Thursday, 31 March 2016

Pengertian Kreativitas



Pengertian Kreativitas
              Pada saat sekarang ini kata kreativitas sering kali digunakan baik dalam berbagai media cetak maupun elektronik, dalam percakapan sehari-hari tetapi kalau orang diminta untuk merumuskan pengertian kreativitas maka banyak yang mengalami kesulitan untuk memberi batasan yang menurut mereka tepat. Kemungkinan hal ini disebabkan karena luas dan majemuknya konsep kreativitas.
           Baca juga : Pengertian berpikir kreatif
           Kreativitas dapat ditinjau dari segi pribadi yang kreatif, dari segi faktor pendorong, kreativitas dari segi proses kreatif dan dari segi produk kreativitas. Kreativitas merupakan ungkapan unik dari keseluruhan kepribadian sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya, dan yang tercermin dalam pikiran, perasaan, sikap atau prilaku. Banyak para ahli yang mendefinisikan pengertian kreativitas. Diantaranya Selo Sumarjan ( Utami Munandar, 1988) Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat sosial yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru, Hurlock (Utami Munandar, 1988) kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu obyek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru. Dari dua pendapat tersebut pada intinya menganggap bahwa kreativitas adalah salah satu usaha untuk melahirkan sesuatu yang lain atau sesuatu yang baru dari hasil berpikir.
              Beberapa definisi kreativitas diungkapkan oleh para ahli terutama psikolog. Mereka memberikan ungkapan yang mempunyai perbedaan tetapi juga banyak persamaan. Berikut ini diungkapkan beberapa definisi tentang kreativitas.
1. Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau   konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada (id.wikipedia.org).
2. Definisi yang dikemukakan oleh Halpern (Suharnan, 2005:373) bahwa ”Kreativitas sebagai aktivitas kognitif atau proses berpikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru dan berguna atau new ideas and useful”.
3. Menurut Herman (dalam Bahauddin: 2003), kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menantang asumsi-asumsi, mengenali pola-pola, melihat dengan cara yang baru, membuat berbagai hubungan, mengambil resiko, dan menangkap secara cepat suatu peluang.
4. Definisi yang dikemukakan oleh Moreno  (dalam Slameto, 2003) sedikit lebih lunak, bahwa syarat baru itu terlalu sukar, sehingga pengertian baru itu tidaklah berarti belum pernah ada sebelumnya, tetapi boleh saja baru bagi diri sendiri dan tidak perlu baru bagi orang lain.
5. Menurut Stemberg ( dalam Munandar, 1999 ) kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara 3 atribut psikologi, yakni intelegensi, gaya kognitif dan kepribadian/motivasi.
6. Menurut Solso ( dalam Santoso, 2008 ) kreativitas diartikan sebagai suatu aktivitas kognitif yang menghasilkan suatu cara atau sesuatu yang baru.
      Berdasarkan definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas adalah suatu gagasan baru. Karena banyaknya pendapat para ahli tentang kreativitas maka dalam penelitian ini pendapat yang diambil sebagai rujukan adalah pendapat Herman dalam Bahauddindan dan pendapat Solso. Adapun alasan penulis karena pendapat ketiga dan keenam ini ada keterkaitan dengan penyelesaian pembelajaran berbasis masalah yang menuntut siswa mencari hubungan atau pola-pola dalam penyelesaian suatu masalah atau soal.
             Berdasarkan tinjauan dari mereka yang menggeluti pengembangan kreatif berpendapat bahwa sebenarnya semua orang memiliki potensi itu. Pendapat ini didukung oleh Kao (dalam Zaqeus, 2008) yang menyatakan bahwa semua manusia memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan tinggal bagaimana mempelajari dan mengembangkannya. Secara lebih detail lagi dikatakan bahwa, kreativitas dapat dimaksimalkan dengan memahami proses kreatif, sehingga yang membedakan antara orang yang berbakat dengan orang biasa dalam hal kreativitas adalah orang berbakat menemukan kreativitas dengan intuisi dan orang biasa menemukannya dengan mempelajari, demikian dijelaskan oleh Petty (1997). Berarti kreativitas itu memungkinkan untuk dipelajari dan diajarkan. Dari bermacam-macam definisi yang disebutkan diatas terdapat komponen yang sama yaitu menghasilkan sesuatu yang baru atau memperhatikan kebaruan. Baru bukan berarti sebelumnya tidak ada tetapi dapat berupa sesuatu yang belum dikenal sebelumnya, atau gabungan sesuatu yang sudah dikenal sebelumnya yang memenuhi kriteria tujuan dan nilai tertentu.
                Menurut Amabile ( dalam Santoso, 2008 : 10 ) menjelaskan bahwa definisi konseptual dari kraetivitas melibatkan dua elemen, yaitu kebaruan (novelty ) dan kelayakan ( appropriteness ). Agar dikatakan kreatif, suatu produk atau respons harus berbeda dari yang ada sebelumnya dan juga harus layak, benar, berguna, bernilai atau berarti, bahkan Amabile menambahkan elemen ketiga yaitu tugas harus heuristik bagi individu, tugas harus terbuka ( open ended ) yang penyelesaiannya tidak tunggal. Pendefinisian ini memberi kriteria bahwa suatu produk kreatif harus memenuhi kebaruan dan berguna dalam bidang penerapan kreativitas, dan kedua hal tersebut hanya dapat diketahui dengan memberikan tugas terbuka, sehingga kalau diterapkan dalam pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan open ended problem pada masalah matematika diharapkan memenuhi unsur kebaruan.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon