Tuesday, 22 March 2016

Model Pembelajaran Body Sculpture

Model Pembelajaran Body Sculpture 
A. Pengertian Model Pembelajaran Body Sculpture
Body Sculpture atau juga dikenal sebagai model patung tubuh. Kelompok siswa menentukan ciri-ciri penting dari suatu konsep, ide, proses, fakta, urutan, atau keterampilan lalu mendesain suatu pameran menggunakan semua anggota tubuh dalam pose yang paling baik menggambarkan ciri-ciri tersebut (Wormeli, 2011: 74). 

Menurut Uno (2012:191) “Model pembelajaran Body Sculpture adalah salah suatu model pembelajaran dimana  siswa mengisi lembar kerja berdasarkan tebakan terhadap patung tubuh yang ditampilkan oleh kelompok lain”. Pada dasarnya, model pembelajaran Body Sculpture adalah salah satu model belajar kelompok, dimana pelaksanaannya juga mengandung unsure permainan.

Dengan demikian, dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Body Sculpture merupakan salah satu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk mendiskusikan bentuk patung tubuh yang akan ditampilkan dan kelompok lain menebaknya yang kemudian diisi pada lembar kerja. 

B. Kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran Body Sculpture 
Menurut Uno (2012) kelebihan model pembelajaran Body Sculpture adalah: 
-Dapat mengatasi keributan yang tidak berarti di dalam kelas, karena dengan membuat patung tubuh membuat siswa diam.
-Membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam berfikir
-Membuat pelajaran menjadi tidak menjenuhkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa.
-Dapat menjadi tolak ukur dalam membandingkan tingkat berfikir kreatif antar siswa.
-Melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. 

C. kekurangan model Body Sculpture 
-Memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
-Didominasi oleh siswa yang menonjol.
-Ketepatan jawaban setiap kelompok tergantung dari cara menampilkan patung tubuh kelompok yang lain. 

D. Langkah-langkah Model Pembelajaran Body Sculpture  
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Body Sculpture yaitu:  
-guru menyajikan materi sesuai topik,
-guru membagikan lembar kerja,
-setiap kelompok mendiskusikan bentuk patung tubuh yang akan ditampilkan,
-setiap kelompok menampilkan patung tubuh,
-kelompok lain mengisi lembar kerja dengan menebak patung tubuh yang ditampilkan kelompok lain,
-kesimpulan,
-evaluasi (Uno, 2012). 
Baca juga: Pembelajaran cooperatif review 
artikel : Model Pembelajaran Body Sculpture

Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik
Admin: WA: 0852 1537 5248
EmoticonEmoticon