Wednesday, 3 May 2017

9 Dampak Negatif Sering Membentak dan Memarahi Anak

Tags
9 Dampak Negatif Sering Membentak dan Memarahi Anak _ Memaharahi dan membentak anak adalah hal wajar, hampir sebagian besar orangtua mungkin pernah memarahi dan membentak anaknya. Orangtua yang marah kemudian membentak anaknya bukan tanpa alasan, karena jika mau dibandingkan dengan cinta dan kasih sayang yang dimiliki setiap orang maka akan sangat sulit rasanya, ada cinta dan kasih sayang yang melebihi rasa cinta orangtua terhadap anaknya.

Source:http://mountain-top-musings.blogspot.co.id/

Namun namanya juga anak-anak, kadang menunjukan sikap dan perilaku yang membuat kedua orangtuanya bertambah sayang dan cinta kepadanya, sebaliknya terkadang pula seorang anak melakukan perbuatan atau bersikap yang sudah melampaui batas, sehingga orangtua menjadi kehilangan kesabaran, alhasil untuk membuat anak tersebut jerah dan memahami kesalahannya, terkadang orangtu menyampaikan rasa kekesalannya pada anaknya dengan cara memarahi dan membentaknya.

Akan tetapi satu hal yang mesti dipahami, bahwa memarahi anak akibat kesalahan, keteledoran yang diperbuatnya tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru akan membuat masalah semakin rumit dan justru berdampak kurang baik pada psikologis anak. Apa saja dampak negatif jika orangtua sering memarahi dan membentak anaknya? berikut ulasannya:

9 Dampak Negatif Sering Membentak dan Memarahi Anak

1. Perlakuan yang kurang baik akan membekas dalam ingatan anak.
Walaupun yang anda marahi dan bentak adalah anak anda sendiri tapi hal tersebut bukan jaminan, bahwa hal tersebut tidak akan menumbuhkan bibit-bibit ketidaksukaan/kebencian anak pada orangtua. Sebagian anak memiliki ingatan yang kuat jika mengalami hal yang kurang baik pada dirinya, misalnya saja sering dimarahi-marahi oleh orangtuanya.

Dan beberapa anak mampu mengingat kejadian yang kurang menyenangkan tersebut bahkan ketika dia telah tumbuh dewasa. Oleh karena itu tindakan yang persuasif lebih tepat untuk menangani anak yang melakukan kesalahan atau keteledoran.

2. Membuat ikatan emosional dan kasih sayang anak dengan orangtua merenggang
Sering kita lihat beberapa anak ketika telah dewasa justru memperlakukan orangtuanya dengan kurangbaik, bahkan sebagian anak lebih memilih menitipkan orangtuanya di panti jompo ketimbang dia rawat sendiri.

Apa yang menyebabkan hal demikian terjadi? Salah satu pemicunya bisa disebabkan oleh perlakuan orangtua yang sering memarahi/membentak atau memberik perlakukan yang kurang baik pada anaknya alhasil  ikatan emosional dan kasih sayang anak dengan orangtua merenggang. Jika hal demikian sudah terjadi jadi jangan heran jika ada anak yang kelihatan tega dalam meperlakukan orangtuanya, karena perlakukan tersebut juga sangat dipengaruhi oleh perlakuan oangtuanya pada dirinya.

3. Menggangu psikologis anak
Anak yang sering dimarahi dan dibentak akan berdampak kurang baik pada psikologis anak, misalnya saja anak akan menjadi murung, rendah diri dan berdampak pada mental anak. Gangguan pada psikologis anak akan lebih sulit untuk disembuhkan, berbeda dengan gangguan pada fisik anak (misalnya luka, sakit, cedera) yang hanya butuh beberapa waktu untuk bisa kebali normal.

Namun jika yang mengalami gangguan adalah psikologis anak, maka akan butuh waktu dan metode khusus agar kejiwaan anak bisa kebali normal. Dampak paling buruknya adalah anak akan mengalami cacat mental

4. Anak sulit berkembang
Kebiasaan memarahi anak, bahkan hanya karena hal sepeleh juga akan membuat anak menjadi sulit berkembang, sehingga kemampuan yang dimiliki anak tersebut sulit tereksplorasi. Hal ini tak lepas dari rasa takut yang muncul dalam pikiran anak, sehingga tajut untuk melakukan keteledorang, kesalahan, kegagalan karena takut dimarahi.


Alhasil potensi terbaik anak terpendam dalam dirinya. Padahal untuk mencapai kemampuan terbaik seorang anak harus banyak melakukan kegiatan yang menempatkannya dalam berbagai situasi, misalnya kegagalan, kemenangan, kerjasama, mencoba tantangan, menghadapi rintangan namun jika rasa takut salah dan gagal telah muncul dalam benak anak maka hal tersebut lebih sulit terwujud

5. Mempermalukan anak
Memarahi anak di rumah mungkin masih lebih baik ketimbang jika memarahi anak di depan umum atau di hadapan teman-temannya, karena hal tersebut sama saja dengan mempermalukan anak anda. Jadi sebaiknya hindari memarahi anak dimuka umum atau dihadapan temannya. Sebab hal tersebut akan sangat berdampak negatif bagi anak dan bisa memunculkan kebencian yang amat sangat terhadap orangtuanya.

6. Membuat anak menjadi pribadi yang pemarah dan emosonal.
Sering kita mendengar ungkapan "buah tidak jauh jatuh dari pohonnya". Sehingga apabila anda seing memarahi anak anda maka bukan tidak mungkin anak anda akan tumbuh menjadi sosok yang pemarah dan emosional. Sikap tersebut muncul karena perangai orangtuanya yang juga sering menunjukan perilaku yang suka marah-marah.

7. Anak menjadi minder dan tidak percaya diri.
Efek yang paling nyata yang bisa anda lihat pada pribadi anak ketika anda sering marah dan membentak anak adalah munculnya rasa tidak percaya diri pada anak (minder) baik dalam kegiatan akademik, sosial (sehingga anak menjadik kurang cakap dalam bersosialisasi)

8. Introvert (pribadi tertutup)
Selajutnya dampak negatif yang bisa terjadi jika sering memarahi anak adalah anak bisa menjadi pribadi yang tertutup, sehingga komunikasi dengan orangtua akan sedikti dihindari agar bisa terhindar dari luapan amarah dan kemarahan dari orangtuanya.

9. Rusaknya sel-sel otak anak
Hal yang paling tragis yang bisa menimpa anak jika sering dimarahi adalah rusaknya sel-sel otak anak. Menurut Lise Eliot, Phd menyatakan bahwa anak yang sering dibentak atau dimarahi bisa membuat sel/jaringan otak anak menjadi pecah.

Demikiannlah 9 Dampak Negatif Sering Membentak dan Memarahi Anak yang mesti anda ketahui. sehingga sebagai orang tua sangat dianjurkan untuk meminimalisir memarahi anak.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon