Thursday, 18 August 2016

Mendaftar POLISI atau TENTARA ? ini masing-masing kelebihannya

Mendaftar POLISI atau TENTARA ? ini masing-masing kelebihannya
POLISI dan TENTARA sama-sama penegak hukum namun ruang lingkup kerjanya berbeda jiakalau POLISI bertugas menjaga keamanan sipil maka tentara bertugas menjaga kemanan nasional baik gangguan dari dalam maupun luar. pada kesempatan ini saya akan memaparkan kelebihan dan kekurangan menjadi POLISI atau TENTARA
A. POLISI
 Bekerja menjadi seorang POLISI masih menjadi sebuah harapan yang dicita - citakan oleh banyak anak - anak di Indonesia. Menjadi pahlawan kebenaran merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Namun tahukah anda bahwa bekerja sebagai POLISI itu selain mempunyai banyak kelebihan, bekerja sebagai POLISI juga mempunyai banyak resikonya loh. Nah, penulis membuat arikel ini supaya menjadi penyemangat dan sekaligus peringatan bahwa bekerja sebgai POLISI itu tidak mudah berdasarkan realita kehidupan yang ada saat ini.
Baik langsung saja ya kita bahas apa sih kelebihan dan kekurangan menjadi seorang POLISI?

Kelebihan Bekerja Sebagai POLISI : 
1. Bekerja sebagai POLISI adalah pekerjaan yang mulia, sebab disamping menjalankan tugas negara POLISI juga bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat Indonesia. Jadi apabila seorang POLISI bekerja dengan penuh keikhlasan dan kejujuran serta mempunyai pribadi yang baik dan agamanya kuat maka pekerjaannya itu akan bernilai ibadah. 
2. POLISI sampai saat ini masih menjadi pekerjaan yang dicita - citakan oleh banyak anak - anak Indonesia. Artinya POLISI masih menjadi kedudukan yang tinggi sebagai profesi yang banyak dicari. 
3. Menjadi POLISI akan memiliki perasaan yang puas, sebab perjuangan untuk menjadi POLISI begitu sulit. Banyak hal dan tes yang perlu dilakukan dan dilewati., banyak yang tidak lulus dan kecewa sehingga apabila anda lulus menjadi POLISI maka itu adalah hal yang patut disyukuri. 
4. Gaji seorang POLISI insyaAlloh pasti cukup untuk mencukupi segala kebutuhan diri dan keluarga anda. Itu artinya gaji POLISI cukup besar kok setara dengan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab POLISI Indonesia juga adalah seorang PNS. 
5. Menjadi seorang POLISI masih menjadi kedudukan yang tinggi dan bermartabat didalam masyarakat. Seorang POLISI akan lebih dihargai dan dihormati. 
6. Seorang POLISI masih menjadi idaman atau dambaan banyak perempuan dan para calon mertua. Itu artinya apabila anda seorang POLISI maka sudah dipastikan anda akan mudah dalam mencari jodoh.  
7. Menjadi polisi bisa langsung dari lulusan SMA atau SMK, jadi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil melalui POLISI tidak harus kuliah terlebih dahulu.

Resiko menjadi polisi :
Bahaya mengancam nyawa. Tak sedikit polisi yang luka-luka dan tewas saat menjalankan tugasnya. Hal ini disebabkan karena POLISI itu banyak musuhnya terutama para pelaku kejahatan. Ini adalah risiko nyata yang harus dihadapi dari profesi polisi. 
    1. Tidak bisa libur seperti pegawai lain. Jika anda menjadi POLISI maka anda harus siap untuk bekerja kapanpun dan dimanapun. Hal ini sebab keamanan dan pengamanan tidak mengenal hari libur. 
    2. Tidak ada kantor polisi yang libur pada Sabtu dan Minggu. Karena polisi melayani masyarakat otomatis, selalu ada setiap saat. Tak peduli tanggal merah atau libur nasional. Ia memang berkomitmen untuk melindungi masyarakat sehingga harus ada kapan pun. Maka dari itu seorang POLISI tidak memiliki jadwal libur yang sama dengan pegawai lainnya. Selain itu beberapa polisi juga tidak bisa mudik. Sebab mereka harus tetap stand by menjaga wilayah agar tetap aman. 
    3. Jauh dari keluarga. Banyak POLISI yang harus rela hidup berkejauhan dengan keluarganya. POLISI sering mendapat penugasan di luar kota yang kadang bisa membuatnya jauh dari keluarga. Intinya menjadi POLISI harus siap untuk ditempatkan dimana saja. 
    4. Menjadi polisi harus siap bekerja dengan sistem shift. Berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya yang hanya dilakukan pada pagi hingga sore, polisi harus siap siaga 24 jam artinya harus siap bekerja pagi, siang dan malam. 
    5. Untuk masuk menjadi polisi cukup sulit. Hal ini disebabkan karena cukup banyak yang berminat untuk menjadi polisi. Sehingga penulis dengar untuk menjadi polisi harus mengeluakan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Entah itu benar atau tidak. Teman - teman sendiri yang akan menghadapi.
        Itulah sedikit ulasan tentang Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Sebagai Polisi. Disamping banyak kelebihannya, bekerja sebagai polisi juga mempunyai berbagai macam resiko. Sehingga masihkah anda berniat untuk menjadi polisi? Semua jawaban ada ditangan anda.
        Sedangkan hal yang harus kamu tahu jikalau menjadi TENTARA 

        B. TENTARA 
        Memiliki cita-cita menjadi TENTARA adalah sebuah cita-cita yang mulia. Jika kamu memiliki cita-cita ingin menjadi seorang TENTARA maka kamu harus siap untuk mengorbankan diri bagi negara dan bangsa. Membela keutuhan dan kedaulatan NKRI dari segala ancaman bangsa lain.

        Jangan pernah jadikan cita-cita menjadi TENTARA sekedar untuk mencari pekerjaan atau pun sekedar gagah-gagahan. Niat yang baik Insyaallah akan membawa hasil yang baik. Begitu pula sebaliknya. Menjadi TENTARA sungguh cita-cita yang sangat mulia oleh karena nya jangan di kotori dengan niat yang tidak baik.

        Potongan tubuh yang tegap, seragam yang terlihat keren adalah dua dari banyak kelebihan lain yang di miliki oleh TENTARA. Hal inilah yang mungkin di lihat oleh pemuda-pemudi Indonesia. Sehingga mengharapkan atau mempunyai cita-cita, kelak di kemudian hari dapat menjadi anggota  

        TENTARA.

        Hambatan ketika ingin menjadi tentara:

        1. Tes kesehatan banyak mengugurkan calon TENTARA

        Betul, dari semua tes dalam proses recruitment calon  TENTARA, tes kesehatan dianggap momok yang paling berat karena banyak peserta yang gagal dalam tes ini. Sehat saja ternyata tidak cukup karena calon peserta harus melalui serangkaian tes kesehatan yang cukup ketat.

        Tes kesehatan dibagi dalam dua bagian yaitu tes kesehatan bagian luar tubuh dan bagian dalam tubuh. Pemeriksaan kesehatan luar tubuh mencakup tinggi badan, postur, mata, gigi, THT, anus, alat dan alat reproduksi. Sementara dalam tubuh termasuk rontgen, tes urine, dan tes darah.

        Oh ya, yang diperiksa bukan saja kesehatan fisik semata tetapi juga kesehatan mental. Maklum bidang pekerjaan tentara termasuk berisiko tinggi, sehingga calon anggota tentara harus memiliki kesehatan psikologis.

        2. Rekruitmen dan pendidikan bagi TENTARA
        Rekrutmen di institusi Tentara dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu rekruitmen untuk tamtama, bintara, dan akademi militer (akmil). Tingkatan pendidikan itu tergantung latar belakang pendidikan si calon anggota, apakah dia lulusan SMP atau SMU. Selain itu minat dari calon anggota juga berpengaruh.

        Misalnya, untuk calon tamtama biasanya tamatan SMP dan sederajat masih bisa mendaftar. Mereka kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di sekolah calon tamtama (secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat prajurit dua (prada).

        Sementara untuk calon bintara haruslah tamatan SMU dan menempuh pendidikan di sekolah calon bintara (secaba) selama lima bulan dan begitu lulus mendapatkan pangkat sersan dua.

        Bagaimana dengan akmil? Nah persyaratan untuk masuk akmil juga bisa dilakukan lulusan SMU dan mendapat pendidikan selama empat tahun. Lulusan akmil akan berpangkat letnan dua (letda).

        Meskipun demikian, tentu saja ada kesempatan untuk naik pangkat ke level yang lebih tinggi, khususnya untuk perwira bintara, dengan mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (secapa). Setelah mengikuti pendidikan tersebut, mereka bisa langsung berpangkat letnat dua (letda)

        3. Gaji TENTARA
        Meskipun anggota tentara di Indonesia mengembang tugas yang cukup berat, gaji mereka masih dianggap cukup kecil dan tidak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.

        Informasi tentang gaji pokok ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 31 tahun 2015 tentang perubahan ke 11 atas, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2001 tentang peraturan gaji anggota TNI. Selain pangkat, besaran gaji yang diterima disesuaikan dengan masa tugas masing-masing prajurit.

        Gaji untuk golongan I tamtama yaitu antara Rp1,5 juta sampai Rp2,8 juta, sementara golongan II Bintara mendapatkan gaji antara Rp2 juta hingga Rp3,8 juta. Gaji golongan III perwira pertama sekitar Rp2,6 juta hingga Rp4,6 jutaan.

        Perwira menengah akan mengantongi gaji antara Rp2,8 juta hingga Rp4,9 juta sementara perwira tinggi mendapatkan gaji antara Rp3,1 juta hingga Rp5,6 juta.

        4. Mengenal karier TENTARA
        Bagaimana dengan mereka yang kebetulan tidak menempuh pendidikan militer dari dasar sebagaimana disebutkan di atas dan memilih untuk kuliah? Apa ada kesempatan untuk berkarier di bidang ini?

        Tentu saja ada. Anda bisa mendaftar di Sekolah Perwira PK dan mendapat pendidikan di Magelang, Jawa Tengah untuk menjadi prajurit karir. Biasanya yang mendaftar di sekolah ini adalah lulusan sarjana atau diploma yang lulus tes masuk, dan menguasai sejumlah skill tertentu seperti ahli IT, dokter, insinyur, dan bahkan ahli hukum.

        Lama pendidikan di Sekolah Perwira PK adalah 7-8 bulan saja dan begitu lulus langsung mendapat pangkat letnan dua (letda).

        Sebelum mendaftar, pastikan Anda memenuhi persyaratan yang diminta, terutama masalah usia. Disarankan umur calon perwira karir tidak boleh lebih dari 25 tahun untuk lulusan D3, sementara untuk lulusan S1 tidak boleh lebih dari 27 tahun!

        Demikianlah masing-masing Kelebihan dan kekurangan menjadi POLISI dan TENTARA jadi tinggal anda memilih mana yang tebaik
        Mendaftar POLISI atau TENTARA ? ini masing-masing kelebihannya

        Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
        Admin: WA: 0852 1537 5248
        EmoticonEmoticon