Tuesday, 8 March 2016

PENILAIAN PORTOFOLIO

PENILAIAN PORTOFOLIO
A. PENGERTIAN PENIALAIN PORTOFOLIO 
Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang bearti laporan dan folio yang bearti penuh atau lengkap, jadi portofolio bearti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukan . Penilaian Portofolio merupakan perluasan dari penilaian ‘test score’ dengan memasukkan substansi deskripsi dari apa yang dapat dilakukan siswa dan apa yang dialami siswa. Dasarnya adalah siswa dapat mendemonstrasikan apa yang dapat mereka lakukan dan apa yang mereka ketahui.

Dalam penilaian portofolio ini, informasi dikumpulkan melalui berbagai sumber, dengan berbagai metoda, dan dalam beberapa titik waktu dari suatu rentang waktu. Isi portofolio , atau yang sering disebut artifak, bisa terdiri dari gambar, photo, tulisan atau hasil kerja lain, disket komputer, dan juga termasuk salinan nilai test khusus. Sumber data bisa dari orang tua, staf, atau anggota lain dilingkungan sekolah dan lingkungan belajar siswa . Menurut Hamzah B Uno ( 2014 : 26) menyatakan bahwa portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. 

Portofolio secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk menilai dan memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Kumpulan keterangan atau karya peserta didik tersebut hendaknya melibatkan partisipasi peserta didik dalam memilih bahan – bahan, kriteria seleksi, kriteria penilaian dan disertai keterangan tentang refleksi diri peserta didik. 

B. Fungsi Penilaian Portofolio 
Bagi seorang guru, penilaian portofolio walaupun sedikit lebih rumit tetapi bisa memiliki banyak kegunaan. Seperti misalnya  : 
1. Mendorong pembelajaran mandiri 
2. Memperjelas pandangan mengenai apa yang dipelajari 
3. Membantu mempelajari pembelajaran 
4. Mendemonstrasikan kemajuan berdasarkan keluaran yang diidentifikasikan 
5. Membuat interseksi antara instruksi dan penilaian 
6. Memberikan jalan kepada siswa untuk menilai diri mereka sebagai pemelajar 
7. Memberikan kemungkinan untuk pengembangan dukungan ‘peer’ 
8. Mengetahui bagaiman Portofolio dapat memperbaiki proses persiapan

pembelajaran serta dapat merefleksikan perubahan oleh peserta didik, guru dan orang tua. Ada beberapa kelebihan dari Penilaian Portofolio ( sebagaimana dikutip oleh Julia Scherba dari Venn ) seperti :  
1. Menunjukkan evaluasi diri siswa, refleksi, dan pemikiran kritis 
2. Mengukur Kinerja dasar berdasarkan contoh original pekerjaan siswa 
3. Memberikan fleksibilitas dalam mengukur bagaimana siswa mencapai tujuan 
4. Memungkinkan guru dan siswa berbagi tanggung jawab dalam menentukan tujuan belajar  dan untuk evaluasi kemajuan. 
5. Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk mendapatkan masukkan yang ekstensif dari proses pembelajaran 
6. Memfasilitasi pembelajaran kooperatif, termasuk evaluasi ‘peer’ dan tutoring 
7. Memungkinkan pembentukan struktur pembelajaran bertahap 
8. Memungkinkan guru dan siswa untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran dan kemajuan dalam dialog yang terstruktur maupun tidak. 
9. Memungkinkan pengukuran kemajuan siswa multi dimensi dengan memasukkan berbagai tipe data dan material. 

C. Prinsip Penilaian Portofolio 
Ada beberapa prinsip yang perlu dipehatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain yaitu : 
1. Saling percaya
Dalam penilaian portofolio guru dan peserta didik ataupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya harus memiliki rasa saling mempercayai. Mereka harus merasa sebagai pihak – pihak yang saling memerlukan, dan memiliki semangat untk saling membantu. Oleh karena itu, guru dan peserta didik ainnya hrus saling terbuka dan jujur satu sama lain. 

2. Kerahasiaan bersama
Kerahasiaan dokumen peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik secara individu ataupun kelompok sebaiknya tidak diperlihatkan kepada peserta didik lain atau kelompok lain. Hl ini dilakukan agar peserta didik yang memiliki kelemahan tidak merasa dipermalukan. 

3. Milik bersama
Semua pihak, guru maupun peserta didik harus menganggap bahwa semua dokumen merupakan milik bersama yang harus dijaga secara bersama – sama pula. Oleh karena itu, semua dokumen harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik. Guru dan peserta didik perlu menyepakati bersama dimana dokumen yang telah dihasilkan peserta didik akan disimpan. Hal ini akan mempermudah peserta didik untuk menyimpan dan mengambil kembali portofolio mereka. 

4. Kepuasaan dan Kesesuaian
Kepuasaan semua pihak terletak pada tercapai tidaknya standar kompetensi, kompetensi dasar maupun indikator tersebut yang dimanifestasikan melalui dokumen peserta didik. Kesesuaian ini akan menjamin ketercapaian kompetensi yang menjadi kriteri keberhasilan belajar peserta didik di sekolah. 

5. Penciptaan budaya mengajar 
Pengajaran dan penilaian portofolio tidak dapat dipisahkan. Penilaian portofolio hanya dapat dilakukan jika pengajarannyapun menggunakan pendekatan portofolio. Penilaian portofolio akan efektif jika pengajarannya menuntut  peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang nyata yang menggambarkan pengembangkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada taraf yang lebih tinggi. 

6. Refleksi bersama 
Penilaian portofolio memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi bersama-sama, dimana peserta didik dapat merefleksikan tentang proses berpikir mereka sendiri, tentang kemampuan pemahaman mereka sendiri, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan dan mengamati pemahaman mereka tentang materi yang telah mereka peroleh. 

7.    Proses dan hasil 
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian peserta didik mengenai sikapnya dalam belajar, antusia tidaknya dalam mengikuti pembelajaran, dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru. 

D. Karakteristik Penilaian Portofolio 
Menurut Barton & Collin (Surapranata, Sumarna: 2004) terdapat beberapa karakteristik esensial dalam pengembangan berbagai bentuk portofolio, yaitu : 
 1.    Multi sumber 
Multi sumber artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence atau dokumen. Multi sumber antara lain mencakup orang (pernyataan dan observasi peserta didik, guru, program, orang tua dan anggota masyarakat), evidence yaitu apa saja yang akan dinilai seperti foto, rancangan, jurnal, audio dan video tape. 

2. Autentik
Artinya dapat ditinjau dari konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain. 

3. Dinamis 
Bersifat dinamis artinya portofolio mencakup perkembangan dan perubahan. Salah satu hal yang penting dalam portofolio adalah evidence yang ditambahkan dari waktu ke waktu, tidak hanya sebelum atau sesudah penilaian dilakukan. Apabila hal ini dilakukan, maka guru akan lebih mudah melihat dan memahami perubahan kompetensi peserta didik yang terjadi. 

4. Eksplisit
Semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indikator harus dinyatakan secara jelas. Peserta didik harus mengetahui tujuan dilakukannya portofolio dan kompetensi yang hendak dicapai. 

5. Integrasi 
Portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, portofolio tidak terlepas dari kehidupan sehari – hari sehingga peserta didik tidak jauh dari apa yang mereka alami. 

6. Kepemilikan 
Portofolio tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain, penilaian portofolio menekankan pada adanya rasa kepemilikian, yaitu adanya keterkaitan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi, kompetensi dasar atau indikator pencapaian belajar. 

7. Beragam tujuan
Portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada satu tujuan namun berbagai macam tujuan. Sebagai salah satu yang bermanfaat dalam proses pembelajaran, portofolio juga dapat melihat keefektifan suatu program dan pada saat yang sama mengevaluasi perkembngan individu atau kelompok sebagai komunitas peserta didik. 

E. Bentuk – Bentuk Penilaian Portofolio 
Fungsi penilaian portofolio adalah sebagai alat untuk mengetahui kemajuan kompetensi yang telah dicapai peserta didik dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, memberikan umpan balik untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan KBM. Kumpulan hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa: (1) puisi; (2) karangan; (3) gambar/tulisan; (4) peta/denah; (5) desain; (6) paper; (7) laporan observasi; (8 ) laporan penyelidikan; (9) laporan penelitian; (10) laporan eksperimen; (11) sinopsis;(12) naskah pidato/kotbah; (13) naskah drama;(14) doa; (15) rumus;(16) kartu ucapan; (17) surat; (18 ) komposisi musik; (19) teks lagu; (20) resep masakan 
Pada dasarnya ada beberapa tipe portofolio, seperti : 
1. Showcase – siswa meletakkan semua contoh terbaik atau produk terbaik yang dihasilkannya dari setiap objektif. 
2. Kumulatif – Siswa meletakkan semua pekerjaan yang relevan untuk setiap objektif dalam portofolionya. 
3. Proses – Siswa meletakkan pre/post sample dari pekerjaan untuk setiap objektif dalam portofolionya.

Dalam setiap tipe portofolio harus terdapat komponen dasar sebagai mana tercantum diatas. Beberapa ahli membagi portofolio menjadi dua yaitu Portofolio Proses dan Portofolio Produk. (Irfan, Hilmi : 2008) Portofolio proses berisi dokumentasi dari tahapan-tahapan pembelajaran dan catatan kemajuan siswa. Sedangkan Portofolio Produk hanya berisi kumpulan hasil kerja terbaik siswa. Untuk mengetahui proses dan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran, biasanya guru menggunakan portofolio proses, sedangkan untuk mengetahui penguasaan akhir digunakan portofolio produk.  

1. Portofolio Proses 
Portofolio proses, yaitu portofolio yang menunjukkan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Portofolio ini lebih menekankan pada bagaimana peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai draft awal, bagaimana proses awal itu terjadi, dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai.

Dalam portofolio proses, berbagai macam tugas yang setara atau yang berbeda disajikan kepada peserta didik. Peserta didik boleh memilih tugas – tugas yang dianggapnya cocok untuk mereka, atau guru memutuskan apa yang harus dikerjakan peserta didik, atau boleh juga peserta didik diajak untuk beerja sama dengan peserta didik lain dalam mengerjakan tugas tertentu.Salah satu bentuk portofolio proses adalah portofolio kerja yaitu bentuk yang digunakan untuk memantau kemajuan dan menilai peserta didik dalam mengelola kegiatan belajar mereka sendiri. Dalam dunia pendidikan, hasil pekerjaan peserta didik yang paling baik menjadi petunjuk apakah peserta didik telah menguasai kompetensi dasar yang teelah ditentukan dan dapat dijadikan seebagai bahan masukan bagi guru, baik untuk mengetahui pencapaian kompetensi dasar maupun indikatir sebagai alat penilaian formatif. 

2. Portofolio Produk 
Portofolio produk yaitu enis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada penguasaan dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukkan dokumen yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan dokumen tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi. 
a. Portofolio Tampilan 
Portofolio bentuk ini merupakan sekumpulan hasil karya peserta didik atau dokumen terseleksi yang dipersiapkan untuk ditampilkan kepada umum. Misalnya mempertanggungjawabkan suatu proyek, menyelenggarakan pameran, atau mempertahankan suatu konsep. Bentuk ini biasanya digunakan untuk tujuan pertanggungjawaban. 

b. Portofolio Dokumentasi 
Portofolio dokumen menyediakan informasi baik proses maupun produk yang dihasilkan oleh peserta didik. Model portofolio ini bermanfaat bagi peserta didik dan orang tua untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar secara perseorangan. 

Sumber Referensi
Fajar, Arnie. 2005. Portofolio dalam pelajaran IPS. Bandung : PT Remaja RosdakaryaSurapranata, Sumarna. 2004. Penilaian Portofolio. Bandung : PT Remaja Rosdakarya 
Uno, Hamzah. 2014. Assessment Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara 
PENILAIAN PORTOFOLIO
karakteristik penilaian portofolio

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon