Thursday, 24 May 2018

7 Tips Mengajar yang Baik dan Efektif Bagi Guru

Tags
7 Tips Mengajar yang Baik dan Efektif Bagi Guru_ Oleh : Safaruddin Yahya, M.Pd.I*
“Tidak ada murid bodoh, yang ada hanyalah guru yang belum mampu mencerdaskan murid-muridnya”. Demikian ungkapan bijak yang penulis selalu ingat saat masih menempuh studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang pada tahun 2015 lalu. Ungkapan tersebut keluar dari salah satu dosen faforit saya bernama Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag selaku pengampu mata kulyah strategi pembelajaran di kelas kami.


Pada akhir perkuliyahan saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan dan penuh kesan bagi siswa. Dan menurut hemat saya, dua hal ini penting dalam sebuah proses pembelajaran.

Baca juga: Pentingnya Memiliki Jiwa Mendidik Bagi Seorang Guru

Kali ini saya  memcoba membahas bagaimana langkah atau cara yang efektif bagi seorang guru dalam menyampaikan materi di dalam kelas sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa dan siswa mampu mengingat dan mengapikasikan materi yang dipelajari dalam keehidupan sehari-hari.

Sebab mengajar berbeda dengan belajar. Jika Belajar dimaknai sebagai upaya seseorang untuk memahami sesuatu, maka mengajar adalah upaya atau usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memahamkan sesuatu kepada orang lain.

Butuh kerja keras dalam mengajar khsususnya bagi seorang guru . Sebab kepiawaian atau keahlian seorang guru dilihat saat ia mampu mentrasformasikan ilmu pengetahuan, wawasan serta pengalamannya kepada siswa-siswanya.

Dan hal tersebut tidak akan tercapai dengan baik, melainkan dengan beberapa latihan atau langkah yang dilakukan. Berikut penulis mencoba memberikan beberapa langkah bagi guru dalam menyampaikan pembelajaran di dalam kelas.

7 Tips Mengajar yang Baik dan Efektif Bagi Guru

1. Miliki  persiapan yang Matang
Sedia payung sebelum hujan, jika tidak maka anda akan kehujanan dan dipastikan pakaian yang anda gunakan akan bahas. Demikian bagi seorang guru, ia harus memiliki persiapan sebelum memulai proses pembelajaran. Jika tidak, maka ia akan kesulitan dalam menyampaikan materi  yang berdampak pada ketidaktuntasan dalam sebuah proses pembelajaran.

Oleh karena itu, guru harus menyiapkan materi atau bahan ajar yang akan disampaiakan baik berupa RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) maupun silabus. Dua hal ini sangat penting untuk mengetahui batas-batasan materi serta mengarahkan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik dalam mencapai kompetensi yang diinginkan. Persiapan yang lain seperti menyediakan alat peraga atau media lainnya perlu dilakukan sebagai penunjang dalam proses penyampaian materi yang ingin disajikan.

2. Miliki pengetahuan yang luas
Dalam menyampaiakan materi, siswa biasanya memperhatikan seluruh informasi yang diberikan oleh gurunya. Dan ketertarikan siswa  dalam menyimak terletak pada penguasaan materi yang disampaikan oleh gurunya.

Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang luas yang berkaitan dengan konsep-konsep, teori, atau hal-hal lain yang memiliki korelasi dengan bidang studi atau materi yang sedang diajarkan.

Jika tidak maka siswa biasanya akan merasa bosan dan tidak menuntut kemungkinan siswa akan mengantuk atau memilih ngobrol bersama temannya. Akhirnya penjelasan guru berlalu seperti angin, tanpa kesan dan tanpa arti.

3. Miliki rasa percaya diri yang tinggi.
Guru harus memiliki percaya diri yang tinggi. Percaya diri yang saya maksud disini adalah yakin dan percaya bahwa dirinya mampu menguasai materi dan menyampaiakannya kepada siswa.

Untuk itu sebelum memasuki ruang belajar, seorang guru dapat mengucapkan sugesti positif ini dalam hatinya “ I have confident and  will success at learning”. Saya yakin, saya pasti bisa dan sukses dalam mengajar.  Oleh karena itu, tetap jaga kondisi dan perasaan agar tetap positif. Sebab perasaan positif akan menularkan perasaan positif pula pada peserta didik.

4. Berikan motivasi saat pembelajaran.
Memberikan motivasi kepada siswa agar memiliki semangat dalam belajar adalah sesuatu yang sangat penting. Bentuk motivasi lain yang dapat diberikan oleh guru kepada siswa adalah menanamkan prinsip-prinsip belajar seperti fokus, telaten dan disiplin waktu.  Menginspirasi siswa dengan menyampaikan kisah-kisah orang sukses juga perlu diberikan sebagai dorongan untuk mencontohi mereka dalam setiap gerak kehidupan.

Tujuannya ialah agar siswa terus belajar dan mengembangkan segala potensi yang  dimilikinya. Howard Gardner menyebut tujuan belajar sebagai Interaction between the learner with the external condition yaitu kemampuan siswa berinteraksi dengan kondisi.

Kondisi luar yang dimaksud bisa berupa interaksi dengan teman sejawat, lingkungan keluarga maupun masyarakat luar. Oleh karena itu agar mampu berinteraksi, maka siswa perlu illmu. Dan ilmu hanya diperoleh dengan motivasi yang kuat.

5. Pilih tutur kata yang baik
Ada kata-kata yang tidak baik yang menurut saya seringkali dilontarkan oleh para guru dalam mendidik atau mengajar. Terutama saat memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar aturan sekolah atau tidak mampu menjawab pertanyaan dalam mengajarkan tugas. seperti seperti kata-kata “dasar anak nakal, bodoh, susah diatur”.

Padahal setiap kata-kata yang diucapkan akan memberi kesan dan membentuk citra didik anak. Oleh karenanya, guru harus memilih kata-kata yang baik dalam berbicara dan bertutur kata. Seperti kata-kata yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa, memuji perbuatan baik dan sebagainya.

6. Pahami karakter peserta didik anda
Memahami karakter peserta didik tidak boleh diabaikan oleh seorang guru. Sebab proses pembelajaran perlu berorientasi pada peserta didik. Dan peserta didik pasti memiliki karakter, sifat, dan bakat yang berbeda-beda. Ada diantara siswa yang aktif dan ada juga yang pasif. Ada siswa yang rajin dan ada juga siswa yang malas.

Disini peran aktif seorang guru diperlukan untuk mengetahui sifat-sifat, bakat, bahkan sampai pada latarbelakang dari keluarga siswa. tujuannya ialah agar supaya guru tidak salah dan tergesa-gesa dalam memberikan hukuman apalagi bersikap otoriter kepada siswa.

Sebab ada siswa yang seringkali terlambat setiapkali mengikuti  pelajaran. Namun setelah diteliti, ternyata ia datang dari keluarga yang tidak mampu. Ia harus membantu orang tua terlebih dahulu dalam mencari nafkah lalu kemudian mengikuti pelajaran.

Ada pula siswa yang terlihat nakal dan selalu mencari perhatian. Setelah diketahui, ternyata datang dari keluarga yang bermasalah. Maka disinilah peran aktif guru dalam memahami, membimbing dan mengembangkan minat serta menggali potensi yang dimiliki oleh siswa-siswanya.

7. Kelola kelas dengan baik.
Mengelola kelas dengan baik bermakna tidak hanya mengatur kelas agar tetap terlihat bersih, wangi dan indah. Akan tetapi yang lebih terpenting ialah bagaimana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Kita mengenalnya dengan dalam proses pembelajaran dengan istilah Joyfull teaching and learning.ini penting sebab kondisi yang menyenangkan atau rileks, akan mudah membantu siswa menerima dan merespon setiap informasi yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu diperlukan strategi yang bervariasi, agar siswa tidak bosan dan terus mengikuti pelajaran anda hingga akhir.

Demikian 7 langkah sukses guru dalam mengajar. Semoga kita para guru dapat dibimbing oleh Allah dalam mengajar. Dan semoga “mengajar” menjadi pilihan  atau profesi yang tepat bagi kita dalam upaya menebarkan manfaat kepada seluas-luasnya umat.

Writed on Kedai Ilmu
Alamat : Jln Mh. Tamrin no 39 kel. Bataraguru (baubau)
Cp/WA : 0823-35368177
makalah mengajar yang efektif, pengertian mengajar yang efektif, makalah belajar dan mengajar yang efektif, cara mengajar yang efektif dan menyenangkan, makalah cara belajar dan mengajar yang efektif, cara mengajar anak sma, teknik mengajar yang baik dan efektif, 

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon