses maka syaratnya mudah saja yakni minimalisir menyalahkan anak ketika dia melakukan kesalahan. Sebaliknya anak yang melakukan kesalahan dan keteledoran harus diberi nasihat, semangat dan motivasi agar anak tersebut bisa belajar dari kesalahan yang diperbuatnya, tidak putus asa/menyerah dan menjadi ebih bersemangat dan temotivasi lagi untuk menjadi pribadi yang lebih baki lagi.

Dengan senantiasa memberi nesehat, semangat dan motivasi pada anak, maka anak bisa menjadi lebih bersemangat dan termotivasi dalam mengeksplorasi kemampuannya, bakat dan minatnya sehingga potensi anak tersebut bisa memaksimalkan kemampuan terpendam yang dia miliki sanga terbuka lebar.

5. Anak bisa menjadi pribadi yang pemalu dan tidak percaya diri
Sering bukan kita melihat anak yang sering dimarahi atau disalahkan menjadi tidak percaya diri atau pemalu, apalgi jika anak tersebut sering disalahkan di hadapan teman-temannya atau di muka umum. Maka hal tersebut bisa membuat mental anak tersebut menjadi jatuh.

Perlu diketahui bahwa menyalahkan anak di hadapan teman-temannya atau di muka umum sama saja dengan mempermalukan anak anda. Jika ingin menasihati atau menyalahkan lebih baik saat anda hanya berdua saja (jangan dihadapan orang banyak).

6. Berdampak kurang baik pada prestasi anak
Dampak negatif selanjutnya jika terlalu sering menyalahkana anak yakni membuat prestasi anak bisa menurun, hal tersebut dikarekan tuntutan atau ekspektasi yang terlalu besar yang dibebankan pada anak namun terkadang anak tidak bisa mewujudkan harapan dari orangtuanya akibatnya anak tersebut merasa tertekan dan berpengaruh pada semangat dan prestasi belajarnya

Demikianlah 6 Dampak Negatif Orangtua Yang Selalu Menyalahkan Anak, oleh karena itu sebagai orangtua anda harus bijak dalam bersikap pada anak anda agar anak tersebut tidak mengalami hal-hal negatif akibat terlalu dituntuk menjadi anak yang serba bisa

Thursday, 15 June 2017

5 Cara Melatih dan Menumbuhkan Kerjasama Pada Anak

5 Cara Melatih dan Menumbuhkan Kerjasama Pada Anak  _ Salah satu sikap sosial yang cukup penting untuk diajarkan pada anak atau siswa adalah kebiasan bekerjasama. Seperti yang kita ketahui bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan hanya melalui kerjasama, sehingga sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama dalam diri anak dan siswa agar kelak anak tersebut akan terbiasa dalam melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

5 Cara Melatih dan Menumbuhkan Kerjasama Anak
source: http://scoutleles.blogspot.co.id/

Kerjasama juga berperan dalma mengikis sikap individualis pada diri siswa atau anak, selain itu melalui kegiatan yang dilakukan dengan bekerjasama, anak-anak juga akan memahmi bahwa setiap orang senantiasa selalu membutuhkan bantuan oranglain dalam menyelesaikan beberapa masalah/kegiatan yang ingin diselesaikan. Tips apa saja yang bisa dilakukan untuk melatih dan menumbuhkan dan melatih sikap kerjasama pada anak ? berikut ulasannya yang sengaja kami rangkum untuk anda.

5 Cara Melatih dan Menumbuhkan Kerjasama Pada Anak 

1. Melalui Kegiatan diskusi atau keja kelompok
Cara pertama yang bis anda lakukan untuk menumbuhkan sikap kerjasama dalam diri siswa dan anak yakni melalui kegiatan diskusi atau kerja kelompok, biasanya dalam kegiatan pembelajaran seorang guru memberikan tugas pada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok dan siswa dituntut untuk aktif dalam menyelesaikan/mengerjakan tugas tersebut bersama anggota kelompoknya.

Tujuan kerja kelompok selain melatih dan menumbuhkan kerjasama pada diri anak juga akan melatih anak untuk belajar bersosialisasi dengan teman sejawatnya.

2. Melalui kegiatan pertandingan olahraga
Selanjutnya tips untuk menumbuhkan dan melatih jiwa kerjasama anak yakni bisa melalui kompetisi atau pertandingan olahraga. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa beberapa jenis olahraga hanya bisa dilakukan dengan minimal jumlah tertentu (lebih dari satu orang).

Misalnya saja olahraga voli yang membutuhkan 5-6 orang pemain dalam satu team, takraw membutuhkan 2-3 orang dalam satu team, futsal yang membutuhkan 5 orang dalam satu team dan syarat suatu teamnya agar bisa menang yakni harus bekerjasam dengan anggota team lainnya.

Melalui pertandingan dan kompetisi dalam bidang olahraga secara konsisten dan komtinue lambat laung akan semakin menumbuhkan kerjsama dalam diri anak atau siswa.

3. Rotasi/pertukaran anggota kelompok atau team
Cara lain untuk melatih aspek kerjasama seorang anak yakni dengan melakukan rotasi atau pertukaran dengan anggota kelompok atau team lainnya, karena biasanya seorang anak masih kurang cakap untuk bekerjasama dengan orang baru/teman baru dalam kelompoknya atau teamnya.

Sehingga melalui kegiatan pertukaran anggota kelompok anak akan belajar dan berlatih bekerjasama dengan berbagai orang; misalnya saja anggota team baru dengan katrakter yang masih belum dia pahami.

4. Memperjelas tugas setiap anggota/rekan kelompok atau team
salah satu yang bisa menghambat suatu kerjasama dalam suatu kelompok yakni kurangnya pemahaman beberapa anak dengan tugas yang mesti dia lakukan dalam kelompoknya. sehingga sangat penting untuk mengarahkan atau memberi pemahaman setiap anak dengan tugasnya masing-masing.

5. Analogi atau simulasi
Terkahir, tips untuk melatih dan menumbuhkan sikap kerjasama pada anak yakni dengan melakukan kegiatan simulasi atau analogi; misalnya seorang guru atau orang tua meminta seorang siswa untuk mengangkat meja (meja yang dipastikan tidak bisa diangkat oleh satu anak saja), minta setiap anak untuk bergantian mengangkat meja tersebut sendiri.

Setelah setiap anak tidak bisa mengangkat meja tersebut, kemudian mintalah murid atau anak anda untuk mengangkat meja tersebut secara bersama-sama, setelah mereka berhasil mengangkat meja tersebut, kemudian jelaskan dengan seksama bahwa agar sesuatu bisa mudah diselesaikan harus dilakukan dengan bekerjasama.

Demikianlah 5 Cara Melatih dan Menumbuhkan Kerjasama Pada Anak  yang bisa anda coba aplikasikan untuk menumbuhkan kerjasama pada anak atau siswa anda.

Wednesday, 14 June 2017

7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak

7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak _ Kesuksesan seorang anak sangat ditunjang oleh pendidikan yang berkualitas, sejatinya pendidikan berkualitas salah satunya bisa didapatkan melalui lembaga pendidikan (sekolah) yang profesional pula. Dengan terdaftar di sekolah yang memiliki kualitas pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas, maka peluang seorang anak untuk tumbuh menjadi profesional cukup besar.

source; http://www.borneonews.co.id/

Oleh karena itu sebagai orangtua, anda dituntut untuk memilih dan memilah sekolah yang baik untuk putra-putri anda, agar segala harapan yang anda sematkan pada buah hati anda bisa terealisasi. Kenapa orangtua mesti terlibat dalam memilih sekolah untuk anaknya? hal tersebut karena pemahaman seorang anak yang belum mumpuni dalam memilih sekolah yang terbaik untuknya, sehingga peranan orangtua dalam memilih sekolah yang berkualitas untuk buah hatinya sangat diperlukan.

Perlu diketahui bahwa setidaknya ada beberapa cara yang bisa anda coba terapkan dalam emilih sekolah yang baik untuk anak anda. Berikut 7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak yang sengaja kami rangkum untuk anda;

7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak

1. Memilih sekolah yang memiliki tenaga pengajar (guru) yang profesional
Tips pertama dalam memilih sekolah untuk anak anda yakni dengan memerhatikan tenaga pengajar (guru) yang mengajar di sekolah tersebut. Seorang guru memegang andil yang sangat besar dalam proses pendidikan anak, karena melalui keterampilan, kualitas dan profesionalisme seorang guru akan menjadi salah satu kunci sukses pendidikan di suatu sekolah.

Sebaiknya anda mengenali siapa-siapa saja guru yang mengajar di sekolah tersebut dan cobalah mengetahui latar belakang pendidikannya, karena beberapa sekolah memiliki guru yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya (tidak sesuai latar belakang pendidikannya/tidak sesuai bidang keilmuannya), sehingga pendidikan dan pembelajaran pada siswanya bisa jadi tidak maksimal.

Guru yang memang mengajar  dan sesuai dengan bidang keilmuannya, memiliki kredit lebih, karena sudah pasti menguasai cara/metode pembelajaran dalam mengajar siswanya.

2.Perhatikan akses (tranportasi) menuju sekolah tersebut
Transpotasi menjadi hal yang urgen bagi anak agar bisa dengan mudah sampai di sekolahnya. Misalnya saja terdapat sarana transportasi yang menuju sekolah tersebut/lewat di depan sekolah tersebut; mislanya mobil angkot, busway, ojek dan lain-lain.

Dengan begitu anda sebagai orangtua tidak mesti susah payah untuk mengantar anak anda tiap hari ke sekolah, apalagi jika anak anda masih duduk di sekolah dasar, pasti dengan ketersedian sarana transportasi yang memadai akan sangat membantu anda.

3. Memilih sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Tak dapat dipungkiri bahwa sarana prasarana termasuk sarana belajar sangat menunjang proses pendidikan siswa; mislanya sarana dan prasarana yang bisa anda perhatikan dari suatu sekolah adalah; perpustkaan, ruang belajar yang baik (kelas), kantin, WC, UKS, laboratorium.

Selain itu perhatikan juga sarana pendukung lainnya seperti sarana olahraga; misalnya lapangan basket, takraw, volli, badminton dan ruang kesenian. Semakin lengkap sarana dan prasarana suatu sekolah semakin besar potensi anak anda untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya.

4. Sesuaikan sekolah dengan bakat dan minat anak
Tips selanjutnya yang juga perlu mendapat perhatian dalam memilih sekolah untuk anak anda yakni sesuaikan sekolah yang anda pilih dengan bakat dan minat anak anda. Logikanya sederhana saja mislanya anak anda memiliki kemampuan dalam bidang olahraga maka tidak mungkin bukan anda memasukkanya di sekolah lebih menekankan bidang seni pada muridnya. Tujuan memilih sekolah  yang sesuai dengan bakat dan minat yakni agar bakat dan minat anak bisa lebih dimaskimalkan.

5. Memilih sekolah yang terintegrasi atau terpadu
Apa sih yang dimaksud sekolah terpadu? sekolah terpadu adalah sekolah yang menempatkan SD, SMP dan SMA dalam satu atap atau dalam satu ruang lingkup, apa keuntungan menyekolahkan anak di sekolah yang terpadu? Keuntungannya adalah anak anda bisa memiliki banyak kenalan atau teman baik dari tingkatan SD, SMP dan SMA. 

Selain itu misalkan anak anda masih duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama ketika lulus, dia sudah tidak canggung lagi ketika melanjutkan pendidikan di SMP atau SMA karena mereka sudah saling kenal satu sama lain jadi perilaku bully atau ospek yang biasa dilakukan oleh kelas yang lebih tinggi terhadap murid baru bisa diminimalisir. 

Selain itu jika anda menyekolahkan anak anda di sekolah terpadu akan membuat ilmu dan pengetahuan yang dipelajari anak akan lebih terstruktur karena kurikulum sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA dikelola oleh lembaga yang sama, jadi dalam penerapannya akan lebih terarah dan terstruktur dengan jelas.

6. Memilih sekolah yang menerapkan full day school. 
Full day school adalah kegiatan belajar yang dimulai dari jam 07.30 sampai jam 16.00, kelebihan full day school bagi anak adalah anak akan memiliki waktu belajar yang lebih banyak, anak juga akan banyak menghabiskan waktu di sekolah

Sehingga banyak melakukan interaksi positif baik dengan temannya maupun dengan gurunya melalui kondisi tersebut karakter anak akan lebih cepat terbentuk dan kegiatan full day school juga membuat anak kurang bergaul dengan lingkungan masyarakat sehingga meminimalisir pengaruh negatif dari lingkungan masyarakat karena usia anak-anak atau remaja adalah usia dimana anak muda terpengaruh oleh keadaan sekitarnya. Dengan memaksimalkan pembentukan karakter anak akan membuat anak memiliki filter atau pondasi yang kuat untuk menolak pengaruh negatif ketika telah tamat dari sekolah. 

7. Memilih sekolah yang transparan dan akuntabel 
Salah satu aspek yang mesti diperhatikan ketika meilih sekolah untuk anak anda adalah apakah sekolah tersebut memiliki manajemen yang terbuka atau transparan, seperti ketika ada pungutan atau pembayaran yang dibebankan kepada siswa, sekolah menjelaskan secara rinci tujuan pungutan tersebut. 

Sekolah yang menjunjung tinggi aspek transpransi sangat kecil kemungkinan akan terjadi pungutan liar (pungli) yang meresahkan siswa dan orang tua. Dan ketika ada dana sekolah dari pemerintah akan lebih tepat sasaran misalkan dana bos yang digunakan sebagaimana mestinya, dana gratis, dana dari yayasan dan lain-lain.

Demikianlah 7 Tips Memilih sekolah Untuk Anak yang bisa anda coba lakukan dalam memilih sekolah untuk anak anda, semoga bermanfaat

Tuesday, 13 June 2017

7 Tips Agar Anak Tidak Terkena Obesitas

7 Tips Agar Anak Tidak Terkena Obesitas _ Setiap orangtua senantiasa mengharapkan agar buah hati mereka selalu dalam keadaan atau kondisi sehat, namun terkadang pola hidup yang kurang sehat membuat seorang anak mengalami gangguan kesehatan, misalnya saja mengidap penyakit obesitas.


Perlu diketahui bahwa penyakit obesitas tidak hanya menyerang orangyang telah berumur dewasa namun anak-anak juga tak jarang mengidap penyakit yang satu ini. Obesitas sendiri merupakan penyakit yang muncul akibat penumpukan lemak yang cukup tinggi atau sangat tinggi dalam tubuh seseorang hingga membuat berat badannya menjadi di luat batas ideal/tidak normal.

Lalu apa saja tips yang bisa dilakukan oleh orangtua agar sang buah hati bisa terhindar dari penyakit yang satu ini? Setidaknya  ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak anda bisa terhindar dari penyakit obesitas, berikut ulasannya.

7 Tips Agar Anak Tidak Terkena Obesitas

1. Awasi Pola Makan Anak
Salah satu pemicu munculnya penyakit obesitas pada seorang anak adalah pola makan yang kurang teratur. Sehingga sangat dianjurkan bagi orangtua dalam membuat suatu jadwal makan bersama atau jadwal makan untuk anaknya agar pola makan anak bisa teratur.

2. Mengajari Anak Untuk Rutin Olahraga
Selanjutnya tips untuk menghidari penyakit obesitas yang dapat menimpa anak yakni dengan mengajari anak untuk rajin berolahraga, sebaiknya berikan pemahaman pada anak anda tentang pentingnya melakukan olahraga yang rutin agar badannya bisa sehat bugar dan bisa terhindar dari berbagai penyakit.

3. Batasi waktu Menonton/Mengoperasikan Gagdet Anak
Menonton maupun memainkan gagdet (main game) terkadang menyita banyak waktu anak, aktivitas yang dilakukan anak berupa menonton dan bermain gagdet yang membuat anak tidak banyak melakukan aktivitas fisik sehingga resiko terkena obesitasn bisa muncul.

4. Batasi Jumlah Makanan Yang Dikomsumsi Anak
Tidak sedikit anak yang memiliki kebiasaan ngemil, misalnya saja makan cokelat, roti, kerupuk dan berbagai makanan ringan lainnya. Ngemil dalam jumlah normal memang tidak apa-apa. Namun jika jumlahnya sudah tidak wajar (banyak)  maka hal tersebut bisa beresiko membuat anak terkena obesitas. Dan seperti yang kita ketahui bahwa makanan seperti cokelat memiliki kandungan lemak/kalori yang agak tinggi dan hal tersebut bisa membuat anak terancam terkena obesitas.

Maka dari itu sangat dianjurkan kepada orangtua untuk membatasi makanan/uang jajan yang diberikan pada anak sehingga kebiasaan ngemil bisa sedikit ditekan, guna menghindari resiko terkena penyakit obesitas.

5. Ciptakan suasana keluarga yang harmonis
Suasana keluarga yang kurang harmonis juga bisa memicu seorang anak mengalami stress atau depresi, anak yang mengalami stress atau depresi juga kemungkinan akan mudah mengalami/beresiko terkena obesitas. Maka dari itu susana keluarga yang bersahabat sangat penting untuk selalu dihadirkan dalam keluarga agar anak selalu merasa tentram dan bahagia berada di dalam lingkungan keluarga.

6. Hindarkan Anak Untuk Selalu Mengkomsumsi Makanan Instan
Makanan isntan diduga menjadi salah satu pemicu penyakit obesitas pada sebagian anak. misalnya saja mi instan dan berbagai produk instan lainnya yang sering kita jumpai. Oleh karena itu menyajikan makanan yang diolah sendiri dengan pola menu sehat lebih tepat untuk disajikan untuk anak dan keluarga.

7. Jangan Menyimpan TV di Kamar Anak
Kita tidak pernah tahu tontonan apa saja dan berapa lama waktu yang dihabiskan anak untuk menonton jika memiliki TV sendiri di dalam kamarnya. Sehingga dianjurkan agar menghindari menyimpan TV di kamar anak, agar anak bisa lebih banyak melakukan aktivitas fisik berupa bermain bersama temannya Dll.

Demikinalah 7 Tips Agar Anak Tidak Terkena Obesitas yang bisa anda coba terapkan pada anak anda, semoga bermanfaat

Thursday, 8 June 2017

5 Bahaya dan Dampak Negatif Menaruh TV di Kamar Anak

5 Bahaya dan dampak negatif menaruh TV di kamar anak _ Salah satu kegiatan yang cukup disenangi oleh sebagian anak adalah menonton TV, beberapa tayangan yang biasanya disukai anak seperti film kartun, tayangan anak dan beberapa tontonan lainnya. Sehingga tak sedikit anak yang meminta kepada orangtuanya agar menaruh TV di kamarnya agar bisa menonton berbagai hal yang dia senangi.


Orangtua yang belum memahami tentang hal-hal kurang baik yang bisa muncul akibat menaruh TV di kamar anaknya, kemungkinan akan menuruti keinginan anaknya, apalagi jika mindset sebagian orangtua yang berpendapat, bahwa dengan banyak melakukan aktivitas menonton TV membuat  waktunya terlalu tersita untuk mengurus sang buah hati.

Namun perlu dipahami bahwa kegiatan menonton TV bagi anak apalagi dengan waktu yang lama disertai tidak adanya pendampingan orangtua bisa berbahaya bagi anak dan bisa memicu munculnya beberapa efek negatif yang kurang baik untuk anak. Berikut beberapa bahaya dan dampak negatif menaruh TV di kmar anak.
Bahaya dan dampak negatif menaruh TV di kamar anak

1. Bahaya obesitas bagi anak
Bahaya atau dampak negatif yang bisa muncul akibat membiarkan anak memiliki TV sendiri di dalam kamarnya adalah resiko anak yang bisa terkena obesitas. Penelitian yang pernah dilakukan di amerika serikat, menyebutkan bahwasanya anak yang memiliki TV dalam kamarnya, cukup rentang terkena penyakit obesitas, terlebih-lebih bagi anak perempuan.

Sehingga sangat dianjurkan agar jangan menaruh TV di kamar anak dan sebaiknya TV disimpan saja di ruang keluarga, agar bisa meminimalisir kemungkinan anak terkena obesitas karena pengaruh televisi (TV).

2. Tidak mendapat pengawasan dari orangtua
Selanjutnya bahaya dan dampak negatif ketika menaruh TV pribadi di kamar anak adalah orangtua tidak bisa mengontrol tayangan/tontonan yang disaksikan anak. Padahal saat ini ada banyak tononan/tayangan yang tidak sesuai untuk disaksikana anak.

Misalnya saya beberapa tontonan/tayangan televisi saat ini memiliki unsur dewasa, kekerasan, pxnxgrafi dan beberapa konten lainnya yang sangat berbahaya bagi proses pembentukan pola pikir anak-anak.

3. Bahaya radiasi televisi
Menonton TV dalam waktu wajar dan dalam jarak yang cukup jauh dari televisi mungkin memang tidak berbahaya, namun  jika menonton TV dalam waktu lama dan jarak antara yang menonton dengan televisi cukup dekat maka potensi terkena radiasi dari televisi bisa terjadi.

Radiasi televisi (TV) cukup berbahaya bagi kesehatan manusia, apalagi bagi anak-anak yangserta merta belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka potensi bisa terkena efek buruk dari radiasi televisi cukup besar.

4. Bisa membuat anak menjadi malas belajar
Memiliki anak yang berprestasi mungkin menjadi tujuan sebagian besar orangtua, namun jika anda memutuskan untuk menaruh TV di kamar anak anda, maka jangan heran jika prestasi dan semangat belajarnya mulai menurun.

Hal tersebut bisa jadi tak lepas dari kegemaran anak menonton TV sehingga lupa waktu untuk belajar, apalagi jika anak-anak telah kecanduan dengan berbagai tayangan TV favoritnya maka frekuensi belajar anak bisa saja semakin berkurang.

5. Membuat anak malas beraktivitas
Aktivitas yang cukup bagi anak-anak sangat menunjang dalam proses tumbuh kembang anak, namun apa jadinya jika di kamar anak terdapat televisi? Bisa jadi anak akan meghabiskan banyak waktu untuk menonton TV sehingga lupa untuk melakukan aktivitas bersama teman sejawatnya.

Setidaknya ada beberapah hal yang kurang baik yang bisa terjadi jika anak kebanyakan menghabiskan waktu menonton TV sendiri di kamarnya seperti, bahaya kesehatan, tidak cakap bersosialisasi dan menjadi pribadi yang malas.

Demikianlah 5 Bahaya dan dampak negatif menaruh TV di kamar anak yang bisa menjadi bahan pertimbangan anda sebagai orangtua, untuk berpikir dua atau tiga kali sebelum menaruh TV di kamar anak anda.

Monday, 5 June 2017

8 Manfaat Mengajarkan Anak Berolahraga Sejak Dini

8 Manfaat Mengajarkan Anak Berolahraga Sejak Dini _ Ala bisa karena biasa, sebuah ungkapan yang menyiratkan bahwa untuk bisa mahir dan menguasai sesuatu maka perlu pembiasaan. Maka begitupun halnya dengan kegiatan olahraga, agar bisa menjadi pribadi yang terbiasa melaksanakan kegiatan olahraga perlu pendidikan atau pembiasaan sejak dini yakni saat masih kanak-kanak (usia dini).

source: Google

Sehingga bisa disimpulkan bahwa sejak dini seorang anak sudah semestinya dilatih untuk senantiasa berolahraga agar kebiasaan tersebut bisa menjadi bagian dari kepribadiaannya nantinya. Ada banyak olahraga yang bisa dianjurkan/dilakukan oleh anak; misalnya olahraga senam, lari santai, main bola, main catur dan masih banyak lagi jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan oleh anak-anak.

Lantas apa saja manfaat melatih atau mengajarkan anak  agar rajin berolahraga sejak dini? Setidaknya ada beberapa manfaat  berolahraga bagi anak, berikut ulasannya yang sengaja kami susun untuk anda:

8 Manfaat Mengajarkan Anak Berolahraga Sejak Dini

1. Bermanfaat bagi kesehatan anak
Pertama, manfaat olahraga bagi anak yakni bisa membuat badan menjadi sehat dan bugar, dengan rutin melakukan olahraga, kesehatan anak akan senantiasa terjaga, selain itu daya tahan tubuh anak yang biasanya selalu rutin berolahraga menjadi lebih baik sehingga tidak mudah sakit.

2. Meransang kemampuan motorik anak
Kegiatan berolahraga yang identik dengan aktivitas fisik, juga memiliki manfaat dalam meransang kemampuan motorik anak, apalagi jika olahraga yang dilakukan banyak melibatkan gerakan fisik misalnya olahraga sepakbola, olahraga bola volli, olahraga lari dan masih banyak lagi jenis olahraga lainnya.

3. Olahraga menunjang dalam memaksimalkan pertumbuhan anak
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa usia kanak-kanak, adalah fase dimana seorang anak mengalami proses tumbuh kembang yang signifikan, dengan rajin melakukan olahraga proses tumbuh kembang anak bisa diransang agar lebih maksimal, misalnya menunjang pertumbuhan tinggi badan anak yakni dengan rajin olahraga renang, push up, full up.

4. Olahraga menjadi media untuk belajar bersosialisasi bagi anak
Selain beberapa olahraga yang bisa dilakukan sendiri terdapat pula beberapa olahraga yang hanya bisa dilakukan jika dikerjakan secara bersama-sama; misalnya saja olahraga sepakbola, bola volli, bulu tangkis.

Sehingga selain berolahraga anak-anak akan belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman bermainnya, dengan begitu anak yang rajin berolahraga, apalagi olahraga yang dilakukan bersama bisa melatih anak menjadi pribadi yang sosialis.

5. Meminimalir perasaan stress dan bosan
Selanjutnya manfaat yang bisa anak dapatkanmelalui kegiatan olahraga yakni dapat menghilangkan perasaan stress dan bosan. Lihat saja anak yang sedang berolahraga, biasanya mereka akan serius, senang dan lebih berenergi.

6. Menumbuhkan sikap sportivitas pada anak
Dalam olahraga biasanya berkaitan dengan perlombaan atau kompetisi yang memungkinkan ada pihak yang menang dan kalah. Sehingga melalui perlombaan/pertandingan yang diikuti anak, mereka dapat melatih/menumbuhkan sikap sportivitasnya, yakni jika menjadi pihak yang menang tidak sombong dan jumawa begitupun ketika menjadi pihak yang kalah, anak-anak akan belajar untuk tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa dan selalu optimis serta senantiasa menghargai setiap hasil kompetisi yang mereka capai.

7. Melatih kerjasama anak.
Seberap penting olahraga bagi anak dalam hal menumbuhkan sikap kerjasama anak? Pastinya olahraga adalah media yang tepat untuk melatih anak menjadi pribadi yang mudah bekerja sama, karena rata-rata olahraga yang dilakukan dengan ber-team dilakukan dengan kerjasama dan kekompakan semua anggota team.

8. Mengasah bakat dan minat anak
Terakhir, manfaat mengajarkan anak untuk berolahraga sejak dini yakni sebagai ajang untuk menemukan bakat dan minat anak khususnya dalam bidang olahraga. Dengan mengetahui bakat dan minat anak sejak dini khusunya pada bidang olahraga, sangat memungkingkan untuk lebih memkasimalkan bakat dan minat anak, sehingga bisa membuat anak tersebut menjadi sosok yang berprestasi.

Demikianlah 8 Manfaat Mengajarkan Anak Berolahraga Sejak Dini, sehingga sangat disarankan agar orangtua membimbing anak-anaknya agar menjadi anak yang rajin berolahraga, karena terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh anak melalui kegiatan olahraga.