Saturday, 17 December 2016

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together)

A. Pengertian model pembelajaran NHT 
Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) atau penomoran Berpikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Pembelajaran kooperatif tipe NHT menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pertama kali di kembangkan oleh Spenser Kagen padatahun 1993 untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut (Trianto, 2009). 

Selain itu menurut (Lie, 1999 dalam Hamsa, 2009), mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) juga mendorong siswa untuk meningkatkan kerja sama mereka. Model ini dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan peserta didik. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah suatu model pembelajaran dimana setiap siswa di beri nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian guru memanggil nomor dari siswa tersebut secara acak. 

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus (pembentukan kelompok yang terdiri 4-6 orang, dimana tiap \anggota diberi nomor). 

B. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif Tipe NHT 
Menurut Trianto (2009), bahwa dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa, guru menggunakan struktur empat fase sebagai langkah-langkah pembelajaran NHT sebagai berikut:
 

1. Langkah 1 : Penomoran  
Guru membagi siswa ke dalam kelompok beranggotakan 4-6 orang dan  kepada  setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 6.
 

2. Langkah 2 : Mengajukan Pertanyaan  
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan dapat amat spesifik dan dalam bentuk kalimat Tanya.
 

3. Langkah 3 : Berpikir bersama siswa  
Menyatukan pendapat terhadap jawaban pertanyaan itu dan menyiapkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.
 

4. Langkah 4 : Menjawab pertanyaan 
Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa dengan nomor yang sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
Langkah-langkah tersebut di atas kemudian dikembangkan menjadi enam langkah sesuai untuk kebutuhan pelaksanaan penelitian ini. Pengembangan langkah ini berangkat dari langkah pembelajaran kooperatif menurut Ibrahum (2000, dalam Trianto, 2009). Enam langkah tersebut adalah sebagai berikut:

Fase Tingkah Laku Guru 

Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa    
Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin di capai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Fase  2 Menyajikan informasi     
Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Fase 3 Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif    
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien
Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar     
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Fase 5 Evaluasi     
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Fase 6 Memberikan penghargaan     
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
Sumber : (Lie,A:2008)

C. Kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together)
Menurut Uno (2009), bahwa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah sebagai berikut: (1) Kelebihan yaitu: setiap siswa menjadi siap semua; semua dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh; siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai; mengembangkan sikap demokratif; tanggung jawab; menghargai pendapat orang lain dan dan memupuk rasa percaya diri sendiri. (2). Kelemahan yaitu: Tidak terlalu cocok untuk jumlah siswa yang banyak karena membutuhkan waktu yang lama; kemungkinan nomor yang telah dipanggil, di panggil kembali oleh guru; tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh  guru.

#Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together)

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon