Monday, 10 October 2016

Guru Garis Depan (GGD) Jalur Khusus Untuk Sebuah Misi Khusus

Tags
Guru Garis Depan (GGD) Jalur Khusus Untuk Sebuah Misi Khusus_ Tahun 2016 sempat memberi asa bagi sebagian masyarakat yang `memimpikan untuk menjadi pegawai negeri sipil, karena sempat beredar isu yang menyatakan bahwa ditahun 2016 akan dibuka pendaftaran CPNS melalui jalur umum namun realita berkata lain, karena di tahun 2016 pemerintah tidak menyediakan formasi untuk pelamar CPNS melalui jalur umum. Sebagian pihak merasa kecewa khususnya yang memiliki motivasi lebih untuk menjadi CPNS, harapan tersebut diharapkan bisa terwujud ditahun-tahun mendatang.

 
Hal yang menjadi alasan pemerintah belum membuka formasi CPNS untuk jalur umum adalah karena masih berlakunya moratorium pemerintah tentang prekrutan CPNS  yang akan dibekukan sampai 2018. Namun moratorium penerimaan CPNS hanya berlaku untuk formasi umum saja karena nyatanya pemerintah tetap melakukan perekrutan CPNS untuk kategori tertentu, beberapa formasi yang khusus disediakan pemerintah untuk melakukan perekrutan CPNS hal ini disebabkan oleh kebutuhan yang mendesak atau adanya kebutuhan yang cukup diprioritaskan (extraordinary) untuk dipenuhi.
 
Baca juga

Salah satu formasi khusus yang dibuka pemerintah pada perekrutan CPNS 2016 adalah penerimaan CPNS melalui formasi Guru Garis Depan (GGD), maka sudah dipastikan formasi khusus CPNS Guru Garis Depan adalah salah satu extraordinary priority (kebutuhan yang sangat diprioritaskan). Pemerintah menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan sangat penting dalam kemajuan bangsa dan hanya melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia indonesia akan semakin meningkat oleh karena itu pendidikan yang layak dan berkualitas terus diupayakan melalui perekrutan tenaga pendidik yang mumpuni dan memiliki kapabilitas yang tak diragukan lagi.

Guru Garis Depan (GGD) merupakan sebuah Jalur Khusus Untuk Sebuah Misi Khusus yakni mendidik para generasi penerus bangsa yang ada di daerah terdepan yang notabene kualitas pendidikannya masih sangat jauh dari kualitas pendidikan yang ada dikota besar. Sebuah misi yang tak mudah karena misi tersebut harus direalisasikan di lokasi yang sarana dan prasarananya masih sangat tidak mendukung namun sarana dan prasaran menjadi urutan kedua dalam misi ini, karena instrumen kunci terwujudnya misi khusus tersebut adalah para guru GGD yang telah dibekali berbagai kemampuan diatas rata-rata. Jika berpikir menggunakan logika kesuksesan sebuah misi memang sangat ditentukan oleh key person atau orang yang menjalankan misi tersebut, ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa “sarana dan prasaran memang terbatas namun hal tersebut tidak akan membatasi kreatifitas kami”. Jadi guru yang kreatif dan inovatif mampu memanfaatkan semua media sederhana  menjadi sebuah karya yang fenomenal.

Orang yang mendaftar Guru Garis Depan juga bisa dikatakan sebagai orang yang luar biasa karena mereka pasti sudah tahu segala resiko yang akan ditanggungnya jika mengikuti program GGD, namun mereka tetap memilih untuk mendedikasikan diri untuk sebuah misi yang bisa dikatakan sangat mulia, walaupun mereka harus berada jauh dari keluarga dan akan berada di tempat yang sangat serba kekurangan namun disinilah profesionalisme dan totalitas berbicara bahwa tidak perlu banyak retorika, karena saat ini anak-anak negeri membutuhkan manusia-manusia yang rela mendedikasikan hidupnya untuk sebuah mimpi yang mungkin mereka sendiri tak akan tetap ada untuk menyaksikannya terwujud.

Guru Garis Depan (GGD) adalah sebuah program yang diharapkan akan mengubah wajah indonesia, Indonesia baru yang akan mampu membentahkan sayapnya yang telah lama terkunkum oleh retorika tak berujung. Dan ingatlah bahwa “Teori tanpa aplikasi adalah sebuah pengkhianatan intelektual.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon