Tuesday, 12 April 2016

PENGERTIAN PENDEKATAN COOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW

PENGERTIAN PENDEKATAN COOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW 
A. Pengertian Cooperative Learning 
Pendekatan Cooperative Learning adalah model pembelajaran yang sistematis dengan mengelompokkan siswa untuk menciptakan pembelajaran efektif dan mengintegrasikan keterampilan sosial yang bermuatan akademik (Trianto,2002). Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw adalah proses pembelajaran yang kegiatan intinya adalah belajar bersama dalam suatu kelompok kecil. Esensi pendekatan Cooperative Learning tipe Jigsaw ini terletak pada tanggung jawab individu sekaligus kelompok, sehingga dalam diri setiap individu siswa tumbuh dan berkembang sikap saling ketergantungan ketimbang saling kompetisi.

Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw identik dengan Collaborative Learning yang dikemukakan keampuhannya oleh Flynn. Pembelajaran ini menekan pentingnya kooperatif dari pada kompetisi dan saling ketergantungan dari pada kemandirian (Asrori,2005). 

Proses pelaksanaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw pada dasarnya dilakukan dengan diskusi kelompok yang memiliki tiga tahap yaitu tahap kooperatif, tahap ahli dan tahap tiga atau lima serangkai. Setiap anggota kelompok dalam tiap tahapan tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Tahap kooperatif, siswa dibagi kedalam kelompok kecil 4-5 orang, diberikan sejumlah wacana/tugas yang berisi informasi kepada setiap kelompok. Pada tahap akhli, satu siswa dari setiap kelompok yang mendapat tugas yang sama membuat kelompok baru. Kelompok tersebut ditugaskan memahami wacana tentang informasi yang diperoleh pada tahap kooperatif dengan bekerja bersama untuk menjadi ahli dalam bidang informasi/wacana yang menjadi tugasnya. Setelah memahami tugasnya lalu diberi tugas membuat rencana bagaimana cara mengajar atau menyampaikan pemahamannya kepada anggota kelompok kooperatif. Sedangkan pada tahap tiga atau lima serangkai, siswa kembali bergabung dengan anggota kelompok kooperatif dan mereka telah menjadi ahli informasi dalam bidangnya. Pada tahap ini setiap anggota kelompok bergiliran mengajar atau menyampaikan informasi dan isi pesan yang telah dipahami kepada anggota kelompok yang lain. Setelah itu dilanjutkan diskusi kelas guna melakukan pemantapan.

B.   Tujuan dan Manfaat Cooperative Learning tipe Jigsaw
Asnaeni (2004:9), menyatakan bahwa: Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw berorientasi pada siswa yang bertujuan mempersiapkan siswa sebagai ahli informasi yang mampu mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya kepada teman pada anggota kelompok lainnya. Disamping itu model Cooperative Learning tipe Jigsaw ini bertujuan memupuk jiwa dan semangat kerja sama dalam kelompok untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Adapun manfaat pendekatan Cooperative Learning tipe Jigsaw adalah meningkatkan kemampuan bekerja sama dan bersosialisasi, melatih kepekaan diri siswa, simpati pada variasi perbedaan sikap-laku selama bekerja, mengurangi rasa kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar, meningkatkan tingkah laku yang positif, dan meningkatkan prestasi belajar.

Keuntungan Pembelajaran Coperative Learning tipe Jigsaw dalam proses belajar mengajar menurut  Wina,(2007:249) adalah sebagai berikut: (1) melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain, (2) pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain, (3) pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah, (4) melalui pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktek memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggungjawab kelompoknya, (5) interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. 

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Cooperative Learning tipe Jigsaw mendasarkan pada suatu ide bahwa siswa bekerjasama dalam belajar kelompok dan sekaligus masing-masing bertanggungjawab pada aktivitas belajar anggota kelompoknya, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. 

C.  Prosedur Pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw 
Prosedur pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw menurut Trianto (2002) adalah sebagai berikut: 
1)  Persiapan
Tahap ini digunakan untuk mempersiapkan wacana yang memuat pesan sesuai dengan topik bahasan berlainan, sebanyak jumlah anggota setiap kelompok. Wacana tersebut dikembangkan dari tujuan pembelajaran khusus (TPK) yang sudah dibuat sebelumnya. Wacana digandakan sebanyak kelompok yang direncanakan dalam satu kelas. Disamping itu disiapkan pula tugas yang harus diselesaikan oleh siswa secara kelompok setelah memahami informasi atau isi pesan dalam wacana. 

2)  Pelaksanaan
Pelaksanaan pendekatan Cooperative Learning tipe Jigsaw dalam mengajarkan perubahan wujud benda dilakukan dengan tiga tahap yaitu: 
a)     Tahap Kooperatif
Tahap ini dimanfaatkan untuk :
(1) Pembentukan kelompok kecil 4-5 orang.  
(2) Membagi sejumlah wacana yang berisi informasi/pesan kepada setiap kelompok, dan
(3) Menugaskan setiap kelompok untuk membagi tanggung jawab   dalam memahami
informasi/pesan dalam wacana.

b)  Tahap Ahli   
Pada tahap ini anggota kelompok satu bergabung dengan anggota kelompok lain yang mendapat tugas yang sama, membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli. Kelompok ahli ini ditugaskan belajar bersama untuk menjadi ahli dalam bidang informasi sesuai wacana/pesan yang menjadi tugasnya. Setelah itu kelompok ini ditugaskan merencanakan bagaimana mengajar atau menyampaikan informasi/isi pesan dalam wacana yang telah dipahami kepada anggota kelompok kooperatifnya.

c)  Tahap Tiga atau Lima Serangkai
Tahap ini dilakukan setelah siswa kembali ke kelompok kooperatifnya, dimana setiap anggota telah menjadi ahli informasi dalam bidangnya. Pada tahap tiga atau lima serangkai ini siswa tiap kelompok secara bergilir mengajar atau menyampaikan informasi/isi pesan yang telah dipahami kepada anggota kelompoknya yang lain. Setelah itu setiap kelompok menyelesaikan tugas yang telah disiapkan lalu melaporkan hasilnya.
BACA JUGA : PENDEKATATAN PROSES
PENGERTIAN PENDEKATAN COOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon